
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏
*****
"Saya sudah sering menghubungi anda, tapi kenapa nomor anda selalu diluar jangkauan?" tanya Qiel pada Marcus.
"Saya memang sedang berada diluar jangkauan. Ada apa anda mencari saya?"
"Saya ingin bertanya, apa tawaran anda waktu itu masih berlaku?"
"Tentu."
"Saya sudah bercerai dari Sarlince, saya bisa membantu anda untuk mendapatkan wanita itu. Tapi tentu anda harus membantu saya mendapatkan perusahaannya."
"Tidak masalah, setelah Sarlince berhasil dibawa ke Markas kami, saya pastikan anda akan lebih mudah menguasai perusahaan itu."
"Lalu kapan anda ingin saya mulai beraksi?"
"Tunggu perintah dari saya selanjutnya, saat ini kami sedang mempersiapkan sesuatu."
"Baiklah, hubungi saya segera. Saya ingin secepatnya menguasai perusahaannya."
"Tunggulah, tidak akan lama lagi kamu akan menguasai semuanya."
"Kalau begitu saya permisi,"
"Silahkan."
Qiel keluar dari ruangan Marcus, dan melenggang pergi kerumah kontrakannya. Sementara itu Inara sang kekasih gelap begitu sulit dihubungi sejak dirinya mengalami kebangkrutan. Kini Qiel mengeri, wanita itu hanya menginginkan kesenangan. Dia tidak ingin susah bersama Qiel.
Kini Qiel terpaksa tinggal disebuah rumah kontrakkan bersama sang mama. Sementara itu Alex dan Sarah tinggal dirumah kontrakkan yang lain.
"Aku harus menemui Papa, aku harus memberitahunya tentang pendapat tuan Marcus," ujar Qiel.
Qiel pun tidak jadi pulang kerumahnya, dia memutar arah dan pergi kerumah Alex. Namun langkahnya terhenti saat sudah memasuki rumah kontrakkan itu. Disalah satu kamar, Alex dan Sarah sedang tengah bergairah.
"Ckk...pria tua ini, udah miskin masih juga mikirin yang dibawah pusar. Mentang-Mentang punya pasangan muda." Gerutu Qiel.
Setelah suara-Suara itu mulai mereda, Qiel terbangun dari berbaring diatas kursi panjang saat seseorang membuka pintu kamar.
"Eh? Qiel? kamu sudah lama?" Sarah terkejut saat melihat keberadaan Qiel dirumahnya.
Sementara itu Qiel juga terkejut saat melihat penampilan Sarah yang hanya mengenakan handuk minim, dengan tubuh dipenuhi keringat.
Glekkkk
Qiel meneguk ludahnya, dirinya memang sudah lama sekali tidak bermain dengan wanita sejak dirinya mengalami kebangkrutan. Melihat Qiel yang menatap dirinya dengan tatapan tak biasa, membuat Sarah sedikit canggung. Sarah melirik kearah dalam, dan melihat alex tengah tertidur.
"Kamu mau apa datang kemari?" tanya Sarah yang kemudian menutup pintu dan mendekati Qiel.
__ADS_1
Sungguh Sarah sudah membuat jantung Qiel ketar ketir disuguhi pemandangan yang indah itu. Sarah yang sudah terlanjur Qiel melihat penampilannya seperti itu, bersikap biasa saja.
"Aku ingin bicara dengan papa. Ini menyangkut tentang perusahaan Sarlince." Jawab Qiel yang sesekali melirik kearah dada Sarah yang sebagian sudah menyembul keluar.
"Papamu sedang tidur, dia kelelahan."
Qiel mengerti apa yang sarah maksud.
"Apa kau mau minum teh?"
"Boleh."
Sarah kemudian berdiri dari kursi dan pergi kedapur. Namun tidak berapa lama kemudian, Qiel tiba-tiba menyusul dan memeluk dirinya dari belakang.
"Qiel. Apa yang kamu lakukan? aku ini ibu tirimu,"
"Sebentar saja, aku sudah benar-benar tidak tahan lagi."
Qiel dengan gerak cepat menarik handuk ninim itu dan meletakkan Sarah duduk diatas meja dapur. Dengan tergesa-gesa pria itu mengeluarkan benda miliknya sembari sudah bermain lihai dipuncak dada wanita itu. Sarah hanya bisa menutup mulutnya rapat-rapat saat Qiel sudah mempermainkan dua asetnya yang berharga.
"Ah...Qiel..."
Sarah mende**h pelan saat Qiel sudah membenamkan miliknya pada ibu tirinya itu. Dengan sedikit tergesa-gesa Qiel memompa milik Sarah karena takut Alex akan terbangun dari tidurnya. Meski awalnya Sarah menolak, namun lama-lama dirinya juga menikmatinya. Hingga tidak lama kemudian keduanya sudah sampai pada puncaknya.
Hosh
Hosh
Hosh
"Qiel, kamu benar-benar gila."
"Jangan berkata begitu, kamu juga sangat menikmatinya tadi. Bahkan kamu juga ikut mengerang bersamaku."
"Apa kamu tidak takut papamu akan tahu."
"Tidak akan tahu kalau kamu tutup mulut. toh kita sama-sama menikmatinya.
"Sebaiknya bersihkan dirimu, aku pulang dulu. Nanti suruh papa kerumah saja. Katakan ada hal penting yang ingin aku bicarakan."
"Ya."
Qiel melenggang pergi dengan perasaan puas. Sementara Sarah membersihkan diri, karena dia tidak ingin sisa-sisa percintaannya dengan Qiel diketahui oleh suaminya.
Malam harinya Alex mendatangi kediaman Qiel dan istri tuanya. Setelah berbincang panjang lebar, Alex menyetujui semua persyaratan yang Marcus ajukan.
"Papa mau kemana?"
"Pulang. Kasihan Sarah sendiri dirumah."
__ADS_1
"Papa sudah lama tidak pulang dan menginap dirumah. Malam ini tidak ada salahnya Papa menghabiskan waktu bersama mama. Qiel ada perlu diluar, kasihan mama kalau tinggal sendiri."
"Sarah sedang hamil. Nanti dia ketakutan tinggal sendiri."
"Cuma malam ini saja Pa. Papa bisa menghubungi Sarah dulu."
Akhirnya alex setuju, setelah Sarah memberikan izin. Namun tanpa Alex tahu, Qiel malah pergi kerumah dia dan Sarah. Sarah mengerutkan dahinya saat melihat Qiel berada didepan pintu.
"Mana Papamu?"
"Aku suruh menemani mama dirumah."
"Bukankah papamu bilang kamu ada urusan diluar?"
"Ya. Urusanku ada disini, bersamamu."
"Qiel, jangan gila."
Tanpa basa basi Qiel mendorong Sarah masuk kedalam dan mulai mencumbu ibu tirinya itu.
"Jangan katakan aku gila, kamu dan aku sama saja. dulu kamu berselingkuh dengan papa, dan sekarang aku berselingkuh denganmu. Jadi sama saja, mending kamu nikmati saja. Lagipula aku lebih muda dan lebih menggairahkan."
Qiel melucuti semua kain yang ada pada dirinya dan juga Sarah. Sarah yang diam-diam juga menikmati kejantanan Qiel, sudah bersuara merdu dibawah kungkungan pria itu. Sudah tidak terhitung berapa kali dirinya mendapat pelepasan. Karena mereka beberapa kali mengulang kegiatan itu hingga benar-benar terpuaskan.
Hosh
Hosh
Hosh
"Pantasan saja Papa tergila-gila padamu, servismu benar-benar memuaskan." ujar Qiel setelah mereka mengakhiri sesi panas itu.
"Kemana kekasihmu itu? apa dia sudah mencampakkanmu setelah kamu jatuh miskin?"
"Semua wanita sama saja, mungkin cuma kamu yang mau bertahan dengan Papaku. Padahal selain tua, papa juga tidak punya apa-apa."
"Aku mencintai papamu, terlebih aku sudah mengandung anaknya."
"Tapi kami masih muda, usiamu malah dibawahku satu tahun. Apa kamu yakin ingin bertahan dengan papa selamanya?"
"Kenapa aku harus khawatir? kan ada kamu. Anak ini adalah adik kandungmu, masalah kebutuhan biologis, aku yakin kamu tidak akan menolakku."
"Wanita nakal. Tapi aku suka," bisik Qiel.
"Sepertinya aku juga mulai suka bermain denganmu." Sarah mengedipkan matanya.
"Lagi?"
"Cukup. Kasihan adikmu, aku tidak mau terjadi sesuatu dengannya. Lebih baik kamu pulang sekarang. Suruh papamu kemari pagi-pagi."
__ADS_1
"Baiklah."
Qiel beranjak dari tempat tidur, dan memakai kembali pakaiannya yang berserakkan dilantai. Dia tidak ingin keberadaannya diketahui Alex. Dia ingin bermain rapi, sampai dia mendapatkan wanita yang sesuai dan melepaskan sarah seutuhnya untuk papanya."