SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
118. Tertegun


__ADS_3

"Seo. Aku perlu bicara padamu, sudah tiga hari kamu menghindariku dan menghabiskan hari bersama Mehru,"


Mesa menyeret Seo kedalam gudang dan Seo pun mengikutinya.


Grepppp


Seo memeluk erat tubuh gadis yang sedang dilanda api cemburu itu dari arah belakang.


"Kenapa? apa kamu merindukanku. Hem?"


"Kamu sudah tahu jawabannya, tidak perlu bertanya lagi. Seo kapan kamu akan memulai semua rencananu itu?"


"Tunggulah sebentar lagi, saat ini aku sedang mendekatinya dengan caraku. Sekarang dia sedang aku buat mabuk cinta. Kau tahu? sama sepertimu, dia sangat menyukai hujaman-hujaman dariku," bisik Seo.


"Apa kau sengaja mengatakan itu agar ingin aku terbakar api cemburu lagi?"


"Aku tidak perlu membuatmu begitu, karena aku tahu kamu sangat menyukaiku. Bagiku kamulah yang terhebat."


"Kenapa? apa dia sangat payah saat melayanimu?"


"Sangat. Dia persis seperti kayu mati. Tidak seperti dirimu yang selalu membuatku terpuaskan."


"Sungguh?"


"Emm. Bersabarlah, setelah aku mendapatkan kitab itu, aku akan membuangnya sejauh mungkin dari kehidupan kita."


"Seo aku menginginkanmu,"


"Kau sungguh haus rupanya,"


Seo dan Mesa mulai bercumbu hingga decap keduanya terdengar dari balik pintu yang sedikt terbuka.


"Ah...Seo..." Mesa melengguh saat benda kesayangan pria itu melesak memasuki dirinya yang sudah 3 hari tidak tersentuh.


Seo mulai memaju mundurkan pinggulnya untuk membuat kekasih gelapnya itu merasa terpuaskan.


"Ah...Seo...lebih keras lagi..."


Seo menuruti apapun yang mesa katakan, hingga tubuh gadis itu berguncang hebat, dan seo harus berpegangan pada dua buah benda yang menggelantung indah ditubuh Mesa.


Sudah tidak terhitung berapa kali Mesa mendapatkan pelepasannya, gadis itu benar-benar dahaganya merasa lenyap seketika. Sementara itu, dari balik pintu tanpa mereka sadari tubuh Mehru bergetar hebat. Dia benar-benar tidak meyangka dengan apa yang dia lihat dan dia dengar. Mehru segera kembali ke gubuk Seo dan membuat sesuatu dengan begitu cepat.


"Ah...sepertinya memang harus terulang kembali ya? ini lebih terasa sakit dari kehidupan sebelumnya. Gale, seharusnya aku mendengarkan laki-laki itu, dia sahabatku sekaligus pria yang mencintaiku dengan tulus, tapi aku malah mengabaikannya dan memilih laki-laki keparat itu."


"Seharusnya, kalau dia hanya menginginkan kitab ini, dia hanya perlu bilang padaku. Tidak perlu menghianatiku, tapi dia memang lelaki yang tidak bisa hidup dengan satu wanita, lalu aku bisa apa?"


"Untuk terakhir kalinya aku akan meminta Seo segera kembali ke desa. Aku akan memaafkan kekeliruannya ini. Mungkin dipisahkan dengan Mesa, dia akan menjadi orang yang lebih baik."

__ADS_1


"Sekarang aku harus mencari Gale, aku harus meminta maaf padanya,"


Mehru pergi menemui Galeo. Galeo yang sedang berada didalam ruang obat, seperti sedang mencari kesibukkan sendiri.


"Gale," sapa Mehru.


"Mehru? kenapa kamu disini?"


Mehru berlari kepelukkan Gale dengan air mata yang membanjiri wajahnya.


"Kenapa semuanya terungkap setelah aku menikah dengannya?"


Galeo melerai pelukkan Mehru dan menatap wajah wanita yang masih dicintainya itu.


"Apa maksudmu?"


"Maafkan aku Gale, seharusnya aku percaya dengan semua ucapanmu waktu itu. Mungkin dengan begitu, aku tidaj hidup dengan penyesalan."


"Apa kau..." Mehru menganggukkan kepalanya.


"Maafkan aku Gale, aku tahu ini terlambat. Tapi aku baru tahu semuanya tadi. Dan mungkin sampai saat ini mereka masih sedang bercinta digudang itu."


"Seharusnya Seo tidak perlu melakukan ini kalau hanya menginginkan kitab itu."


"Lalu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? apa kamu akan menceraikannya?' tanya Galeo.


Mehru menggelengkan kepalanya.


"Mehru. Apa cinta sudah membutakan mata hatimu? lelaki seperti itu bahkan sanggup membunuh demi menyingkirkan apapun tujuannya. Ku mohon dengarkan aku sekali ini saja, aku tidak ingin kamu menyesal untuk kedua kalinya."


"Dia sudah menyentuhku berulang kali Gale, aku tidak bisa membunuh perasaan ini begitu saja. Mungkin saja dia seperti itu karena Mesa yang merayunya."


"Aku tidak bisa mengerti lagi jalan fikiranmu itu Mehru. Tapi semua terserah padamu,"


Galeo meninggalkan Mehru begitu saja dengan perasaan kecewa. Mehrupun kembali ke gubuk dengan langkah gontai.


Kriekk


Mehru mendapati Seo sudah berada didalam gubuk tengah tertidur.


"Kamu pasti kelelahan karena bercinta dengan Mesa habis-habisan di gudang itu," batin Mehru.


Mehru tidak menggubris atau membangunkan Seo, wanita itu sibuk dengan cepat menyalin sesuatu dibukunya.


"Besok aku harus bicara pada Seo dan Mesa sembari mengajak mereka berburu. Mungkin dengan suasana yang lebih tenang, mereka mau mendengarkanku dan tidak lagi melakukan hubungan terlarang dibelakangnku," batin Mehru.


*****

__ADS_1


Keesokkan harinya...


"Seo. Aku ingin sekali makan daging rusa, bagaimana kalau hari ini kita berburu?"


"Berburu?"


"Ya. Anggap saja buruan kita hari ini untuk merayakan perpisahan kita dengan suhu."


"Perpisahan?"


"Seo. Sampai kapan kita disini? ini sudah hari ke 4 pernikahan kita, bukankah kita harus segera kembali ke desa?"


"Ah iya benar. Baiklah, kita berburu hari ini. Mehru, aku belum pernah melihat isi kitab yang diberikan suhu padamu? bolehkah aku melihatnya?"


"Tentu saja. Aku juga belum sempat membaca kitab itu, nanti setelah di hutan kita akan membacanya bersama."


"Apa kita berburu hanya berdua saja?"


"Kenapa?"


"Akan lebih seru kalau beramai-ramai. Kita bisa mengajak Galeo, Mawe, Kheiren dan Mesa."


"Kamu benar. Aku akan menitipkan pesan pada Kheiren, mereka bisa menyusul kita nanti."


"Kenapa tidak pergi bersama saja?"


"Ada hal penting yang ingin ku bicarakan padamu, dan aku ingin hanya kau dan aku saja."


"Baiklah."


Setelah menitip pesan pada Kheiren, dan juga Mesa, sesuai dugaan Mehru, Mesa tidak mau tinggal diam begitu saja. Gadis itu diam-diam membuntuti mereka dengan mengambil jarak seperlunya.


Galeo mendatangi gubuk Mawe dan mendapati pasangan itu sedang berbincang serius.


"Ada apa kamu memanggilku tadi?" tanya galeo pada Mawe.


"Kita akan berburu bersama hari ini, Seo dan Mehru sudah pergi lebih dulu. Dan sepertinya Mesa juga sudah pergi menyusul lebih dulu."


"Ap-Apa? mereka berburu? celaka, kita harus segera menyusul mereka."


"Ada apa? kenapa kamu panik begitu?" tanya Kheiren.


"Mehru sudah tahu kebusukkan Seo dan Mesa. Tapi dengan bodohnya dia masih ingin memberikan Seo kesempatan kedua dan ingin bicara baik-baik dengan Seo dan Mesa. Apa kalian fikir Seo akan menurut apa yang Mehru katakan?"


"Ap-apa?" Kheiren syok.


Tanpa membuang waktu lagi, Kheiren menyambar busur dan panahnya, begitu juga Galeo dan Mawe.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan bajingan itu mencapai semua tujuannya. Dan wanita itu, aku bersumpah akan menghabisinya dengan tanganku sendiri," ucap Kheiren.


Kheiren dan Mawe memacu kuda mereka dengan kecepatan diatas rata-rata, begitu juga dengan Galeo. Jujur saja, saat ini pria itu sedang dilanda ketakutan yang luar biasa. Bayang-bayang kehilangan Mehru seakan sudah menari-nari dipelupuk matanya.


__ADS_2