
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏
*****
Sarlince mencatok rambut panjangnya agar terlihat lebih lurus setelah sebelumnya dibuat sedikit agak bergelombang. Sarlince kemudian mengikat rambut panjang itu agak sedikit lebih tinggi hingga memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus.
Sarlince hari ini akan pergi bertemu dengan pemilik perusahaan RB Group untuk membahas kelanjutan kerjasama mereka. Itulah sebabnya Sarlince lebih memperhatikan penampilannya, agar terlihat lebih meyakinkan.
Grepppp
Tiba-Tiba Qiel memeluk tubuh Sarlince dari belakang, yang membuat tubuh wanita itu sedikit menegang. Qiel menyusuri leher jenjang Sarlince dengan wajahnya yang membuat gigi Sarlince bergemeratuk. Namun Sarlince mencoba menahan dirinya agar tidak menghajar pria itu, karena menurutnya Qiel belum saatnya menerima pukulan berat dalam hidupnya.
"Sayang. Kenapa kamu begitu wangi dan cantik sekali pagi ini?" bisik Qiel dengan suara sensualnya.
Sarlince perlahan melepaskan tangan Qiel dan menghadap pria itu.
"Aku harus menghadiri rapat penting." Jawab Sarlince.
"Tidak bisa ditunda lain kali saja? hari ini aku ingin sekali menghabiskan hari bersamamu. Bukankah sejak menikah kita sama sekali belum melakukan malam pertama?" tanya Qiel.
"Malam nanti kita akan melakukannya. Bukankah kakak yang begitu sibuk setiap hari? bahkan kakak selalu pulang larut malam setelah aku tertidur." Jawab Sarlince.
Qiel meraba tengkuknya yang tidak merinding. Dia tahu betul apa penyebab dirinya sering pulang terlambat. Dia akan menghabiskan harinya bersama Celine atau Inara dengan berolahraga dikasur.
"Ya...akhir-akhir ini pekerjaanku sangat menumpuk, itulah sebabnya aku sering pulang terlambat." Jawab Qiel.
"Apa kita perlu menjadwalkan untuk berbulan madu?" tanya Qiel.
"Bulan madu?" Sarlince mengulang kata-kata Qiel.
"Ya. Itu lebih baik bukan? agar pekerjaan kita tidak mengganggu aktifitas bulan madu kita. Katakan padaku, kamu ingin bulan madu kemana? biarkan aku yang mengurus semuanya." Jawab Qiel.
"Untuk saat ini aku belum memikirkan hal itu. Kakak tahu sendiri aku baru memimpin perusahaan. Aku masih dalam tahap observasi oleh pemegang saham, aku tidak ingin mengecewakan kepercayaan mereka," ujar Sarlince.
"Ya kamu benar juga. Kalau begitu beritahu aku kalau kamu sudah siap. Kita bisa melakukan bulan madu dirumah saja untuk sementara waktu," ucap Qiel.
"Dasar pria mesum. Apa kamu fikir aku tidak tahu apa yang ada difikiranmu itu?" batin Sarlice.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan pergi dulu, aku tidak ingin datang terlambat. Mereka akan mengira pemimpin HS Group tidak profesional," ujar Sarlince.
__ADS_1
"Cium aku!" ucap Qiel dengan pandangan mata nakal.
Jantung Sarlince berdegup dengan kencang, bukan karena debaran asmara yang sering dua insan saling mencintai rasakan. Tapi degup karena gemuruh didadanya yang ingin segera melemparkan pria yang ada dihadapannya untuk mencium jalanan.
Cup
Sarlince mencium pipi Qiel dengan wajah tanpa ekspresi.
"Aku hargai usahamu karena kamu hanya mencium pipiku. Aku bisa maklum, karena kamu belum pernah merasakan hal yang lebih indah dari itu. Malam ini aku akan mengajarimu hal indah itu," bisik Qiel.
Sarlince mengepalkan tangannya dengan erat sembari menahan gemuruh didadanya. Sedetik kemudian Sarlince membingkai senyum palsunya.
"Aku akan minta kakak mengajariku hal indah itu." Jawab Sarlince.
"Pergilah,"
Sarlince mengangguk sembari membingkai senyum. Namun sesaat setelah tubuhnya berbalik, senyum itu mendadak hilang dan digantikan dengan tatapan dingin.
Brakkkk
Sarlince membanting pintu mobil cukup keras untuk menyalurkan rasa kesal dihatinya.
"Ada apa?" tanya Umi.
Shitttt
Sarlince menginjak gas mobilnya sembari memasang wajah datar.
"Jangan pernah beri kesempatan pada pria itu. Sekali dia mendapatkanmu, maka dia hanya akan menjadikanmu pelampiasan na*su bejatnya," ujar Umi.
"Aku tidak akan pernah memberinya kesempatan. Tubuhku terlalu berharga untuk disentuh pria seperti dia. Aku lebih suka pria asing yang menyentuhku meskipun aku tidak tahu dia mesum atau tidak," ucap Sarlince.
Umi terkekeh mendengar hal itu. Ucapan Sarlince terdengar seperti omong kosong. Karena dia tahu saat Regent menyentuhnya, Sarlince bereaksi sangat berlebihan. Bahkan wanita itu masih menaruh dendamnya hingga kini.
"Sekarang pagi-pagi sudah harus bertemu dengan pria menyebalkan lainnya. Kenapa hidupku selalu dikelilingi oleh pria-pria abnormal, rasanya ingin kupecahkan kepala mereka semua agar dunia ini aman dari semua pria-pria laknat," Sambung Sarlince.
"Jangan buru-buru menghabisi mereka. Alam ini terkadang butuh keseimbangan. Kalau semua isi dunia ini orang baik, tentu tidak akan seru. Pihak berwajib jadi tidak memiliki pekerjaan, rumah sakit jadi tidak rawan lagi untuk tempat perawatan," ucap Umi.
"Umi, apa Alex pernah mengajukan beberapa pertanyaan padamu setelah aku memimpin HS Group?" tanya Sarlince.
__ADS_1
"Ya. Dia menanyakan tentang keberadaan tempat terapi yang Nona jalani. Dia juga bertanya tentang caramu memimpin perusahaan. Dia juga bertanya apa Nona benar-benar mampu?" Jawab Umi.
"Lalu apa yang kamu jawab?" tanya Sarlince.
"Aku bilang saja tidak tahu dimana Nona melakukan terapi. Dia agak marah saat aku menjawabnya seperti itu, tapi aku membuat alasan Nona tidak pernah mengajakku tiap kali melakukan terapi."
"Terus tentang cara Nona memimpin, aku bilang anda mampu memimpin dengan baik. Sehingga semua kerjasama yang sedang berjalan semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Saat aku mengatakan itu tentu saja wajahnya langsung berubah masam. Untuk kedepannya Nona harus lebih berhati-hati."Jawab Umi.
"He...pria tua itu sangat cepat bereaksi..Dia sama sekali tidak mau dirugikan. Biarkan saja dia melakukan hal sesuka hatinya. Saat ini aku juga sedang menyelidiki tentang asal usul racun yang dia berikan pada Papaku,"
"Berhati-Hatilah. Bukan tidak mungkin suatu saat Alex akan menggunakan cara yang sama untuk melenyapkan keturunan terakhir Hadinata," timpal Umi.
"Dikehidupan sebelumnya hanya ada satu organisasi yang bisa mebuat jenis racun tanpa bau, rasa dan warna. Ternyata dikehidupan yang tidak terlalu berteknologi canggih seperti ini sudah ada yang mencipkan racun serupa. Aku harus menyelidiki ini secepatnya," batin Sarlince.
"Umi. Apa kamu pernah mendengar tentang Mafia terbesar yang ada di kota ini?" tanya Sarlince.
"Tidak Nona. Aku baru tiba dari kampung, belum terlalu faham dengan situasi kota ini. Apa Nona ingin saya mencari tahu?" tanya Umi.
"Sepertinya kita perlu memiliki orang-orang khusus, agar bisa kita perintahkan apa saja. Lebih untung kalau kita mampu bekerjasama dengan mafia besar yang ada di kota ini." Jawab Sarlince.
"Aku akan ikut menyelidiki hal itu dan ikut membantu mencari orang-orang yang Nona maksud," ucap Umi.
"Umi kamu benar-benar mengingatkanku pada sahabatku. Dia seseorang yang cepat tanggap dan bisa diandalkan sama sepertimu," ujar Sarlince sembari menoleh kearah umi.
"Terima kasih atas pujiannya Nona," ujar Umi.
"Terus terang kamu juga mengingatkanku pada kapten Sarlince. Dia penuh wibawa dan ambisi sama sepertimu," batin Umi.
Mobil yang Sarlince kendarai berbelok kearah laman gedung perusahaan RB Group. Setelah memarkirkan mobiknya, Sarlince masuk keperusahaan itu bersama Umi dengan membawa beberapa berkas ditangan mereka.
"Dari HS Group," ujar Sarlince pada Resepsionist
"Silahkan Naik ke lantai 7 Bu. Anda sudah ditunggu untuk rapat oleh direktur kami." Jawab sang resepsionist
"Terima kasih," ujar Sarlince.
Semua staf menatap kagum akan kharisma dan kecantikan yang Sarlince pancarkan. Sarlince dan Umi diarahkan oleh seorang staf agar sampai pada ruangan yang dimaksud.
Kriekkk
__ADS_1
Staf itu membuka pintu ruangan yang telah dihadiri oleh Regent, Vino dan beberapa staf lainnya. Semua orang tertuju pada sosok dua orang wanita yang baru masuk dan melangkah dengan penuh wibawa. Regent mengerutkan dahinya sesaat, namun matanya membulat saat dia berhasil mengenali siapa pemilik wajah cantik yang melenggang kearahnya.
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏