SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
130. Pergi Ke Negara J


__ADS_3

"Apa semuanya sudah siap?" tanya Regent.


"Aku rasa sudah cukup, kita bisa membeli apa yang kurang disana saja,"


"Baiklah. Ayo kita berangkat,"


Regent yang mengenakan pakaian serba hitam itu, mengenakan kaca mata hitamnya sebelum memasuki sebuah mobil sport mewah yang akan mengantar mereka ke bandara.


"Sayang sekali Vino dan Megumi tidak ikut," ucap Aline.


"Nanti setelah kita pulang, giliran mereka yang akan kita suruh pergi berbulan madu. Saat ini mereka harus mengawasi pembangunan laboratorium, bunker, dan ruang tehnologi."


"Ya kamu benar, lagipula kita tidak hanya akan pergi berbulan madu saja, tapi ada tujuan lain yang harus aku cari."


"Tujuan lain? apa?"


"Aku rasa keputusan untuk bekerjasama dengan mafia dalam negeri agak beresiko. Aku ingin mendapatkan senjata terbaik yang diproduksi oleh negara J. Bukankah negara J sangat terkenal dengan tehnologi canggihnya? aku rasa persenjataan militer mereka juga dibuat dengan tidak sembarangan atau bisa dikatakan kuliatas terbaik."


"Kenapa tidak negara A dan negara R saja? bukankah kekuatan militernya juga besar dan tidak perlu diragukan lagi? kemungkinan para mafia disana memperoleh senjata terbaik juga."


"Bertahap saja. Aku ingin melihat barang yang dihasilkan dikawasan asia dulu,"


"Baiklah terserah kamu saja."


"Sepertinya kita sudah hampir sampai," ucap Sarlince.


"Ya."


Mobil sport warna hitam itu akhirnya berbelok kearah kawasan bandara, setelah mengecek tiket dan segala macamnya, Sarlince dan Regent akhirnya bisa duduk tenang didalam pesawat sembari menunggu keberangkatan mereka.


Selang 20 menit kemudian burung besi yang mereka tumpangi akhirnya mengudara bebas diangkasa.


Regent tersenyum bahagia saat melihat Sarlince tertidur lelap sembari menyandarkan kepalanya di jendela pesawat. Wajah itu terlihat tenang seperti tanpa beban sedikitpun.


"Sayang," bisik Regent.


Sarlince perlahan membuka matanya yang masih begitu berat.


"Apa kita sudah sampai?"


"Belum. Apa kamu ingin makan sesuatu? arah belakang ada yang menawarkan makanan, apa kamu butuh makanan atau minuman yang kamu inginkan?"


"Kalau ada beli roti dan minum saja, aku masih sangat mengantuk."


"Baiklah. Kamu bisa tidur kembali, biar makanan dan minumannya aku simpan untukmu."

__ADS_1


"Emm." Sarlince mengangguk sembari kembali memejamkan matanya.


Karena perbedaan waktu antara negara I dan negara J hanya dua jam, mereka tiba di negara J belum terlalu siang. Sarlince tersenyum bahagia saat bisa berkunjung ke negara yang sangat ia ingin datangi sejak lama.


"Ah...sangat dingin, berbeda sekali dengan negara kita," ucap Sarlince.


"Ya. Sepertinya kita membutuhkan baju hangat disini,"


"Ya."


Aline menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya untuk mengurangi dingin.


"Kita harus segera mencari penginapan, setelah itu kita cari kedai kopi atau semacamnya."


"Baiklah."


Regent dan Sarlince pergi menyeret koper mereka dan minta diantar taksi untuk mencari hotel yang dekat dengan bandara. Setelah mendapatkan penginapan, kini mereka bisa bernafas lega, karena cuaca di hotel tidak sedingin saat diluar ruangan. Sarlince dan Regent juga memesan kopi panas dan camilan untuk menghangatkan tubuh mereka.


"Sepertinya kopi dan camilan ini masih kurang menghangatkan tubuh kita," ucap Regent dengan lirikkan mautnya.


"Apa kita perlu memesan satu teko besar kopi panas?"


"Kenapa harus minum kopi, jika ada sesuatu yang bisa membuat tubuh kita lebih hangat."


"Apa? disini tidak ada tungku perapian. Harusnya kita mencari hotel yang memiliki penghangat ruangan,"


"Benarkah? apa?"


"Apa kamu benar-benar ingin mencobanya sekarang?"


Sarlince terdiam, otak cerdasnya langsung bekerja. Wanita itu menyipitkan matanya kearah Regent yang sudah cengar cengir kearah dirinya.


Pukkk


Sarlince memukul pundak Regent sembari mengembangkan senyumnya.


"Dasar mesum,"


"kenapa? bukankah tujuan utama kita kesini memang ingin berbuat mesum?"


"Ckk...kamu ini," pipi Sarlince merona.


Regent tidak ingin membuang banyak kesempatan, pria itu segera memeluk istrinya itu dan sedikit mere**s dua gundukan indah milik Sarlince.


"Sayang. Kita baru saja sampai, apa harus melakukannya sekarang?"

__ADS_1


"Apa kamu tidak menginginkannya saat ini?"


Sarlince tidak mampu menolak lagi, tangan suaminya itu sudah jauh masuk kedalam, hingga Sarlince tidak kuasa lagi untuk menolak.


Suasana tempat tidur yang semula rapi, kini tidak tahu lagi bentuknya. Kedua insan itu benar-benar sudah merusaknya hanya sekejap mata saja. Kini mereka tidak lagi merasakan dingin ditubuh mereka, yang ada hanya ada rasa panas yang menjalar bahkan sedikit mengeluarkan keringat. Bahkan mereka tidak segan mengulang percintaan itu hingga berkali-kali.


Hosh


Hosh


Hosh


"Ah...sayang...ini benar-benar moment terbaik dalam hidupku. Dulu saat pertama kali kita menjalani hidup dihutan peri dan hutan terlarang, kita pernah berada dalam situasi menyenangkan seperti ini. Menjadi sepasang suami istri meskipun hanya bertahan selama satu hari saja. Tapi rasa bahagia itu masih terasa membekas, dan kini kamu menjadi milikku lagi. Tidak akan aku biarkan ada orang yang mengganggu rumah tangga kita."


"Ya. Tapi Re, jika suatu saat kita harus dipisahkan oleh keadaan, jangan pernah bertindak bodoh. Sebelum mayat kita masing-masing belum terlihat tepat didepan mata kita, jangan pernah percaya pada ucapan siapapun. Ataupun berpaling pada yang lain."


"Sayang. Aku mohon jangan mengatakan hal-hal yang membuatku takut. Kamu mengatakan hal seperti itu seolah kita akan berpisah saja."


"Ini hanya seandainya saja. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya nanti, tapi apapun itu aku hanya ingin kamu tahu, bahwa aku hanya mencintai kamu seorang dalam hidupku."


Regent mengeratkan pelukkannya pada Sarlince. Dia paling tahu, Sarlince memiliki indera dan intuisi yang sangat istimewa. Apapun yang wanita itu katakan, seolah akan terjadi dimasa depan, dan itu benar-benar membuatnya takut.


"Sudah sore, sebaiknya kita membersihkan diri dan mencari kuliner enak yang ada di negara ini," ucap Sarlince.


"Baiklah kita mandi bersama saja," ujar Regent.


"Emm." Sarlince mengangguk.


Regent kemudian mengangkat tubuh Sarlince dan membawanya kedalam kamar mandi. Merekapun berendam bersama sembari saling membersihkan tubuh mereka masing-masing. Setelah selesai, merekapun berpakaian dan pergi keluar untuk mencari jajanan kuliner yang terkenal di negara J.


"Semakin sore semakin ramai, sepertinya ini memang di sediakan tempat khusus orang-orang ya g ingin jajan," ucap Regent.


"Ya. Jajanannya juga enak-enak," Sarlince menggigit jajanan yang terbuat dari usus yang diisi dengan berbagai sayuran dan telur.


"Enak?"


"Enak banget, meskipun sedikit agak pedas tapi masih bisa diterima dilambungku. Itu apa?" tanya Sarlince yang melihat Regent menggigit sesuatu yang bentuknya seperti sosis.


"Sepertinya ini sosis, tapi rasa dagingnya lebih dominan dan dibalut dengan tepung yang membuatnya jadi crispy."


"Sangat mengenyangkan, harganya juga relatif murah. Mungkin disini memang khusus disediakan untuk masyarakat kalangan menengah kebawah kali ya?"


"Emm." Regent hanya menganggukkan kepalanya sembari menggigit kembali sosis jumbo yang ada ditanggannya.


Setelah puas berkuliner ria, dan perut mereka sudah sangat kenyang, Regent dan Sarlince memutuskan untuk pulang ke hotel dan beristirahat.

__ADS_1


Tinggakkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2