SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
49. Kemarahan Regent


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


Regent sangat marah saat mengetahui Sarlince tidak memenangkan kompetisi meretas. Bukan karena Sarlince tidak mampu, tapi karena wanita itu sengaja mengalah dalam kompetisi hanya ingin menghindari dirinya. Setelah kompetisi selesai, Regent segera menarik tangan Sarlince. Pria itu tidak perduli meskipun semua mata menatap kearah mereka berdua.


Brakkkk


Regent menutup pintu ruang pribadinya dengan cukup keras. Sarlince hanya tertunduk, karena dia tahu Regent sedang melampiaskan amarahnya saat ini. Tapi Sarlince sama sekali tidak berniat mundur, karena dia benar-benar ingin pergi dari kehidupan Regent untuk selamanya.


Regent menarik kumis tipis yang bertengger diatas bibir sexy Sarlince dan juga rambut palsu wanita itu hingga rambut indahnya tergerai.


"Apa kamu begitu ingin menjauhiku, hanya karena kamu tahu aku memiliki perasaan terlarang terhadapmu?"


"Sarlince kenapa kamu harus melakukan itu? bukankah kemarin sudah kukatakan, aku akan menganggapmu rekan kerja dan rekan bisnis saja?"


"Regent. Tidak mudah bagimu untuk menipuku, aku tahu kamu hanya membual karena ingin selalu berada didekatku bukan? aku ingin mundur dari kompetisi ini, dan aku juga ingin membatalkan semua bentuk kerjasama perusahaan kita. Aku tidak ingin berhubungan denganmu dalam bentuk apapun, agar kamu dan aku tidak lagi terjebak dalam hubungan yang rumit."


"Aku harap kamu bisa menerima keputusanku. Permisi!" ujar Sarlince.


Sarlince beranjak dari tepi tempat tidur dan berjalan menuju pintu.


Brakkkkk


Regent mengungkung Sarlince dengan kedua tangannya yang sudah menahan pintu. Sarlince berbalik badan, dan mendapati dirinya sudah terkurung dikedua tangan pria itu.


"Sepertinya kamu yang ingin memaksaku berbuat nekad. Seharusnya kamu membiarkan aku mencintaimu dalam diam, membiarkanmu tetap disisiku meskipun kamu tidak bisa kumiliki. Tapi ternyata kamu ingin memaksaku untuk memperlihatkan betapa serakahnya aku, kamu benar-benar menantangku Sarlince? jadi jangan menyesal kalau aku bisa berbuat sesuatu yang sama sekali diluar nalarmu itu,"


"Apa kamu sedang mengancam seorang wanita yang sudah bersuami? apa kamu tidak sadar, bahwa sebenarnya rasa cinta yang kamu bilang itu sudah menjadi suatu obsesi?"


"Aku tidak perduli. Kamu sudah sangat melukai perasaanku Sarlince. Tidakkah kamu bisa mengerti aku sedikit saja?"


"Apa yang mau kamu harapkan dariku? aku ini istri orang, bekas orang lain, apa kamu bisa membayangkan saat aku menghabiskan malam bersama suamiku diatas ranjang?"


Regent benar-benar cemburu saat Sarlince mengatakan hal itu. Sekilas dia bisa membayangkan saat Sarlince bergulat panas diatas ranjang.


Krakkkk


Byarrrrr


Semua kancing kemeja Sarlince berakhir dilantai hanya dengan sekali tarikkan dari tangan kekar milik Regent. Sarlince yang terkejut menahan baju kemejanya agar tidak memperlihatkan dadanya yang membusung indah.


"Apa yang kamu lakukan? apa kamu ingin berubah jadi seekor binatang?" hardik Sarlince.

__ADS_1


"Anggap saja aku memang binatang. Binatang ini akan membuktikan padamu, siapa yang paling hebat antara aku atau suami yang selalu kamu banggakan itu. Suami yang dibelakangmu selalu berbuat mesum dengan wanita mana saja."


Regent menarik tangan Sarlince dan mendorong wanita itu keatas tempat tidur. Sarlince berusaha melawan dengan menyerang pria itu. Namun karena pakaiannya yang terbuka, wanita itu menjadi lemah saat Regent memberikan sentuhan-sentuhan lembut yang membuat tubuhnya bergetar.


"Regent kumohon jangan lakukan ini padaku. Ini sangat salah," ucap Sarlince lirih.


"Tubuhmu jauh lebih jujur daripada mulutmu Aline," bisik Regent.


Regent yang saat ini sedang menahan Sarlince dari arah belakang, memberikan kecu**n-kecu**n mesra dileher jenjang Sarlince yang terbuka. Baju kemeja yang Sarlince kenakan sudah teronggok lesu dikedua lengan wanita itu. Sarlince memejamkan matanya saat tangan Regent dengan nakal mere**s kedua gundukkan indah miliknya.


"ah...hen-hentikan Re..." de**h Sarlince dengan menggigit kecil bibirnya.


"Apa kamu yakin ingin aku menghentikannya?" bisik Regent.


"Aku tahu kamu mencintaiku Aline, kamu hanya berusaha menyangkalnya."


"Ta-tapi ini salah,"


"Tidak ada yang salah dalam cinta. Cinta bebas menentukan dimana dia akan berlabuh. Meskipun berlabuh ditempat yang salah sekalipun.


Regent meraih wajah Sarlince dan menatap mata wanita itu dengan dalam.


"Mata dan hatimu itu tidak bisa berbohong. Aku tidak tahu apa yang terjadi denganmu sebenarnya, aku juga tidak tahu bagaimana caramu menjalankan rumah tangga dengannya. Tapi aku yakin kamu tahu, suamimu itu tidak benar-benar setia padamu."


Aline menatap mata Regent yang penuh dengan ketulusan. Bahkan jarak pandang itu terlalu dekat untuk ukuran orang yang sedang berbicara normal.


"Bagaimanapun dia, aku akan tetap menghargai hubungan yang disatukan dengan cara yang suci. Kamu benar, aku sedang berusaha menyangkal perasaanku padamu karena aku sadar itu adalah sebuah kesalahan. Aku...."


"Jadi kamu mengakui kalau kamu sebenarnya juga mencintaiku?" tanya Regent bahagia.


"Lupakan perasaan yang tidak lagi penting itu."


"Tidak Aline. Kamu tidak akan pernah mengerti, kalau kata-kata cintanu itu sangat penting untuk kudengar."


"Jadikan aku kekasih gelapmu," sambung Regent.


"Omong kosong," ujar Sarlince.


Regent mencengkram kedua bahu Sarlince dan merebahkan wanita itu ketempat tidur.


"Jangan pernah menganggap semua kata-kataku hanya sebuah omong kosong. Kamu tidak mengerti seberapa besar keinginanku untuk memilikimu." bisik Regent sembari menarik penyangga dada Sarlince dan segera membenamkan wajahnya disana.


"Ahhh...Re...hen-hentikan," lagi-lagi kata Sarlince tidak pernah jujur dari tubuhnya.

__ADS_1


Tubuh Sarlince bergetar saat Regent dengan lihai mempermainkan kedua puncak dadanya, yang membuat suara Sarlince bersenandung merdu. Entah sejak kapan kini Regent dan Sarlince sudah sama-sama tidak mengenakan apapun.


"Ah....emmmppptttt"


Sarlince meremas rambut Regent saat pria itu dengan berani membenamkan wajahnya dibawah sana. Sarlince sama sekali tidak bisa protes lagi, karena tubuh dan bibirnya terlalu lemah untuk menolak sensasi yang Regent berikan. Sarlince sangat panik ketika Regent memposisikan miliknya diantara kedua pahanya setelah sebelumnya sudah berhasil membuat dirinya mengerang panjang.


"Re, kumohon jangan lakukan itu. I-ini sudah diluar batas Re," Sarlince menangkupkan kedua tangannya tanda memohon.


Sebenarnya Sarlince merasa tidak tega, dia tahu betul saat ini Reegnt sedang terbakar api gairah.


"Kumohon sekali saja, biarkan aku melalui hari ini bersamamu dengan indah. Aku ingin kita sama-sama menyalurkan perasaan kita meskipun ini terlarang. Anggap saja ini kompensasi karena kamu sudah menolakku."


Sarlince menatap mata sendu Regent, saat ini dia benar-benar dilema. Melihat Sarlince yang hanya diam saja, Regent kembali menc**m b***r Sarlince. Yang membuat Regent bahagia adalah, Sarlince mebalas ci***n darinya dengan penuh perasaan.


Perlahan tapi pasti Regent berusaha membenamkan miliknya yang gagah, dilembah basah milik Sarlince.


"Awww" Sarlince merasakan sakit saat benda tumpul itu berusaha masuk meskipun hanya sekian sentinya saja.


"A-aline...maksudnya ini apa? ka-kamu?"


Aline tidak membiarkan Regent mengeluh lagi. Wanita itu menc**m dan Melu**t b***r pria yang dicintainya itu. Regent kembali berusaha menerobos pertahanan Sarlince, hingga dua kali hentakkan Regent berhasil merenggut mahkota wanita yang dia cintai. Aline yang merasakan kesakitan hanya bisa menggigit bahu pria itu.


Regent dan Sarlince benar-benar lupa diri saat ini, hingga hampir seharian mereka melakukan hal itu hingga berkali-kali.


"Ahh...Aline aku mencintaimu..."


Regent dan Sarlince mengejang dan mengerang panjang saat pelepasan kesekian kalinya datang menghampiri mereka.


Hosh


Hosh


Cup


Regent mengecup kening Sarlice dengan penuh perasaan.


"Aku sangat mencintaimu Aline," ujar Regent lirih nyaris tak terdengar.


Sarlince hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Maafkan aku Re, mungkin hari ini adalah hari terakhir kamu melihatku," batin Sarlince.


Sarlince beranjak pergi saat melihat Regent sudah tertidur lelap. Sarlince sempat mencium kening Regent sebagai tanda perpisahan terakhir mereka.

__ADS_1


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2