
Tinggalkan Like, Koment Dan Vote🤗🙏
*****
"Berapa total peserta yang mengikuti kompetisi hari ini?" Regent dan Vino berjalan kearah ruangan tempat dimana para peserta sudah menunggu untuk memulai kompetisi itu.
"177 orang, itupun datang dari berbagai negara. Untuk Indonesia sendiri hanya ada 30 orang kandidat." Jawab Vino sembari menyerahkan selembar kertas yang berisi nomor urut peserta beserta nama-namanya.
"Emm...hanya ada 10 orang wanita yang mengikuti kompetisi ini. Tidak masalah mau wanita atau pria, yang terpenting mereka mempunyai skil.
Regent dan Vino mulai memasuki sebuah aula khusus yang didalamnya sudah tersusun ratusan meja beserta laptop dengan kualitas terbaik.
"Apa kali ini dia akan mengenaliku dengan penampilan seperti ini?" batin Sarlince.
Regent dan Vino memperkenalkan diri mereka dengan menggunakan bahasa inggris. Karena para peserta yang ikut memang diwajibkan bisa menggunakan bahasa itu, mengigat kompetisi ini memang dalam skala internasional. Semua negara diperbolehkan ikut dalam kompetisi ini dan akan mendapatkan hadiah yang setimpal. Peserta yang memenangkan kompetisi ini juga akan ditarik langsung untuk bekerja di RB group, dengan imbalan gajih yang tidak main-main jumlahnya.
Tapi untuk itu semua mereka harus mampu dan mempunyai skil tingkat atas. Pasalnya RB Group hanya akan merekrut dua orang terbaik dan terpaksa menggugurkan jumlah peserta yang dianggap kurang kompeten.
Satu persatu tangan peserta mengacung keatas, saat Vino mulai mengabsen satu persatu nama dan nomor urut peserta. RB Group tidak mau ada kekeliruan dan benar-benar menyeleksi peserta kompetisi dengan ketat. Ruangan itu bahkan dipasang cctv lumayan banyak, untuk menghindari kecurangan.
Sarlince menurunkan tangannya setelah nama palsunya berhasil dipanggil. Kali ini Sarlince merasa berhasil mengelabuhi mata Regent yang begitu teliti dengan sesuatu. Reza adalah nama samarannya, dengan bermodalkan rambut palsu dan kumis tipis, Sarlince mengubah identitasnya menjadi seorang laki-laki yang terlihat maskulin.
Untuk babak pertama para peserta diberikan misi untuk menembus sebuah perangkat lunak yang sudah diberi pertahanan sederhana. Bagi peretas pemula hal itu tentu tidak akan menjadi penyulit bagi mereka, apalagi bagi para peretas yang memang sudah mahir. Namun penilaian yang diberikan berdasarkan kecepatan waktu meretas.
Sarlince menyunggingkan senyumnya, dia merasa misi itu seperti permainan anak-anak baginya. Setelah waktu dinyatakan dimulai, Sarlince hanya butuh waktu 10 detik untuk bisa menembus pertahanan perangkat lunak itu.
Dari 177 orang, kini hanya tinggal 100 orang yang harus berpartisipasi dalam kompetisi, termasuk salah satunya adalah Sarlince. Dibabak pertama dia telah dinobatkan sebagai peretas nomor satu dengan waktu tercepat.
Kemudian dibabak kedua misi kompetisi masih dengan menembus perangkat lunak, namun kali ini tingkat kesulitan akan lebih ekstra. Tapi bagi Sarlince kompetisi ini jadi berjalan sangat membosankan. Sulit bagi mereka, tetap saja itu seperti permainan anak-anak baginya. Dia pun tetap dinobatkan sebagai peretas nomor satu tercepat dibabak kedua ini.
"Sepertinya peserta yang satu ini memang mempunyai keahlian dibidang ini. Aku jadi penasaran, apa dia bisa bertahan sampai akhir?" ujar Vino.
"Berapa detik selisih dari peserta dengan peringkat kedua?" tanya Regent.
"Kurang lebih 50 detik, dan dia seorang wanita." Jawab Vino.
"Baguslah, kalau memang mereka berjodoh diperusahaan kita, itu artinya kita memiliki sepasang peretas terbaik," ujar Regent.
__ADS_1
"Berapa yang akan kita singkirkan dibabak kedua ini?" tanya Vino sembari mengurutkan nilai peserta yang lain.
"Singkirkan 50 orang." Jawab Regent.
"Apa kita harus memulai babak ketiga sekarang juga?" tanya Vino.
"Suruh mereka beristirahat dulu. Setelah makan siang, mereka bisa mengikuti kompetisi lagi. Biarkan untuk 50 orang itu makan gratis di kantin kita." Jawab Regent.
"Baiklah," ujar Vino.
Panitia penyeleksi peserta kemudian mempersilahkan para peserta yang ikut babak selanjutnya untuk beristirahat. Karena sebentar lagi sudah waktunya makan siang. Para peserta dengan teratur meninggalkan ruangan kompetisi. Sarlince mempersilahkan para peserta lain untuk keluar lebih dulu, sementara Regent dan Vino masih tampak berbicara satu sama lain.
Regent menoleh seketika saat tidak sengaja indra penciumannya menangkap sesuatu yang baru saja melintas.
"Wangi ini seperti wangi tubuh seseorang yang ku kenal," batin Regent.
Regent menoleh seketika, namun yang ditangkap oleh matanya hanya punggung seorang laki-laki berpakaian kemeja dengan motif kotak-kotak.
Regent sama sekali tidak menghentikan langkah pria itu, dan itu membuat perasaan Sarlince lega karena penyamarannya berhasil.
"Berjalan dengan semestinya Bos." Jawab lucia.
"Apa disana ada dia?"
"Saya belum bisa memastikannya, tapi semakin kesini peserta semakin mengerucut. Dan aku berhasil menjadi peringkat kedua dalam dua babak." Jawab Lucia.
"Peringkat dua? lalu siapa peringkat pertama? apa mungkin itu dia?"
"Diam-Diam aku berhasil meretas hasil dari kompetisi dibabak kedua. Tapi yang menjadi tingkat pertama namanya seorang pria. Aku tidak tahu dia ikut atau tidak dalam kompetisi ini, atau bisa jadi dia hanya mengalah dibabak pertama dan kedua." Jawab Lucia.
"Ada berapa orang peretas wanita yang tersisa?"
"5 orang termasuk aku."
"Kalau begitu kamu awasi 4 orang itu. Bisa jadi ada dia diantara 4 orang itu,"
"Baik Bos." Jawab Lucia.
__ADS_1
Lucia mengakhiri percakapan itu, sementara pria yang menelpon dirinya segera melapor pada Tuannya.
Ting
Sebuah chat masuk keponsel Sarlince, saat wanita itu baru tiba dikantin kantor RB Group.
"Apa kamu ada dikantor hari ini?" chat Regent.
Sarlince melihat arah kiri dan kanan tempat duduknya, karena takut Regent mengetahui penyamarannya dan sedang memperhatikannya saat ini.
"Ya. Ada yang bisa saya bantu Tuan Regent?" tanya Sarlince bersikap seformal mungkin. dan itu berhasil membuat Regent kesal.
"Dikantorku sedang mengadakan sebuah kompetisi, dan hidungku mencium wangi seseorang yang sama persis denganmu. Itulah tiba-tiba saja aku jadi merindukanmu," balas Regent.
Deg
Deg
Jantung Sarlince berdetak dengan cepat, saat membaca kalimat rayuan dari Regent.
"Apa secepat itu dia menyukaiku? hingga wangi tubuhku saja dia sangat hafal," batin Sarlince.
Sarlince tidak lagi membalas chat dari Regent. Dia tidak mau membuat pria itu berfikir dirinya memberikan sebuah harapan.
"Kenapa dia seperti ini? padahal dia tahu kalau aku memiliki seorang suami, tapi kenapa dia masih bisa berkata seperti itu? apa cintanya itu sungguh-sungguh? apa dia tidak sadar sudah menciptakan skandal besar antara dirinya dan aku," batin Sarlince.
"Kenapa tidak membalas chat ku? apa kamu tidak merindukanku?" tanya Regent asal.
"Sudah seminggu kita tidak bertemu, jangan coba-coba menghindariku atau pun tidak membalas chat dariku. Aku akan mendatangimu langsung kekantor atau bahkan kerumahmu," ancam Regent.
"Apa kamu sudah gila? aku ini wanita bersuami. Kamu tidak pantas mengatakan hal itu padaku. Terlebih kamu tidak akan berani melakukannya," balas Sarlince.
"Tidak berani? coba saja untuk mengabaikan chat atau telpon dariku. Aku tidak perduli dengan statusmu, yang aku tahu kamu juga memiliki perasaan untukku. Sayang, aku masih bisa merasakan kec***n mesramu saat melu**t bibirku waktu itu. Jangan pernah menyangkalnya lagi, cepatlah bercerai dari suamimu lalu kita akan menikah,"
Wajah Sarlince bersemu merah saat Regent mengingatkannya dengan adegan mesra itu. Bahkan Sarlince jadi kehilangan selera makan siangnya karena ulah pria itu.
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏
__ADS_1