
Sreeeettttt
Pintu ruangan Sarlince kembali terbuka. Asmodeus, Marcus dan beberapa orang kepercayaannya memasuki ruangan itu dan membawa sebuah laptop.
"Aku pikir akan memberikan sebuah kabar yang membuatmu sedih hari ini. Tapi mau bagaimana lagi, memang inilah yang terjadi. Aku akan meninggalkan laptop ini bersamamu. Aku sudah mengisi penuh baterainya. Nanti setelah kamu menonton videonya, kamu bisa menghapus kesedihanmu dengan bermain game," ujar Asmodeus.
"Video apa maksudmu?" tanya Sarlince.
"Apa mau dikata, aku sendiri merasa tidak sanggup menyaksikannya. Tapi aku hanya ingin membantumu untuk menguak kebenaran. Bahwa suami yang kamu puja-puja itu, tidak setia seperti yang kamu kira." Jawaban Asmodeus membuat dahi Sarlince mengerut.
"Nanti setelah kamu menonton videonya, mungkin kamu akan langsung bersedia menikah denganku. Aku berjanji akan membahagiakanmu Sarlince," sambung Asmodeus.
"Omong kosong apa yang kamu bicarakan. Lebih baik cepat tinggalkan laptopnya, dan segera pergi dari ruangan ini," ujar Sarlince.
"Baiklah. Sepertinya kamu begitu tidak sabar ingin melihat kebenaran tentang suamimu. Marcus, tolong beri kekasih hatiku tisu," ujar Asmodeus.
Marcus mengulurkan satu box tisu, dan meletakkannya diatas meja kaca. Asmodeus dan yang lainnya kemudian keluar dari ruangan itu. Membiarkan Sarlince menonton video yang sudah siap untuk di tonton itu.
Perlahan Sarlince menekan tombol play, dan kemudian melihat video dimana Akira menikah dengan Lucia.
"Ti-Tidak mungkin. Regent tidak mungkin menghianatiku," gumam Sarlince.
Tidak hanya gumaman itu, air mata Sarlince sudah mulai merebak. Ada rasa sesak didadanya yang datang tiba-tiba.
"Apa yang kamu lakukan Re? kenapa kamu melakukan ini padaku? hiks...." Sarlince terisak.
"Baru beberapa hari aku disini, dan kamu sudah menikahi wanita lain?"
Sarlince kemudian menekan video selanjutnya, yang berisi kegiatan-kegiatan intim antara Akira dan juga Lucia. Video yang berdurasi panjang itu membuat Sarlince hampir menghancurkan laptop itu. Namun gerakkan tangannya terhenti, saat Sarlince mendengar percakapan antara Lucia dan juga Akira.
"Tunggu! ini bukan suara Regent. Ini seperti suara...."
Mata Sarlince terbelalak, saat sudah menyadari sesuatu. Dia mendengarkan percakapan itu secara seksama.
__ADS_1
"Dasar Akira mesum. Puaslah batangmu itu menghajar perawan Lucia," Sarlince terkekeh.
Sarlince memastikan sekali lagi video intim antara Akira dan Lucia. Dan dia sama sekali tidak menemukan tanda hijau yang ada dipunggung Regent seperti saat dirinya berhubungan dengan suaminya itu.
Sarlince bernafas lega dan terkekeh saat teringat kesedihannya beberapa detik yang lalu.
"Bisa-Bisanya aku sempat meragukan Regent. Mana mungkin pria yang mencintaiku, mengejarku di 7 kehidupan, akan menghianatiku demi wanita seperti itu. Seharusnya aku bisa membaca rencana mereka. Lucia adalah bagian dari mereka, tentu saja dia akan meminta syarat sebagai pertukaran informasi."
"Untuk mengelabuhi orang licik, maka kita harus pakai cara licik juga. Untung Megumi juga memiliki keahlian itu. Mereka pasti sangat bekerja keras. Semoga rencana kalian berhasil, dan kalian bisa menemukan aku disini,"
Sementara itu di tempat berbeda, Lucia dan Akira tengah menikmati hari-hari intim mereka berdua. Tiada hari tanpa diranjang, kedua insan itu seakan tidak ingin mengetahui dunia luar lagi.
"Sepertinya Regent sudah tergila-gila padaku. Dia bahkan memintanya terus menerus, dan ini sungguh sangat menyenangkan. Sepertinya aku tidak perlu terlalu khawatir, Regent pasti tidak akan kembali bersama Sarlince. Apalagi saat tahu aku mengandung anaknya.
"Sayang. Apa yang kamu pikirkan?" tanya Akira.
"Dia menyebutku sayang? apa dia sudah jatuh cinta padaku?" batin Lucia berbunga-bunga.
"Re. Apa aku tidak salah dengar? kamu tadi memanggilku sayang kan?" tanya Lucia.
"Daripada aku memikirkan wanita yang selalu membuatku lelah, lebih baik aku membuat hubungan yang baru dan bahagia. Aku tidak perduli lagi meski kamu tidak memberiku alamat dia tinggal. Kalau hartanya mau diserahkan di panti sosial juga terserah. Yang penting aku bahagian bersamamu dan anak-anak kita nanti," sambung Akira.
"Tidak. Harta Sarlince tidak bisa jatuh ke tangan orang lain. Kita butuh harta itu untuk anak keturunan kita. Memangnya kalau boleh tahu berapa perkiraan harta yang Sarlince miliki?" tanya Lucia.
"Sekitar 50 triliun." Jawab Akira asal.
"Li-Lima puluh triliun?" tanya Lucia.
"Iya. Itulah sebabnya aku sangat sayang dengan aset-asetnya itu. Itu bisa membuat kita kaya 7 turunan. Anak-Anak kita tidak akan pernah kekurangan." Jawab Akira.
"Kalau begitu buatlah berkas-berkas yang dibutuhkan. Serahkan semuanya padaku. Aku pasti bisa mendapat tanda tangan Sarlince," ujar Lucia yang membuat Akira jadi terkekeh.
"Kenapa kamu tertawa?" tanya Lucia.
__ADS_1
"Kamu pikir kenapa dikehidupan ini Sarlince baru bisa tertangkap? itu karena dia wanita yang cerdas. Dia tidak mungkin mau menandatangani itu. Dia hanya percaya padaku." Jawab Akira.
"Gawat. Sarlince pasti sudah melihat video itu. Kalau dia sudah melihat video itu, dia tidak mungkin percaya pada Regent lagi," batin Megumi.
"Emm...selain kamu, siapa lagi orang yang dipercaya oleh Sarlince?" tanya Lucia.
"Megumi dan Vano." Jawab Akira.
"Sayang. Sepertinya aku sudah membuat kesalahan," ujar Lucia.
"Ada apa?" tanya Akira.
"Tanpa sepengetahuanmu aku membuat video saat kita sedang...." Lucia tertunduk.
"Kamu mengirimnya pada Sarlince?" tanya Akira yang mendapat anggukkan kepala dari Lucia.
"Mampus. Kali ini Regent dapat masalah baru. Entah bagaimana keadaan Sarlince saat ini," batin Akira.
"Sayang. Kamu marah ya sama aku?" tanya Lucia dengan nada manja.
"Mana mungkin aku marah. Aku sudah bilang, aku tidak perduli lagi. Kalau begitu kita bisa memaksanya saja untuk minta tanda tangan itu bukan?" tanya Akira.
"Serahkan padaku saja. Aku pasti bisa melakukannya," ujar Lucia.
"Jangan sayang. Kamu tidak akan berhasil. Kalau aku yang kesana, dia pasti minta penjelasan padaku tentang video itu. Aku akan merayunya, dan membuat alasan sebisaku," ujar Akira.
"Tapi aku takut kamu tergoda lagi dengannya," ujar Lucia.
"Hey...apa sih? kenapa aku mau mengorbankan nyawaku lagi seperti yang sudah-sudah. Aku sudah lelah, aku ingin bahagia. Aku ingin punya anak," ujar Akira.
"Aku akan bicarakan ini dengan tuan besar. Mungkin dengan begini, dia bisa bersatu dengan Sarlince," ujar Lucia.
"Kenapa tidak aku antar saja? aku bisa bicara langsung dengan tuanmu itu. Aku ingin barter saja sama dia. Aku ingin dia melepaskanmu seutuhnya, aku tidak ingin kamu berhubungan lagi dengan orang-orang itu, dan hidup bahagia bersamaku. Aku ini cemburuan loh orangnya," ujar Akira.
__ADS_1
"Oh ya? aku jadi ingin tahu bagaimana caramu menahanku, karena rasa cemburumu itu," ujar Lucia sembari mengalungkan tangan keleher Akira.
Akira tidak ingin banyak bicara lagi, dia langsung mengungkung Lucia, dan membuat kamar itu dipenuhi kembali oleh suara merdu mereka.