SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
53. Nekat


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


"Maksudmu itu apa? kenapa kamu menciumnya didepanku?"


"Memang salahnya dimana? dia masih single dan yang pasti bukan istri orang, dia juga tidak menolak saat ku cium. Ya, minimal kamu tahu perbedaan bagaimana cara jatuh cinta yang benar, bukan dengan istri orang."


"Aku juga tidak mau begitu. Tapi kamu tahu sendiri disetiap kehidupan aku selalu ditakdirkan begitu. Sekalinya aku yakin Sarlince hanya milikku, ternyata juga sama saja."


"Jadi bagaimana? apa kamu masih ingin mengejar dia setelah tahu dia tidak cinta dengan suaminya?"


"Aku yakin dia hanya mencintaiku saja. Ini hanya bicara soal waktu saja, mereka lambat laun akan bercerai."


"Lalu bagaimana saat kamu berhasil menemukan Mehru? apa kamu menginginkan keduanya?"


"Aku tidak tahu."


"Terlihat sekali sifat serakahmu disini. Kamu tidak bisa begitu, jadi laki-laki harus punya prinsip."


"Aku tidak bisa melupakan Sarlince, terlebih aku orang pertama kali yang merenggut kesuciannya. Dan kau tahu? sejak kejadian kemarin aku selalu merindukannya."


"Datangi saja rumahnya, masuk kamarnya, dan kalian bercinta lagi sepuasnya," ujar Vino asal.


Regent terdiam mendengar ide gila itu. Tapi tanpa Vino tahu, Regent menyunggingkan senyum tipisnya nyaris tak terlihat.


"Ayo kita pulang," ujar Regent.


Regent berdiri dari tempat duduknya dan berjalan lebih dulu dari Vino. Sementara itu Umi baru tiba dikediaman Hadinata hampir 25 menit kemudian.


Umi melirik kearah pria yang bertelanjang dada membelakangi pintu kamar Sarlince.


"Dia pingsan dan baru akan sadar besok pagi Aku membeli obat dengan efek dahsyat. Agar aku tidak perlu melihat rengekkan mesumnya lagi."


"Ckk...pria itu selalu memikirkan hal dibawah perutnya saja."


"Ayo kita bicara dibalkon," ajak Sarlincd.


Sarlince dan Umi berjalan menuju balkon sembari mencari angin segar.


"Bagaimana? apa dia sudah menandatangani pembatalan kontrak kerjasamanya." tanya Sarlince.


"Dia menolaknya, kecuali Nona yang datang sendiri padanya. Itulah yang dia bilang padaku."


"Ckk...keras kepala sekali."


"Nona. Sepertinya dia benar-benar mencintai anda. Bahkan dia rela melupakan gadis yang dia cari selama ini demi anda."


"Dia sudah memiliki kekasih?"


"Sepertinya sudah. Tapi gadis itu menghilang entah kemana."


Ada perasaan sedikit tidak rela terbesit dihati Sarlince, dan itu tertangkap oleh Umi.


"Mengapa anda harus membohongi perasaan anda sendiri. Bukankah pria itu sendiri yang menawarkan cinta pada anda. Apa saat dia menemukan gadis itu hati anda benar-benar rela?"


"Semua pria sama saja. Aku takut saat sudah memberikan seluruh hatiku, dia malah berpaling dengan wanita lain."

__ADS_1


"Tapi anda masih bertahan meskipun anda tahu Tuan Qiel mendua dibelakang anda. Kenapa tidak Nona nikmati saja masa-masa sebelum perceraian anda?"


"Apa maksudmu?"


"Paling tidak setelah anda bercerai nanti, masih ada harapan seseorang akan menunggumu."


"Regent tidak sebodoh itu. Lambat laun dia pasti melupakanku saat aku sudah menjauhinya. Besok aku sendiri yang akan datang kekantornya untuk membatalkan kontrak kerjasama itu."


"Akan aku temani,"


"Tidak perlu, kamu duluan kekantor saja."


"Baiklah."


"Oh ya, bagaimana hasil penyelidikkanmu itu? apa dia memang ada hubungannya dengan temanmu itu?"


"Ya. Ternyata gadis yang dia cari adalah temanku."


"Sungguh? kenapa bisa kebetulan seperti ini?"


"Itulah yang dinamakan takdir."


"Ya sudah pergilah kekamarmu, dan beristirahatlah."


"Emm." Umi mengangguk.


Waktu beranjak semakin malam saat tiba-tiba seseorang mencongkel jendela kamar Sarlince. Sarlince yang mempunyai telinga peka, dan indera sensitif, langsung membuka matanya. Diliriknya Qiel masih berada disamping tempat tidurnya. Namun saat dirinya akan menyalakan lampu tidur, seseorang membekap mulutnya yang membuat Sarlince terkejut.


Aroma yang berasal dari seseorang itu tercium begitu familiyar dihidungnya.


"Regent," bisik Sarlince.


"Apa yang kamu lakukan? apa kamu sudah gila?" bisik Sarlince.


"Bukankah kamu berniat ingin menjauhiku? aku sudah pernah mengatakan padamu, bahwa kamu akan melihat kegilaanku yang tidak pernah kamu duga sebelumnya."


Grepppppp


Regent memeluk erat tubuh Sarlince, dia benar-benar merindukan wanitanya itu.


"Aku sangat merindukanmu. Kamu sangat kejam padaku Aline," bisik Regent.


Sarlince meneguk ludahnya, jujur dia juga merindukan pria yang berada dalam pelukkannya ini.


"Pergilah Re...aku takut suamiku bangun," ucap Sarlince.


"Aku tidak perduli,"


Regent mendorong tubuh Sarlince hingga tubuh wanita itu merapat kedinding.


"Re...ap..."


Kata-Kata sarlince tenggelam saat mulutnya dibungkam oleh b***r Regent. Pria itu dengan tergesa-gesa melepas pakaiannya sendiri yang membuat Sarlince menjadi panik.


Sarlince perlahan mendorong dada Regent yang senantiasa masih mencumbunya.


"Re...jangan gila, disini ada suamiku?"

__ADS_1


"Ayo kita gila bersama. Aku akan membuktikan padamu, kalau kamu juga merindukan sentuhanku."


"Re....ka..."


Lagi-Lagi Regent menyerbu b***r Sarlince bahkan jauh lebih ganas dari sebelumnya. Regent dengan lihai meloloskan gaun malam bertali spagetti dari tubuh wanitanya itu.


"Emmpptt" Sarlince berusaha meredam suaranya ketika Regent dengan lahap melu**t salah satu puncak dadanya secara bergantian.


"Re apa yang kamu lakukan?" Sarlince bertambah panik, saat pria itu mendorong dirinya ketempat tidur, tepat disebelah suaminya.


Namun Regent seolah tuli dan malah melucuti kain segitiga terakhir milik Sarlince.


"Ah..."


Sarlince tak kuasa menahan suara merdunya saat Regent dengan lihai bermain dibawah sana. Sarlince menutup mulutnya, karena dia sangat takut suaranya akan membangunkan Qiel, meskipun dia yakin pria itu masih akan tertidur hingga besok pagi.


"Re...kita harus berhenti," bisik Sarlince.


"Apa kamu yakin ingin aku berhenti?"


Sarlince terdiam, dia sangat malu mengakui bahwa dia sebenarnya menginginkan lebih. Namun Regent sama sekali tidak memberikan dia kesempatan bimbang sedikitpun. Regent malah membenamkan miliknya kelembah lembab milik Sarlince.


"Emmmppttt ahh....ini gila Re..."


Sarlince merasakan sesak penuh dibawah sana, ketika benda besar menyeruak masuk ke goa hangat miliknya. Regent perlahan memompa milik Sarlince, hingga menimbulkan sedikit derit dari ranjang.


Sarlince menoleh kearah suaminya, yang masih setia tidur meskipun ranjang mereka sedikit bergoyang.


"Jangan melihat kearahnya,"


Regent cemburu saat Sarlince menoleh kearah Qiel, padahal saat ini wanita itu sedang berada dibawah kungkungannya."


"Re, aku takut dia bangun," bisik Sarlince.


"Kamu lebih tahu dia akan terbangun atau tidak."


Regent menambah tempo kecepatannya, hingga membuat suara derit itu semakin terdengar jelas.


"Re...pelan-pelan," bisik Sarlince.


Tapi Regent dengan kegilaannya malah menambah kembali kecepatannya, hingga Sarlince tidak tahan lagi untuk tidak bersuara merdu.


Regent membungkam suara Sarlince dengan mulutnya, karena tiap kali dia menghujamkan miliknya, Sarlince berteriak memanggil namanya. Regent tidak ingin ada orang diluar pintu mendengar percintaan panas mereka.


Malam ini Regent benar-benar melepaskan semua kerinduannya pada Sarlince, hingga pria itu beberapa kali mengulangi perbuatannya dan Sarlince tidak kuasa menolak karena tubuhnya lebih jujur dari mulutnya.


Cup


"Tidurlah!" bisik Regent setelah mengecup kening wanitanya itu.


Saat Regent akan melangkah pergi melalui jendela, Sarlince menahan tangan pria itu.


"Re...tolong lepaskanlah aku. Aku tidak mungkin bersamamu."


"Kamu juga tahu, aku tidak mungkin melepaskanmu."


Regent melompat keluar jendela, dengan lihai pria itu turun dari tiang, dan melompati pijakan-pijakan hingga sampai ketanah. Sebelum benar-benar pergi, Regent menoleh sekali lagi kearah jendela. Regent melihat Sarlirce memandangnya dari atas sana. Regent berbalik badan, dan segera menghilang ditelan kegelapan.

__ADS_1


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2