
"Jika kamu memang ada, mama akan melindungimu sampai tetes darah penghabisan. Kita masih punya waktu sampai kamu lahir. Tidak akan mama biarkan kamu dilenyapkan oleh manusia iblis ini," batin Sarlince.
"Jaga dia dengan baik. Beri dia makanan terbaik, agar darah tali pusat yang dihasilkan juga baik. Bawa alat USG ke ruangan ini, untuk mengetahui berapa usia kehamilannya," ujar Asmodeus.
"Usia kehamilanku? karena merasa tidak memiliki harapan, aku jadi mengabaikan kapan aku terakhir mendapatkan haid. Bulan kemarin kalau nggak salah aku juga tidak mendapatkan haid, lalu bulan kemarinnya...."
"Ah...aku benar-benar tidak ingat bulan berapa dan tanggal berapa aku mendapatkan haid," batin Sarlince.
"Baik tuanku." Jawab Marcus.
"Baby. Aku akan mengunjungimu sesekali, sampai kamu bersatu denganku selamanya nanti. Sekarang kamu harus istirahat dan jaga anak itu dengan baik. Karena anak itu harus sedikit berguna sebelum ajalnya menjemput," ujar Asmodeus.
"Bermimpilah sebanyak mungkin. Kamu takut kelahiran anak ini akan menjadi pelenyap bagimu. Dan aku pastikan suatu saat itu akan benar-benar terjadi," ujar Sarlince.
"Itupun jika anak itu masih hidup setelah darah tali pusatnya aku gunakan," timpal Asmodeus.
"Kamu akan mengandung selama 9 bulan lebih, apa kamu pikir suamimu itu akan tahan jika berpisah darimu? dia pasti akan mencari wanita lain, agar bisa menghangatkan ranjangnya," sambung Asmodeus.
"Suamiku bukan sepertimu, yang bahkan dengan istri orangpun juga bernafsu. Disetiap kehidupan dia selalu setia denganku," ujar Sarlince.
"Kita akan lihat. Aku hanya berharap kamu tidak akan patah hati. Jaman semakin berubah, selera wanita juga bisa berubah. Mungkin saja dia lelah mengejarmu di 7 kehidupan, dan memutuskan mencari wanita lain untuk menemaninya tidur," ujar Asmodeus.
"Tidak masalah kalau dia mau. Jika suatu saat aku kembali, dia pasti akan lebih memilihku," ujar Sarlince.
"Sayangnya kamu tidak akan pernah kembali. Kamu akan disisiku selamanya. Sebaiknya kamu segera membuat pilihan. Kamu memilih dengannya, maka hidupmu sama seperti manusia fana lainnya. Tapi kalau kamu memilihku, kamu akan tetap selalu muda," mendengar ucapan Asmodeus, Sarlince jadi terkekeh.
"Muda seperti apa yang kamu bilang? kalau muda keriput sepertimu ini, lalu bagaimana di usia tuanya? sudahlah, alangkah baiknya kamu melepaskan aku. Kita jalani kehidupan kita masing-masing saja," ujar Sarlince.
"Suatu saat nanti kamu akan berterima kasih, karena sudah aku nikahi," ucapan Asmodeus membuat Sarlince memutar bola mata dengan malas.
"Ya sudah, silahkan kamu bermimpi saja di kamarmu. Sekarang aku mau beristirahat. Tapi tolong suruh anak buahmu membuatkan rujak mangga muda untukku. Aku sangat menginginkannya," ujar Sarlince.
__ADS_1
"Kalian dengar permintaan ratu kalian? cari mangga muda segar dan buat rujaknya," ujar Asmodeus.
"Apa ada lagi yang ratu inginkan?" tanya Marcus.
"Untuk sementara hanya itu saja." Jawab Sarlince.
Asmodeus dan anak buahnya keluar dari ruangan itu. Sarlince memperhatikan cara kerja dari pintu berbahan logam itu. Bagaimana cara mereka membukanya, ternyata ada sebuah tombol yang berada di kursi roda, digunakan untuk membuka pintu itu.
Sarlince berpindah kesisi sebelah kiri, hanya untuk melihat ke luar ruangan dari celah pintu yang akan tertutup.
"Sekilas aku melihat semua bangunan ini terbuat dari bahan yang sama. Namun hanya saat mereka berjalan kearah yang mereka tuju, barulah lampu itu akan menyala secara otomatis. Dan saat mereka meninggalkan jejak itu, maka lampu secara otomatis pula akan padam"
"Sepertinya pria tua itu juga ilmuan sepertiku. Dia suka menciptakan barang-baramg yang sukar dicerna manusia awam pada umumnya," gumam Sarlince.
"Tapi apapun itu, aku sangat bahagia hari ini. Karena aku diberi kesempatan mengandung, meskipun aku tidak tahu apa aku akan sempat melihat anakku atau tidak. Tapi yang pasti, aku akan berjuang bersamamu nak," Sarlince mengelus-elus perutnya.
Sementara saat kembali ke ruangan pribadinya, Asmodeus meluapkan emosinya dengan menghancurkan barang-barang yang ada di depan cermin. Tentu saja dia tidak bisa menerima, saat tahu Sarlince tengah mengandung benih pria lain.
Pria berkulit keriput itu tampak memejamkan matanya. Dia terlihat menarik nafas dalam-dalam dan mencoba menenangkan diri. Sementara itu di tempat berbeda Megumi tampak sibuk membuat wajah palsu dengan bahan yang sudah Regent peroleh.
"Sayang. Kamu juga butuh istirahat, aku khawatir dengan kandunganmu," ujar Vino.
"Tapi kita nggak punya banyak waktu sayang. Sarlince pasti sedang ketakutan saat ini," ujar Megumi.
"Sarlince tidak selemah itu. Kamu tahu sendiri bagaimana tangguhnya dia, terlebih dia pernah menjadi seorang kapten," ujar Vino.
Megumi memberi kode pada suaminya dengan dagunya. Vino melihat kearah Regent yang melihat kearah luar jendela yang tampak gelap. Vino perlahan mendekat kearah sahabatnya yang terlihat sangat kacau itu.
"Bersabarlah Re. Sarlince pasti akan baik-baik saja," Vino mencoba menghibur sahabatnya itu.
"Aku nggak yakin dia baik-baik aja. Dia sedang berada ditangan orang yang sangat berbahaya." Jawab Regent.
__ADS_1
"Wajah palsu sudah hampir selesai. Besok kamu sudah bisa menemui Lucia untuk menyetujui pernikahan palsu itu," ujar Vino.
"Yah. Aku sangat berharap usaha kita ini akan berhasil," ujar Regent.
"Tentu saja. Setelah pernikahan itu diadakan, kamu bisa mengorek informasi dari Lucia tentang keberadaan Sarlince," ujar Vino.
"Menurutmu apa iblis itu akan menyentuh Sarlince sembarangan?" tanya Regent.
"Kalaupun iya, pasti akan melewati proses yang panjanng. Kamu tahu sendiri betapa tangguh ilmu bela diri Sarlince. Manusia terkutuk itu tidak akan mudah mendapatkannya." Jawab Vino.
"Dia pasti sedang ketakutan saat ini," ujar Regent.
"Meski begitu pasti dia tidak akan memperlihatkan ketakutannya di depan para musuhnya. Percayalah, dia pasti bisa bertahan sampai kamu datang menyelamatkannya. Sekarang lebih baik kamu beristirahat! kamu pasti sangat lelah bolak balik dari Indonesia ke Jepang," ujar Vino.
"Sepertinya aku butuh bantuan obat tidur malam ini. Aku nggak bisa berhenti mikirin Sarlince meskipun hanya sedetik," ujar Regent.
Regent menoleh kearah Megumi yang masih berkutat didepan layar monitor.
"Kasihan Megumi, pasti dia sangat kelelahan. Padahal dia saat ini sedang hamil," sambung Regent.
"Sebenarnya iya. Tapi tahu sendiri persahabatan antara Megumi dan Sarlince nggak sederhana. Mereka itu seperti sudah bersenyawa," ujar Vino.
"Kamu benar. Terkadang aku melupakan hal itu," ujar Regent
"Sayang. Aku tidur dulu 3 jam ya! nanti bangunin aku. Kayaknya baby kita pengen diajak tidur dulu," ujar Megumi.
"Oke kamu tidur aja. Nanti biar aku yang jagain," ujar Regent.
"Nggak! biar aku aja. Kamu juga butuh istirahat," ujar Vino.
"Ya sudah sepertinya yang benar kita tidur semua dan pasang alarm aja. Ini cuma tinggal penyempurnaan saja. Aku bisa jamin besok akan selesai dan bisa kita test," ujar Megumi.
__ADS_1
Sesuai saran Megumi, merekapun memutuskan tidur bersamaan. Karena mereka cukup lelah hari ini.