SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
45. Salah Mengira


__ADS_3

Tinggalkan like, Koment dan vote🤗🙏


*****


Sarlince kembali memasuki ruangan kompetisi dan duduk dengan tenang dimeja dan kursi miliknya. Vino mulai menjelaskan tentang aturan kompetisi, dan kasus apa yang akan peserta pecahkan kali ini. Setelah para peserta mengerti dengan apa yang Vino jelaskan, para peserta mulai berkutat pada layar laptop yang berada didepan mereka masing-masing. Lagi-Lagi Sarlince menjadi juara pertama sebagai pemenang kompetisi kali ini. Salince mampu menyelesaikan tantangan hanya dalam waktu 1 menit 30 detik.


Diam-Diam Regent tersenyum senang, karena merasa bangga dengan prestasi wanitanya itu. Dan bagi para peserta yang gugur, mereka dipersilahkan meninggalkan ruangan dengan tertib dan hanya meninggalkan 10 orang peserta didalam ruangan itu.


"Hanya tinggal dua orang wanita didalam ruangan ini, yaitu aku dan gadis itu. Apa dia orang yang sedang kami cari?" batin Lucia.


Lucia tampak menatap seorang gadis dengan rambut hitam legam. Sementara gadis yang ditatap sama sekali tidak tahu permasalahan dan terlihat cuek saja.


Untuk selanjutnya yaitu tahap penyisihan 5 besar. Para peserta dibawa keruangan khusus, disana sudah tersedia 10 brankas dengan ukuran sedang. Brankas itu sudah diberikan kode rumit, dan didalam brankas sudah disediakan berbagai macam hadiah agar para peserta merasa senang dan tidak terbebani dengan kompetisi yang menegangkan.


Disebuah meja sudah disediakan sebuah toples kaca bening dan berisi 10 kertas gulung yang berisi angka brankas. Para peserta dipersilahkan mengambil satu persatu kertas itu dan memperlihatkan nomor yang tertera dikertas kepada Panitia.


"Kalian dipersilahkan membuka brankas, sesuai dengan nomor brankas yang tertera dikertas kalian masing-masing. Didalam brankas yang akan kalian buka, sudah tersedia hadiah untuk kalian ambil. Jadi kalau kalian tidak mampu membuka Brankasnya, maka kalian tidak akan bisa mengambil hadiah kalian," ujar Vino.


"Untuk penyemangat kalian, saya akan kasih bocoran untuk kalian semua. Bahwa didalam brankas ini, kalian akan mendapatkan hadiah yang nilainya tidak dibawah harga 10 juta. Bahkan untuk hadiah doorprizenya ada hadiah yang seharga 20 juta. Jadi, bersemangatlah," sambung Vino.


Para peserta begitu antusias mendengar ucapan Vino, dan bertepuk tangan atas penyemangat kompetisi yang Vino sampaikan. Para peserta kemudian dipersilahkan membuka brankas sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh peserta. Mereka hanya diberikan waktu tidak lebih dari 10 menit.


Para peserta mulai beraksi mengotak atik kode brankas, agar mereka bisa membuka dan mengambil hadiah mereka. Terkecuali Sarlince, wanita itu malah duduk dengan santai diatas lantai yang dingin sembari menatap pemutar brankas yang memiliki angka disekelilingnya.


"Apa yang dia lakukan? kenapa dia jadi melamun? ayo aline, kamu pasti bisa," batin Regent.


Entah apa penyebabnya, Sarlince malah kefikiran dengan hari ulang tahunnya sendiri untuk membuka kode brankas itu. Dengan penuh percaya diri, Sarlince mulai memutar bulatan pada brankas itu dan kemudian mencocokan semua angka yang dia inginkan.


"Dia yang kompetisi, kenapa aku yang gugup?" batin Regent.

__ADS_1


Jujur, Regent memang harap-harap cemas. Pria itu ingin Sarlince berhasil memecahkan kode yang dia buat sendiri. Dan semua kode itu memang sama ditiap brankas.


Ceklek


Pintu brankas itu terbuka. Sarlince tertegun karena Regent benar-benar memasang tanggal bulan dan tahun lahirnya sebagai kode itu. Sementara Vino dan Regent dibuat takjub karena Sarlince bisa membuka brankas itu hanya dalam waktu kurang dari 3 menit saja.


"Bahkan kamu bisa membaca isi hatiku lewat kode brankas itu Aline," batin Regent.


Sarlince melirik Regent dengan ekor matanya dan kemudian mengambil sesuatu yang berada didalam brankas itu. Sarlince memperhatikan kotak kecil berwarna merah yang ada didepannya. Wanita itu perlahan membuka hadiah miliknya dan menemukan cicin indah bermata satu dengan harga senilai 20 juta.


Sarlince berdiri dari duduknya, dan kemudian pergi menghampiri Regent dan Vino.


"Hadiah ini tidak cocok dengan saya karena saya seorang pria. Bolehkan saya menukar hadiahnya dengan hadiah peserta yang lain?" tanya Sarlince.


"Itu adalah hak mu. Kalau kamu tidak ingin memakainya, kamu bisa memberikannya pada pacarmu atau bisa juga kamu jual." Jawab Vino.


"Baiklah terima kasih Tuan atas hadiahnya,"


Sarlince menatap mata Regent sejenak. Tidak dapat dipungkiri, hatinya sedikit berbunga saat tahu Regent begitu menyukai dirinya. Tapi perasaan itu segera dia tepis, walau bagaimanapun dia sudah memiliki suami saat ini.


Untuk selanjutnya peserta yang berhasil memecahkan kode itu adalah Lucia. Lucia mengambil hadiah miliknya dan mendapatkan sebuah jam tangan yang nilainya seharga 12 juta. Lucia mampu memecahkan kode itu kurang dari 5 menit saja.


Sarlince menyimpan hadiahnya kedalam saku celana. Dan duduk menunggu bersama Lucia untuk menyaksikan peserta yang lain beraksi hingga waktu yang sudah ditentukan.


"Oke selesai. Mohon untuk berdiri dan tidak ada yang menyentuh tombol lagi," ujar Vino.


Vino kemudian memeriksa hasilnya dan dari 10 orang peserta, hanya 7 orang yang mampu membuka kode brankas itu. Namun, tetap saja panitia harus menyingkirkan 2 orang peserta lagi karena mereka hanya akan mengambil 5 orang peserta untuk mengikuti kompetisi selanjutnya.


"Sudah waktunya makan siang. Kelima peserta dipersilahkan istirahat dan makan siang di kantin. Seperti biasa, kalian akan mendapatkan makan siang gratis hari ini sepuasnya," ujar Vino.

__ADS_1


Para peserta meninggalkan ruangan dengan tertib. Sebelum kekantin, Sarlince membuat panggilan untuk Umi terlebih dahulu.


"Siapa yang dia telpon? apa dia menelpon suaminya?" batin Regent.


Regent yang cemburu mengepalkan tangannya, dan langsung pergi ke kantin lebih dulu. Regent memang pemimpin yg humble, dia bahkan makan dikantin yang sama dengan karyawan kantornya. Hari ini Regent dan Vino memesan batagor sebagai menu makan siangnya.


"Wanita ini memang memungkinkan adalah dia. Aku harus menyelidikinya. Karena hanya aku dan dia yang tersisa dikompetisi 5 besar ini," batin Lucia.


Lucia menghampiri gadis berambut hitam dengan kaca mata tebal bertengger diatas hidungnya.


"Bolehkah aku duduk denganmu? aku merasa sepi kalau makan sendiri," ujar Lucia.


"Tentu. Silahkan duduk! apa kamu peserta yng mengikuti kompetisi hari ini?" tanya Linda.


"Ya kapten Aline." Jawab Lucia tiba-tiba.


Linda mengerutkan dahinya sama sekali bukan ekspresi terkejut seperti yang Lucia bayangkan.


"Apa aku salah orang? seharusnya kalau dia memang orang itu, dia pasti akan memberikan ekspresi terkejut bukan?" batin Lucia.


"Kapten Aline? siapa itu?" tanya Linda tidak mengerti.


"Maaf aku jadi asal bicara. Aku jadi teringat dengan kakakku, wajahmu sangat mirip dengannya dan dia seorang perwira." Jawab Lucia.


"Oh," Linda hanya ber oh ria saat mendengar penjelasan Lucia.


"Sial, ternyata aku benar-benar salah mengira. Memalukan! jadi apa aku harus mundur dalam kompetisi ini? tapi aku benar-benar ingin menaklukan pemilik perusahaan ini, aku sangat menyukai dia," batin Lucia.


Lucia bergegas menghabiskan makan siangnya, karena dia harus segera memberikan laporan untuk atasannya.

__ADS_1


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2