
Tinggalkan Like, Koment Dan Voteπ€π
*****
Semua peserta kompetisi meninggalkan aula kecuali Sarlince. Gadis itu masih asyik terlelap dimejanya.
"Tuan dia...."
Ucapan serketaris itu terhenti saat Regent memberikan isyarat di bibirnya.
"Kamu ambil saja kertas disignnya!" ujar Regent.
Regent tanpa memperhatikan disign yang Sarlince buat, malah menggendong gadis itu dan membawanya keruangan pribadi.
"Re. Kenapa kamu...."
Lagi-Lagi Regent memberikan syarat dibibirnya saat Vino akan memberinya peringatan.
"Ada apa dengan Regent? tidak biasanya dia perduli dengan seorang wanita kecuali Mehru. Terlebih ini hanya seorang gadis aneh," batin Regent.
Regent keluar dari ruang pribadinya dan memerintahkan Vino menyiapkan dua porsi makan siang untuk dia dan Sarlince.
Regent merogoh isi tas Sarlince untuk mengetahui apa yang gadis itu bawa. Tas rajut berwarna merah itu sangat menarik perhatian pria itu.
"Apa ini? ini kan flashdisk ku? kenapa ada padanya? jangan-jangan dia...."
Regent sangat mengenal barang miliknya, karena benda itu memiliki tanda khusus. Regent perlahan mendekat kearah Sarlince untuk memastikan sesuatu. Regent menarik pelan tompel palsu yang Sarlince kenakan, juga rambut palsu yang ada dikepala gadis itu. Regent menyunggingkan senyumnya.
"Gadis nakal. Kamu ingin coba-coba bermain denganku ya? tapi ternyata kamu gadis yang cantik," ujar Regent lirih.
Regent kembali memasangkan tompel dan rambut palsu milik Sarlince dan menyimpan rahasia itu untuk dirinya sendiri. Regent duduk disebuah kursi dan bermain dengan ponselnya. Sesekali pria itu melirik kearah Sarlince untuk memastikan gadis itu sudah terbangun apa belum.
"Tingkat kewaspadaan yang rendah. Bagaimana dia bisa tidur seperti kerbau dikamar seorang pria? apa yang dia lakukan kalau malam-malam? apa dia begadang?" batin Regent.
Tiba-Tiba tubuh Sarlince menggeliat, gadis itu merenggangkan semua otot-ototnya hingga terdengar bunyi gemeratak dari sendi tulangnya. Regent mengamati tiap gerakkan gadis itu sembari menopang dagunya.
"Eh? aku ada dimana? ini bukan kamarku kan?" ucap Sarlince lirih.
Gadis itu mencoba mengingat-ingat apa yang terakhir kali dia lakukan. Sejenak kemudian matanya membulat.
"Astaga...bukankah aku sedang mengikuti kompetisi dikantor pria mesum itu?" ujar Sarlince sembari menutup mulutnya.
"Siapa yang kamu bilang mesum?" tanya Regent.
"Bisa-Bisanya kamu tertidur saat kompetisi. Tidurmu seperti kerbau, bahkan saat aku menggendongmu pun kamu sama sekali tidak terbangun. Kamu itu tidur atau mati?" tanya Regent.
Sarlince terperanjat saat mendengar suara berat dan lantang yang membuat jantungnya seakan berhenti berdetak seketika.
"Tu-tuan," ucap Sarlince berpura-pura gugup.
__ADS_1
"Jadi siapa yang kamu bilang mesum itu?" tanya Regent.
"Siapa? aku tidak pernah bilang begitu," elak Sarlince.
"Apa kamu ingin mengatakan kalau aku ini tuli?"
"Aku juga tidak bilang begitu. Tuan sebaiknya anda periksakan diri anda ke dokter THT, barangkali ada yang salah dengan itu." Jawab Sarlince.
"Maaf Tuan, saya harus segera pulang. Saya tidak mau pulang terlambat," sambung Sarlince.
Tok
Tok
Tok
Regent membuka pintu dan mengambil dua porsi makanan dari tangan OB.
"Makanlah! ini sudah waktunya makan siang, ku kira kamu tadi pingsan. Itulah sebabnya kamu kubawa kemari dan kupesankan makanan," ucap Regent.
"Tidak usah Tuan, saya makan dirumah saja." Tolak Sarlince.
"Saya tidak suka dibantah. Apa kamu mau saya sebarkan foto kamu yang sedang ngiler saat tidur dimeja kompetisi?" ancam Regent.
Sarlince bedecak kesal dan kembali duduk di sofa berdampingan dengan Regent. Sarlince makan dengan lahap tanpa memperdulikan Regent yang sejak tadi memperhatikan dirinya.
"Makanlah dengan pelan, tidak ada yang ingin berebut denganmu," ujar Regent sembari membersihkan saus yang menempel di bibir Sarlince.
"Kamu makanlah makananmu dengan benar, jangan perdulikan tentang caraku makan. Apa itu hanya modus agar kamu bisa berbuat mesum?" ucap Sarlince.
"Jadi ternyata benar, aku yang kamu maksud mesum itu? memangnya kapan aku pernah mesum padamu? ini kan pertama kalinya kita bertemu?" tanya Regent pura-pura tidak tahu.
"Tidak perlu sering bertemu, itu bisa terlihat dari sinar matamu." Jawab Sarlince.
"Benarkah? ada apa dengan sinar mataku?" tanya Regent sembari mendekat kearah wajah Sarlince yang membuat gadis itu gugup setengah mati.
"Ka-kamu menjauhlah! atau aku akan berteriak," hardik Sarlince.
Cup
Regent mengec*p b***r Sarlince dan sedikit melu**tnya. Mata Sarlince terbuka lebar karena mendapat serangan tak terduga itu. Jiwa kaptennya pun bangkit, sekuat tenaga dia mendorong tubuh Regent hingga pria itu terpental mundur diujung sofa.
Regent terkekeh saat melihat kemarahan diwajah Sarlince, dan ketika gadis itu mengelap cukup keras bibirnya.
"Kamu benar-benar membuatku marah. Dasar pria mesum, aku akan mencabik-cabik tubuhmu itu," hardik Sarlince.
Sarlince tiba-tiba menyerang Regent dengan membabi buta, namun karena dia sedang memakai rok panjang, pergerakkan gadis itu menjadi terbatas. Setiap tendangan yang dia berikan, Regent dengan mantap menangkapnya. Pria itu bahkan dengan sengaja mengelus paha mulus Sarlince. Rasa amarah Sarlince semakin memuncak, ingin sekali rasanya dia melepaskan rok itu agar dia bisa leluasa memberikan pelajaran untuk Regent.
Bukkk
__ADS_1
Sarlince berhasil meninju pipi Regent cukup keras hingga wajah pria itu tertoleh kesamping. Namun bukannya marah, regent malah menyunggingkan senyumnya.
"Gadis liar. Aku suka," ucap Regent sembari mengedipkan mata genitnya.
"Aku pastikan hari ini kamu tidak akan menyukai gadis liar lagi, karena aku akan mengahabisimu." Jawab Sarlince.
Sarlince kembali menyerang Regent, namun kali ini Regent menyerang penyamaran Sarlince.
"Auuuu,"
Sarlince meringis kesakitan saat Regent menarik cukup keras tompel palsu yang berada dibawah dagunya. Dan untuk serangan berikutnya Regent mengambil rambut palsu Sarlince, hingga rambut asli gadis itu tergerai indah. Mata Regent terpanah, saat melihat kecantikan alami gadis itu. Pandangan mata mereka sejenak bertemu, Regent kembali membingkai senyumnya.
"Ternyata kamu benar-benar gadis bodoh itu. Kamu sengaja mengikuti kompetisi karena suka padaku kan?" tanya Regent asal.
"Siapa yang suka padamu?" hardik Sarlince kesal.
Tap
Tap
Tap
Sarlince kembali menyerang regent, Sarlince sangat kesal karena dia harus menggunakan rok hari ini. Dan dia bersumpah tidak ingin menggunakannya lagi. Regent pada akhirnya berhasil menangkap tangan Sarlince dan melipat tangan itu kebelakang gadis itu. Kini posisi pria itu benar-benar sangat diuntungkan. Regent membenarkan rambut Sarlince yang sudah menutupi separuh wajahnya. Dengan nakal Regent sengaja membenamkan wajahnya diceruk leher gadis itu dan memberikan sentuhan lembut disana.
Mendapat sentuhan itu tubuh Sarlince sedikit bergetar. Regent meraih wajah gadis itu dan melabuhkan sebuah ci***n hangat di b***r tipisnya. Sarlince yang tiba-tiba tersadar kembali berontak.
"Bukankah sudah kukatakan, aku akan menciummu disini saat pertemuan kedua kita," bisik Regent sembari meraba bibir Sarlince dengan ibu jarinya.
"Dasar pria brengsek!" hardik Sarlince.
Bukannya melepaskan Sarlince, tangan Regent malah dengan nakal menyusup kedalam baju gadis itu. Perlahan dia mere**s dua gundukan indah milik Sarlince. Tanpa Regent sadari dia juga sudah hilang kendali saat pertama kali mencium aroma wangi dari tubuh gadis itu.
"Ah..."
Sarlince tanpa sadar mengeluarkan suara merdunya.
"Shitttt...apa yang sudah kulakukan?" batin Regent.
Regent segera melepaskan tangannya dari kedua benda itu saat bayangan Mehru tiba-tiba hadir dalam ingatannya.
"Pulanglah!" ucap Regent sembari membalikkan badannya.
Entah mengapa dia tidak ingin melihat wajah Sarlince lagi. Pria itu takut tidak bisa mengendalikan diri lagi saat melihat wajah cantik Sarlince. Sarlince segera merapikan pakaiannya dan memasang kembali penyamarannya.
Brakkkk
Sarlince menutup pintu itu cukup keras, hingga sedikit membuat Regent terperanjat.
"Dasar pria brengsek, mesum, aku sumpahi dapat istri yang galak. Ini lagi, rok sialan. Aku akan membakarmu saat sampai dirumah nanti. Ckk...bisa-bisanya aku mengeluarkan suara laknat seperti itu. Memalukan!" gerutu Sarlince.
__ADS_1
Entah mengapa jauh dilubuk hatinya, Sarlince sangat kecewa saat Regent tiba-tiba berhenti melakukan hal itu padanya. Berkali-kali Sarlince membenturkan dahinya dijendela mobil taksi karena bisa-bisanya dia memikirkan hal yang tidak masuk akal itu.
Tinggalkan Like, Koment dan Vote π€π