SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
114. Ujian Akhir


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


"Mehru. Lihatlah disana, pernak pernik itu sangat indah. Aku ingin membelikannya untukmu,"


"Benarkah kau ingin membelikannya untukku?"


"Tentu. Anggap ini hadiah dariku karena kau sudah dua kali menjadi juara ujian."


"Terima kasih, dengan senang hati aku akan menerimanya."


"Ayo kita kesana,"


"Emm."


Setelah membayar makanan mereka, Mehru dah Seo pun pergi menuju ke tempat pernak pernik yang Seo maksudkan.


"Aku ingin membelikanmu ini,"


"Gelang?"


"Ya."


"Pilihan yang bagus anak muda, gelang itu terbuat dari kayu cendana," ujar penjual.


"Kayu cendana? apa istimewanya kayu itu?"


"Kayu itu mengeluarkan aroma wangi, meskipun sudah dibuat pernak pernik sedemikian rupa, wanginya tidak hilang."


"Benarkah? kalau begitu aku ingin ini satu," ucap Seo.


"Seo. Bolehkah aku membelikan gelang yang sama untuk Kheiren dan Mesa? aku ingin memberikan itu sebagai tanda persahabatan kami."


"Tentu saja. Aku akan membelikannya untuk kalian bertiga."


"Sungguh?"


"Emm. Apa kamu ingin membelikan untuk ibumu juga?"


"Paman. Kalau untuk orang tua sebaiknya yang mana?"


"Yang manapun sama saja, pernak pernik ini buat untuk wanita berbagai kalangan usia."


"Baiklah, aku menginginkan kalung itu saja. berikan dua untukku dengan warna dan bentuk yang sama."


"Kenapa harus sama tanya Seo?"


"Aku ingin membelikkannya untuk ibu Kheiren. ibu Kheiren juga seperti ibu kandungku sendiri."


"Baiklah kalau begitu."


Setelah membayar pernak pernik itu, Mehru dan Seo kembali berjalan santai sembari melihat-lihat barang yang bagus.


"Seo. Tunjukkan padaku dimaa jualan kain yang bagus?"


"Disana. Disana ada yang menjual kain sutra, kain terbaik saat ini."


"Sutra? sepertinya aku pernah mendengar itu dari Mesa. Kalau begitu aku ingin membelinya untuk ibu dan baba."

__ADS_1


"Baiklah, ayo."


Seo dan Mehru pergi membeli beberapa lembar kain sutra. Setelah membayarnya, mereka kembali berjalan untuk melihat-lihat.


"Tunggu! sepertinya aku melupakan sesuatu?" ucap Mehru.


"Apa yang kau lupakan?"


"Kenapa aku hanya sibuk mengingat keluargaku saja, bukankah kamu belum mendapatkan sesuatu? aku juga ingin membelikan sesuatu untuk suhu."


"Kamu benar, kita cari dulu barang untuk suhu setelah itu baru kita cari untuk kita sendiri "


"Menurutmu barang apa yang bagus untuk suhu?"


"Apa sebaiknya kita belikan kain lagi saja?"


"Kenapa?"


"Suhu sering menghadiri perjamuan desa, dan yang kulihat dia hanya mengenakan pakaian itu-itu saja."


"Itu saran yang bagus. Kalau begitu kita belikan kain sutra saja untuk suhu."


"Baiklah, kita bisa membelikannya saat arah jalan pulang nanti."


"Emm."


"Seo. Dimana tempat orang menjual wewangian?"


"Wewangian? apa kamu ingin benda itu?"


"Mesa ingin wewangian, aku juga ingin mencobanya."


"Kenapa?"


"Aku lebih suka aroma alami dari tubuhnya. Aromanya sangat menyenangkan."


Mehru tersipu malu saat mendengar pujian itu dari Seo.


"Baiklah, aku akan menurutimu."


Mereka kembali berjalan dan mencari wewangian untuk Mesa. Setelah itu mereka membeli barang-barang lain yang mereka butuhkan.


"Aku rasa ini sudah cukup, kita juga sudah membelikan kain untuk suhu," ujar Mehru.


"Apa kita perlu membeli beberapa jajanan pasar untuk oleh-oleh?"


"Kamu benar Seo, kita beli berbagai jenis jajanan pasar untuk orang-orang dibalai pengobatan."


"Baiklah, disana!" Seo menunjuk kearah jalan menuju tempat awal mereka.


Mehru dan Seopun memilih berbagai jenis jajanan pasar yang mereka inginkan, setelah itu mereka beranjak pulang.


Sementara itu Kheiren, Galeo dan Mawe sedang berbincang serius. Mereka bertiga sedang membahas sesuatu yang tengah menimpa Galeo.


"Apa kamu percaya aku bisa melakukan hal itu."


"Terus terang aku tidak percaya. Aku tahu kamu menyukai Mehru, mana mungkin kamu melampiaskan amarahmu secepat itu dengan wanita lain? terlebih kita berada satu wilayah yang sama."


"Sejak awal aku sudah memperingatkan Mehru, tapi dia tidak percaya padaku. Kheiren, aku melihat sendiri malam itu Seo dan Mesa menghabiskan malam bersama digubuk pria itu, dan aku mendengar sendiri mereka berencana menyingkirkan Mehru. Tapi sayangnya Mehru tidak percaya padaku karena dibutakan oleh cintanya pada Seo."

__ADS_1


"Apa kata-katamu itu bisa aku percaya?"


"Untuk apa aku berbohong padamu? aku memang menyukai Mehru, tapi bukan berarti aku mau melakukan apa saja demi mendaptkannya. Lagipula yang kucintai Mehru, kenapa tidak Mehru saja yang kunodai? kenapa harus Mesa?"


"Benar juga. Tapi ini sangat sulit membuktikan kamu tidak bersalah dalam hal ini. Kecuali kita menangkap basah perbuatan Mesa dan Seo."


"Mereka orang-orang licik. Mereka sudah merencanakan ini sejak lama. Seo ingin menguasai ilmu pengobatan sendiri dengan mengambil kitab yang akan dihadiahkan oleh suhu pada siapa saja murid yang berbakat."


"Benarkah."


"Ya. Aku mendengar sendiri semua pembicaraan mereka malam itu. kheiren, aku tidak tahu lagi bagaimana caraku meyakinkan Mehru agar percaya padaku. Sekarang saja dia ingin menjauhiku. Dan kamu bilang semalam dia ingin menanyakan tentang kebenaran antara aku dan Mesa."


"Gale. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Kamu bisa meyakinkan Mehru setelah menemukan semua buktinya. Saat ini dia sedang dimabuk asmara, sangat sulit meyakinkan orang yang sedang dilanda seperti itu."


"Emm. Aku mengerti, aku tahu ini tidak mudah. Tapi aku juga tidak ingin menyerah begitu saja."


"Bersabarlah. Suatu saat kebenaran pasti akan terungkap."


"Ya."


"Kalau begitu aku pergi dulu. Ini sudah hampir senja, barangkali Mehru juga sudah kembali dari pasar."


"Ya."


Kheiren beranjak pergi dari gubuk Gale dan Mawe. Kheiren bisa mendengar kalau Mehru sudah pulang, karena suara gadis itu terdengar dari luar gubuk yang sedang berbincang dengan Mesa.


"Kheiren. Kemarilah, aku membelikan ini untukmu dan untuk ibumu."


Kheiren menerima pemberian Mehru dengan mata berbinar.


"Terima kasih Mehru. Aku senang kamu masih mengingatku saat pergi berdua dengan Seo."


Kheren melirik kearah Mesa, gadis itu ingin memastikan kalau Mesa dan Seo memang punya hubungan terlarang dibelakang Mehru. Sesuai dugaan, wajah gadis itu langsung berubah masam.


"Kalian memang pasangan yang serasi. Aku senang selesai ujian kalian akan menikah. Aku turut bahagia untukmu Mehru. Apa saja yang Seo belikan untukmu?"


"Dia membelikan ini untukku. Tapi aku membelikan gelang yang sama untuk kalian, aku ingin kita memakainya sebagai tanda persahabatan kita."


"Gelangnya bagus," ujar Kheiren.


"Bagaimana menurutmu Mesa?" tanya Mehru.


"Iya, ini sangat indah." Jawab Mesa.


"Kalau begitu pakailah. Nah, ini wewangianmu yang kamu inginkan," Mehru menyodorkan wewangian itu pada Mesa.


"Terima kasih Mehru." Mesa meraih pemberian Mehru.


"Besok adalah ujian akhir kita, Entah apa yang akan suhu ujikan besok. Kita harus bersiap-siap, untuk itu harus banyak istirahat," ucap Mehru.


"Aku sangat gugup, dua kali ujian aku mendapat urutan ke 9 dan ke 10." Jawab Kheiren.


"Itu tidak buruk juga, yang penting kita sudah berusaha."


"Emm. Baiklah, kalau begitu lebih baik kita membersihkan diri saja," ujar Kheiren.


"Baiklah."


Mehru, Kheiren dan Mesa akhirnya membersihkan diri bersama. Setelah itu mereka langsung beristirahat digubuk.

__ADS_1


Tinggalkan Like, Komen dan Vote🤗🙏


__ADS_2