
Tinggalkan Like, Koment dah Vote🤗🙏
*****
"Sepertinya kamu mendapat buruan besar hari ini," ujar Pakuo.
"Iya Ba. Tapi aku membaginya dengan hewan lain. Bisa dibilang ini sebenarnya hasil buruan mereka."
Siren menurunkan bakul yang lumayan berat keatas sebuah kayu gelondongan. Pakuo bisa melihat ketiga kaki rusa itu sudah lenyap dari badannya.
"Kemana ketiga paha rusa ini?"
"Aku memberikannya pada 3 hewan yang memburu rusa ini."
"Memburu rusa?"
"Ya. Hewan itu cukup berisik dan bergigi tajam, sehingga rusa ini ketakutan dan berhasil terkepung."
"Jadi kamu mengambil hasil buruan mereka?"
"Mereka tidak akan sanggup menghabiskannya, makanya aku membaginya denganku."
"Mereka memang tidak akan sanggup menghabiskannya, tapi pemilik hewan ini pasti akan sangat kecewa."
"Pemilik hewan? siapa yang mau memiliki hewan berisik dan ganas seperti itu?"
Pakuo terkekeh sembari mengusap puncak kepala putrinya.
"Hewan yang kamu anggap berisik dan ganas, itu namanya anjing."
"Anjing? apa mereka bisa dimakan?"
"Tentu saja bagi yang mau. Tapi kebanyakan orang lebih suka memeliharanya. Meskipun dia terlihat ganas, tapi sebenarnya anjing merupakan hewan penurut dan setia. Anjing yang kamu maksud itu pasti sudah mempunyai seorang tuan."
"Seorang tuan?"
"Ya. Mereka biasanya membawa anjing untuk menemani mereka berburu, dan rusa ini pasti hasil buruan mereka. Jadi secara tidak langsung kamu sudah mencurinya dari mereka."
"Enak saja. Salah sendiri mereka berburu masuk kedalam wilayah kita."
"Tapi tetap saja itu tidak dibenarkan."
"Ya baiklah. Jadi Siren harus bagaimana? tidak mungkin kan Siren keluar dari perbatasan dan masuk kedalam wilayah mereka."
"Itu tidak diperlukan. Lain kali kalau bertemu situasi seperti ini lagi, jangan diulangi lagi."
"Baba. Apa kita bisa punya hewan peliharaan yang bernama anjing itu?"
"Apa dihutan ini kita bisa mendapatkannya?"
"Tidak. Kita bisa mendapatkannya kalau ada orang yang memberikan anak anjingnya pada kita."
"Bagaimana cara mendapatkannya?"
Pakuo terdiam. Sangat sulit baginya menjawab pertanyaan Siren. Dia juga bingung harus berkomunikasi dengan dunia luar bagaimana, karena mereka sama sekali tidak mengerti dan tidak diajarkan cara menulis dan cara membaca.
"Lupakan. Mari kita bakar saja daging ini. Pasti rasanya sangat gurih dan wangi," ujar Pakuo.
"Apa kita tidak bisa menambahkan apapun kedalam dagingnya?"
"Kenapa?"
"Rasa setiap daging begitu-begitu saja. Tidak ada rasa yang istimewa."
"Ada. manusia biasa menyebutnya garam. Rasanya asin. Dan itu bisa membuat rasa daging menjadi gurih."
__ADS_1
"Dimana kita bisa mendapatkannya? dan seperti apa rasa asin itu?"
"Manusia luar sudah ada yang bisa membuat garam sendiri."
Pakuo mencolek keringat yang ada didahi Siren, kemudian pria itu membuat Siren merasakannya.
"Bagaimana rasanya?"
"Kenapa rasanya seperti air laut?"
"Karena rasa garam itu memang seperti air laut."
"Jadi haruskah kita memeras keringat kita agar bisa kita campurkan pada daging yang kita masak?"
Pakuo tertawa mendengar ucapan Siren. Rasa ingin tahu gadis itu membuat dirinya mempunyai imajinasi sendiri.
"Tidak. Keringat manusia terbilang kotoran dari tubuh kita. Jadi apakah kamu mau memakan kotoranmu sendiri atau kotoran orang lain?"
"Tidak." Tolak Siren.
"Kalau begitu kita masak dagingnya dengan apa adanya. Nanti kita akan fikirkan caranya, agar bisa mendapatkan garam dan rempah yang lainnya itu."
"Emm." Siren mengangguk.
Sementara ditempat berbeda, Dean tampak memikirkan sesuatu. Pemuda tanggung itu memikirkan bagaimana caranya bisa bertemu dengan manusia yang ada diseberang hutan yang membuatnya semakin penasaran itu.
"Besok aku harus berburu lagi. Siapa tahu aku bisa bertemu salah satu dari mereka. Apa gadis yang ayah maksud bisa menjalani kehidupannya dengan baik? lalu bagaimana cara mereka mendapatkan bahan-bahan untuk memasak? sementara mereka sama sekali tidak pernah keluar."
"Sedangkan disini masih ada manusia murni yang bebas keluar masuk hutan tanpa ada pengaruh dari segel hutan. Apa manusia disini bisa keluar masuk dengan bebas dihutan itu?"
*****
Keesokkan harinya...
Dean dan Aru kembali berburu, begitu juga dengan Siren. Kali ini lagi-lagi dean beserta anjing-anjing mendapat buruan seekor rusa, dan buruan itu kembali menyebrang kedalam hutan terlarang.
"Mungkin mereka tahu, kita tidak mungkin mengejar mereka kearah sana."
"Kalau begitu panggil saja anjing-anjing itu, biar kita bisa berburu ketempat lain."
"Biarkan saja. Kita tunggu saja disini sejenak. Aku ingin melihat, apa para anjing itu berhasil menangkap rusa itu."
Sementara didalam hutan belantara, lagi-lagi Siren mendengar suara anjing-anjing itu..Gadis itu mengintai dari balik pohon, dan melihat anjing-anjing itu tampak kesulitan menyeret rusa yang bobotnya lumayan besar.
"Sepertinya kalian begitu kesulitan membawa buruan kalian. Apa perlu aku membantu? kalian tenang saja, aku tidak akan lagi membagi hasil buruan kalian denganku."
Anjing itu tampak diam, seolah mengerti apa yang Siren katakan. Siren kemudian memotong rusa itu menjadi dua, agar para anjing itu mudah membawa hasil buruannya.
Dari kejauhan Dean dan Aru bisa melihat, kalau anjing-anjing mereka datang dengan membawa dua bagian rusa dengan darah yang mengalir disepanjang jalan.
"Lagi - Lagi dagingnya terlihat hancur. Dia pasti membaginya dengan benda sedikit tumpul," batin Dean.
"Ada apa dengan hasil buruan kita? kenapa ini seperti bukan ulah para anjing. Mereka tidak mungkin bisa melakukan ini."
"Ini memang bukan ulah mereka, ini pasti ulah penghuni hutan terlarang."
Dean meraih separuh badan rusa dan membuat daging itu masuk kedalam mulut salah satu anjing mereka.
"Alu. Bawa kembali daging ini ketempat tadi."
Anjing yang dipanggil dengan nama Alu itu seolah mengerti dan langsung membawa daging itu masuk kembali kedalam hutan terlarang.
Gukkk
Gukkk
__ADS_1
Gukkk
Siren menoleh kearah asal suara, dan mendapatkan seekor anjing menggonggong sembari meletakkan separuh daging diatas tanah.
"Hey, Kenapa kamu kembali membawa dagingnya?" tanya Siren sembari mengusap-usap kepala sang anjing.
"Apa tuanmu membagi hasil buruannya untukku?"
Anjing itu terlihat mengibas-ngibaskan ekornya.
"Kalau begitu katakan pada tuanmu, terima kasih untuk dagingnya. Dan kamu bisa kembali."
Siuuuuuuuuuuiiiitttt
Suara siulan yang begitu nyaring terdengar, dan anjing itu mulai berlari kembali kearah asal suara. Siren yang penasaran mengikuti anjing itu, hingga hampir melewati perbatasan.
Dari jarak hampir 50 meter, Siren bisa melihat ada dua orang pemuda yang berada diperbatasan yang berseberangan dengannya. Begitu juga dengan Dean dan Aru. Mereka sangat terkejut saat melihat seorang gadis yang terlihat keluar dari hutan terlarang.
Siren menatap datar kearah dua pemuda itu sembari menenteng separuh daging yang ada ditangannya.
"Apa kau memberikan ini untukku?" tanya Siren sedikit berteriak.
"Ya." Jawab Dean dengan teriakan yang sama.
"Terima kasih."
"Siapa namamu?"
"Siren."
"Aku Dean dan ini Aru." Ucap Dean memperkenalkan diri.
Siren menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan kemudian ingin berbalik badan meninggalkan tempat itu.
"Tunggu!" teriak Dean.
Siren membalikkan badannya dan melihat Dean yang sedang ditarik tangannya oleh Aru, agar tidak melewati batasan segel.
"Apa besok kamu akan berburu lagi?" tanya Dean.
"Ya."
"Apa kamu hidup dengan baik didalam sana?"
"Ya."
"Apa yang kamu inginkan?"
Siren tampak berfikir. Dia tiba-tiba mengingat obrolan dirinya bersama Pakuo kemarin tentang benda yang bernama garam dan rempah.
"Garam dan Rempah."
"Kita akan bertemu lagi besok disini. Tunggu aku,"
"Ya."
Siren dengan segala kekakuannya kembali masuk kedalam hutan dan pulang kerumahnya.
"Kenapa kamu ingin membantu gadis itu? apa kamu tidak takut ketahuan ayah?"
"Ayah tidak akan tahu kalau kamu tidak memberitahu. Lagipula kita hanya membantu kesulitan gadis itu. Bukan melanggar perintah ayah untuk keluar dari segel hutan ini."
"Baiklah. Aku mendukungmu,"
"Mari kita pulang."
__ADS_1
Dean dan Aru kemudian pulang, tidak ada yang tahu betapa senangnya hati Dean hari ini. Rasa penasarannya sudah sedikit terjawab. Meski tidak bisa melihat wajah Siren dengan jelas, tapi dia bisa merasakan, Kalau Siren seorang gadis yang cantik.
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏