SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
97. Sup Lezat


__ADS_3

Tinggalkan Like, koment dan Vote🤗🙏


*****


"Ternyata disekitar desaku punya bahan makanan lezat selain hewan buruan. Tapi selama ini kami tidak pernah mengetahuinya."


"Ya. Cendawan seperri ini sangat banyak tumbuh dipohon yang sudah tumbang dan mati," ujar Seo.


"Lalu apa cuma jenis cendawan ini saja yang bisa dimakan?"


"Tidak. Ada banyak jenis cendawan yang bisa dimakan oleh manusia. Ikut aku, aku akan menjukkan padamu beberapa cendawan yang tumbuh diwilayah sekolah."


"Kalau begitu ambil saja semua jenis itu. Aku ingin mencicipi semuanya."


"Baiklah."


Seo mengajak Mehru untuk pergi sedikit jauh dari penginapan. Momen itu benar-benar mengingatkan Mehru pada kehidupan sebelumnya. Pria yang dicintainya begitu lembut dan perhatian. Bahkan rela mempertaruhkan nyawanya . Namun pada akhirnya dia baru tahu, bahwa semua itu hanyalah tipuan untuk menarik perhatiannya.


"Nah, kita sudah sampai."


Lamunan Mehru buyar seketika, saat mendengar suara Seo. Mehru mengamati beberapa pohon yang sudah tumbang dan mati. Disana terdapat dua jenis jamur yang tumbuh.


"Yang mana diantara kedua jenis ini yang bisa dimakan?"


"Keduanya."


"Keduanya? ketiga jenis cendawan yang kamu bilang bisa dimakan, semuanya pernah kulihat. Dasar Mehru bodoh, sayang sekali tidak tahu dari awal."


Seo terkekeh saat mendengar umpatan mehru untuk dirinya sendiri.


"Bukan bodoh, tapi tidak tahu. Ayo bantu aku memungut cendawannya," ucap Seo.


"Kenapa cendawan ini berwarna coklat tua? apa ini sangat enak? melihat warnanya sangat aneh, apa rasanya tidak ikut aneh juga?"


"Aku malah menyukai jenis cendawan satu ini. dia begitu lembut, dan tidak membutuhkan tenaga untuk mengunyah."


"Benarkah? aku jadi tidak sabar ingin mencobanya.


"Kalau begitu ambil semua,"


"Semua? apa sebaiknya kita tinggalkan untuk lain hari."


"Tidak bisa. Semua jenis cendawan punya masa hidupnya sendiri. Kalau kita tinggalkan, dia akan membusuk dengan sedirinya."


"Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi," ujar Mehru sembari terkekeh.


"Nah, untuk jenis cendawan seperti ini harus menggunakan kesabaran,"


"Kenapa?"


"Karena bentuknya terlalu kecil. Jadi bisa membuat orang mengantuk saat memungutnya."


Mehru menatap kearah cendawan berwarna putih, dan mempunyai bentuk sangat kecil. Cendawan itu tumbuh disepanjang pohon yang tumbang, membuat siapapun yang tidak tahu, itu adalah jenis tumbuhan yang tidak berguna.


Mehru dan Seo memungut cendawan itu dengan sabar, dan segera pulang setelah selesai.


"Biar kubantu memasaknya," ucap Mehru.

__ADS_1


"Tidak perlu. Kamu istirahat saja, bukankah tubuhmu sedang sakit?"


"Tidak lagi. Sekarang aku sudah sehat, mungkin tadi hanya karena aku lelah dari perjalanan jauh ."


"Baiklah kalau begitu. Mulailah membersihkan cendawannya."


"Mencucinya?"


"Bukan. Tapi membersihkan dulu bagian kaki cendawan, agar kulit kayu yang menempel bisa kita buang."


"Baiklah."


Mehru mulai membersihkan cendawan itu satu persatu.


"Kalau yang itu tidak perlu, itu terlalu kecil. Kalau kamu membersihkannya, kemungkinan 3 hari baru selesai," ucap Seo sembari terkekeh.


"Jadi kita hanya perlu membasuh nya?"


"Emm."


"Baiklah akan kubasuh semua jenis cendawan ini."


"Ya. Aku akan menyiapkan bumbu untuk memasak cendawan itu."


"Emm."


Setelah mencuci bersih cendawan itu, Mehru menyerahkannya pada Seo. Seo segera mengolah cendawan itu menjadi beberapa jenis masakan lezat.


"Baunya harum sekali? perutku sudah sangat lapar,"


"Aku yakin kamu pasti lebih menyukai ini daripada daging."


"Kamu akan tahu sebentar lagi."


"Kita memakan ini dengan apa?"


"Aku sudah memasak beras."


"Beras?"


"Kenapa? apa didesamu makanan pokoknya bukan beras?"


"Makanan pokok?"


"Makanan yang jenisnya berat diperut. Kalau kamu makan itu, kamu akan merasakan kenyang yang begitu lama.


"Apa ketela pohon juga jenis makanan pokok?"


"Tentu. Bahkan didesa ini sudah ada yang bisa membuat ketela pohon menjadi makanan lezat dan gunanya hampir sama dengan beras."


"Hemm...sepertinya aku memang harus banyak belajar dari luar. Didesaku aku hanya tahu cara berburu,"


"Itu bukan hal yang buruk juga. Tidak semua wanita mempunyai kemampuan seperti itu."


.


"Ya sudah. Apa yang harus kita masak lagi sekarang."

__ADS_1


"Tidak usah. Ini sudah cukup, lain kali kita akan berburu bersama untuk membuat santapan daging yang lezat."


"Baiklah. Sekarang lebih baik kamu bersihkan diri saja, setelah itu ajak teman-temanmu untuk makan bersama. Nanti biar aku yang memanggil teman-teman pria yang lain"


"Emm." Mehru mengangguk.


Setelah membersihkan diri, Mehru dan teman-temannya pergi ke sebuah ruangan untuk menikmati makan malam bersama.


"Suhu. Silahkan," Seo mempersilahkan tabib Cheng untuk mengambil makanan lebih dulu.


"Sepertinya semua makanan kita hari ini berasal dari cendawan,"


"Iya Suhu. Tadi aku dan Mehru pergi mencarinya keaarah barat wilayah ini. Mehru bilang dia belum pernah memakan satu jenis cendawanpun, jadi aku memasak ini agar dia dan teman-teman yang lain juga ikut merasakannya."


Kheiren, Galeo dan Mawe menoleh kearah Mehru. Mereka benar-benar tidak tahu tentang kepergian Mehru bersama Seo. Dan itu membuat perasaan Galeo menjadi tidak senang.


"Apa kalian belum pernah memakan cendawan?" tanya Tabib Cheng.


Semua calon murid itu menggelengkan kepalanya.


"Yang Seo katakan benar, cendawan adalah jenis tumbuhan yang enak disantap. Kalian harus mencobanya, setelah itu kalian bisa menilai sendiri bagaimana rasanya."


Tabib Cheng mengambil nasi kedalam mangkuk, dan menuangkan beberapa jenis masakan cendawan kedalam mangkuk yang sama.


"Ayo makanlah!" ujar Tabib Cheng.


Seo dan teman-teman yang lain mengambil bagiannya masing-masing dan mulai menyantapnya.


"Hemm...benar yang Seo katakan, cendawan coklat tua ini sangat lezat, dan juga sangat lembut. Yang lainnya juga enak, aku suka jenis tumbuhan ini," ucap Mehru.


"Iya. Aku juga suka sup cendawan ini, ini benar-benar sup yang lezat," timpal Mesa.


Hanya Galeo dan Mawe yang tidak bersuara. Mereka menikmati makanan itu dalam diam. Dan tidak terasa semua santapan cendawan itu berakhir tandas tanpa sisa.


"Besok adalah hari pertama kalian belajar. Besok kita akan belajar hal dasar menjadi seorang Tabib."


"Apa yang akan kita lakukan besok Suhu?" tanya Seo.


"Besok kita akan belajar tentang tanda-tanda vital dibagian tubuh manusia."


"Baiklah," ucap Seo.


"Sekarang lebih baik kalian pergi beristirahat, malam sudah semakin larut. Besok kalian harus bangun lebih pagi,"


"Baik Suhu." Jawab mereka serentak.


Mehru dan teman-temannya membubarkan diri dan pergi ke gubuk mereka masing-masing.


"Sepertinya suasana hatimu langsung tidak senang saat tahu Mehru pergi bersama Seo."


"Tentu saja. Akhirnya ke khawatiranku akan segera terjadi. Yang aku fikirkan saat ini adalah, bagaimana caraku menjelaskan pada Mehru bahwa pria itu bukan orang yang harus dia dekati."


"Tapi kalau kamu melakukan itu, Mehru pasti akan mengira kamu orang yang picik dan hanya bicara omong kosong, karena tidak suka dia bergaul dengan teman pria yang lain."


"Itulah sebabnya aku bingung cara memberitahu Mehru. Aku tidak mungkin membiarkan kita menjalani kutukan ini begitu saja, pasti ada cara untuk memutus dan memusnahkan kutukkan ini."


"Aku setuju dalam hal itu. Kita harus segera menemukan cara untuk mengakhiri kutukan ini."

__ADS_1


Mawe dan Galeo memutuskan untuk segera tidur, karena besok pagi mereka harus menimba ilmu pertama mereka.


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2