SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
134. Dia Lagi?"


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


Bagggh


Bugghh


Baggghh


Bunghh


"Kamu pikir kamu bisa kabur begitu saja setelah ditolong pahlawan amatiran itu? dasar wanita ******! menyusahkan kami saja." Hardik salah seorang pria bertubuh besar.


Yayoi tampak meringkuk kesakitan, setelah berkali-kali mendapat tendangan bertubi-tubi diperut dan tubuhnya. Sungguh tidak seimbang jika tubuhnya yang terbilang kecil, harus berhadapan dengan 10 orang pria bertubuh besar dan memiliki senjata ditangan mereka.


Darah segar menyembur keluar ketika gadis lemah itu terbatuk.


"Seret dia," perintah salah seorang pria yang merupakan ketua dari mereka.


Sementara itu Sarlince yang tengah berjalan-jalan dengan Regent menikmati kuliner malam, terpaksa membuang makanan ditangannya karena melihat seorang wanita yang diseret dengan paksa.


Regent yang tengah memesan jajanan, tidak sadar kalau Sarlince sudah menghilang dari pandangan matanya.


"Yayoi," seru Sarlince.


Para pria itu menghentikan langkah mereka saat mendengar seseorang memanggil nama Yayoi dengan begitu lantang.


Sarlince menatap kearah Yayoi yang babak belur, dengan kedua lengannya diangkat layaknya mengangkat seekor binatang buruan, sementara kaki gadis itu menjuntai kebawah dengan begitu lemah.


Yahoi menatap Sarlince, bibir gadis itu bergetar saat menyebut nama temannya yang baru dikenalnya beberapa hari yang lalu.


"A-Aline...pergilah!"


Suara itu terdengar sangat lirih dan begitu sangat lemah.


"Dasar kalian pria sampah! apa dirumah kalian tidak memiliki keluarga seorang wanita? apa kalian itu terlahir dari lubang babi?" hardik Sarlince.


Seorang pria membisikkan sesuatu ketelinga sang ketua yang tampak berwajah garang.


"Oh...jadi kamu adalah wanita yang tempo hari sudah ikut campur itu? aku beri kamu kesempatan untuk melarikan diri, jangan terlalu banyak mulut karena ini sama sekali bukan urusanmu."


"Pria sampah seperti kalian memang layak dibasmi, kemarilah! aku akan menunjukkan pada kalian jalan masuk ke neraka,"


"Wanita pemberani, karena kamu begitu ingin terlibat, jangan salahkan aku saat tertangkap kamu harus menemaniku tidur semalaman."


"Pria bermulut sampah! bahkan berada satu mataharipun aku enggan denganmu,"


Sarlince menyerang pria itu bertubi-tubi. Pria itu sangat kuwalahan saat bertarung dengan Sarlince. Bahkan mereka terpaksa mengeroyok Sarlince secara bersama-sama.

__ADS_1


Baghhh


Bugghh


Baggghhh


Buggghhh


"Rasakan ini,"


Sarlince meninju pria terakhir dengan cukup keras, sepuluh orang pria berbadan tegap itu terkapar tak berdaya. Sarlince yang melihat situasi sudah terkendali, segera memapah Yayoi yang sudah lemah di tanah. Namun naas, saat dirinya lengah, seseorang sudah menembakkan sebuah peluruh bius dan tepat mengenai punggung Sarlince.


"Sial...bajingan itu sangat licik," lambat laun kesadaran Sarlince mulai menurun.


Brukkkkkkk


Sarlince tegeletak ditanah bersama Yayoi.


"A-Aline, bangunlah!" Yayoi sedikit mengguncang tubuh Sarlince yang tidak sadarkan diri.


"Bawa mereka berdua, wanita itu harus diberi pelajaran saat tiba di markas nanti,"


Empat orang pria bertubuh besar memapah Sarlince dan Yayoi untuk dimasukkan kedalam dua buah mobil Jip.


Setelah sampai di Markas, Yayoi dan Sarlince diletakkan diruang yang sama bersama ketiga teman Yayoi yang lain.


"Astaga Yayoi...kenapa kamu bisa tertangkap?" tanya Martin sembari memangku kepala Yayoi yang terlihat lemah.


"Yayoi. Apa yang terjadi? kenapa kamu bisa tertangkap? bukankah kamu sengaja menjatuhkan diri kelaut dan berhasil kabur?" tanya Akira.


"Iya Yoi. Seharusnya kamu pergi sejauh mungkin," timpal Chiro.


"Mungkin kita memang ditakdirkan untuk hidup bersama dan mati bersama. Kemana aku harus kabur? aku tidak memiliki apapun dan tidak memiliki siapapun disisiku."


"Lalu siapa wanita ini? kenapa dia bisa bersamamu?"


"Dia wanita bodoh yang suka ikut campur urusan orang lain. Bermaksud ingin menolongku, tapi dia sendiri jadi tidak beruntung. Padahal aku sudah menjelaskan padanya betapa bahayanya mafia naga hitam."


"Wanita yang malang, seharusnya dia berkumpul dengan keluarganya, sekarang malah terancam mati disini bersama kita," ujar Akira.


"Hussssttt mereka datang," bisik Martin.


"Apa wanita itu sudah sadar?" tanya salah seorang pria bertubuh tegap, yang tak lain ketua dari orang-orang yang menangkap Sarlince dan Yahoi.


"Belum Bos."


"Siram!"


Seorang pria bertato naga mengambil segayung air dan menyiramkannya pada Sarlince. Sarlince yang terkejut, langsung gelagapan karena mengira dirinya terkena banjir.

__ADS_1


Mata Sarlince menatap nyalang, saat melihat pria-pria bertubuh besar itu sedang menertawakan kondisi dirinya yang tampak kacau karena tersiram air.


"Pengecut! kalau berani, keluarkan aku dari sini dan mari kita bertarung hingga mati," ucap Sarlince.


"Tunggu sampai aku mendapat perintah dari bos kami, aku akan mengajakmu bertarung sepuasnya di atas ranjang." Jawab Pria itu sembari terkekeh.


"Kamu belum layak, pria bertubuh besar sepertimu pasti memiliki burung yang kecil. Tak akan bisa memuaskan diriku,"


pppfffffff


Martin, Akira, Yayoi, dan Chio tak bisa menahan tawanya saat mendengar ucapan Sarlince.


Merasa dipermalukan pria bertubuh besar itu menyuruh anak buahnya untuk menyeret Sarlince keluar. Sarlince kembali dikeroyok, kini jumlahnya bahkan lebih banyak dari sebelumnya.


"Lepaskan kami brengsek! jangan mengeroyoknya, pengecut! keluarkan kami dari sini," Yayoi berteriak karena tidak rela melihat Sarlince dikeroyok seorang diri.


"Diam!" hardik si pria berwajah bengis.


"Woahh..dia hebat sekali, gerakkannya sangat terlatih dan berwibawa," ucap Akira kagum.


"Sial! sehebat apapun dia, dia pasti akan kalah karena kelelahan," ujar Yayoi.


Dan benar saja, meskipun Sarlince berhasil membuat beberapa orang babak belur, tetap saja dirinya kelelahan dan mendapatkan pukulan keras diwajahnya hingga mengeluarkan darah segar.


"Aline...!" Teriak Yayoi saat melihat Sarlince terkapar dilantai.


Sarlince segera bangkit, wanita itu menyeringai sembari mengelap darah dari sudut bibirnya. Dia bisa merasakan kalau saat ini pipinya pasti sudah memar.


Namun bukan Sarlince namanya kalau mudah menyerah, Wanita itu kembali menyerang para pria itu dengan membabi buta dan berhasil menyerang titik vital mereka agar tidak mudah bangkit lagi. Saat Sarlince akan menerima pukulan dikepalanya dengan sebuah tongkat, suara seseorang menghentikan pertikaian sengit itu.


"Berhenti!"


Semua gerakkan tangan para pria itu terhenti di udara, saat akan menyerang Sarlince secara bersamaan. Sementara itu Hideo dan Yama memperhatikam kondisi anak buahnya yang tergeletak dilantai, karena babak belur dihajar oleh Sarlince.


Hideo menatap kearah Sarlince, wajah wanita itu sama sekali tak terlihat karena rambut panjangnya menutupi hampir seluruh wajahnya. Sarlince yang sedang mengatur nafasnya, perlahan menoleh kearah Hideo dan melihat pria itu dari celah rambutnya yang tergerai.


Sarlince menyeringai dibalik rambut yang menjuntai, dia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan pria yang menolak kebaikkannya itu.


Sementara Yayoi, Martin, Akira dan Chio tampak cemas saat melihat kedatangan Hideo, mereka tahu betul perangai pria ganas itu.


Hideo perlahan mendekati Sarlince dan menarik tangan Sarlince agar wanita itu tegap berdiri dihadapannya.


Srettttt


Hideo membenahi rambut Sarlince, matanya terbelalak saat tahu wanita yang berada dihadapannya adalah wanita yang sudah dua kali dia temui.


"Kenapa dia lagi?" batin Hideo.


Sarlince menyeringai saat melihat keterkejutan diwajah Hideo. Sementara Hideo menatap memar dipipi Sarlince dan kemudian menatap kearah para pria yang sudah memberi Sarlince pelajaran.

__ADS_1


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2