
"Nanti akan aku urus perceraian kita secepatnya," ujar Regent.
"Sungguh aku nyesal pernah nikah sama kamu Regent," ucap Sarlince
"Aku juga menyesal pernah nikah sama kamu. Tapi untung sekarang aku sudah punya Lucia. Dia bisa memberikan apa yang kamu tidak bisa berikan," ujar Regent.
"Sayang. Kamu cepat minta tanda tangan pengalihan aset sekarang," bisik Lucia.
"Oh ya. Daripada hartamu tidak berfungsi sama sekali. Dan kamu akan menjalani hidup ditempat ini, lebih baik kamu hibahkan saja semua aset dan hartamu sama aku. Cepat kamu tanda tangani surat-surat ini. Ini ada 10 aset yang harus kamu tanda tangani,"
Regent menyodorkan map berwarna merah pada Sarlince. Tanpa mereka tahu, Regent menyelipkan huruf-huruf morse yang hanya Regent dan Sarlince yang tahu. Huruf itu tampak biasa dan membaur dengan huruf yang lainnya. Namun kalau lebih teliti lagi, ada sebuah huruf yang dicetak tebal disetiap kata. Sarlince hanya tinggal menggabungkan huruf demi huruf untuk membacanya.
"Sayang. Aku sangat merindukanmu. Aku harap kamu baik-baik saja. Aku akan mencari cara agar bisa membebaskanmu dari sini. Kamu jangan takut ya? aku tidak akan membiarkn kamu terluka. Soal video yang di kirim Lucia, kamu jangan percaya. Itu bukan aku, tapi Akira. Megumi sudah membuatkan wajah palsu yang mirip denganku,"
Sarlince menarik sudut bibirnya nyaris tak terlihat. Hanya Regent yang paham dengan tarikkan bibir itu, yang menandakan Sarlince percaya dengan apa yang dia katakan.
"Sayang. Beberapa hari ini aku tidak bisa tidur memikirkanmu. Melalui satu malam terasa sangat lama, karena aku sangat ingin menemuimu. Kamu tanda tangani saja surat ini, karena ini surat palsu. Aku mencintaimu,"
"Wah...hebat sekali kamu Regent. Aku tidak menyangka, pria yang aku nikahi, ternyata pria brengsek dan tidak tahu malu. Bisa-Bisanya kamu ingin merampas hartaku, setelah kamu mengkhianatiku?" ucap Sarlince.
"Sudahlah. Jangan terlalu banyak bicara, tanda tangani saja," ujar Regent.
"Sepertinya kamu sangat ingin menguasai semua hartaku. Kenapa? apa perusahaan kamu sudah bangkrut? kalau memang bangkrut, aku akan setuju buat tanda tangan. Aku akan anggap ngasih pengemis," tanya Sarlince.
"Terserah kamu mau ngomong apa. Kalau tidak mau tanda tangan ya sudah. Sekarang aku mau bicara penting dengan yang punya rumah ini," ujar Regent.
"Saya yang punya rumah ini, sekaligus calon suami dari Sarlince." Jawab Asmodeus.
__ADS_1
"Ya ampun. Yang benar saja? kamu diculik engkong-engkong keriput? kasihan banget deh nasib kamu. Emang masih kuat melayani Sarlince? takutnya baru nyelup sudah layu," sindir Regent yang membuat Sarlince jadi menahan tawanya.
"Lancang!" Asmodeus emosi.
"Sabar pak. Ntar kena serangan jantung loh. Aku tidak perduli hubungan kalian kedepannya. Karena saya datang kemari karena ingin memutuskan hubungan antara Lucia dan kalian. Aku ingin dia jadi manusia sepenuhnya dan tidak lagi terikat dengan kalian. Dengan begitu pertukaran ini adil kan? kamu bisa memiliki Sarlince sepenuhnya, dan saya bisa memiliki Lucia seutuhnya," ujar Regent.
"Oke. Aku kabulkan. Marcus, nanti berikan Lucia cairan pemurnian darah. Dengan begitu dia akan menjadi manusia biasa dan tidak memiliki kekuatan apapun lagi," ujar Asmodeus.
"Sayang. Apa kamu tidak ada masalah dengan itu?" tanya Regent.
"Tidak masalah. Aku tidak perlu menjadi kuat, karena aku yakin kamu pasti akan jagain aku." Jawab Lucia.
"Untung aku mengetahui ini hanya sebuah sandiwara. Kalau aku tidak tahu, aku rasa aku akan menjambak rambut wanita ini," batin Sarlince.
"Oke. Aku rasa pertukaran kita sudah cukup. Aku akui tempat ini sangat indah tuan Asmodeus. Apa aku dan Lucia tidak diperbolehkan menikmati keindahan tempat ini?" Regent masih saja berusaha agar bisa mengetahui seluk beluk tempat itu.
"Tempat ini bukan bisa dikelilingi atau dinikmati oleh sembarang orang. Saya tidak mengizinkan anda untuk menikmatinya," ujar Asmodeus.
"Tunggu! minumlah cairan ini Lucia," ujar Marcus sembari menyodorkan satu botol kecil cairan pemurni darah. Tanpa ragu sedikitpun, Lucia meminum cairan itu hingga tandas.
"Selamat tinggal Sarlince," ucap Regent.
Dengan langkah berat, Regent meninggalkan ruangan itu. Padahal dia sangat ingin memeluk Sarlince sebelum dia pergi. Namun keduanya sama-sama tidak berdaya.
"Apa kepalaku harus di tutup lagi seperti ini?" tanya Regent.
"Ya Dia tidak ingin ada orang yang tahu tempat ini. Turuti saja, setelah ini kita bebas kembali. Iya kan?" tanya Lucia.
__ADS_1
"Betul. Ya sudah ayo kita pulang," ujar Regent.
Regent dan Luciapun pulang ke apartement. Dan tanpa basa basi lagi Lucia langsung menyerang Regent, yang membuat pria itu jadi gelagapan.
"Tunggu-Tunggu! Sayang. Kita ini baru dari luar. Berkeringat, berdebu, kotor, kita mandi dulu dong baru begituan," Regent menahan Lucia yang ingin menciumnya.
"Ya udah kita mandi sambil gituan yuk? kita kan sering juga melakukannya di kamar mandi," ujar Lucia.
"Mari aku. Bagaimana ini? Akira maruk banget sih? dimana tempat hayu aja. Tapi aku sama Sarlince juga gitu sih," batin Regent.
"Nggak. Aku maunya kita mandi dulu, kita bisa gituan setelah kita pergi kesuatu tempat," ujar Regent.
"Kita mau pergi lagi?" tanya Lucia.
"Ya. Aku sudah mempersiapkan semuanya buat kamu. Malam ini aku ingin merayakan bersatunya kita di salah satu restaurant mahal. Aku pengen ngajak kamu dinner." Jawab Regent yang membuat mata Lucia jadi berbinar.
"Sungguh?" tanyq Lucia.
"Ya. Apa kamu senang?" tanya Regent yang kemudian diangguki oleh Lucia.
"Kalau begitu mandilah! dandan yang cantik. Aku nemuin klien sebentar. Gara-Gara ponsel ditinggal, semua klien dan rekan bisnis pada nelpon. Aku harus nemuin klien dari luar negeri dulu. Jam 7 malam aku jemput kamu ya sayang?" ujar Regent.
"Oke. Jangan telat," ujar Lucia.
Regent menarik hidung Lucia dan kemudian pergi dari tempat itu. Setelah masuk kedalam mobilnya, Regent sudah tidak sabar lagi ingin melihat benda apa yang Sarlince selipkan ditangannya ketika bersalaman dengannya di tempat Asmodeus.
Kertas yang tampak dilipat sangat kecil perlahan Regent buka dengan sangat hati-hati. Tulisan Sarlince memang sedikit aneh, tapi masih bisa dia baca. Sarlince memang menuliskan itu dengan menggunakan cat dan kuas lukis. Karena Sarlince menemukan ide itu, agar tidak dicurigai.
__ADS_1
"Sayang. Aku hamil! saat ini aku sedang mengandung bayi kita. Jadi ternyata kamulah pemilik tanda spesial hijau dipunggung yang mereka bicarakan. Aku pernah melihat itu saat kita tengah berhubungan. Aku sangat merindukanmu sayang, sangat!"
Air mata haru jatuh meluncur membasahi pipi Regent. Ada euforia tersendiri yang Regent rasakan saat ini.