SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
30. Menyamar


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


Ting


Sarlince menerima notifikasi diponselnya. Sarlince melihat sekilas, notif itu berasal dari emailnya. Setelah memimpin rapat, barulah Sarlince membuka email diponselnya.


"Sepertinya aku harus memikirkan cara agar pria itu tidak mengenaliku,"


"Ada apa?" tanya Umi.


"3 hari lagi aku akan mengikuti kompetisi itu di RB Group." Jawab Sarlince.


"Benarkah? apa Nona sudah menyiapkan disign apa yang akan Nona buat nanti?" tanya Umi.


"Tidak. Semua disign mereka yang akan menentukannya." Jawab Sarlince.


"Nona. Bagaimana kalau seandainya Nona memenangkan kompetisi itu? apa Nona akan benar-benar bekerja disana? lalu bagaimana dengan HS Group?" tanya Umi.


"Aku sudah memiliki rencana untuk hal itu " Jawab Sarlince.


"Lalu bagaimana dengan penampilan Nona saat akan mengikuti kompetisi? bagaimana kalau sampai mereka mengenalimu?" tanya Umi.


"Menurutmu aku harus berdandan seperti apa agar pria itu tidak mengenaliku?" tanya Sarlince.


"Semua disigner yang mengikuti kompetisi, pasti penampilannya sangat menarik. Bagaimana kalau Nona berdandan sebaliknya saja?"


"Apa aku harus berpakaian aneh seperti sebelumnya?"


"Tidak. Kalau seperti itu malah akan semakin mudah dikenali. Nona bisa berpakaian dan merubah riasan wajah Nona dengan menggunakan make up."


"Emm...sepulang dari sini kita akan mencobanya," ujar Sarlince.


"Oke."


*****


Tok


Tok


Tok


Qiel menyudahi cumb**nnya didada Inara dan menurunkan gadis itu dari atas mejanya.


"Cepat rapikan pakaianmu. Bersikaplah seperti layaknya seorang serketaris," ujar Qiel.


Inara mengancingkan pakaiannya dengan kesal. Karena dirinya sudah terlanjur menginginkan lebih dari apa yang Qiel lakukan padanya.

__ADS_1


"Masuklah!" ujar Qiel.


Qiel terkejut saat mendapati Celine lah yang berada didepan pintu. Celine mengerutkan dahinya saat melihat wanita asing yang tidak jauh dari meja kerja kekasihnya. Bisa Celine lihat, penampilan gadis itu terlalu sexy untuk ukuran seorang yang bekerja dikantor.


"Sayang dia siapa?" tanya Celine.


Celine dengan posesif langsung duduk dipangkuan Qiel.


"Dia serketaris baruku." Jawab Qiel dengan santai.


"Kok merekrut serketaris baru nggak bilang-bilang?" tanya Celine.


"Inara kamu keluarlah!" ujar Qiel.


Hati Inara bersungut kesal karena Qiel mengusirnya dari ruangan itu setelah sebelumnya menc***u habis dirinya.


"Kalian lihat saja. Aku akan membuat kalian tidak akan pernah hidup damai," batin Inara.


Setelah Inara keluar, Celine tidak menahan diri lagi.


"Terus terang aku tidak percaya dengan serketaris baru itu. Kelihatan sekali dia sangat pandai menggoda laki-laki. Apa kamu tidak melihat baju yang dia kenakan? dia pasti sengaja ingin menggodamu," ucap Celine.


"Apa kamu cemburu sama dia?" tanya Qiel sembari terkekeh.


"Tentu saja aku cemburu. Sebaiknya kamu cari serketaris lainnya saja. Aku tidak mau kalau dia yang menjadi serketarismu," ucap Celine.


"Sayang jangan begitu, kasihan dia. Dia harus menghidupi keluarganya, terutama orang tuanya yang sedang sakit. Aku akan menyuruhnya untuk berpakaian lebih sopan lagi ya?"


"Tidak akan honey. Kamu itu hanya satu-satunya wanita yang aku cintai." Jawab Qiel.


"Emm...aku percaya padamu," Celince mengangguk.


Sementara dibalik pintu, Inara hanya tersenyum sinis.


"Bahkan kamu tidak tahu, suamimu itu sudah pernah menggempurku semalaman. Tubuh kerempengmu itu tidak akan pernah bisa membuat suamimu itu puas," batin Inara.


"Pulanglah. Nanti aku akan datang ke apartemenmu," ujar Qiel.


"Kamu mengusirku?" tanya Celine.


"Sayang. Pekerjaanku masih banyak, kalau kamu disini aku khawatir malah akan menerkammu dan pekerjaanku semakin menumpuk." ujar Qiel


"Pulang kerja nanti aku menginginkanmu, jadi persiapkan dirimu," bisik Qiel.


Wajah Celine bersemu merah dan mencubit pelan dada kekasihnya.


"Baiklah aku pergi. Tapi ingat jaga matamu dari serketaris centil itu,"


"Iya sayangku." Jawab Qiel.

__ADS_1


Celine pergi setelah mengecup sekilas b***r kekasihnya itu dan keluar dari sana. Sementara Inara berpura-pura sibuk dengan berkas ditangannya. Celine menghentikan sejenak langkahnya saat berada tepat didepan meja Inara.


"Jangan kamu mengira aku tidak tahu apa tujuanmu menjadi serketarisnya. Tapi aku tekankan padamu, dia hanya mencintaiku dan tidak akan pernah tertarik dengan wanita sepertimu," ujar Celince kemudian melenggang pergi.


"Rasa percaya diri wanita itu sangat tinggi sekali. Padahal dia tidak tahu saja, suaminya selalu mengeluh tentang dirinya itu," ujar Inara lirih.


Inara bergegas masuk kembali keruangan Qiel dan mengunci pintu itu.


"Apa itu tadi istrimu?" tanya Inara.


"Bukan." Jawab Qiel santai.


"Apa?" Inara terkejut.


"Kemarilah! jangan melototkan mata indahmu seperti itu." Jawab Qiel.


Inara mendekat kearah Qiel, pria itu langsung menarik pinggang ramping inara dan membuat gadis itu duduk dipangkuannya.


"Dia sama sepertimu," ucap Qiel sembari mencolek hidung Inara.


"Maksudmu apa?" tanya Inara.


"Dia kekasihku yang sudah kupacari selama 3 tahun. Sementara istriku ada dirumah, dia hasil perjodohan dari orang tua kami dan aku tidak mencintainya." Jawab Qiel.


"Jadi orang yang kamu cintai gadis tadi?" tanya Inara.


"Tidak juga. Aku akan mencintai gadis yang bisa memanjakanku dalam segala hal, terutama saat ditempat tidur." Jawab Qiel


"Qiel, kamu terlalu bermain-main dengan perasaan wanita,"


"Itulah sebabnya kamu harus berbuat lebih, agar aku bisa mencintaimu dan tergila-gila padamu." Jawab Qiel dengan mengedipkan satu matanya.


"Kamu nakal," Inara menepuk dada Qiel pelan.


Tanpa banyak basa basi, kedua manusia itu melanjutkan kembali kemesraan yang sempat tertunda sejak kedatangan Celine. Qiel tidak perduli meskipun meja kebesarannya ditetesi banyak cairan-cairan percintaan mereka. Suara era**an itu tidak lagi staf lainnya perdulikan, karena sudah biasa mereka mendengar hal itu sejak dulu.


*****


Hari ini hari kompetisi pertama bagi Sarlince. Sarlince melangkah perlahan menuju lobby kantor RB group. Sejak pertama pintu kaca terbuka, semua orang sudah memperhatikan penampilan Sarlince dari atas hingga bawah. Semua orang seakan memandang rendah dirinya. Bagaimana tidak? saat ini Sarlince mengenakan baju kemeja polos berwarna putih, dengan rok yang mengembang berwarna hitam. Dikakinya dia gunakan flatshoes berwarna hitam dan tak lupa rambut palsu dengan keriting menjuntai.


Sarlince juga menempelkan sedikit tompel dibawah dagunya. Sarlince tahu orang-orang sedang berbisik mempertanyakan tentang dirinya. Tapi gadis itu terlihat cuek dan tidak perduli pendapat orang lain tentang dirinya itu.


Semua peserta sebanyak 100 orang dipersilahkan masuk kedalam sebuah aula besar. Disana sudah dipersiapkan meja sebanyak 100 unit beserta peralatan yang dibutuhkan untuk mendisign secara manual. Sarlince duduk dengan tenang meskipun suara sumbang masih saja terdengar dari arah belakang tempat duduknya.


"Apa gadis itu tidak memiliki cermin dirumahnya? siapa yang mau menerima dia sebagai disigner? apa dia tidak tahu ini sebuah kompetisi bergengsi? apa dia fikir ini hanya menggambar pegunungan seperti anak SD?" ujar Malika salah satu saingan Sarlice.


"Kamu benar. Terus terang sebagai lulusan disign terbaik diluar negeri aku jadi merasa terhina dengan adanya dia disini," timpal Natalie.


"Sudalahlah, biarkan saja dia bermimpi dulu. Nanti juga dia akan menangis setelah dibabak penyisihan 50 besar," ucap Regia.

__ADS_1


Sarlince hanya menyunggingkan senyumnya saat mendengar suara-suara sumbang itu. Dirinya sama sekali tidak merasa tersinggung atau berniat ingin memberi para gadis itu pelajaran. karena mereka tidak tahu sedang berhadapan dengan manusia jenis apa dirinya itu


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2