SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
145. Siapa Dia Sebenarnya?


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dah Vote🤗🙏


*****


"Sakit?" tanya Hideo saat melihat Yayoi tampak meringis saat akan beranjak dari tempat tidur.


"Ya. Rasanya sedikit kurang nyaman."


"Terima kasih sudah menjaganya untukku. Aku merasa jadi pria yang paling beruntung didunia bisa dicintai wanita sepertimu."


Yayoi menyunggingkan senyumnya dan menangkup kedua sisi wajah Hideo.


"Aku juga beruntung mendapatkan suami sepertimu,"


"Andai saja tanganku masih utuh, pasti aku akan menggendongmu kekamar mandi,"


"Tidak masalah, Aku juga tidak suka merepotkanmu. Cukup aku yang akan menjadi tangan kirimu. Nanti kalau tangan yang dibuat Sarlince sudah jadi, kamu akan bisa beraktifitas kembali."


"Aku percaya Sarlince, tapi entah mengapa aku merasa apa yang dia janjikan padaku terasa hanya sebuah mimpi."


"Kita jangan meragukan dia dulu, bukankah kita sudah melihat kemampuan dia sebelumnya."


"Ya. Itulah sebabnya aku setuju, karena pernah melihat kemampuannya itu."


"Kalau begitu kita akan mencobanya. Antara berhasil dengan tidak, anggap saja kita kenegara I karena ingin berbulan madu."


"Ya. Kamu benar,"


"Sarlince pernah bilang padaku, kalau dinegaranya banyak sekali memiliki pantai yang indah. Dia akan mengajak kita liburan disana."


"Benarkah?"


"Emm. Aku sangat ingin kesana, karena aku belum pernah keluar negeri."


"Baiklah. Apapun hasilnya jangan kita pikirkan lagi, anggap saja kita akan pergi bulan madu."


"Mau mandi bersama?"


"Boleh?"


"Tentu. Aku akan membantumu menggosok punggung."


"Baiklah."


Yayoi dan Hideo pun mandi bersama sembari berbincang didalam satu bathup. Begitu banyak hal yang mereka bahas untuk lebih memperdalam hubungan mereka.


*****


Sesuai waktu yang sudah disepakati, Yayoi, Hideo, Regent, Sarlince dan ketiga teman mereka yang lainnya , saat ini sedang berada di bandara. Hari ini mereka akan berangkat menuju negara I. Setelah memakan waktu 2 jam lebih, akhirnya mereka tiba di negara I dengan selamat.


Yayoi dan Hideo cukuo terkejut, karena negara I merupakan negara yang mempunyai iklim panas. Baju hangat yang biasa mereka gunakan dinegaranya menjadi tidak berfungsi, karena negara I lumayan panas.


"Kalian boleh memilih kamar manapun yang kalian suka," ujar Sarlince saat mereka tiba dirumahnya.

__ADS_1


"Rumahmu besar dan bagus Aline, kami tidak menyangka akan punya teman kaya raya sepertimu," ujar Martin.


Sarlince hanya menanggapi ucapan Martin dengan senyuman.


"Kalian kalau lapar atau haus bisa bikin makanan atau minuman didapur. Saat ini aku tidak memiliki pelayan, pelayan yang lama sudah keluar," ujar Sarlince.


"Santai saja," ujar Chio.


"Yah...pokoknya anggap saja rumah sendiri," ucap Sarlince.


"Kalau begitu akan aku buatkan minuman segar untuk kita semua," timpal Yayoi.


"Ide yang bagus," ujar Martin.


Sembari menunggu Yayoi membuat minuman, Mereka berbaring di sofa ruang tamu sambil menonton tv dan berbincang.


"Jus jeruk sudah siap," Yayoi datang dengan membawa beberapa gelas jus jeruk segar.


"Apa dikulkas tidak ada bahan lain?" tanya Sarlince.


"Tidak ada, kulkasmu lumayan kosong." Jawab Yayoi.


"Kalau begitu nanti sore temani aku belanja kesupermarket."


"Baiklah."Jawab Yayoi.


Setelah menghabiskan jus jeruk segar, mereka yang kelelahan tertidur bersama.


"Jadi. Tidak ada apa-apa lagi dikulkas."


"Sekalian ajak mereka keluar bersama saja. Biar malam ini kita makan malam bersama diluar,"


"Baiklah. Lagipula tidak keburu masak untuk makan malam,"


"Ya. Lagipula aku tidak mau melihatmu kelelahan."


"Apa mereka sudah bangun?"


"Sepertinya sudah, aku lihat Martin dan teman-temannya sudah berganti pakaian semua. Itu artinya mereka pasti sudah membersihkan diri."


"Baguslah. kita bisa langsung mengajak mereka keluar sekarang,"


"Emm."


Yayoi dan teman-temannya sangat senang ketika Sarlince mengajak mereka jalan-jalan dan makan malam bersama diluar. Menurut mereka orang-orang di negara I sangat ramah, sehingga mereka merasa sangat dihargai.


"Aku tidak menyangka negara I orang-orangnya tidak seperti yang di rumorkan," ujar Martin saat mereka sedang makan malam bersama.


"Iya. Maaf ya lin, secara yang kita tahu negara ini adalah negara mayoritas. Takutnya yang minoritas seperti kita akan tertindas." Timpal Yayoi.


"Itu hanya rumor. Banyak yang bilang negara ini penghasil bibit *******, itu sama sekali tidak benar. Mayoritaspun tidak membenarkan hal itu, yang salah bukan agamanya, tapi oknum itu sendirilah yang bodoh."


"Benar juga. Kalau mereka benar menindas kaum minoritas, bagaimana mungkin kalian bisa hidup berdampingan dengan aman selama ini." ujar Hideo.

__ADS_1


"Nah itu dia. Makanya kita harus lebih pintar menyaring berbagai berita yang masuk ketelinga kita," ucap Sarlince.


"Tapi ngomong-ngomong kenapa kamu mengajak kami ketempat makan western begini?" tanya Yayoi.


"Iya Lin. Kami juga ingin mencicipi makanan khas negara I."


"Masih banyak waktu untuk kita mencicipi semua makanan Khas negara I. Aku akan membuat kalian memakannya tanpa melewatkan satupun."


"Ah...kenyangnya," Chio menyandarkan diri dikursi saat dirinya selesai menyantap menu makan malamnya.


"Kalau sudah selesai semua, kita akan pulang sekarang. Besok aku akan membawa kalian untuk melihat tangan Hideo yang baru."


Merekapun akhirnya menyudahi sesi makan malam bersama. Karena merasa lelah, mereka memutuskan untuk tidur lebih awal tanpa ada perbincangan hangat diantara mereka.


*****


"Kenapa kita seperti menuju pinggiran kota?" tanya Yayoi.


"Karena Laboratorium yang kami bangun memang harus dipinggiran kota."


"Kenapa? bukankah akan lebih mudah dijangaku pasien, kalau ada dipusat kota?" tanya Hideo.


"Karena Labor yang kami bangun bukan tempat yang seperti ada dibayangan kalian. Labor ini tidak dibuka untuk kalangan umum." Jawab Regent.


"Lalu untuk apa kalian membangunnya kalau bukan untuk menghasilkan uang?" tanya Yayoi.


"Hanya untuk penelitian saja." Jawab Sarlince.


"Apa kalian sekaya itu, buang-buang uang hanya untuk membangun tempat penelitian," timpal Hideo.


"Tidak terlalu kaya, tapi cukup untuk memuaskan diri jika ingin memakan atau membuat sesuatu." Jawab Regent.


Tidak berapa lama kemudian mereka tiba disuatu tempat yang memiliki pagar cukup menjulang. Kemudian mereka disuguhkan dengan pemandangan yang indah dan ditengahnya terdapat bangunan berwarna putih yang lumayan sangat besar. Bahkan besar bangunan itu sudah persis sebuah rumah sakit yang mampu menampung ribuan orang.


Tidak sampai disitu saja rasa keterkejutan Hideo dan teman-temannya. Saat masuk kedalampun, mereka bahkan melihat benda-benda asing yang tidak pernah dia jumpai di negara J.


"Aline. Apa ini semua kamu yang menciptakannya?" tanya Hideo.


"Ya. Ini semua memang hasil rancanganku."


"Aline. Apa kamu tahu? melihat ini semua aku seperti merasa sedang berada di tempat syuting film fiksi. apa ini benar-benar nyata?" tanya Hideo.


"Kamu kan sudah melihat semuanya. Tapi aku minta pada kalian semua, rahasiakan ini pada dunia."


"Kenapa?" bukankah kamu bisa menjadi orang hebat dan dikenal dunia kalau kamu mempublish semua ini?'


"Aku tidak butuh terkenal. Aku hanya ingin melakukan yang aku sukai selama hidup."


"Aline. Siapa kamu sebenarnya? kenapa aku merasa kamu ini manusia berbeda? terus terang aku jadi mendadak takut padamu." tanya Hideo.


Sarlince tertawa keras saat melihat kecemasan diwajah Hideo. Dia tahu betul apa yang ada dipikiran pria itu saat ini.


Tinggalkan Like, Komet dan Vote🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2