SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
47. Bertemu


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


Sarlince memasuki mobilnya dan melepas semua penyamarannya. Wanita itu menghembuskan nafasnya karena kesal.


, tapi dia juga bingung apa yang membuat perasaannya tidak menentu.


"Sebaiknya aku makan-makan saja. Akhir-Akhir ini banyak hal yang membuatku stres," Sarlince menginjak gas mobilnya setelah mengganti pakaiannya dengan dres selutut.


Sarlince memasuki sebuah restaurant mewah yang menyajikan berbagai menu seafood disana. Wanita itu banyak sekali memesan makanan seolah dirinya baru saja menjadi kuli pacul dihektaran ladang. Namun saat sedang asyik menyantap makanan lezat itu, mata Sarlince menangkap dua orang yang sedang bergandengan tangan.


"Wanita manalagi itu? dasar playboy," ucap Sarlince lirih.


Sarlince berpura-pura tidak melihat dan kembali menyantap makanan lezat dihadapannya.


"Bukankah itu Sarlince? bisa gawat kalau sampai dia melihatku dengan wanita lain tanpa menyapanya lebih dulu," batin Qiel.


"Inara kita kesitu, ada istriku disana. Aku tidak ingin dia melihatku lebih dulu dan menciptakan polemik besar untukku nanti," ujar Qiel.


"Baiklah. Aku akan bekerjasama denganmu kali ini," ujar Inara.


Qiel dan Inara menghampiri meja Sarlince yang sedang asyik menggigit daging kepiting.


"Sarlince," sapa Qiel.


Inara tertegun saat Qiel memanggil nama Sarlince untuk wanita yang sedang asyik makan seafood. Inara menatap wanita itu dan memperhatikannya dengan seksama. Inara kemudian menyunggingkan senyum jahatnya karena telah berhasil menemukan orang yang dia cari.


"Ternyata kamu memang selalu ditakdirkan dekat dengan lelaki mesum ini. Aline, kali ini kamu tidak akan pernah bisa lepas lagi. Aku akan ikut menikmati hasil karya tubuhmu yang bisa membuatku selalu awet muda dan hidup abadi selamanya," batin Inara.


Inara yakin 100% Sarlince memang orang yang dia cari dalam misinya. Menjadi Adik dari Sarlince dikehidupan sebelumnya, membuat gadis itu hafal betul kebiasaan Sarlince saat sedang makan. Inara ingat betul Sarlince memang menyukai semua jenis seafood terlebih lagi kepiting. Sarlince mempunyai kebiasaan mencungkil daging kepiting dengan menggunakan tusuk gigi, dan minumannya selalu es jeruk nipis.


Sarlince menghentikan gerakkan tangannya saat akan memasukkan daging kepiting kedalam mulutnya. Sarlince menatap Qiel dan Inara secara bergantian.


"Kamu makan sendirian?" tanya Qiel.


"Duduk! makanlah bersamaku," ujar Sarlince.


"Bolehkah saya ikut bergabung juga Nyonya Sarlince?" tanya Inara.


"Silahkan." Jawab Sarlince.


"Kenalkan dia serketarisku. Kami kesini ingin meeting sekaligus makan siang," ujar Qiel.


"Oh...pesanlah apapun yang kamu mau Nona..."


"Inara. Nama saya Inara Nyonya." Inara memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Ya. Nona Inara silahkan pesan apapun yang anda mau, biar aku yang mentraktir makan siang kalian hari ini."


"Nyonya sangat baik sekali. Tuan Qiel sangat beruntung punya istri sebaik anda," ujar Inara.


"Bahkan dikehidupan ini kamu masih saja bodoh. Aku jadi heran, kenapa otakmu itu pintar dalam tehnologi, tapi bodoh dengan urusan percintaan. Bahkan kamu sama sekali tidak jera meskipun sudah dikhianati oleh rupa yang sama berkali-kali," batin Inara.


"Aku ingin lihat, bagaimana rekasimu saat mendengar menu yang biasa kita pesan saat hangout berdua," batin Inara.


Inara melambaikan tangannya pada salah satu pelayan, dan pelayan itupun mendekatinya.


"Nasi goreng seafood, kecapnya agak banyakin saya suka nasi goreng yang sedikit lebih manis dari biasanya. Terus telur dadarnya dikasih kecap juga diatasnya. Beri acar sedikit banyak, juga taburan bawang goreng yang banyak juga. Minumnya lemon tea atau es jeruk nipis juga boleh," ujar Inara.


Lagi-Lagi Sarlince menghentikan kunyahan mulutnya. Wanita itu menatap kearah Inara, dan kemudian melanjutkan makannya kembali.


"Haruka," batin Sarlince


"Apa kau terkejut kapten Sarlince? melihat dari ekspresimu barusan, kamu cukup mengenang adikmu Haruka bukan?" batin Inara.


"Ini pasti cuma kebetulan. Memang tentu ada orang yang memiliki kebiasaan yang sama," batin Sarlince.


"Sepertinya selera makan anda cukup baik nyonya. Saya jadi iri melihat anda makan banyak tapi tidak gemuk," ujar Inara.


"Mungkin energi yang dikeluarkan cukup seimbang, antara otak dan asupan nutrisi. Itulah sebabnya saya tidak pernah khawatir menjadi gemuk, karena otak saya masih berfungsi dengan benar." Jawab Sarlince.


"Sialan. Apa dia ingin mengatakan kalau aku ini tidak memiliki otak?" batin Inara.


"Dia istriku, tentu saja harus hebat sama sepertiku. Iya kan sayang?" tanya Qiel.


"Ya." Jawab Sarlince dengan wajah datar.


"Oh ya, apa tuan dan nyonya sudah merencanakan ingin segera memiliki momongan?" tanya inara.


"Aku akan selalu menamparmu Sarlince. Menamparmu dengan keterbatasan yang kamu memiliki. Kamu tidak akan pernah bisa memiliki anak, karena rahimmu itu sudah disegel oleh raja iblis," batin Inara.


"Kecuali kamu menikah dengan pria yang memiliki tanda khusus dipunggungnya. Dan keturunan yang memiliki tanda khusus itu sudah menghilang sejak ribuan tahun yang lalu,"


"Dan kalau sampai itu terjadi, maka keturunanmu itu akan menjadi orang terhebat diseluruh penjuru dunia termasuk alam iblis sekalipun. Sebelum itu terjadi, kamu harus dilenyapkan dan dimanfaatkan terlebih dahulu,"


"Kami tidak terlalu terburu-buru menginginkan hal itu. Masih banyak hal yang mesti dicapai," ujar Sarlince.


Sejujurnya perasaan Sarlince jadi tidak menentu karena Inara membahas masalah keturunan. Sudah 5 kehidupan dia lewati, tapi Sarlince tidak pernah diberi kesempatan untuk menjadi seorang ibu. Maeskipun dia sudah berusaha dengan cara apapun, bahkan dengan pengobatan tercanggih sekalipun. Itulah sebabnya ditiap kehidupan, Sarlince selalu berakhir dengan mendapatkan pengkhianatan.


"Mungkin tahun depan kami akan mulai memikirkannya. Sekarang nikmati saja dulu masa-masa pengantin baru," timpal Qiel.


"Jangan bermimpi. Bahkan bayanganku saja, aku tidak rela kamu menginjaknya. Apalagi memiliki anak denganmu? jangan harap!" batin Sarlince.


"Aku sudah selesai. Kalian berdua silahkan lanjutkan saja. Aku masih ada urusan," ujar Sarlince.

__ADS_1


"Baiklah hati-hati. Tidak usah fikirkan, aku akan membayar semua ini," ucap Qiel.


Sarlince mengangguk dan tersenyum tipis kearah Inara. Kemudian dia meraih tasnya dan berbalik badan dengan ekspresi dinginnya.


"Dia benar-benar orang yang kami cari. Gaya berjalan dan ekspresi dinginnya tidak bisa diragukan lagi. Aku harus segera mengabari Bos, dia pasti senang mendengar berita mengembirakan ini," batin Inara.


"Itulah istri yang kumaksud selama ini? bagaimana menurutmu?" tanya Qiel.


"Dia tipe wanita yang membosankan. Maaf..."


Qiel terkekeh mendengar komentar dari Inara. Apa yang dikatakan gadis itu tidaklah salah, karena Qiel juga merasakan hal sama.


"Itulah sebabnya aku lebih suka mencari kesenangan diluar, terutama denganmu. Kamu mampu memberikan kesenangan lebih dari Sarlince ataupun Celine. Aku tidak tahu mengapa milikmu seperti menolak longgar meskpun kita sudah puluhan kali melakukannya. Dan itu membuatku benar-benar nagih," bisik Qiel dengan suara menggoda.


"Klise."


"Sungguh."


"Tentu saja. Kami yang memiliki perjanjian itu mendapatkan hak istimewa. Termasuk bisa mengembalikan keperawanan kami hingga berkali-kali sesuai yang kami inginkan. Itulah sebabnya tugasku hanya menggodamu disetiap kehidupan," batin Inara.


"Kalau begitu tinggalkan saja istri dan pacarmu yang kerempeng itu. Lalu menikahlah denganku, aku akan memuaskanmu diberbagai kesempatan," ujar Inara.


"Tunggu sampai aku mendapatkan semua yang aku inginkan dari wanita itu. Kita akan membuat banyak kesepakatan yang sama-sama menguntungkan buat kita."


"Kamu ini selalu tidak mau rugi," ujar Inara.


"Of course " Jawab Qiel sembari terkekeh.


*****


"Tuan ini aku. Umi," diseberang telpon.


"Umi? asiaten Nona Sarlince?" tanya Vino.


"Ya."


"Ada apa? apa ada sesuatu yang mendesak hingga kamu menelponku?" tanya Vino.


"Bisakah Tuan Vino mengatur jadwal pertemuanku dengan Tuan Regent?"


"Jadwal pertemuan?


"Ya."


"Apa ini menyangkut tentang kerjasama perusahaan?" tanya Vino.


Sejenak Umi ragu menyampaikan maksud dan tujuannya. Umi terlihat berfikir ulang. karena yang ingin dia bahas tentang diluar nalar manusia.

__ADS_1


Tinggalkan like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2