SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
110. Ujian


__ADS_3

Tinggalkan Like, koment dan Vote🤗🙏


*****


"Mehru, ada yang ingin aku bicarakan padamu," ujar Galeo.


"Bicaralah, aku akan mendengarkanmu," ucap Mehru yang masih sibuk memilah-milah tanaman obat, karena saat ini dirinya sedang berlatih bersama Seo dan Mesa.


"Aku ingin kita bicara berdua saja, karena ini sangat penting."


Mehru menoleh kearah Seo, karena ingin meminta persetujuan dari kekasihnya itu. Seo memasang senyuman sembari menganggukkan kepala tanda setuju. Setelah Mehru dan Galeo keluar, Seo kembali memasang wajah dinginnya.


Galeo yang tidak sabar, segera menyeret Mehru ke salah satu ruangan yang tidak terpakai, dan kemudian menutup pintu dengan rapat


"Ada apa? kamu terlihat sangat panik."


"Mehru, apa kamu percaya padaku?"


"Ya."


"Kalau begitu aku ingin kamu mengakhiri hubunganmu dengan Seo."


"Kenapa?"


"Dia bukan pria yang baik Mehru, dia sudah mengkhianatimu. Semalam aku melihat sendiri dia sedang bercinta dengan Mesa digubuknya. Bahkan mereka mengulanginya hingga berkali-kali. Aku juga mendengar mereka akan menyingkirkanmu."


Mehru terkekeh saat mendengar ucapan Galeo. Baginya itu hanya bualan yang Galeo buat, karena pria itu sedang cemburu.


"Mehru aku serius. Menjauhlah dari pria jahat itu, dia memiliki tujuan lain mendekatimu."


Suara Mehru mereda saat kedua bahunya diguncang oleh Galeo.


"Gale, aku tahu kamu mengatakan itu karena kamu memiliki perasaan padaku. Bagaimana aku bisa mempercayaimu? kamu mengatakan Mesa, gadis lugu itu bercinta dengan Seo, Mereka bahkan jarang bicara satu sama lain."


"Seandainya kamu mengatakan kalau Seo pergi kerumah bordil, mungkin aku akan lebih percaya. Apa kamu tidak sedang mengigau?"


"Sudah kuduga, kamu tidak percaya padaku. Tapi tidak apa-apa, aku yakin kamu pasti tahu dengan sendirinya. Dan yang aku takutkan, saat kamu tahu segalanya semuanya sudah terlambat."


"Aku tahu kamu wanita yang cerdas, kamu diberikan kemapuan yang orang lain tidak miliki. Jadi cobalah berfikir dan cari tahu sendiri."


Galeo keluar dari tempat itu dan Meninggalkan Mehru sendiri didalam ruangan itu. Sementara dua orang yang sejak tadi mengintip dan mendengar pembicaraan Galeo dan Mehru, sedikit lega karena Mehru lebih percaya pada Seo.


Seo menyeret tangan Mesa, Karena takut Mehru mengetahui keberadaan mereka.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Mesa.


"Apa kamu mau mendengarkanku?"

__ADS_1


"Apa?"


Seo membisikkan sesuatu ditelinga Mesa, senyummm gadis itu terbit seketika.


"Bagaimana? apa kamu mau mengikuti saranku?"


"Tentu saja, bukankah sudah sampai ditahap ini? bagaimana bisa mundur lagi?"


"Bagus, pergilah! takutnya ada orang yang melihat kebersamaan kita."


"Emm." Mesa mengangguk.


Seo bergegas pergi dari tempat itu, namun langkahnya terhenti saat suara Galeo memanggil namanya. Perlahan Seo membalikkan tubuhnya, dan memasang senyum palsunya.


"Ada apa?"


"Aku tidak akan meminta hal ini berkali-kali padamu, tapi aku harap kamu mau mendengarkan ucapanku."


"Kenapa? sepertinya serius sekali."


"Jauhi Mehru! jangan kamu fikir aku tidak tahu semua perbuatanmu dan Mesa. Apa salah Mehru padamu sehingga kamu ingin menyingkirkannya? dia tidak pernah berbuat jahat pada siapapun."


"Dia memang tidak berbuat salah apapun, tapi otaknya yang bermasalah."


"Apa maksudmu?"


"Jadi hanya karena itu kau ingin menyingkirkannya?"


"Tentu saja bukan karena itu saja. Suhu akan memberikan kitab penting pada siapa saja yang mendapat nilai tertinggi, dan aku tidak akan membiarkan siapapun yang mendapat kitab itu. Kitab itu harus menjadi milikku bagaimanapun caranya, karena aku yang layak menjadi tabib terkenal setelah tabib Cheng."


"Kamu benar-benar sudah gila. Kalau kamu ingin mendapatkan kitab itu, harusnya kamu giat belajar dan berlatih, bukan dengan cara picik seperti itu."


"Gunakan kecerdasan berfikir jauh lebih baik. Tidak masalah siapapun yang mendapat nilai tertinggi, aku pasti akan mendapatkan kitabnya. Terlebih kalau yang mendapatkan itu adalah Mehru, itu jauh lebih mudah bagiku."


"Jadi kamu mendekatinya karena ingin memanfaatkan Mehru?"


"Anggap saja begitu. Kamu bisa memungutnya setelah aku puas dengannya."


"Apa maksudmu?"


"Kamu tentu tahu maksudku. Sebagai pria normal dan perkasa, tentu aku tidak bisa hanya mencicipi satu wanita saja. Kamu sudah tahu hubunganku dengan Mesa, selanjutnya kamu akan melihat percintaan panasku dengan Mehru."


Bugggghhh


Bugggghhh


Galeo yang emosi memukul Seo dengan membabi buta. Hingga wajah Seo sedikit memar.

__ADS_1


"Gale hentikan!" hardik Mehru.


Galeo yang ingin memukul Seo kembali, tangannya terpaksa berhenti diudara.


"Apa yang kamu lakukan?"


"Gale, aku minta maaf kalau Mehru lebih memilihku daripada kamu. Tapi apa salahku? kami saling mencintai?" ujar Seo.


Mehru menatap tajam kearah Galeo, hingga Galeo menjadi salah tingkah.


"Mehru bukan begitu kejadian sebenarnya, dia..."


"Cukup Gale, ini pertama dan terakhir aku melihatmu berbuat kasar pada Seo. Kalau ada lain kali, maka aku tidak ingin bicara denganmu lagi!"


"Tapi Mehru, bukan itu yang dia katakan padaku. Dia ingin memanfaatkanmu untuk mendapatkan kitab suhu."


"Gale omong kosong apa yang kamu bicarakan? kenapa kamu yang jadi memutar balikkan fakta sebenarnya? bukankah kamu perduli dengan Mehru, karena kamu bilang dia cerdas? dan ingin mendekati dia karena ingin terkenal?"


"Kurang ajar! beraninya kamu mengatakan hal yang tidak-tidak tentangku?"


Galeo kembali menyerang Seo sehingga Mehru terpaksa menghentikan pria itu dengan cara menamparnya dengan cukup keras.


"Kamu sudah keterlaluan Gale, aku sudah memperingatkanmu, dan kamu masih berani berbuat kasar padanya didepan mataku? aku peringatkan padamu, jangan lagi ikut campur urusanku,"


"Gale," Mawe yang baru datang melihat Galeo memegang pipinya yang terasa panas.


Mawe kemudian menyeret Galeo ke gubuk tempat tinggalnya.


"Sebenarnya ada apa?"


"Laki-Laki kurang ajar itu sangat licik sekali. Ternyata dia hanya ingin mendapatkan kitab itu untuk menjadi tabib tersohor seperti suhu. Dia bilang akan menyingkirkan siapapun yang menjadi penghalangnya."


"Galeo. Sepertinya kamu lagi-lagi harus bersiap menerima kenyataan seperti kehidupan yang sudah-sudah. Ini memang jalan yang harus kita tempuh, sebelum kita berhasil mematahkan kutukkannya "


"Haruskah jalannya sesakit ini? rasanya aku tidak sanggup lagi Mawe."


"Yang penting kami sudah berusaha. Bukan salahmu kalau kamu gagal meyakinkan Mehru. Tapi ini memang salah satu kehidupan pahit yang harus Mehru hadapi."


*****


Sebulan kemudian....


Hari ini adalah hari ujian pertama bagi calon tabib. Tabib Cheng memberikan ujian tertulis untuk para muridnya. Semua calon tabib mengerjakan ujian dengan serius karena mereka ingin mendapatkan nilai terbaik. Tabib Cheng sangat senang melihat muridnya begitu serius saat mengerjakan semua soal yang dia berikan.


Setelah semua sudah selesai, tabib Cheng membiarkan semua muridnya untuk pulang kerumah masing-masing, dan Tabib Cheng membawa hasil ujianya ketempat tinggalnya untuk dikoreksi.


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2