SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
173. Mencengangkan


__ADS_3

"Benar-Benar nggak manusiawi. Mayat sebanyak itu tidak dikuburkan secara layak, dan malah di bakar kayak bakar sampah," gumam Akira.


Kalau mayat sebanyak itu hanya 4 orang yang mengangkut, itu artinya orang dalam markas hanya segelintir saja. Kita harus masuk kedalam, agar kita tahu berapa jumlah orang yang tersisa," ujar Regent.


"Tunggu! bukankah itu Alex dan Qiel? mau apa dia kesini?" ujar Regent.


"Siapa mereka?" tanya Martin.


"Mantan suami dan mantan ayah mertua Sarlince." Jawab Regent.


Akira, Martin dan Chio jadi kebingungan mendengar ucapan Regent. Dan Regent sama sekali tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan.


Alex dan Qiel tampak berbicara dengan Marcus. Tidak berapa lama kemudian, seorang pria bertato mendorong kursi roda dengan seorang pria berkulit keriput di atasnya.


"Sial. Sepertinya Asmodeus masih hidup. Dan dia meminta bantuan Qiel dan Alex untuk memasok oksigen. Sepertinya mereka akan menuju rumah sakit," ujar Regent.


"Mereka tidak boleh sampai keluar dari pagar itu Re. Kalau mereka berhasil keluar, maka mereka bisa menyusun kekuatan baru," ujar Vino.


"Jadi kita harus apa sekarang?" tanya Regent.


"Sudah saatnya kita mengakhiri babak ini. Kita harus membasmi mereka tanpa ada yang tersisa." Jawab Vano.


"Setuju. Aku juga mau cepat kelar," ujar Akira.


"Jadi. Senjata mana yang akan kita pakai dulu?' tanya Martin.


"Mumpung mereka berjalan berdampingan, kenapa tidak kita bom saja dengan geranat?" tanya Chio


Chio yang tidak sabar langsung melepas pemicu geranat, dan kemudian melemparkannya kearah Qiel, Marcus, alex dan Asmodeus.


BOOM


Alex dan Qiel terpelanting dengan tubuh penuh luka-luka. Sementara Asmodeus dan Marcus terpelanting kearah yang berbeda, namun hanya luka ringan.


"Sial. Ada penyusup disebelah sana. Pasukkan hitam. Serang!" teriak Marcus.


Sungguh mencengangkan bagi Akira dan teman-temannya, karena Asmodeus dan Marcus tampak baik-baik saja. Tanpa mereka tahu, kedua manusia itu bisa bertahan hidup dari serangan racun asap, itu karena cairan abadi yang mereka minum saat mendesak.


Sementara pasukkan hitam yang Marcus maksud, adalah pasukan yang berada diluar Markas. Mereka memang tidak berjumlah banyak, tapi mereka sangatlah tangguh.

__ADS_1


"Celaka. Mereka menyerang kita dengan senjata," ujar Akira.


"Apa yang kamu pikirkan. Kita sudah biasa menghadapi situasi seperti ini. Sudah saatnya kita menyelesaikan semuanya, dan hidup dengan damai bersama pasangan kita masing-masing," ujar Chio.


"Serbuuuuuuuu!" teriak Regent.


DOOR


DOOR


DOOR


Terjadi baku tembak antara kubu Regent dan juga kubu Asmodeus. Sarlince sangat khawatir saat dirinya menunggu di dalam mobil. Dia sama sekali tidak bisa tenang, dan tangannya merasa gatal karena ingin ikut berperang.


"Celaka. Sepertinya kita kegabisan amunisi


Amunisi kita banyak ketinggalan di dalam mobil," ujar Martin.


"Pergilah! ambil semua amunisi. Kita harus tuntaskan semuanya," ujar Regent.


Saat Martin akan pergi, seseorang ingin menembaknya dari belakang.


Door


"Sarlince. Apa yang kamu lakukan?" tanya Martin.


"Apa yang aku lakukan? tentu saja aku menyelamatkan nyawa temanku? kalian mempertaruhkan nyawa demi aku, tentu saja aku harus berjuang bersama kalian." Jawab Sarlince.


"Sayang. Kenapa kamu kesini? ini sangat berbahaya. Kembalilah ke mobil," Regent menghampiri Sarlince.


"Ini bukan waktunya bernegosiasi. Kita harus menyelesaikan pertarungan ini," ujar Sarlince.


Door


Sarlince kembali menembak seseorang yang ingin membidik suaminya.


"Cepatpah menyebar! jangan berkumpul seperti ini. Dengarkan perintah kapten!" ucap Sarlince dengan lantang.


Regent bisa melihat jiwa kepemimpinan Sarlince saat menjadi seorang kapten di kehidupan sebelumnya kembali berkobar. Dan hal itu tidak hanya dilihat boleh dirinya saja, tapi dilihat juga olehteman-temannya yang lain.

__ADS_1


"Seraaaaaangggg," teriak Marcus.


Door


Door


Door


"Akkhhh," Akira terkena tembakkan dilengannya.


"Kiraaaa," teriak Chio.


Breeetttttt


Sarlince merobek renda bajunya, dan mengikatnya pada lengan Akira. Mata Sarlince bergerak waspada agar dirinya tidak kembali kecolongan.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Sarlince.


"Ya." Jawab Akira dengan nafas tersenggal.


"Racun asap, lempar ke rumput kering!" ujar Sarlince.


Regent segera melenparkan racun asap kearah musuh yang tengah berdiri di rumput kering. Musuh langsung mengalami sesak dan tidak sadarkan diri.


"Jangan melukai Sarlince! dia sangat penting bagiku!" perintah Asmodeus.


"Membiarkan aku hidup, tentu kesalahan terbesar buat kamu Asmodeus," gumam Sarlince.


Sarlince menarik senapan laras panjang milik Chio, dan menembak musuhnya dengan membabi buta. Hingga musuh hanya tinggal Marcus dan Asmodeus saja.


Sarlince perlahan mendekati Asmodeus dan Marcus secara perlahan.


"Sayang. Apa yang kamu lakukan?" tanya Regent setengah berbisik.


"Tetap ditempat kalian!" ujar Sarlince.


Sarlince kemudian mendekati Asmodeus dan Marcus. Pria disamping kursi roda itu tampak waspada dengan menodongkan pistol kearah Sarlince.


"Tuan. Maaf aku nggak bisa membahayakan nyawaku demi wanita ini. Aku....

__ADS_1


Door


Sarlince langsung mengakhiri nyawa Marcus sebelum pria itu menyelesaikan ucapannya. Sementara teman-teman Sarlince termasuk suaminya jadi tercengang melihat aksinya itu.


__ADS_2