
Drap
Drap
Drap
Langkah kaki Lucia terlihat tergesa-gesa saat memasuki laboratorium raksasa milik Sarlince. Kini wajah Akira sudah di rubah kembali dengan menggunakan wajah milik Regent.
"Sayang. Kamu nggak kenapa-kenapa kan? kenapa ini bisa terjadi? bukankah kamu ada perjalanan bisnis ke luar kota? lalu kenapa kamu bisa terluka?" tanya Lucia.
Lucia kemudian melihat orang-orang disekelilingnya. Dia sangat terkejut, saat melihat Regent merangkul pinggang Sarlince di salah satu sudut ruangan.
"Eh?" langkah Lucia mundur seketika saat dirinya menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
"K-Kamu menipuku?" air mata Lucia betkaca-kaca.
"Tidak sayang. Aku tidak ada maksud untuk menipumu," Akira berusaha bangkit meski lengannya terasa sangat sakit.
"Tutup mulutmu! kalau bukan nipu, lalu ini apa? dengan bodohnya aku masuk jebakkan kalian. Kalau kamu bukan Regent lalu kamu siapa?" tanya Lucia.
Akira perlahan melepas wajah palsunya, dan kini terpampanglah wajah aslinya.
"Aku memang tidak setampan atau sekaya Regent. Tapi aku tulus mencintaimu. Pernikahan kita waktu itu memang palsu, tapi aku berjanji akan memberikanmu pernikahan sesungguhnya setelah ini," ujar Akira.
"Aku sama sekali tidak tertarik menikah denganmu. Lebih baik aku kembali ke maskas Asmodeus," ujar Lucia.
"Markas itu sudah tidak ada. Kami sudah memusnahkan tempat itu, termasuk melenyapkan Asmodeus," ujar Akira.
"Ap-Apa?" Lucia terkejut.
Akira perlahan mendekati Lucia, dan menggenggam erat kedua tangan gadis itu.
__ADS_1
"Aku sungguh-sungguh jatuh cinta sama kamu Lucia. Memang huhungan kita berawal dari sebuah kesalahan, tapi lambat laun aku sungguh-sungguh jatuh cinta sama kamu," ujar Akira.
"Kamu tenang saja. Kami yang akan menjamin hidup kalian ridak akan pernah ada kekurangan. Setelah ini aku akan membelikan kalian satu unit rumah mewah. Lucia, Akira tidak bersalah dalam hal ini. Aku hanya minta bantuannya untuk menyelamatkan istriku. Akira orang baik, kamu tidak akan menyesal bila bersama dengannya," ujar Regent.
Lucia menatap Akira tanpa berkedip. Untuk sesaat dia jadi teringat kebersamaannya dengan Akira. Kebaikkan Akira, keromantisan Akira, pria itu tidak pernah bersikap atau bicara kasar padanya. Bahkan kata-katanya begitu lembut di telinganya.
Greppppp
Lucia tiba-tiba memeluk Akira, yang mbuat teman-temannya jadi bersorak sorai.
"Re. Besok kamu harus menyiapkan pernikahan sungguhan untukku," ujar Akira.
"Iya. Besok aku juga akan membuatmu tinggal di rumah baru kalian," ujar Regent.
"Sayang. Aku sangat merindukanmu. Saat aku jauh darimu yang ada di pikiranku cuma ada kamu. Kita pulang ke apartemen yuk?" ujar Akira.
"Modus...modus...modus," teriak Martin.
Lucia jadi tersipu mendengar ucapaan teman-teman Akira.
"Orang jomblo emang selalu iri. Makanya cepat cari pasangan dong," ujar Akira.
"Sayang. Tanganmu belum sembuh, apa sebaiknya kamu dirawat disini saja?" tanya Lucia.
"Melihat wajah mereka aku jadi tambah sakit. Cuma kamu yang bida membuatku sembuh. Ayo kita pulang!" ujar Akira sembari merangkul pundak Lucia.
Teman-Teman Akira hanya bisa mencebikkan bibirnya saat melihat kebucinan Akira. Dan sesuai janji Regent, keesokkan harinya Akira dan Lucia melakukan pernikahan sesungguhnya. Akira sangat bahagia, karena akhirnya dia bisa melepas masa lajangnya bersama wanita yang dia cintai.
7 bulan kemudian....
"Akkkhh...sakit banget sayang,"
__ADS_1
Sarlince meringis kesakitan, saat kontraksi diperutnya mulai datang kembali. Regent yang merasa tidak tega, menyarankan Sarlince untuk operasi cesar saja.
"Kita operasi Cesar saja ya sayang? aku nggak tega melihat kamu kesakitan begini," ujar Regent dengan mata berkaca-kaca.
"Nggak mau. Aku pengen lahiran normal. Aku pasti bisa," ujar Sarlince.
Setelah berjuang menahan sakit hampir 12 jam, Sarlince akhirnya berhasil melahirkan seorang putra yang tampan. Regent dan Sarlince sangat bahagia saat ini.
"Selamat ya Lin. Aku turut bahagia untukmu. Semoga dimasa depan kita bisa jadi besan," ucap Megumi sembari terkekeh.
"Tentu." Jawab Sarlince.
"Usia kehamilan Lucia sekarang sudah berapa?" tanya Sarlince.
"Baru 6 bulan. Aku juga nanti akan menyusul kalian jadi orang tua." Jawab Akira dengan senyum semringah.
"Oh ya apa nama anak kalian sudah ada?" tanya Megumi.
"Sudah. Kami memberinya nama Zarka putra Regent." Jawab Sarlince.
"Nama yang bagus," ujar Vino.
"Kalian bagaimana? masih jomblo juga?" tanya Akira pada Chio dan Martin.
"Sombong. Mentang-Mentang sudah punya bini," ujar Martin.
"Iya. Mentang udah maried jadi sekate-kate sama kita. Suatu saat nanti kami pasti nikah juga. Dan istri kami lebih bohay dari istrimu," timpal Chio yang membuat semua orang jadi terkekeh.
Begitulah hari-hari yang dilalui Sarlince dan teman-temannya penuh kebahagiaan. 3 bulan kemudian Lucia melahirkan seorang putta, namun Martin dan Chio masih betah dengan kejombloannya.
END
__ADS_1