SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
83. Kedatangan Inara


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


"Bu. Ada seseorang yang ingin menemui anda," ujar Serketaris Sarlince.


"Siapa?" tanya Sarlince.


Sarlince sangat gugup, kalau-kalau yang datang adalah Regent. Sudah dipastikan pria itu akan mengajaknya bercinta, dan itu akan membuat tanda didadanya akan ketahuan.


"Seorang gadis. Namanya Inara,"


"Inara?"


"Ya. Apa anda ingin menemuinya?"


"Suruh dia naik keatas menemuiku!"


"Baik."


Serketaris itu pergi dan memberitahukan Inara agar menemui Sarlince diruangannya.


"Siapa Inara?" tanya Megumi.


"Seorang wanita simpanan. Lebih tepatnya simpanan suami mesumku."


"Ada apa dia mencarimu?"


"Tidak tahu. Lebih dari itu, kamu belum menjelaskan kenapa kamu menggunakan syal tebal dicuaca yang sangat panas ini?"


"Ehem...aku merasa sedang tidak enak badan."


Sarlince menyipitkan matanya untuk mencari kejujuran dimata gadis yang ada didepannya ini


"Buka syalmu!"


"Ada apa?"


"Jangan melawan perintah atasanmu," ujar Sarlince.


Megumi perlahan membuka syalnya dengan gugup dan tertunduk setelahnya.


"Ternyata tidak enak badan karena kebanyakkan bercinta," ucap Sarlince karena melihat begitu banyak tanda merah dileher gadis itu.


"Apa kalian benar-benar melakukannya kemarin?" tanya Sarlince.


Megumi mengangguk sembari tersipu malu.


"Apa dia sudah mengungkapkan perasaannya padamu?"


"Apa itu diperlukan? apa kita tidak bisa merasakan perasaannya ketika kita sedang bercinta dengannya?"


"Itu dua hal yang berbeda. Ada tipe pria yang hanya suka melakukannya, tapi tidak mau berkomitment."

__ADS_1


Megumi terdiam, dia tiba-tiba merasa gelisah karena seingatnya Vino tidak membicarakan hal serius setelah mereka bercinta sepuasnya.


"Kalau kamu tidak yakin dengan perasaannya, lebih baik kamu gunakan pengaman saat kalian akan bercinta. Atau kamu gunakan alat kontrasepsi dalam jangka panjang saja."


"Bagaimana mungkin aku menanyakan perasaannya lebih dulu padaku? bukankah itu sangat memalukan?"


"Lalu apa kamu mau hanya dijadikan pelampiasan nafsunya saja? setidaknya kamu bisa menolaknya jika memang dia tidak memiliki perasaan padamu."


"Tapi aku tidak tahu mengapa, saat melihatnya menatapku, dia sangat tulus padaku."


"Jangan sampai menyesal sepertiku. Dulu kamu tahu sendiri aku selalu berkata naif seperti itu. Pada kenyataannya orang yang aku cintai selalu berhianat dibelakangku."


"Aku rasa dia tidak akan menyentuhku lagi setelah hari kemarin. Dia sudah mendapatkan yang dia mau,"


"Waspada itu jauh lebih baik. Lelaki kalau sudah mencicipi hal yang enak, dia pasti ingin mengulanginya lagi."


"Benarkah?"


"Lihat saja pria simpananku. Saat bertemu denganku, seolah kegiatan itu wajib dia lakukan."


Sarlince terkekeh. Dan tawa itu mereda saat mendengar ada suara ketukan dipintu ruangannya.


"Masuklah!"


Inara memasuki ruangan Sarlince dengan senyum semringah dibibirnya. Wanita bertubuh sexy itu berjalan melenggak lenggok menghampiri Sarlince.


"Silahkan duduk!"


"Terima kasih,"


"Maaf. Ada keperluan apa ya hingga anda mencariku?" tanya Sarlince.


"Beri aku pekerjaan." Inara tanpa berbasa-basi mengucapkan maksud kedatangannya.


Sarlince terkekeh saat mendengar permintaan Inara. Wanita itu begitu percaya diri didepannya, hanya karena merasa dekat dengan suaminya.


"Posisi apa yang kamu inginkan?"


"Terserah. Mungkin bisa jadi serketarismu, managermu, atau bahkan menjadi asistenmu " Inara melirik kearah Megumi yang menatapnya dengan wajah datar.


Sarlince lagi-lagi terkekeh, hingga nyaris tersedak air ludahnya sendiri.


"Apa kamu masih belum cukup menikmati tubuh suamiku? dan sekarang kamu ingin meminta makan dari istrinya yang sudah kalian hianati?" tanya Sarlince.


"Oh...rupanya kamu sudah mengetahuinya ya? kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi. Biar kuberitahu satu hal padamu, aku akan selalu merebut apapun yang kamu miliki dan kamu sukai."


"Aku tidak menyukainya, jadi silahkan kamu pungut saja."


"Aku tahu kamu pasti sangat mencintai suamimu itu. Aku tahu betul siapa kamu dan kepribadianmu itu."


Sarlince tersenyum sinis saat mendengar ucapan Inara. Gadis didepannya ini seolah paling tahu dan paling mengerti dirinya.


"Kalau begitu sebaiknya kamu minta saja pekerjaan pada suamiku itu. Jangan tahunya bisa merebut dan tak mau berusaha."

__ADS_1


"Itu tidak akan menyenangkan kalau aku bekerja seharian dengan suamimu. Apa kamu tahu? dia itu tidak bisa melihat tubuhku, gairahnya terlalu besar. Hingga setiap saat dia ingin selalu membuatku berada dibawah kungkungannya."


"Tidak dapat kupungkiri, suamimu itu sangat mahir diatas ranjang. Dia seolah tidak mau berhenti ingin selalu menghujam milikku,"


"Cukup!"


Sarlince benar-benar merasa jengah dengan apa yang Inara katakan. Dia tahu betul Inara sedang memprovokasi dirinya. Dia menghentikan ucapan Inara bukan karena rasa cemburu, melainkan merasa mual saat mendengarkan semua ocehan yang tidak bermutu itu.


"Kenapa? apa kamu cemburu Sarlince? oh tidak...seharusnya aku menambahkan sebuah gelar didepan namamu bukan? Kap-ten Sarlince?"


Tubuh Sarlince menegang seketika, begitu juga dengan Megumi. Melihat keterkejutan diwajah Sarlince, Inara menyeringai puas. Sementara itu Sarlince manatap seringai itu dengan hati yang berkecamuk. Dia tidak ingin sampai salah bicara dan menjebak dirinya sendiri dengan ucapannya.


"Dan gadis ini, apa dia Megumi sahabat terbaikmu?" tanya Inara yang mengalihkan pandangannya pada Megumi.


Inara juga melihat ada banyak tanda merah dileher Megumi, hingga gadis itu berdecak untuk mengolok Megumi.


"Ternyata dikehidupan ini kamu sudah berubah jadi wanita liar ya?" tanya Inara.


"Ha-Haruka," ucap Sarlince lirih..


Inara tertawa keras saat Sarlince menyebut nama dirinya yang ada dikehidupan sebelumnya.


"Iya kakakku sayang. Ini adik kesayanganmu Haruka ." Jawab Inara.


Bibir Sarlince bergetar, karena dia masih belum bisa mencerna apa yang terjadi. Dia tidak habis fikir, ternyata selain dirinya dan Megumi, Regent dan Vino, ternyata masih ada sosok pemeran lain yang masih berada dalam misteri.


"Ba-bagaimana bisa?"


"Tentu saja bisa. Apa kamu tidak percaya kalau aku ini Haruka?"


"Baiklah, aku akan menceritakan padamu apa yang terjadi dikehidupan sebelumnua. Saat itu kamubyang sudah tertikam belati sersan Edogawa, Jasadmu berakhir didalam aquarium besar yang berisi dua ekor hiu ganas."


"Sayangnya saat itu aku mati terbunuh oleh Megumi. Tapi sebelum aku mati, aku melihat Sersan Edogawa juga membunuh Megumi. Apa kamu tahu apa yang dilakukan Edogawa dengan mayat cacatmu?"


"Dia memasukkanku kedalam Aquarium yang sama." Jawab Megumi dengan tangan terkepal.


"Oh...No...ada bagian yang terlewatkan olehmu. Kamu pasti terkejut saat mendengarnya."


"Apa yang dia lakukan dengan Megumi?" tanya Sarlince dengan tubuh bergetar karena menahan Amarah.


"Dia membuka seluruh pakaian Megumi dan menyetubuhi mayat cacat itu dengan brutal. Setelah itu aku tidak tahu lagi."


Tubuh Megumi bergetar hebat saat mendengar ucapan Inara. Dia tidak menyangka Edogawa mampu berbuat keji pada seorang mayat.


"Sudahlah tidak usah kamu fikirkan hal itu lagi. Bukankah sudah ada kehidupan baru lagi untuk kalian? tapi mungkin ini akhir dari kehidupan kalian, setelah ini aku pastikan kalian akan tidur selamanya."


"Apa maksudmu?"


"Ada seseorang yang sudah lama menunggumu. Seseorang yang ingin menikahimu, agar kamu dengannya bisa berada dikehidupan yang abadi."


"Siapa yang kamu maksdu?" tanya Megumi.


"Aku harap kamu tidak lagi menggagalkan semua rencana kami kali ini. Sudah cukup dikehidupan sebelumnya kamu sudah mengacaukan semua usahaku."

__ADS_1


Megumi terkekeh mendengar ucapan Inara, gadis itu mencondongkan tubuhnya setelah tawanya mereda dan berbisik sesuatu yang membuat Inara marah.


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2