SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
137. Negosiasi


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


Klakkk


Klakkk


Klakkk


Seorang pria berkulit hitam membuka kunci kerangkeng besi, sembari melirik kearah Sarlince dan teman-temannya.


"Bos ingin bicara dengan yang namanya Aline,"


"Katakan pada bosmu, aku ingin bernegosiasi dengannya bersama Yayoi dan juga teman-temannya."


Pria itu mengunci kerangkeng kembali, dan menyampaikan apa yang Sarlince katakan padanya. Setelah disetujui, pria itu kemudian membawa Sarlince dan teman-temannya kesebuah ruangan khusus, yang sudah terdapat Hideo disana.


"Aku butuh jaminan, agar kamu tidak menipuku. Masalahnya jumlah barang yang kamu pesan bukan jumlah yang sedikit, minimal aku perlu uang mukanya terlebih dahulu," Hideo langsung membuka percakapan.


"Dalam berbisnis saling menanamkan kepercayaan sangatlah penting, ponselku saat ini sudah hilang, semua kartuku juga berada dalam tas itu. Apa kamu mau meminjamkan aku sebuah laptop? aku akan mengirim uang mukanya sekarang juga."


Tanpa banyak bicara, Hideo menghubungi Yama, orang kepercayaannya.


"Aku butuh laptop sekarang," ujar Hideo.


Selesai bicara singkat, Hideo langsung mengakhiri panggilan itu.


"Lalu bagaimana kesepakatan tentang Yayoi dan teman-temannya?" tanya Sarlince.


"Apa kau bisa menjamin mereka benar-benar akan tutup mulut?"


"Kamu tidak usah khawatir, mereka hanya ingin hidup normal seperti warga sipil biasa. Lagipula setelah keluar dari sini, mereka akan ikut bersamaku ke negara I. Kamu tidak usah khawatir, aku akan memberikan alamat rumahku padamu jadi kamu bisa mengeceknya langsung kalau tidak percaya."


"Kenapa kamu ingin membantu mereka? bukankah mereka sama sekali tidak memiliki hubungan apapun denganmu?"


"Hanya berdasarkan kemanusiaan saja, mereka ingin menjadi orang yang lurus, kenapa kita tidak mendukungnya? bukan salah mereka karena ingin memutuskan keluar dari jaringanmu, kenapa kamu tidak berpikir kalau sebenarnya mereka lelah hidup seperti ini?"


"Kamu..."


"Bos. Ini laptopnya," Yama memotong ucapan Hideo dan menyodorkan sebuah laptop didepan Hideo.


Hideo mendorong laptop itu kearah sarlince. Sarlince kemudian membuka akun bank yang dia milikki.


"Berapa uang muka yang kamu butuhkan?"


"50 juta Yen."


Tangan Sarlince bergerak lincah diatas laptop.


"Silahkan masukkan nomor rekeningmu," ujar Sarlince sembari menggeser laptop, agar menghadap kearah Hideo.

__ADS_1


Hideo meraih laptop itu, dan mulai mengetik beberapa angka disana. Setelah selesai, Hideo kemudian memberikan laptop itu kembali pada Sarlince.


Sarlince meraih laptop itu kembali dan mulai menekan tombol enter. Setelah menunggu beberapa saat, akun itu berhasil mentransfer sejumlah uang yang Hideo minta.


Ting


Ponsel Hideo berdenting, pertanda ada sebuah pesan masuk dari akun bank. Hideo mengecek pesan itu dan melihat sejumlah uang sudah masuk kedalam rekeningnya.


"Uangnya sudah masuk. Kalau begitu pesananmu akan segera aku proses. Katakan, senjata seperti apa yang kamu inginkan?"


"Yang pasti aku ingin 500 unit senjata itu memiliki kualitas yang terbaik, tidak masalah mau senjata jenis apa saja. Uang tidak jadi masalah, setelah barangnya sampai, sisa uangmu akan aku transfer kembali."


"Baiklah sudah diputuskan kalau begitu...."


"Bos..."


Seorang pria bertubuh tegap memotong pembicaraan Hideo dengan tergesa-gesa.


"Ada apa? apa kamu tidak melihat aku sedang membahas suatu hal yang penting disini?" tanya Hideo.


"Maaf bos, ini sangat darurat."


"Ada apa?"


"Sistem pertahanan kita berhasil ditembus oleh peretas mereka."


Mendengar itu Hideo langsung bangkit dari duduknya.


Hideo menghentikan langkahnya saat mendengar pertanyaan Sarlince.


"Ini bukan sesuatu yang bisa kamu jangkau, terlebih kamu hanya seorang wanita."


"Jangan meremehkan seorang wanita, aku yakin peretas yang kamu miliki tidak akan berhasil menahan serangan mereka. Kamu akan menanggung kerugian besar kalau sampai itu terjadi,"


"Apa kamu memiliki kemampuan meretas jauh lebih baik?"


"Kamu akan tahu setelah kita mencobanya,"


"Aku tidak percaya padamu, bagaimana kalau kamu menggunakan hal ini untuk kabur?"


"Dasar bodoh. Mau kabur bagaimana? orang-orangmu jauh lebih banyak disini, aku ingin keluar dari sini dengan cara terhormat. Lagipula kita sudah membuat kesepakatan bukan?"


Hideo tampak berpikir, dan kemudian memutuskan membawa Sarlince keruangan khusus yang biasa mereka sebut dengan ruang pusat teknologi.


Sarlince dan Hideo melihat beberapa orang tampak sibuk untuk menahan serangan yang sudah terlanjur menembus pertahanan mereka. Orang-Orang itu tampak berkeringat, padahal ruangan itu sama sekali tidak panas.


"Minggir," Sarlince menyuruh salah seorang dari mereka untuk bangkit dari tempat duduknya.


Pria itu melihat kearah Hideo karena takut salah, namun diluar dugaannya Hideo malah menganggukkan kepalanya.


Sarlince menjatuhkan bokongnya setelah pria itu bangkit dari tempat duduknya. Sementara itu Hideo dan Yama hanya bisa menatap gerak lincah jari jemari Sarlince diatas tombol-tombol komputer. Bahkan gerakkan tangan Sarlince terlampau lincah, sehingga mata Hideo, Yama dan yang lainnya tidak bisa lagi mengikuti arah pergerakkan itu. Mereka tidak tahu apa yang Sarlince tekan, hingga menimbulkan beberapa simbol aneh dilayar komputer.

__ADS_1


"Kalian berhentilah!" Sarlince memberikan kode dengan tangannya, agar keempat peretas yang Hideo miliki, berhenti membuat aksi apapun.


Lagi-Lagi keempat pria itu menoleh kearah Hideo dan diangguki oleh Hideo.


"Bos...." Yama cemas, karena sepertinya Hideo terlalu percaya pada Sarlince.


Tapi Hideo memberikan kode dengan tangannya, dan meyakinkan Yama bahwa semuanya pasti akan baik-baik saja.


Tangan Sarlince kembali bergerak lincah, kelima peretas yang Hideo miliki sangat terkejut, karena Sarlince berhasil membalikkan keadaan begitu cepat. Bahkan Sarlince mampu membuat serangan balik untuk orang-orang itu.


"Yes," kelima peretas itu bersorak bersama. Mereka sangat senang, karena melihat Sarlince berhasil menyerang pertahanan musuh mereka.


Hideo menatap Sarlince dengan takjub, dia benar-benar meremehkan kemampuan Sarlince sebelumnya. Sementara itu tangan Sarlince masih bergerak lincah, meskipun dia sudah berhasil mengalahkan lawannya dengan mudah.


Kelima peretas itu hanya bisa melongo melihat kemampuan Sarlince yang sangat jauh diatas mereka.


Traaa takkkk takk


Setelah selesai, Sarlince memutar kursi bulat itu, hingga tubuhnya berbalik menatap Hideo sembari menyunggingkan senyuman.


"Nona. Bagaimana bisa kamu melakukan hal itu dengan mudah? bahkan kami berlima pun tidak sanggup mengalahkan mereka? siapa kamu sebenarnya? apa kamu masih punya hubungan kerabat dengan albert einstein?" tanya salah seorang peretas.


Mendengar pertanyaan itu Sarlince jadi terkekeh, lagi-lagi dirinya dipertanyakan memiliki hubungan dengan manusia yang terkenal dengan kegeniusannya itu.


"Kalian benar. Aku memang mempunyai hubungan dengan orang itu," ujar Sarlince.


"Be-Benarkah? lalu nona siapanya?"


Sungguh pertanyaan itu benar-benar konyol terdengar.


"Cucunya."


Sementara itu Hideo hanya mengurut keningnya saat mendengar pertanyaan bodoh dari anak buahnya.


"Apa kalian itu bodoh? apa semua orang cerdas dimuka bumi ini harus dikaitkan dengan albert einstein? bikin kesal saja," gerutu Hideo.


Kelima peretas itu terdiam, sementara Sarlince hanya bisa mengulum senyumnya.


"Aku sudah membuatkan kalian perangkat lunak yang baru, aku pastikan mereka tidak akan bisa menembus pertahanan kalian lagi. Aku juga sudah menanamkan sebuah virus mematikan, saat mereka menyerang, maka virus itu akan menyerang mereka."


"Woahh...anda benar-benar genius dimasa kini nona, maukah anda mengajarkan kami?"


"Tidak perlu, kalian hanya harus banyak berlatih dan banyak-banyak membaca buku."


"Dia orang sibuk, bukan orang santai seperti kalian. Jadi tidak punya banyak waktu mengajari orang malas seperti kalian," ujar Hideo.


"Jangan dimasukkan hati, tidak ada orang bodoh didunia ini. Asal kalian mau belajar, siapapun bisa kalian kalahkan. Kuncinya hanya satu, jangan pernah meragukan kemampian diri kalian sendiri, kalian harus yakin bisa mengalahkan musuh-musuh kalian itu."


Kelima peretas itu mengangguk semangat, mereka sangat berterima kasih atas bantuan Sarlince.


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2