
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏
*****
Hari ini adalah hari pertama Qiel bekerja sebagai supir pribadi sonya. Tugas pria itu mengantar sang majikan sekaligus kekasih gelapnya itu pergi ke kantor. Sudah satu tahun terakhir Sonya menggantikan sang suami mengolah perusahaan, dikarenakan sang suami mengidap penyakit struk.
"Jam berapa kamu minta jemput lagi?"
"Jam 4 sore. setelah itu kita bisa pergi kemanapun,"
"Baiklah,"
Sonya turun dari mobil, setelah memberi ciu**n pada Qiel. Qielpun menginjak gas mobilnya dan meninggalkan tempat itu.
"Tidak buruk juga jadi pria simpanan, sudah dapat fasilitas mobil, uang, dapat enak lagi. Aku juga tidak khawatir terkena penyakit mematikan karena jajan sembarangan," ujar Qiel.
Saat tiba dirumah, Qiel melihat ada Alex yang datang kerumah.
"Mobil siapa itu?"
"Mobil majikanku, untuk sementara aku jadi supir pribadi dulu,"
"Supir pribadi?"
"Ya. Lumayanlah buat tambah-tambah biaya hidup dan obat mama."
Alex menghela nafasnya, kehidupan mereka memang sedang berat saat ini. Bahkan untuk makan saja, mereka kesulitan.
"Tidak masalah, saat kita berhasil mendapatkan perusahaan Sarlince, kita akan jaya kembali. Saat ini ambil pekerjaan apapun yang menguntungkan."
"Lalu bagaimana dengan Papa? sampai kapan mau mengandalkan uang simpanan Sarah? lama-lama tabungannya pasti akan habis juga. Lebih baik kalian membuka usaha kecil-kecilan, lagipula Sarah akan melahirkan bukan? kalian pasti butuh biaya untuk itu."
"Saat ini Papa juga sedang kebingungan, di usia papa yang sekarang, tidak akan ada yang mau menerima Papa diperusahaan manapun. Papa akan pikirkan, usaha apa yang bagus untuk bertahan hidup sementara ini."
Qiel hanya diam saja, tanpa mengucapkan kata lagi. Andai papanya tahu apa yang dia lakukan, tentu papanya akan syok.
"Ya sudah Papa pulang dulu kalau gitu, kasihan Sarah tinggal sendirian dirumah,"
"Emm." Qiel mengangguk.
Melihat Alex pergi, Mira keluar dari persembunyiannya. Mira memang sudah tahu kalau Alex sudah memiliki istri lain selain dirinya. Tapi dirinya tidak memperdulikan hal itu, karena dia juga menyadari bahwa dirinya memiliki kekurangan dan tidak mampu melayani suaminya sebagai layaknya seorang istri.
"Mama dengar kamu kerja sebagai supir sekarang?"
"Ya ma. Tidak apa kan?"
"Tentu saja tidak apa-apa. Apapun pekerjaannya yang penting bukan hasil mencuri atau perbuatan buruk lainnya."
Qiel terdiam mendengar ucapan Mira. Karena pria itu menyadari pekerjaan yang dia peroleh saat ini bukanlah pekerjaan baik.
"Mama masak apa?" tanya Qiel yang ingin mengalihkan pembicaraan.
"Ayam goreng kesukaanmu, uang yang kamu berikan kemarin mama belikan ayam."
"Mulai sekarang mama tidak perlu berhemat lagi soal makanan. Qiel sudah bekerja, dan kita hanya hidup berdua, jadi Mama tidak perlu menahan diri jika menginginkan sesuatu."
"Punya uang juga tetap harus jaga ingat. Ingatlah disaat sedang susah, disaat kita tidak memiliki uang. Harus rajin menabung, agar bisa membuka usaha sendiri."
"Iya ma. Yuk kita makan sama-sama yuk ma?" ajak Qiel.
"Emm. Mira mengangguk.
__ADS_1
Merekapun makan bersama, menikmati ayam goreng kesukaan Qiel buatan Mira.
"Ya?"
"Barang pesananmu akan dikirim hari ini langsung dari negara R."
"Baiklah, aku akan transefer sisa uangmu sekarang juga."
"Tidak perlu. Aku sudah melunasi semua pembayarannya," ujar Hideo.
"Hey, mana bisa berbisnis seperti itu? kamu akan rugi besar."
"Tidak rugi, apa yang kamu berikan padaku, itu jauh lebih mahal dari sekedar uang."
"Tidak bisa! itu artinya kamu membeli barang ciptaanku, dan aku tidak pernah menjual itu. Itu khusus aku berikan untuk sahabatku,"
"Hah...terserah saja,"
"Nah begitu dong, pokoknya uangmu aku transfer."
"Ya baiklah, aku tunggu transferanmu."
"Bersenang-senanglah bersama Yayoi, rubah semua pola pikirmu,"
"Iya, terima kasih atas nasihatmu."
"Ya sudah aku tutup telponnya, aku mau transfer uangmu dulu,"
"ya."
Hideo dan Sarlince mengakhiri panggilan itu. Tidak sampai 1 jam, uang transferan Sarlince sudah masuk kedalam rekening Hideo.
"Kamu lagi apa?" tanya Regent.
"Apa senjatanya sudah dikirim?"
"Sudah, kata Hideo senjata itu langsung dikirim dari negara R."
"Baguslah,"
"Sayang. Kenapa wajahmu pucat sekali?"
"Masak sih?"
"Apa kamu sakit?"
"Aku merasa baik-baik saja,"
Sarlince menatap kening Regent, memang suhu tubuhnya tidak menunjukkan sedang deman.
"Mungkin tekanan darahku sedikit rendah, kalau begitu besok aku akan melakukan medical chek up lengkap."
"Ya. Jaga kesehatan, jangan membuatku takut."
Sarlince memeluk tubuh kekar Regent dengan manja.
"Apa kamu sangat takut kehilanganku?"
"Tentu saja."
"Aku tidak akan meninggalkanmu bagaimanapun keadaan kita."
__ADS_1
"Harus."
"Sayang. Kamu tadi masak apa?"
"Sayur capcay, udang goreng tepung, ayam goreng, dan sambal."
"Kedengarannya enak. Makan yuk?"
"Oke."
Regent dan Sarlince turun kebawah untuk makan siang bersama. Hari itu entah mengapa porsi makan Regent sangat luar biasa banyak, yang membuat Sarlince jadi sangat keheranan.
"Sayang. Apa kamu sungguh-sungguh kelaparan? tidak biasanya kamu makan nambah sampai dua kali begitu,"
"Tidak tahu kenapa semua makanan ini terasa sangat nikmat dilidahku."
"Tapi jangan terlalu banyak sayang, nanti perutmu sakit."
"Ya."
Regent menghentikan makannya setelah makanan dipiringnya tandas, meskipun dia masih ingin, tapi ucapan Sarlince ada benarnya juga.
Setelah menyantap menu makan siang, Regent dan Sarlince pergi beristirahat di kamarnya. Karena kekenyangan Regent tidur lelap hingga mendengkur halus.
"Dia aneh sekali hari ini, pertama wajahnya pucat, kemudian makan seperti sedang kesurupan, apa prilaku setelah menikah setiap pria berbeda-beda?"
Cup
Sarlince mengecup kening Regent dan ikut berbaring disamping pria itu, tidak berapa lama kemuadian, Sarlince pun ikut jatuh tertidur.
"Beb, ada dimana?"
"OTW kekantor kamu,"
"Cepat datang ya? seharian ini kamu mengganggu pikiran aku."
"Kenapa?"
"Tentu saja pengen main lagi, aku masih belum bisa gagal move on gara-gara main denganmu pada malam itu,"
"Kamu akan mendapatkannya lagi, bersiaplah untuk berteriak menyebut namaku."
"Uggghh...jadi nggak sabar deh,"
Qiel mempercepat laju mobilnya, karena diapun tidak sabar ingin bertempur dengan wanita kesepian itu. Jika bermain, itu artinya selain dapat enak, dia juga akan mendapatkan uang lagi.
Selang 15 menit kemudian, Qiel tiba diarea parkir khusus direktur. Sonya segera bergegas masuk kedalan mobil, saat melihat mobil pribadinya itu tiba. Dengan tidak sabar wanjta itu segera naik keatas pangkuan Qiel, dan mencum*u pria itu.
"Sayang. Apa tidak akan jadi masalah kalau kita melakukannya disini?"
"Ini kantorku, mereka tidak berani mengusik sang direktur, kalau tidak ingin dipecat."
"Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi."
Qiel kembali menyerbu Sonya. Pakaian wanita itu sudah terbuka di bagian depan, mempermudah dirinya untuk mempermainkan daerah sensitif wanita itu.
Dengan tergesa-gesa keduanya melepaskan kain segitiga mereka masing-masing, hingga perlahan tapi pasti, Sonya membenamkan milik Qiel keliang basah miliknya.
"Oh...beb..." sonya mulai bergerai naik turun, hingga lambat laun tempo gerakan itu semakin meningkat dan menimbulkan guncangan hebat pada mobil itu.
Tidak berapa lama kemudian Sonya mendapatkan pelepasan pertamanya. Qiel yang belum mendapatkan kepuasan, mengajak Sonya untuk pindah kekursi bagian belakang, dan Qiel benar-benar mengerjai sonya habis-habisan, hingga wanita benar-benar minta ampun.
__ADS_1
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏