SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
48.Teka-Teki


__ADS_3

Tinggalkan Like, koment dan Vote🤗🙏


*****


"Bukan. Ini tentang masalah pribadi. Tapi ini sangat penting." Jawab Umi.


"Masalah pribadi? baiklah akan aku sampaikan terlebih dahulu maksudmu itu. Tapi Nona Umi, ada kemungkinan Tuan Regent bisa menemuimu setelah usai kompetisi di perusahaan. Besok adalah kompetisi terakhir, jadi bersabarlah."


"Tidak masalah. Aku akan menunggu kabar baikmu Tuan Vino," ucap Umi.


"Baiklah, selamat sore Nona Umi.


"Sore."


Umi dan Vino mengakhiri percakapan itu. Umi bisa melihat Sarlince datang dengan menenteng sebuah plastik ditangan kanannya.


"Anda pulang terlambat hari ini Nona," ucap Uni.


"Ya. Aku harus mampir kesuatu tempat, agar janjiku pada seseorang terpenuhi." Jawab Sarlince sembari menyodorkan plastik yang berisi kotak ponsel.


Umi meraih benda itu dan membuka isinya. Mata Umi terbelalak saat melihat ponsel canggih keluaran terbaru yang sedang berada ditangannya.


"Nona ini terlalu berlebihan. Bukankah ini sangat mahal?" tanya Umi.


"Kamu itu asistenku. Tentu harus mendapatkan fasilitas yang memadai, kita bisa berkomunikasi dengan cara apa saja melalui ponsel itu."


"Terima kasih Nona,"


"Emm." Sarlince mengangguk sembari membingkai senyumnya.


"Aku kekamar dulu, mau membersihkan diri."


"Ya. Anda harus beristirahat, anda pasti sangat lelah hari ini. Apa makan malam anda ingin saya antar ke kamar?" tanya Umi.


"Tidak perlu. Tadi aku sudah makan diluar. Jadi aku akan melewatkan makan malamku hari ini." Jawab Sarlince.


"Baiklah."


Sarlince berlalu dari hadapan Umi. Umi segera mengotak atik ponsel itu dan memasukkan email miliknya. Umi juga memeriksa kotak masuk pada emailnya, kalau-kalau sang sahabat sudah membaca email darinya dan mereka bisa segera bertemu.


Sarlince melepas pakaiannya dan segera berendam didalam bathup. Matanya terpejam, hingga tidak sadar diapun tertidur karena kelelahan.


"Kamu wanita si rahim kering, tidak akan pernah bisa memberikan aku keturunan. Kamu itu wanita yang sudah dikutuk leluhur, jadi terima saja dia sebagai sainganmu. Buatlah dirimu sadar diri dengan kekuranganmu,"


"Kamu si wanita mandul. Pasti kamulah yang salah dalam hal ini. Keturunanku tidak ada yang mandul, sementara keluargamu tidak tahu asal usulnya darimana. Jadi terima saja dia sebagai madumu. Saat anak kami lahir nanti, kamu juga bisa menganggapnya anakmu dan mengasuhnya,"

__ADS_1


"Rahimmu sudah divonis tabib rusak bukan? jadi tidak perlu meminum obat-obatan herbal lagi. Itu akan menghabiskan emas dan perak kerajaan saja. Terima saja dia sebagai selir baruku. Saat ini dia sedang mengandung anakku, kamu bisa menjadi ibu asuhnya nanti."


"Sudah 7 tahun aku menikahimu tapi kamu tidak pernah bisa memberikan anak untukku. Jadi jangan salahkan aku lebih memilih Haruka, dia pasti bisa memberikan apa yang tidak bisa kamu berikan. Jadi aku putuskan ingin berpisah denganmu,"


Blammmmm


Mata Sarlince terbuka sempurna, tanpa sadar air matanya sudah membasahi seluruh wajahnya. Bahkan isak tangis itu masih terbawa hingga kealam nyata. Semua perkataan itu bukan hanya sekedar mimpi bagi Sarlince, tapi itu benar-benar ucapan nyata dari seseorang yang selalu menghianatinya berkali-kali.


"Dikehidupan ini, aku yang akan menolak memiliki anak denganmu. Aku pastikan kamu tidak akan mendapatkannya lagi kali ini. Aku bahkan akan memusnahkan semua garis keturunanmu yang selalu kamu banggakan itu," ujar Sarlince lirih.


Sarlince beranjak dari bathup dan membilas tubuhnya dengan air mengalir dari shower. Untuk sejenak Sarlince masih teringat saat kehidupan sebelumnya dia kehilangan tangan, sementara Megumi kehilangan kakinya. Sarlince masih bisa merasakan rasa sakit saat sebuah belati menghujam tepat didadanya kala itu.


"Aaaaaaaaaaakkkkhhhhh" Sarlince meluapkan semua amarahnya dengan berteriak sekerasnya.


Tiba-Tiba Sarlince teringat akan sosok Regent yang memenuhi perasaannya akhir-akhir ini.


"Haruskah aku memanfaatkan dia untuk membalas semua rasa sakit hatiku? tapi dia tidak bersalah dalam hal ini, aku tahu perasaannya sangat tulus padaku. Kalau aku memanfaatkan dia, lalu apa bedanya aku dengan pria jahat itu?"


"Akan lebih baik kalau kami tidak melibatkan perasaan ini terlalu jauh. Aku maupun dia, harus sama-sama memusnahkan rasa terlarang ini. Jika memang kami berjodoh dikemudian hari, kami pasti akan disatukan dengan cara apapun. Tapi ...."


Sarlince menelan salivanya yang terasa kering, meski suasana disekitarnya cukup basah.


"Tapi apa nasibku akan sama, saat dikehidupan ini aku juga tidak bisa memiliki keturunan? apa dia juga akan meninggalkanku dan mengkhianatiku sama seperti kehidupanku sebelumnya?"


"Ah...ini sangat menyakitkan. Kenapa aku tidak memiliki keberuntungan itu,"


*****


"Nona. Apa ini kompetisi terakhir anda?" tanya Umi.


"Darimana kamu tahu?"


"Kemarin aku sudah menghubungi asisten Vino. Aku ingin dibuatkan janji agar bisa bertemu dengan Tuan Regent."


"Apa Regent bersedia?"


"Belum tahu. Vino baru akan menyampaikannya, tapi kemungkinan beliau mau menemuiku setelah kompetisi ini usai."


"Semoga ada titik terang tentang sahabatmu itu."


"Sebenarnya sudah ada titik terangnya, waktu aku meminjam laptop Nona, aku melihat dia mengirimkan email padaku. Tapi sampai saat ini emailku sama sekali tidak dia balas. Tapi tujuanku menemui Tuan Regent bukan hanya ingin mengetahui keberadaan sahabatku itu, tapi aku ingin memecahkan sebuah teka-teki yang belum aku pahami."


"Teka-Teki?"


"Ya. Maaf Nona, lain kali aku akan menceritakannya padamu. Saat ini masih belum jelas."

__ADS_1


"Oh ya. Aku tidak sempat mencharger ponselku semalam. Tolong nanti kamu bawa saja ponselku kekantor dan charger disana. Setelah kompetisi aku akan langsung kembali kekantor."


"Baik Nona." Jawab Umi.


"Aku duluan ya?"


Sarlince beranjak dari meja makan setelah menghabiskan segelas susu hingga tandas.


"Apa kamu sudah melaporkan ini pada tuan Alex?" ujar salah seorang pelayan.


"Aku sudah melaporkannya pada Nyonya Sarah. Mereka sudah menyuruh seseorang untuk mengikuti Nona Sarlince.


"Baguslah. Aku juga jadi penasaran, dia mau pergi kemana dengan dandanan seperti itu? dan dia tidak pergi kekantor bersama Umi."


"Apa dia pergi berkencan dengan pria lain?"


"Mana mungkin berkencan dengan dandanan seperti itu. Minimal dia memakai dres bukan? bukan dengan memakai kemeja laki-laki seperti itu."


"Kehidupan orang kaya memang membingungkan. Kalau aku jadi dia, aku pasti pakai dres mahal, dengan seluruh perhiasan ditubuhku."


"Itulah kamu tidak ditakdirkan jadi orang kaya, karena gaya hidupmu sangat berlebihan."


Pelayan itu hanya mencibirkan bibirnya mendengar komentar dari temannya itu.


Tap


Tap


Tap


Regent memasuki ruang kompetisi dengan wajah datar. Matanya mencari sesuatu hingga mata itu tertuju pada seseorang yang duduk dipojok dinding ruangan.


"Dia menepati janjinya untuk menyelesaikan kompetisi," batin Regent senang.


"Wajahnya sangat asam, bahkan lebih asam dari mangga muda. Apa sekarang dia berubah jadi membenciku?" batin Sarlince.


"Hari ini adalah babak penyisihan terakhir. Kalian bertiga hanya perlu menyingkirkan satu orang diantara kalian. Karena perusahaan kami hanya membutuhkan dua orang yang benar-benar berkompeten. Untuk yang menjadi juara ketiga tidak usah bersedih, kami akan tetap memberikan hadiah dan sebuah sertifikat untuk menghargai jerih payah kalian selama mengikuti kompetisi," ujar Regent.


"Hari ini kalian akan memecahkan sebuah kasus yang lumayan rumit. Kami menyimpan sebuah data yang dilindungi oleh sebuah perangkat lunak yang sudah teruji tentunya. Kami ingin kalian menerobos masuk dan mencuri data dari laptop yang ada dimeja ini. Kami akan menilai berdasarkan kecepatan anda dalam membobol sistem pertahanan perangkat lunak yang juga sudah dibuat anti virus, dan virus itu bisa menyerang perangkat lunak yang kalian miliki."


"Kami ingin kalian mencuri data disini tidak dengan cara instan. Kami ingin kalian membuat perangkat lunak lebih dulu dan membuat anti virus kalian sendiri. Jadi kami tidak bisa menanggung kerugian anda, kalau anda menggunakan Ip pribadi dan berakhir dengan kerusakan."


"Apa kalian faham?" tanya Regent.


"Faham." Jawab Mereka serentak.

__ADS_1


Para peserta kompetisi pun mulai melakukan aksinya. Namun kali ini Sarlince ingin benar-benar mundur sebagai pemenang. Wanita itu sudah bertekad akan menjauhi Regent sepenuhnya dan membatalkan semua kontrak kerjasama dengan pria itu.


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2