
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏
*****
"Jadi apa ada yang ingin mengajukan soal lainnya lagi?" tanya Sarlince.
"Tidak perlu Nona Sarlince. Saya pribadi sangat percaya kalau anda mampu menjadi pemimpin perusahaan. Kita akan buktikan secara langsung saja, bagaimana hasil target dibulan depan nanti. Apa berjalan stabil, atau malah menurun saat anda yang memimpin." Jawab Salah seorang pemegang saham.
"Setuju." Semua orang menjawab serempak.
"Baiklah, saya rasa rapat hari ini kita cukupkan sampai disini saja dulu. Besok, saya akan langsung masuk kantor sesuai dengan prosedur untuk menggantikan Papa saya memimpin perusahaan ini. Saya ucapkan terima kasih atas bimbingan bapak dan ibu yang ada disini, semoga kedepannya kita bisa menjadi partner kerja yang baik, sehingga kita bisa memajukan perusahaan ini secara bersama-sama. Selamat siang," ujar Sarlince.
Wibawa yang Sarlince pancarkan begitu memukau dan menarik hati para senior dan pemegang saham yang sedang berada diruang rapat.
Sarlince berjalan melangkah lebih dulu saat akan keluar dari ruang rapat. Alex dan Qiel berjalan kearah lorong berbeda menuju mobil mereka tanpa berpamitan dulu dengan Sarlince dan pengacara Igo.
Alex memukul setir mobilnya beberapa kali karena kesal. Wajahnya merah karena terbawa emosi.
"Aku tidak percaya ini. Ada apa dengan gadis itu? bagaimana mungkin seorang idiot tiba-tiba menjadi seorang genius, hanya karena ikut terapi dalam satu minggu?" ucap Alex.
"Sebenarnya terapi seperti apa yang dia jalani? aku benar-benar dibuat penasaran," sambung Alex.
"Apa mungkin otak Sarlince diberi kejut listrik? jadi efek kejut listrik itu membuat pola fikirnya menjadi terbalik, sehingga otaknya menjadi pintar," timpal Qiel.
"Apa benar ada terapi semacam itu? ah...difikirkan seperti apapun, ini masih tidak bisa diterima oleh akal sehatku. Sepertinya aku butuh refreshing untuk menjernihkan otakku ini," ujar Alex.
"Papa tidak usah terlalu memikirkan hal itu. Nanti Papa akan stres. Papa tenang saja, Sarlince sangat menyukaiku. Aku akan merebut perusahaan itu dengan memanfaatkan perasaannya itu," ucap Qiel.
"Ha...untung saja kita masih punya senjata pamungkas itu. Kalau tidak, itu akan menjadi kesulitan tersendiri untuk kita. Qiel, buat gadis itu tergila-gila padamu, hingga dia mau melakukan dan mau memberikan apa saja untukmu," ujar Alex.
"Terus terang Sarlince lebih memikat saat berubah seperti ini," ujar Qiel.
"Apa maksud ucapanmu?" tanya Alex.
__ADS_1
"Papa tidak tahu saja, dia sangat menggoda saat diatas ranjang. Bahkan bentuk tubuhnya jauh lebih indah dari Celine." Jawab Qiel dengan tidak tahu malunya.
"Jangan bilang kamu sudah terpikat dengan gadis itu?" tanya Alex.
"Tidak ada salahnya kan? aku akan membuatnya semakin tergila-gila setelah berada dibawah kungkunganku." Jawab Qiel.
"Setelah puas dan berhasil merebut semua hartanya, kamu bisa melemparkannya kejalanan," ucap Alex.
"Atau aku akan tetap membiarkannya menajadi budak nafsuku sampai aku tidak menginginkannya lagi," timpal Qiel.
Alex tertawa terbahak saat mendengar ucapan Qiel. Pemuda itu memang hasil cetakannya.
"Baru kali ini aku sangat yakin kalau kamu itu benar-benar putraku," ujar Alex.
"Tentu saja. Semua ilmu yang kudapat, bersumber dari Papa. Apa Papa mengira aku tidak tahu hubungan gelap Papa dengan tante Sarah?" tanya Qiel sembari membelokkan mobilnya setelah usai terkena rambu lampu merah.
Alex sangat terkejut mendengar ucapan Qiel yang mengetahui perselingkuhannya dengan Sarah.
"Bahkan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, Saat wanita itu berada dibawah kungkunganmu dengan suara merdunya," sambung Qiel.
"Papa tidak usah khawatir, kini aku sudah mengerti setelah merasakan kenikmatan itu. Kita sebagai pria sejati memang tidak bisa hidup dengan satu wanita saja. Tapi satu hal yang Qiel minta pada Papa, Jangan menikahi wanita itu sebelum Mama benar-benar pergi dari dunia ini. Minimal dimata Mama, Papa tetap menjadi suami yang setia sampai akhir hayatnya. Apa Papa bisa mewujudkan keinginanku?" tanya Qiel.
"Qiel. Papa minta maaf soal penghianatan Papa pada Mama mu. Kamu tahu sendiri, Mamamu tidak bisa lagi memberikan kebutuhan biologis yang Papa butuhkan. Sementara Sarah masih sangat muda dan bisa memberikan apa yang Papa inginkan. Bahkan Papalah orang yang pertama kali merenggut kesuciannya. Tapi Papa berjanji padamu, Papa tidak akan menikahinya, sebelum Mamamu pergi selamanya." Jawab Alex.
"Terima kasih Pa," ujar Qiel.
"Aku tidak menyangka respon Qiel akan seperti ini. Apa aku harus menaikkan dosis racun itu agar Maria cepat pergi dari dunia ini?" batin Alex.
Sementara di Mobil yang lain, Igo tidak berhenti tertawa hingga matanya mengeluarkan cairan.
"Sarlince. Ayah benar-benar puas melihat wajah pias di kedua wajah pria serakah itu," ucap Igo setelah tawanya mereda.
"Ya. Aline juga bisa melihat itu dengan jelas " Jawab Sarlince.
__ADS_1
"Aline Ayah ingin bicara serius denganmu. Bagaimana bisa kamu melakukan semua itu? terus terang jantung Ayah seperti lari marathon saat melihat posisimu yang seakan dipojokkan oleh orang-orang itu," tanya Igo.
"Apa ayah percaya dikehidupan sebelumnya, aku pernah menciptakan barang-barang diluar nalar manusia biasa? bahkan aku pernah membuat bunker, dan kami bisa hidup didasar laut hingga bertahun-tahun lamanya." Jawab Sarlice.
"Membuat Bunker? didasar laut?" tanya Igo tercengang.
"Ya. Bunker didasar laut. Jika pada umumnya manusia akan membuat bunker diatas tanah dan didalam tanah, maka dikehidupan sebelumnya aku menciptakan sebuah bunker didasar laut. Bahkan aku dengan sesuka hati bisa memindahkan bunker itu, meski kedasar laut terdalam sekalipun." Jawab Sarlince.
"Be-benarkah? kalau begitu bukankah kamu itu seorang profesor?" tanya Igo.
"Ya. Disetiap kehidupan yang aku jalani, aku selalu menjadi orang yang berbeda dengan peran yang berbeda pula. Aku pernah menjadi gadis penguasa hutan, seorang profesor, kapten penguasa lautan, menjadi seorang peretas nomor satu didunia, bahkan aku juga pernah menjadi selir seorang raja." Jawab Sarlince.
Igo menyapu keringat yang menggenangi dahinya. Apa yang Sarlince ucapkan begitu tidak masuk dalam nalarnya, tapi untuk hari ini Igo sudah melihat keajaiban itu.
Sarlince terkekeh melihat ekspresi Igo yang mendadak diam. Tawa Sarlince bahkan terdengar menakutkan ditelinga Igo.
"Apa Ayah jadi takut padaku?" tanya Sarlince setelah tawanya mereda.
"A-ayah...."
"Ayah. Aline juga manusia biasa seperti Ayah dan yang lainnya. Bukan manusia vampire, mutan, atau jenis manusia kasat mata lainnya. Hanya saja Tuhan memberikan hak istimewa padaku, aku tidak tahu apa tujuan Dia membuatku seperti ini. Tapi aku yakin, Dia ingin aku menjaga kedamaian dunia ini," ujar Sarlince.
"Aline sebagai manusia biasa yang memiliki pemikiran terbatas, Ayah tentu belum bisa menerima semua ceritamu 100 persen. Tapi apapun yang kamu lakukan Ayah sangat percaya, kalau kamu seorang gadis yang baik. Ayah akan selalu mendukungmu asalkan kamu masih berada dalam koridor," ucap Igo.
"Tentu. Suatu saat aku akan membuatkan kursi unik untuk Ayah. Kursi yang pernah kujanjikan pada seseorang, tapi aku belum menemukan orang itu sampai saat ini." Jawab Sarlince.
"Kursi unik?"
"Ya. Kursi itu bisa membantu seseorang, bahkan untuk orang yang sulit berjalan normal sekalipun." Jawab Sarlince.
Igo terkekeh mendengar ucapan Sarlince.
"Ayah sangat menantikan kursi ciptaanmu itu. Ayah menginginkannya disaat Ayah sudah tua renta dan tidak mampu lagi berjalan dengan tongkat," ujar Igo.
__ADS_1
Igo dan Sarlince tertawa bersama, Hubungan yang baru tercipta itu seakan sudah lama terjalin. Sarlince kembali memasang wajah datar setelah tawanya mereda. Tatapan matanya lurus kedepan, memandang jalan yang akan dia lalui.
Jangan Lupa Like, Koment dan Vote🤗🙏