SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
109. Berlatih


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


"Mehru. Apa kamu serius menjalani hubungan dengan Seo?" tanya Mesa.


"Ya. Kami berencana menikah setelah ujian selesai."


"Benarkah?"


"Emm. Itulah sebabnya aku harus banyak berlatih, agar nilai ujianku bagus, dan Ayah ibuku menjadi bangga."


"Dimana kalian akan menggelar pernikahan?"


"Rencananya kami akan menggelarnya disini, setelah itu kami akan kembali ke desaku."


"Begitu? wah...selain dapat ilmu, kamu juga dapat suami disini."


"Emm. Ibuku pasti sangat senang, karena dia sangat menginginkan agar aku segera menikah. Dia khawatir aku tidak memikirkan hal itu, karena kerjaku tiap hari berburu dihutan," Mehru terkekeh.


"Aku turut senang Mehru, semoga hubungan kalian untuk selamanya ya?"


"Terima kasih."


"Sepertinya ramuan yang kamu buat sudah jadi, apa itu ramuan penyegar tubuh?"


"Ya. Kamu bisa mencobanya kalau mau,"


"Akan kucoba. Akhir-Akhir ini tubuhku sangat letih, dengan meminum ramuan ini barangkali tubuhku akan kembali pulih."


"Ini. Sebaiknya agak dinginkan terlebih dahulu, agar lidahmu tidak melepuh."


Mehru menyodorkan semangkuk kecil ramuan obat untuk Mesa.


"Kuperhatikan akhir-akhir ini kamu sangat rajin membuat ramuan obat,"


"Sudah aku bilang, aku ingin sering berlarih agar mendapatkan nilai yang bagus. Ujian kali ini sangat penting bagiku, ini semua demi orang tuaku dan masa depanku."


"Seo beruntung memilikimu,"


"Aku yang beruntung memiliki dia, dia pria yang baik dan ingin bertanggung jawab padaku. Aku sangat mencintainya."


"Ya. Kalau begitu kalian sama-sama beruntung,"


.


"Mesa. Aku pergi menemui Seo dulu, kamu habiskan ramuannya."


"Emm."


Mehru keluar dari ruangan itu untuk menemui Seo. Sementara Mesa meneguk ramuan itu penuh dengan emosi.


Pranggggg


Mesa membanting mangkok yang sudah kosong kelantai.


"Kamu ingin berebut denganku? jangan bermimpi. Aku akan mengambil apapun yang kamu miliki Mehru, termasuk pria mesum itu."


"Aku ingin membuat hidupmu hancur dan tak berharga, setelah itu Seo akan mencampakkanmu karena semua rahasianya ada padaku."


Mesa meninggalkan tempat itu dan kembali kedalam gubuknya.


"Mehru," Seo terkejut saat melihat Mehru ada didepan gubuknya. Pasalnya dia sudah menyuruh Mesa agar datang menemuinya.


"Kenapa malam-malam kamu kesini?"


"Tidak ada. Aku hanya ingin bicara kosong denganmu."


Seo melihat kekiri dan kekanan, karena takut ada orang lain melihat kedatangan Mehru.

__ADS_1


"Masuklah!"


Mehru duduk ditepi tempat tidur Seo, dan Seo duduk disebelahnya.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?"


"Ini tentang ujian yang akan diadakan oleh suhu. Seo, maukah kamu mengajarkanku banyak hal? agar aku mendapat nilai ujian yang bagus juga."


"Kamu itu aneh sekali Mehru, bukankah kamu itu murid tercerdas di sekolah kita?"


"Jangan bicara begitu, aku tidak merasa aku ini cerdas dari kalian semua."


"Baiklah, karena ini sudah malam, sebaiknya besok saja kita berlatih bersama diruangan obat."


"Benarkah?"


"Ya. Aku juga ingin mendapatkan nilai yang bagus. Tentu saja aku harus banyak berlatih."


"Baiklah aku kembali kegubuk dulu."


"Emm."


Mehru kemudian keluar dari gubuk Seo, sementara Mesa yang bersembunyi dibalik sisi gubuk, keluar dari persembunyiannya.


Tok


Tok


"Kenapa kamu kembali Mehru?"


"Ini aku Mesa, bukan Mehrumu itu." Jawab Mesa .


Seo langsung menarik Mesa masuk kedalam dan langsung mencumbu gadis yang sedang cemburu itu.


"Apa yang kalian bicarakan tadi?"


Mesa mendorong tubuh Seo.


"Apa kau menyentuhnya?"


"Tidak. Belum saatnya untuk itu."


"Tapi kamu sudah merencanakannya. Ingat, kita sama-sama memegang sebuah rahasia. Aku tidak mau pada akhirnya kamu pergi dengannya dan mencampakanku."


"Tidak akan. Lagipula tujuanku bukan untuk wanita. Kamu hanyalah bonus bagiku Kamu tidak perlu mengancamku, lagipula kita melakukan hal ini karena suka sama suka. Aku tidak suka kamu menekanku."


"Aku perlu menekanmu, karena kamu sudah mengambil hal berharga dariku. Bagaimana kalau aku hamil?"


"Kamu tenang saja, aku akan bertanggung jawab."


"Tapi Mehru bilang kalian berencana menikah setelah ujian."


"Itu benar."


"Jadi itu benar? lalu bagaimana denganku "


"Aku pastikan pernikahan itu tidak berlangsung lama, setelah tujuanku tercapai, aku akan membuangnya."


"Tapi...."


"Sudahlah Mesa. Kenapa kau malah merusak moodku. Saat ini aku sedang ingin bercinta denganmu,"


"Berjanji dulu kau akan menikahiku setelah mencampakannya."


"Ya aku berjanji."


Seo langsung menyerbu Mesa dengan terburu-buru, hingga mereka kembali tidak mengenakan apapun.


"Emmmpphhhtt ah... Seo..."

__ADS_1


Seo membenamkan wajahnya ditempat yang dia senangi. Dengan tidak sabar dia membemamkan miliknya kedalam liang Mesa yang masih belum terlalu lembab, hingga membuat gadis itu sedikit meringis kesakitan.


"Seo apa kau tidak bosan melakukan ini tiap malam denganku."


"Tidak."


Seo memompa miliknya dengan tempo makin lama makin cepat, hingga tubuh Mesa berguncang hebat.


"Seo..ah..." Mesa mendapatkan pelepasan pertamanya.


Setelah memakan waktu yang cukup lama, Seo akhirnya mendapatkan pelepasannya juga. Sementara Mesa tidak bisa menghitung berapa kali dia sampai ketitik puncak itu.


Setelah tiga kali mengulangi perbuatan mereka, Seo akhirnya menyuruh Mesa kembali kegubuknya.


"Mesa,"


Mesa terkejut saat Mehru memanggil dirinya.


"Mehru? kau belum tidur?"


"Belum. Entah mengapa aku kesulitan tidur malam ini. Kamu darimana? sejak aku pulang menemui Seo, kamu sudah tidak ada?"


"Aku pergi kebalai pengobatan. Aku merasa bosan dan belajar disana."


"Benarkah? kenapa kamu tidak mengajaku? aku pasti mau berlatih denganmu,"


"Baiklah kita berlatih bersama besok."


"Kalau begitu kita latihan bersama Seo juga. Dia berjanji akan mengajakku berlatih bersama besok."


"Baiklah. Sekarang aku butuh tidur, mataku sangat ngantuk."


"Baiklah."


"Heh, gadis bodoh! bahkan kau tidak tahu, aku baru saja bercinta dengan kekasihmu habis-habisan," batin Mesa.


"Aneh sekali, bukankah Mesa bilang berlatih didalam balai pengobatan? tapi kenapa aku melihat ditubuhnya dipenuhi keringat? bukankah cuaca sekarang sedang dingin?" batin Mehru.


Sementara ditempat berbeda, Galeo begitu emosi karena melihat dan mendengar kejadian yang membuat tubuhnya bergetar karena marah.


"Ada apa? kenapa kamu terlihat marah sampai berkeringat begitu?" tanya Mawe.


"Apa kamu tahu apa yang kulihat dan kudengar barusan?"


"Apa?"


"Ternyata dugaan kita benar, Seo tidak sebaik yang kita kira. Laki-Laki itu sudah menghianati Mehru, bahkan aku melihat sendiri dia sedang bercinta dengan Mesa."


"Ap-Apa Mesa? gadis polos itu? mana mungkin,"


"Apanya mana mungkin. Bahkan mereka melakukannnya hingga berkali-kali."


"Kamu punya tontonan menarik tapi tidak mengajakku."


"Mawe, aku tidak sedang bergurau."


"Terus apa lagi yang kamu dengar?"


"Mereka berencana akan menyingkirkan Mehru."


"Kita harus memberitahu Mehru,"


"Apa dia akan percaya dengan apa yang aku katakan?"


"Setidaknya kamu sudah berusaha bukan?"


"Hah...kenapa ini harus terjadi lagi dan lagi, rasanya aku sudah tidak sanggup lagi."


"Bersabarlah. Mau bagaimana lagi, kita memang belum menemukan cara melepaskan kutukan itu."

__ADS_1


Galeo berbaring ditempat tidurnya, ucapan Seo begitu terngiang-ngiang ditelinganya. Terlebih bayangan percintaan panas antara pria itu dan Mesa.


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2