SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
107. Masih Terpejam


__ADS_3

Tinggalkan like, koment dan Vote🤗🙏


*****


Sudah tiga hari berlalu sejak Mehru keracunan obat, tapi gadis itu masih saja terpejam tak sadarkan diri. Kheiren masih berusaha keras untuk mencari pelaku sebenarnya yang ingin menjatuhkan dirinya dihadapan Tabib cheng dan teman-temannya yang lain.


"Suhu. Bagaimana kalau sampai Mehru tidak bangun lagi?" tanya Seo.


"Kita harus berusaha terus, semoga ada keajaiban untuk gadis itu. Kasihan dia, dia gadis yang sangat berbakat. Dua bulan lagi aku ingin mengadakan sebuah ujian calon tabib pada kalian, aku berharap Mehru akan bangun dan mengikuti ujian itu."


"Suhu akan mengadakan ujian?"


"Ya Semacam ujian sekolah, tapi ini bedanya ujian untuk para calon tabib. Disitu kemampuan kalian akan diuji kembali, kalian akan dipaksa mengingat apapun yang kuajarkan sejak pertama kali kalian menimba ilmu. Jadi mulai sekarang rajin-rajinlah berlatih. Sebab hadiah kali ini aku akan memberikan sebuah buku kitab pengobatan kuno. Dengan buku itu seorang calon tabib akan menguasai ilmu pengobatan dengan cepat dan mahir."


"Suhu memiliki kitab seperti itu? kenapa aku tidak pernah melihatnya?"


"Kitab itu kusimpan disuatu tempat. Jika sudah saatnya, maka dia akan kuserahkan pada siapapun yang memiliki hasil ujian tertinggi nantinya."


"Siapa saja yang mengetahui tentang keberadaan kitab itu suhu?"


"Tidak ada. Hanya kamu yang sudah kuberitahu. Nanti saat semua materi sudah diajarkan, aku akan mengumumkannya pada teman-temanmu yang lainnya.


"Baik Suhu."


"Sekarang lebih baik kamu beristirahat, ini sudah larut malam. Besok kalian akan menimba ilmu kembali."


"Baik suhu."


Seo kembali ke gubuknya sendiri, namun saat baru akan memejamkan matanya, Seo merasa terganggu dengan suara ketukan diluar gubuknya.


"Mesa? mau apa kamu kemari malam-malam begini?"


"Tidak ada. Aku hanya merasa sedih jika berada satu kamar dengan Mehru."


"Kenapa?"


"Aku tidak suka dengan keberadaan Kheiren, gara-gara dia Mehru jadi celaka. Tapi kenapa dia tidak mau mengakuinya?"


"Mungkin memang bukan dia pelakunya."


"Mana mungkin. Aku melihat sendiri dia meminumkan obat itu, bahkan Mehru juga menunjuk kearahnya. Tapi dia masih saja mengelak."


"Ini sudah malam, sebaiknya kamu kembali ke gubukmu."


"Apa aku boleh tidur disini saja."


"Tidak bisa. Kamu itu seorang wanita, sangat tabu kalau kamu tidur bersamaku."


"Aku tahu batasanku, aku juga tahu kamu kekasih Mehru. Tapi aku benar-benar ingin tidur disini malam ini, jujur saja sejak kejadian Mehru, aku jadi takut berdekatan dengan Kheiren. Aku takut dia mencelakaiku."


"Baiklah untuk malam ini saja. Terus bangunlah saat matahari belum terbit, aku tidak ingin orang berfikir yang tidak-tidak tentangku denganmu."


"Iya."


"Kamu tidur di ujung sana, aku tidur diujung sini."

__ADS_1


"Ya."


Seo dan Mesa berbaring bersama, dengan jarak yang terbentang sedemikian rupa.


"Seo, kenapa kamu menyukai Mehru? apa karena dia berbakat?"


"Itu salah satunya."


"Meski kulitnya tidak sebening kulitku?"


"Meskipun begitu."


"Kamu pria sejati Seo."


"terima kasih."


Tidak lama kemudian, mereka sama-sama jatuh tertidur. Cuaca yang dingin membuat mereka sama-sama tidak sadar sudah tidur berdekatan satu sama lain, bahkan mereka berpelukkan dengan sangat erat.


Blammm


Mata Seo terbuka saat menyadari dirinya sudah memeluk sesuatu yang begitu hangat dan berbeda. Seo bisa melihat pakaian yang Mesa kenakan sudah tersingkap dan memperlihatkan tubuh indah gadis itu.


Sebagai lelaki normal, tentu saja Seo tergoda. Terlebih selama menjalin kasih bersama Mehru, gadis itu tidak pernah memberikan lebih selain berciuman.


"Mesa bangunlah," bisik Seo ditelinga gadis itu.


Mata Mesa perlahan terbuka saat menyadari mendapat bisikkan sensual dari seorang lelaki, terlebih tangan pria itu sudah bergerak nakal dipahanya yang tersingkap.


"Se-Seo, kamu mau apa?"


"Iya. Cuaca sangat dingin."


"Itu sebabnya kamu menghampiriku dan memelukku?"


Mesa yang baru sadar, segera menjauhkan diri. Namun, dengan cepat Seo menarik tubuh gadis itu kembali kedalam dekapannya.


"Aku juga merasakan dingin, jadi tidak salahnya kita saling menghangatkan satu sama lain."


"Tapi Seo, Mehru..."


"Husssttt...aku tahu sebenarnya kamu menyukaiku bukan? aku sering mendapatimu mencuri-curi pandang padaku."


"Tapi Mehru,"


"Kami belum menikah, sebelum itu terjadi aku berhak mencari yang terbaik bukan?"


"Emm." Mesa mengangguk.


Seo secepat kilat melabuhkan ci***n panas pada bibir gadis itu, cuaca yang dingin membuat mereka benar-benar hilang kendali.


"Ah...Seo," Mesa bergelinjang saat puncak dadanya sudah dilu**t habis oleh pria itu.


Seo dengan tidak sabar membuka semua kain yang ada pada dirinya dan juga Mesa. Dimalam yang temaram, dengan bantuan cahaya lentera kecil, Seo berhasil membenamkan miliknya yang perkasa kedalam liang basah milik gadis pesolek.


Suara senandung keduanya memecah kesunyian gubuk itu. Suara derit dari ranjang kayu, seakan menjadi saksi keganasan bi**hi dari kedua insan yang sedang nikmat memadu kasih. Hingga setelah usaipun, mereka mengulanginya lagi dan lagi.

__ADS_1


"Ah...Seo..."


Mesa meneriakkan nama pemuda itu, saat dia kembali mendarat pada puncak tertinggi setelah lelah menunggang kuda jantan yang perkasa.


"Ini sangat luar biasa Mesa. Terima kasih sudah menemaniku malam ini,"


"Seo, jadi seperti apa hubungan kita ini? kamu sudah merampas hal paling berharga dari diriku."


"Tentu saja kamu akan menjadi kekasihku juga."


"Bagaimana bisa seperti itu? kamu tidak mungkin menikahi kami berdua bukan?"


"Akan ada yang tersingkir suatu saat nanti. Mesa aku akan menikahimu kalau kamu bersedia membantuku,"


"Membantumu?"


"Emm."


"Apa yang bisa kubantu untukmu?"


"Aku akan menceritakan diwaktu yang tepat."


"Lalu bagaimana dengan Mehru?"


"Itu akan kita fikirkan nanti. Gadis itu terlalu bersih, Mesa sejujurnya aku tahu sebuah rahasia tentangmu."


"Ap-Apa maksudmu?"


"Aku tahu kamu yang meracuni mehru bukan? hari itu aku melihatnya."


"Ka-Kamu melihatnya? lalu kenapa kamu tidak menghentikanku?"


"Karena aku tahu kamu akan datang padaku. Dan terbukti kamu memang datang malam ini."


"A-Aku..."


"Kamu tidak usah khawatir, aku tidak akan membocorkan rahasiamu. Sebagai gantinya kamu harus datang tiap malam kegubukku."


"Iya."


"Aku tahu tujuanmu ingin menyingkirkan Mehru bukan? aku tidak akan membantumu, tapi aku juga tidak akan menghalangimu, karena aku memiliki tujuanku sendiri."


"Lagi," bisik Seo.


Pasangan itu kembali memadu kasih sepuasnya, hingga tanpa sadar matahari hampir saja akan terbit dari peraduannya.


"Kembalilah kegubukmu," ujar Seo setelah menarik miliknya dari liang basah milik Mesa.


"Ya. Tubuhku sangat lelah Seo. Kami benar-benar tidak memberikan ampun untukku."


"Tapi kamu menyukainya bukan?"


"Emm," Mesa tersipu.


Mesa bergegas mengenakan pakaiannya, gadis itu keluar dari gubuk Seo meskipun sedikit tertatih. Beruntung saat dia masuk kedalam gubuknya, Kheiren dan Mehru masih terlelap hingga Mesa bisa bernafas dengan lega. Mesa segera membersihkan diri, karena tidak ingin sisa-sisa percintaannya diketahui oleh orang lain.

__ADS_1


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2