SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
24. Mengikuti Kompetisi


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


"Apa ini? perusahaan pria itu mengadakan kompetisi untuk peretas dan calon disigner untuk perusahaanya? apa perusahaan mereka sedang mengalami masalah internal?" ujar Sarlince.


Sarlince membuka situs online yang berisi tentang pengumuman terbuka itu. Sejenak Sarlince tampak menibang-nimbang sesuatu.


"Bukankah aku akan memimpin perusahaan sebentar lagi? untuk apa aku mengikuti acara yang tidak penting itu? tapi jari-jariku sangat gatal, aku ingin sekali melihat kemampuan manusia di kebidupan ini. Apa ada yang memiliki kemampuan sebanding denganku?" ucap Sarlince.


Sarlince mengotak atik tombol laptopnya dan melihat masa berakhir pendaftaran itu. Waktu yang diberikan cukup lama, hingga hampir memakan waktu satu bulan lamanya. Sarlince membuat akun baru dan juga email baru, dia tidak ingin identitasnya terlalu mencolok. Karena sejujurnya dia memiliki niat berbeda saat mengikuti dua kompetisi itu.


"Apa yang Nona kerjakan?" tanya Umi sembari meletakkan jus diatas nakas.


"Pria kurang ajar itu sedang membuka kompetisi secara terbuka." Jawab Sarlince tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


"Kompetisi terbuka? kompetisi apa?" tanya Umi.


"Mereka ingin mencari seorang disigner handal, khususnya bergerak dibidang perhiasan. Dan juga mencari seorang peretas berbakat yang akan mereka tarik untuk bekerja di perusahaannya." Jawab Sarlince.


"Apa Nona akan mengikutinya?" tanya Umi.


"Tentu saja. Aku punya rencana sendiri untuk pria tidak bermoral itu." Jawab Sarlince.


"Sebaiknya Nona lupakan saja dendam itu. Aku tidak ingin Nona berada dalam masalah," ujar Umi.


"Tidak akan. Aku belum puas membalas perbuatannya kemarin, aku ingin membuat dia kalah dalam segala aspek," ucap Sarlince.


"Umi apa Qiel menanyakan tentang keberadaanku? aku belum melihatnya sejak kemarin," tanya Sarlince.


"Sudah dua hari ini dia tidak datang kesini. Mungkin dia sedang bersama kekasihnya." Jawab Umi.


"Biarkan saja. Mungkin dia sedang frustasi karena tidak bisa memperdayaku. Saat dia datang kesini nanti, aku akan membuatnya terkejut dengan penampilanku juga tutur kataku. Mereka tidak akan bisa membuatku menandatangani surat pengalihan perusahaan atas nama mereka," ujar Sarlince.


"Kasihan pria itu. Sepertinya dia akan segera terbangun dari mimpi indahnya," ujar Umi sembari terkekeh.


*****


"Tumben kamu sudah dua hari ini menempel terus padaku?" tanya Celine.


"Kenapa? kamu kan kekasihku. Nanti giliran aku nempel ke Sarlince kamu cemburu berat." Jawab Qiel.


"Awas saja. Jangan pernah membuatku bersaing dengannya. Kamu tentu tahu, dia sama sekali bukan levelku," ucap Celine.


"Kamu tidak tahu saja, tubuh Sarlince jauh lebih menggairahkan darimu. Aku tidak menempel padanya, karena gadis bodoh itu sedang tidak bisa dijamah," batin Qiel.


"Sayang, kemarin ada tas keluaran terbaru. Aku ingin sekali memilikinya," ujar Cerlin dengan rengekan manja.


"Bukankah baru dua minggu lalu kamu membeli tas baru? apa tas itu kamu gigit hingga cepat habis?" tanya Qiel.


"Hissttt...dasar pria tidak peka. Aku ini wanita fashionable, semua pakaian dan barang-barang baru harus yang terupdate. aku tidak bisa memakai tas atau pakaian yang sudah kugunakan lebih dari 7 kali pakai." Jawab Celine.


"Ayolah, belikan aku ya sayang?" rengek Celine.


"Sekalian kita beli lingerie baru," bisik Celine.

__ADS_1


Mendengar itu Qiel jadi bersemangat. Mereka pun pergi untuk memuaskan ***** belanja Celine.


*****


"Bagaimana? apa sudah ada yang mulai mendaftar?" tanya Regent.


"Ini benar-benar luar biasa. Peminat kompetisi ini sangatlah banyak, terutama untuk disigner perhiasannya. Pendaftar sudah mencapai 100 orang dalam beberapa jam."Jawab Vino sembari menatap layar laptopnya.


"Bagaimana dengan kompetisi peretasnya?" tanya Regent.


"Baru 7 orang. Mungkin bidang ini memang sedikit orang yang menguasainya. Semoga saja kita bisa menemukan peretas terbaik dan tidak ada lagi yang bisa mengacaukan sistem kita." Jawab Vino.


"Vin. Tolong kamu suruh orang untuk menyelidiki gadis bodoh kemarin. Aku ingin flashdisk itu kembali," ujar Regent.


"Sudahlah lupakan saja tentang flashdisk itu. Lagian gadis itu tidak akan mengerti cara menggunakannya." Jawab Vino.


"Tapi disitu ada disign Mehru. Aku tidak mau orang lain membuka draf itu,"


"Baiklah kalau itu maumu. Aku akan meminta salinan cctv di Cafe itu untuk menemukan keberadaan gadis itu," ucap Vino.


"Terima kasih."


"Oh ya Besok pagi kita akan membahas kerjasama dengan perusahaan QL Group,"


"Kamu siapkan saja untuk materi persentasinya. Jangan sampai mengecewakan calon partner." Jawab Regent.


"Oke."


"Oh ya apa kita perlu memberi batasan jumlah pelamar kompetisi?" tanya Vino.


"Tidak perlu. Nanti khusus untuk pelamar disigner, suruh mereka mulai mendisign sebuah perhiasan dan kirimkan drafnya langsung ke emailku. Aku akan memilih langsung siapa saja yang akan masuk kebabak selanjutnya." Jawab Regent.


"Aku keruangan pribadiku dulu. Leherku terasa berat sekali," ujar Regent.


"Apa kamu membutuhkan teh hangat atau minuman dan makanan lainnya?" tanya Vink.


"Tidak perlu. Aku cuma butuh istirahat sejenak." Jawab Regent.


"Baiklah. Panggil aku jika butuh sesuatu,"


"Emmm." Regent mengangguk.


Regent meninggalkan ruangan Vino dan masuk kedalam ruangan pribadinya. Regent berbaring dan sejenak memejamkan mata. Namun fikirannya sangat terganggu saat mengingt kejadian di Cafe kemarin.


"Ckk...bahkan dia tidak memiliki kualifikasi apapun, tapi mengapa bisa mengganggu fikiranku," decak Regent.


"Mungkinkah itu karena flashdisk ku berada ditangannya? itulah sebabnya fikiranku jadi sedikit terganggu,"


"Aku harus segera menemukan flashdisk itu, agar aku tidak lagi kefikiran," sambung Regent.


Sementara dipusat perbelanjaan, Qiel dibuat pusing oleh kegilaan Celine yang asyik membeli barang mahal. Tanpa mereka sadari, seseorang sudah memperhatikan mereka sejak tadi.


"He...ternyata kita memang selalu berjodoh. Dimana ada kamu pasti ada dia. Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia, aku akan selalu mengacaukan hidup kalian. Tunggulah kedatanganku Honey, kamu pasti akan kembali tergila-gila padaku," ucap Inara lirih.


Inara berjalan melenggang, gadis dengan berpakaian ketat dan sexy itu berjalan kearah Qiel dan sengaja menabrakkan tubuhnya pada pria itu.

__ADS_1


"Aduh...maaf ya mas, aku benar-benar tidak sengaja," ujar Inara.


"Tidak apa-apa." Jawab Qiel sembari membantu Inara berdiri.


Sementara Celine sama sekali tidak tahu apapun, karena dia sedang asyik memilih beberapa pakaian.


"Hai...aku Inara,"


Inara menjulurkan tangannya, sembari mengeluarkan senyum mautnya.


"Cantik sekali gadis ini, mana sexy lagi," batin Qiel.


Qiel melirik kearah Celine yang masih sibuk. Qiel pun menjabat tangan halus itu.


"Qiel." Jawab Qiel.


"Belanja sendiri?" tanya Inara berpura-pura tidak tahu.


"Dengan temanku." Jawab Qiel seadanya.


"Itu?" Inara menunjuk kearah Celine.


"Ya."


"Baiklah. Aku pergi,"


"Tunggu! ini kartu namaku, barangkali kamu butuh sesuatu atau apapun," ujar Qiel berbasa-basi.


"Oke." Inara meraih kartu nama itu dan kemudian melenggang pergi.


Qiel menatap kepergian Inara yang berjalan melenggak lenggok.


"Tubuh yang sempurna," ujar Qiel lirih.


"Tubuh siapa yang sempurna?" tanya Celine dari arah belakang.


"Ha? ten-tentu saja tubuhmu, memangnya siapa lagi?" Jawab Qiel gugup.


"Sayang. Aku sudah membeli dua lingerie cantik," bisik Celine.


"Kita akan mencobanya nanti malam," bisik Qiel.


Pipi Celine merona, sementara dibalik tempat tertentu Inara menyeringai.


"Apa itu kamu? kalau iya, bersabarlah. Aku akan kembali merebutnya darimu," ucap Inara lirih.


"Apa kamu sudah menemukan targetmu? kali ini kamu tidak boleh gagal lagi, ketua sudah sangat menantikan saat-saat pergantian gelombang otak miliknya," tanya Marcus.


"Kamu tenang saja. Kali ini misi tidak boleh gagal, kita akan menghadiahkan kepalanya sesuai keingian ketua." Jawab Inara.


"Ingat, jangan sampai merusaknya sedikitpun. Dia sangat penting untuk ketua," ujar Marcus.


"Kamu tenang saja. Sekarang kita harus menyelidiki seseorang lagi, kita harus melenyapkan dia lebih dulu. Aku tidak ingin misiku digagalkan lagi olehnya," ujar Inara.


"Semoga beruntung," ucap Marcus.

__ADS_1


Mereka pun melenggang pergi. Sementara disisi lain Sarlince sedang sibuk membuat sebuah disign perhiasan yang akan dia ikut lombakan dibabak penyisihan. Dia ingin sekali masuk keperusahaan Regent dengan cara berbeda. Entah apa sebenarnya yang dia rencanakan, hanya dia dan Tuhan saja yang tahu.


Jangan Lupa Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2