SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
132. Murka


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


Prakkkkk


Sebuah botol minuman hancur berserakan saat seorang pria bengis menghantamkannya disalah satu kepala anak buahnya yang gagal diberikan tugas.


Darah segar tampak mengucur dari kepala pria itu dan meringis kesakitan.


Plakkk


Plakkk


Plakkk


Plakkk


Sisa pria yang lain mendapat tamparan keras dikepala mereka, pria bengis itu tampak murka dengan mata yang hampir keluar dari sarangnya. Sementara itu seorang pria tampan dan berwibawa tampak duduk tenang, saat menyaksikan pria bengis itu memberi pelajaran pada anak buahnya.


"Memalukan! bagaimana bisa kalian pria bertubuh besar bisa jadi pecundang oleh dua orang wanita? sebaiknya kalian tidak usah lagi memiliki barang diselangkangan kalian itu," hardik si pria bengis.


Kelima pria itu mendadak ketakutan, mereka sangat takut barang masa depan mereka benar-benar akan dimusnahkan.


"Katakan! siapa yang sudah membantu Yayoi kabur dari cengkraman kalian?"


"Tidak tahu bos, sepertinya dia cuma warga sipil biasa. Beri kami kesempatan untuk menyelidikinya dan menangkapnya."


"Itu memang tugas kalian, aku ingin kalian membawa wanita itu bersama Yayoi juga. Kalau tidak, nyawa kalian yang akan menjadi gantinya."


"Ba-Baik bos," Jawab mereka serentak.


Pria bengis itu memberikan kode dengan tangannya agar kelima pria itu segera pergi dari hadapannya.


"Terlalu banyak warga sipil yang ikut campur, maka sangat berbahaya, habisi siapapun orangnya," ucap seorang pria tampan yang mempunyai pembawaan tenang itu.


"Maaf aku sudah gagal menangkap Yayoi Bos," ucap si pria bengis.


"Yama. Kamu pasti tahu aku paling tidak suka dengan kegagalan, seharusnya Yayoi sudah mati bersama ketiga temannya itu."


"Iya Bos. Ketiga temannya itu belum di eksekusi, akan lebih seru kalau mereka mati bersama Yayoi,"


"Aku tidak menyangka Yayoi bisa selicin itu, gadis itu lebih berbahaya dari yang aku kira. Kita tidak bisa membiarkan gadis seperti itu hidup terlalu lama, rahasia kita terlalu banyak dia pegang."


"Baik Bos."


Hideo kemudian melangkah pergi meninggalkan markas kebesaran mereka, dengan menaiki sebuah mobil sport keluaran terbaru. Saat ini tujuan pria itu ingin pergi kesalah satu tempat hiburan malam yang dia bangun atas usahanya sendiri. Seperti malam-malam yang dia inginkan, pria itu akan menghabiskan malam bersama wanita-wanita yang menggairahkan.


*****

__ADS_1


"Sialan. Sepertinya dompetku tertinggal di kamar itu,"


Hideo tampak kebingungan saat ingin membayar sebotol minuman dingin didepan kasir sebuah mini market. Tidak ada yang tahu kalau pria tampan itu sebenarnya pemimpin dari sebuah geng paling ditakuti di negara J. Sehari-Hari pria itu berpenampilan layaknya warga sipil biasa, dirinya yang merasa haus terpaksa turun ingin mencari sebotol minuman dingin untuk menghilangkan dahaganya.


Hideo saat ini memang baru pulang dari bermalam ditempat klub malamnya, karena terburu-buru ingin mengantarkan sang nenek pergi terapy, dirinya jadi ketinggalan dompet dikamar pribadinya.


"Maaf tuan, apa minumannya jadi dibeli?" tanya sang kasir.


"Maaf sepertinya dompet saya tertinggal." Jawab Hideo.


"Biar saya yang membayarnya untukmu,"


Hideo menoleh keasal suara, Sarlince meletakkan beberapa botol minuman dan beberapa roti untuk sarapan paginya bersama Regent.


"Sekalian saja hitung dengan punyaku ini," sambung Sarlince.


"Tidak perlu, hausku sudah hilang," ucap Hideo yang akan beranjak pergi.


"Tidak baik menolak kebaikkan seseorang, terlebih mungkin tubuhmu sangat membutuhkan asupan cairan yang cukup. Ambilah,"


Sarlince menyodorkan sebotol minuman yang stikernya bergambar buah jeruk itu. Hideo meraih minuman itu dan pergi begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih.


Sementara Sarlince melanjutkan pembayaran di kasir untuk semua barang-barang yang dia beli.


"Apa hanya ini saja nona?" tanya Sang kasir.


"Ya itu saja."


"Heh...ternyata sama saja, wanita murahan!"


Hideo menginjak gas mobilnya setelah tahu Sarlince memasuki sebuah hotel, pria itu mengira Sarlince wanita sewaan pria hidung belang yang ditiduri disebuah hotel.


"Apa yang kamu beli?" tanya Regent


"Cuma roti dan minuman."


"Kenapa tidak makan makanan hotel saja?"


"Bosan. Aku sedang ingin sarapan roti saja,"


Sarlince mulai menggigit roti yang berisi toping coklat, dan sangat menikmati makanannya.


"Kita hari ini mau kemana?" tanya Regent.


"Apa saat ini bunga sakura sedang mekar?"


"Ya. Apa kamu ingin berkunjung kesana?"


"Emm. Aku belum pernah melihat bunga itu secara langsung,"

__ADS_1


"Kalau begitu kita akan pergi kesana setelah sarapan."


"Oke."


Sementara itu ditempat berbeda Hideo baru saja tiba dikediamannya.


"Baru pulang anak nakal? tega-teganya membiarkan nenek lama menunggu," Azuzi menarik telinga cucu kesayangannya itu.


"Aduh ampun nek, maaf Hideo sangat sibuk bekerja."


"Hah...ya sudahlah, apa kamu jadi mengantar nenek terapi? kaki nenek sakitnya kambuh lagi,"


"Pasti nenek tidak teratur minum obat, dan memakan makanan yang dilarang oleh dokter kan?"


"Jangan cerewet, cepat antarkan nenek pergi terapi."


"Iya baiklah, Hideo mandi dulu dan ganti baju."


"Jangan terlalu lama."


"Iya."


Hideo bergegas menaiki tangga, Hideo memang hanya tinggal berdua saja dengan sang nenek. Ibunya sudah lama meninggal, dan sang ayah menikah lagi dengan wanita lain. Hideo memilih tinggal bersama sang nenek, karena tidak ingin tinggal serumah dengan sang ibu tiri dan juga anak-anak hasil pernikahan sang ayah dengan istri barunya.


"Apa pekerjaanmu lancar?" tanya Azuzi saat mereka sedang dalam perjalanan menuju sebuah tempat pengobatan tradisional.


"Semuanya berjalan baik,"


"Kamu selalu berjanji pada nenek ingin membawa nenek ketempat kerjamu, apa bos mu itu terlalu galak sehingga tidak mengizinkanmu membawa nenek makan di restaurant bos mu itu?"


"Memangnya nenek ingin makan apa? nanti Hideo bawakan saja dari restaurant."


"Nenek cuma mau tahu tempat kerjamu, bertahun-tahun kamu bekerja di restaurant itu tapi tidak pernah mengajak nenek. Kamu selalu pulang telat, bosmu itu pasti sudah kamu buat kaya raya karena karyawannya sangat rajin sepertimu."


"Baiklah, bagaimana kalau pekan depan aku meminta cuti sehari untuk membawa nenek makan direstauran tempatku bekerja?"


"Janji palsu lagi, sudah berapa kali kamu bilang begitu?"


"Tidak! kali ini Hideo bersungguh-sungguh."


"Baiklah, nenek pegang janjimu itu. Sekalian kamu bawa juga kekasihmu."


"Kekasih?"


"Jangan bilang cucu nenek yang tampan belum memiliki kekasih. Kamu itu sudah dewasa, sudah waktunya menikah. Kalau kamu menikah, nenek tidak kesepian lagi dirumah."


"Ya. Ini Hideo lagi berusaha mencari cucu menantu yang cocok dengan nenek."


"Kenapa cocok denganku? yang mau hidup dengannya kan kamu? terlihat sekali tidak niat cari istri."

__ADS_1


Hideo mengurut keningnya, dia tidak akan pernah bisa menang tiap kali berdebat dengan sang nenek. Kini dia harus memikirkan cara bagaimana bisa membawa sang nenek pergi ke restaurant. Sementara dirinya tidak punya usaha dibidang itu ataupun teman yang memiliki usaha dibidang kuliner.


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2