
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏
*****
"Kheiren. Temani aku,"
"Kemana?"
"Kegubuk Galeo."
"Ada apa? ini sudah malam."
"Aku tidak tenang membiarkan masalah ini berlarut-larut, aku harus bicara serius dengannya."
"Mehru. Jujur saja, bukan aku tidak perduli dengan keadaan Mesa. Tapi aku sama sekali tidak percaya kalau Gale mampu melakukan hal seperti itu pada wanita."
"Maka dari itu kita harus menemuinya, agar semuanya jelas."
"Baiklah."
"Dimana Mesa?"
"Tidak tahu. Selesai makan malam dia sudah menghilang."
"Mungkin kita bisa membuktikan kebenaran itu sekarang."
"Apa maksudmu?" tanya Kheiren.
"Bisa jadi hilangnya Mesa ada kaitannya dengan Galeo. Kita harus cepat kegubuk Gale, siapa tahu dia memang tidak ada didalam gubuknya, dan kita bisa mencari dia dan menangkap basah perbuatannya."
"Baiklah, ayo!"
Kheiren dan Mehru bergegas pergi dan datang menenui Galeo digubuknya.
Tok
Tok
Kriekkk
"Kheiren, Mehru? ada apa? kenapa kalian datang malam-malam begini?"
Mehru melirik kearah dalam gubuk Mawe.
"Ada apa? apa kau sedang mencari Gale? masuklah, dia sedang tidak enak badan sekarang."
Mehru dan Kheiren saling berpandangan, kemudian mengekor masuk medalam gubuk Mawe.
"Sepertinya dia terkena demam, mungkin karena kelelahan. Tubuhnya mengeluarkan keringat dan sedikit menggigil."
Mehru perlahan mendekati Galeo dan menatap suhu tubuh pria itu. Mehru langsung merasakan panas yang menyengat dipunggung tangannya.
"Apa dia sudah diberikan ramuan obat?"
"Sudah. Dia bahkan membuatnya sendiri saat selesai makan malam."
"Kalau begitu berikan juga kompres untuk tubuhnya, agar panasnya segera reda."
"Ya."
"Apa kamu tidak masalah menjaganya sendirian?"
"Tidak apa-apa, aku bisa."
"Ya sudah. Kami pergi dulu, ada sesuatu yang ingin kami pastikan."
"Baiklah."
Mehru dan Kheiren pergi dari gubuk itu dan mulai berdiskusi kembali.
"Bagaimana ini Mehru, sepertinya kita gagal membuktikannya malam ini," tanya Kheiren.
"Kalau Mesa tidak bersama Gale, lalu dia kemana setelah makan malam?"
__ADS_1
"Apa dia menemui Seo?"
"Seo? untuk apa dia menemui Seo malam-malam begini?" tanya Mehru.
"Ya kan hanya ada dua kemungkinan saja, kalau tidak menemui Suhu, Mesa menemui Seo."
"Benar juga. Kalau begitu kita pergi ketempat Seo saja."
Tok
Tok
"Siapa yang datang malam-malam begini? bukankah Mesa sudah pergi beberapa waktu yang lalu? apa dia kembali lagi," ucap Seo.
Kriekkk
Seo membuka pintu gubuknya, dan terkejut mendapati Mehru dan Kheiren berada diluar pintu gubuknya.
"Mehru, kheiren? ada apa kalian datang malam-malam?"
Mehru melirik kearah dalam, dan tidak menemukan siapapun berada disana.
"Tidak ada apa-apa aku dan Kheiren baru saja dari balai pengobatan. Aku kesini hanya ingin bertanya padamu, kira-kira kapan waktu kita akan pergi kepasar rakyat besok?"
"Tentu saja harus pagi, biar matahari tidak terlalu panas. Semua barang masih lengkap."
"Baiklah. Aku hanya ingin memastikan itu saja."
"Apa tidak ingin masuk dulu?"
"Tidak perlu. Ini sudah terlalu malam."
"Baiklah."
Mehru dan Kheiren segera pergi dari situ. Sementara Seo bisa bernafas dengan lega. Untung saja dia segera menyudahi percintaannya bersama Mesa. Entah mengapa malam ini dia hanya ingin melakukan hal itu hanya satu kali saja.
"Kalau Mesa tidak kegubuk Seo, Mesa pergi kemana?" tanya Kheiren.
"Apa mungkin dia ketempat suhu?" ujar Mehru.
"Baiklah,"
Saat Mehru dan Kheiren kembali, mereka sudah mendapati Mesa sudah berada digubuk tengah lelap tertidur. Kheiren dan Mehru bisa bernafas lega, karena melihat Mesa yang baik-baik saja.
"Sebaiknya kita tanyakan padanya besok saja," ucap Mehru.
"Benar. Mataku juga sudah sangat mengantuk."
"Emm." Mehru mengangguk.
Mehru dan Kheiren memutuskan untuk tidur menyusul Mesa.
*****
"Mesa. Kemana dirimu sehabis makan malam?"
tanya Mehru saat melihat Mesa baru selesai membersihkan diri.
"Aku pergi kebalai pengobatan untuk membuat ramuan."
"Ramuan? apa kau sedang sakit?"
"Ya. Aku merasa tubuhku sedikit tidak enak, mungkin karena sebentar lagi aku akan datang bulan."
"Baiklah. Kalau begitu kamu istirahat saja, aku mau pergi dulu."
"Pergi? pergi kemana?"
"Seo mengajakku pergi kepasar rakyat pagi ini. Kami akan menghabiskan waktu seharian untuk berbelanja dan bermain dipasar."
"Begitu?"
"Ya. Apa kamu menginginkan sesuatu? aku bisa membelikannya untukmu."
__ADS_1
"Aku nitip wewangian saja."
"Wewangian?"
"Ya. Apa kamu tidak pernah menggunakan itu? sebaiknya kamu pakai itu, karena sekarang kamu sudah punya kekasih."
"Ya. Aku akan mencobanya."
"Kemana Kheiren?"
"Dia pergi ketempat Mawe. Saat ini Gale sedang terkena demam, jadi dia menemani Mawe menjaga Gale."
"Baiklah. Hati-Hati,"
"Emm."
"Sial sekali, Seo asyik bersenang-senang dengan wanita itu, sementara aku ditinggal sendiri dihari libur begini. Jadi apa sebaiknya yang aku lakukan sekarang?" ujar Mesa setelah yakin Mehru pergi.
Mesa yang merasa bosan jadi salah tingakah sendiri. Sementara itu Mehru dan Seo pergi ke pasar rakyat dengan menunggangi satu kuda.
"Apa kamu sudah merencanakan apa saja yang ingin kamu beli?"
"Banyak, aku akan membeli apapun yang kuanggap bagus."
"Apa uangmu sebanyak itu?"
"Tidak juga. Tapi aku rasa cukup untuk belanja."
"Apa yang ingin kamu beli lebih dulu."
"Tentu saja jajanan lezat."
"Aku akan mengajakmu ketempat jualan makanan enak."
"Emm. Aku tidak sabar untuk mencicipinya."
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan, Seo dan Mehru akhirnyan tiba di pasar rakyat. Mata Mehru berbinar saat melihat keramaian pasar itu. Setelah menitipkan kuda mereka, Mehru dan Seo pergi ketempat makan yang Seo janjikan.
"Bukankah itu Mehru dan Seo?" ucap Paopao
"Iya. Mereka sudah menjadi sepasang kekasih sekarang." Jawab Puna.
"Apa itu artinya kamu menyerah dengan taruhan itu?"
"Iya. Aku menyerah bukan karena takut bersaing dengan Seo. Seo tidak ada apa-apanya dibandingkan denganku."
"Lalu kenapa?"
"Mehru gadis yang baik. Dia selalu membantuku setiap kali aku mendapat kesulitan tentang pelajaran yang diberikan tabib Cheng. Aku jadi tidak tega ingin memanfaatkannya."
"Kamu benar juga. Gadis itu sangat berbakat, sangat disayangkan kalau masa depannya kamu hancurkan."
"Andai saja dia belum jadi kekasih Seo, mungkin aku yang akan maju mendekatinya." ucap Puna.
"Jadi kamu menyukai Mehru?"
"Sepertinya begitu." Jawab puna.
"Lupakan saja, tidak perlu bersaing dengan Seo. Kalau memang kalian berjodoh, Mehru pasti akan dipisahkan dengan pria itu."
"Emm."
Sementara itu Mehru dan Seo sudah memesan banyak makanan, dan menyantapnya dengan lahap.
"Ini benar-benar membuatku mati kekenyangan," ujar Mehru sembari mengelus perutnya.
"Tentu saja. Kamu hampir menghabiskan semua menu yang kamu pesan, dan itu jumlahnya tidak sedikit."
"Aku ingin menikmati hidup hari ini."
"Bagaimana? apa kamu masih sanggup berjalan untuk berbelanja?"
"Tunggu sejenak, biarkan makanannya sedikit turun. Sepertinya baru sampai ditenggorokkanku."
__ADS_1
Seo terkekeh mendengar ucapan konyol Mehru. Pria itu menatap area sekelilingnya dan melihat benda pernak pernik yang sangat indah.
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏