SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
21. Aku Akan Menemukanmu


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


Seorang pria tampan dan gagah menuruni sebuah jet pribadi. Pria itu dikawal oleh beberapa orang berbaju hitam, dan tepat disampingnya berdiri seorang pria yang tak kalah tampan yang merupakan asisten sekaligus sahabat terbaiknya.


"Apa proyek kita di kota B berjalan dengan lancar?" tanya Regent.


"Kemarin terjadi kecelakaan kerja. Dua orang pekerja mengalami patah tulang pada kakinya, akibat terjatuh dari atas bangunan." Jawab Vino.


"Apa sudah di urus semuanya? berikan juga nafkah untuk keluarganya, selama buruh itu masih dirawat dirumah sakit," ujar Regent.


"Baik." Jawab Vino.


Tanpa melepas kaca mata hitamnya, Regent dan Vino memasuki sebuah mobil hitam mewah untuk membawa mereka kembali kekantor. Sementara dua buah mobil mewah juga mengiringi mereka dari belakang, untuk mengawal mereka sampai ketujuan.


"Bagaimana? apa kita sudah menemukan seseorang yang bisa menggantikan Juwita?" tanya Regent.


"Belum. Saat ini banyak designer muda yang baru menetas. Kita butuh seorang senior yang mengerti tentang detail pembuatan, bukan seorang yang hanya mengerti menggambar." Jawab Vino.


"Tidak apa, mereka bisa kita gembleng untuk menjadi designer profesional dimasa depan. Sembari mengajari mereka, kita tetap mencari designer yang kita butuhkan," ujar Regent.


"Baik."


"Jika kesulitan memilih, adakan sebuah kompetisi untuk menyaring calon designer terbaik. Berikan hadiah menggiurkan, agar bakat-bakat terpendam mereka bisa digali dengan maksimal. Mungkin dengan diadakan kompetisi itu, seseorang yang berbakat benar-benar muncul,"


"Baik."


"Lalu bagaimana dengan salah satu bisnis retail kita? apa masih stabil?" tanya Regent.


"Ada sekitar 5 cabang yang mengalami penurunan target. Entah apa sebabnya, tele horeka kita sedang mengalami kelesuan hingga sudah dua bulan ini target mereka tidak tercapai."


"Berapa gajih mereka saat ini?" tanya Regent.


"UMR." Jawab Vino.


"Janjikan mereka bonus, saat mereka bisa mencapai target. Mungkin dengan begitu, mereka akan kembali bersemangat,"


"Baik."

__ADS_1


"Apa kita sudah menemukan alamat Ip yang meretas data perusahaan kita?" tanya Regent.


"Belum. Sepertinya seseorang ingin memanfaatkan peretas itu untuk mencuri semua data yang kita miliki. Aku curiga ini ulah saingan bisnis kita yang diluar negeri. Menurutmu apa perlu kita mengadakan kompetisi pencarian peretas terbaik?" tanya Vino.


"Adakan saja, kalau itu bisa menyelamatkan perusahaan. Ah...andai saja dia ada disini, semua pasti akan baik-baik saja." Jawab Regent.


"Kamu benar. Aku takut pertahanan kita akan jebol, setelah sebelumnya melewati masa uji coba dari mereka," ujar Vino.


Regent dan Vino tiba disebuah gedung yang menjulang. Gedung yang merupakan Regent bangun dengan hasil kerja kerasnya. Perusahaan yang hampir bangkrut, kalau saja tidak terjadi suatu keajaiban.


"Tuan," sapa seorang serketaris sexy.


Regent hanya menganggukkan kepalanya tanpa melemparkan sebuah senyuman.


"Apa jadwalku hari ini?" tanya Regent setelah duduk di kursi kebesarannya.


Sementara Vino setia tegak disampingnya untuk ikut menyimak apa yang akan dilaporkan oleh serketaris yang bernama Violet itu.


"Ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani, ini menyangkut pembangunan resort di kota B dan juga pembangunan taman bermain didekat bantaran kali." Jawab Violet dengan sedikit menundukkan tubuhnya.


"Apa lagi?" tanya Regent sembari memeriksa berkas tanpa memperhatikan Violet.


"Jam 1 siang nanti anda akan mengadakan meeting di Cafe Star bersama pengusaha muda yang merupakan perwakilan dari HS Group." Jawab Violet.


"Benar Tuan. Perusahaan itu sekarang dipegang oleh orang kepercayaanya untuk mengolah bisnis sementara waktu. Saya dengar, putri Tuan Hadinata yang akan menggantikan posisinya."


"Putri? bukan Putra?"


"Tuan Hadinata memiliki seorang putri tunggal. Tapi menurut rumor yang beredar, gadis ini agak keterbelakangan mental. Itulah sebabnya selama ini Tuan Hadinata tidak pernah mempublish putrinya ini didepan umum." Jawab Violet.


"Bagaimana bisa orang yang memiliki keterbelakangan mental bisa memimpin perusahaan? apa itu tidak terlalu beresiko untuk perusahaan mereka. Tuan Hadinata seorang pengusaha hebat, menyerahkan itu pada putrinya akan membuat perusahaan itu cepat bangkrut. Ha...tapi terserah saja, itu bukan urusan kita. Aku akan datang menemui perwakilannya itu jam 1 siang nanti," ujar Regent.


Violet mencatat apa yang Regent katakan.


"Apa ada lagi?" tanya Regent.


"Tidak ada Tuan."


"Kalau begitu kembalilah ketempatmu,"

__ADS_1


Violet berbalik badan dengan wajah kesal.


"Eh, Violet. Tunggu sebentar,"


Violet mengembangkan senyumnya, sesaat senyum itu dia simpan dan berbalik badan.


"Ada apa Tuan? apa anda ingin saya menemani anda jam 1 siang nanti?" tanya Violet dengan penuh percaya diri.


"Bukan! tolong suruh OB buatkan saya kopi hitam." Jawab Regent.


Vino menahan tawanya karena melihat ekspresi Violet yang berubah jadi masam. Violet melirik kearah Vino dan melototkan matanya hingga Vino menyimpan senyumannya itu.


"Baik Tuan." Jawab Violet.


Violet melangkah pergi dengan wajah kesal.


"Entah mengapa kamu sangat berubah padaku. Apa sebelumnya aku tidak memuaskanmu? tapi waktu itu kamu mengatakan sangat puas dengan permainanku, sehingga hampir tiap hari kamu mengajakku bermain. Tapi sejak kejadian di klub sekitar sebulan yang lalu, kamu tiba-tiba mengacuhkanku bahkan tidak mau menatapku lebih dari dua detik," batin Violet.


"Regent, aku tidak tahu apa yang terjadi denganmu sebenarnya. Kamu sudah menyeretku terlalu dalam, hingga aku tidak bisa melepaskanmu begitu saja. Kamulah yang merubahku menjadi seperti ini, jadi kamu harus bertanggung jawab atas semua perbuatanmu,"


"Kamu lihat wajahnya tadi? sangat asam bahkan asamnya melebihi dari mangga muda," ujar Vino sembari terkekeh.


"Jangan perdulikan dia. Aku tahu di selalu ingin menggodaku dengan tubuhnya. Vino, tolong buatkan peraturan baru untuk seluruh staf kantor kita. Buat peraturan tentang standar berpakaian, aku tidak mau ada lagi staf kantor kita yang memakai pakaian ketat dan terbuka," kata Regent.


"Apa kamu tidak tertarik pada Violet? dia lumayan cantik dan sexy," tanya Vino.


"Tidak ada wanita lain yang aku cintai selain Mehru Naika. Suatu saat aku pasti akan menemukannya." Jawab Regent.


"Aku juga sama menyesalnya denganmu. Andai kita tidak terlalu pengecut, tentu kita tidak akan kehilangan mereka. Jujur aku sangat merindukan khiren," ucap Vino.


"Tapi kali ini tidak lagi. Aku tidak akan kalah lagi, dihari saat aku menemukannya aku akan segera melamarnya dan menjadikannya milikku seutuhnya," ujar Regent dengan penuh semangat.


"Disaat kamu menemukan dia, aku juga pasti menemukan Khiren ku. Aku juga akan mengungkapkan seluruh isi hatiku," ucap Vino.


"Tapi Re. Tipe wanita seperti Violet mengingatkanku tentang Savana. Gadis licik berhati jahat, aku takut dia akan berbuat nekat dan menghancurkan reputasimu,"


"Sebelum itu terjadi, singkirkan saja dia. Carilah serketaris baru yang lebih berkompeten dari dia." Jawab Regent.


"Sialan. Jadi mereka ingin menyingkirkan aku dari sini? Regent kamu bajingan, setelah mengambil hartaku yang paling berharga dan puas menikmatinya, kamu ingin mencampakkan aku begitu saja? tidak akan, aku akan menghancurkan semua hubungan yang akan kamu miliki kedepannya," batin Violet.

__ADS_1


Violet mengetuk pintu untuk mengantarkan kopi. Sebisa mungkin gadis itu memasang wajah biasa saja agar Regent tidak mencurigainya.


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2