SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
13. Permainan


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment Dan Vote teman-temanπŸ€—πŸ™


*****


"He...ingin bermain denganku, apa kalian mengira sudah layak?" ujar Sarlince sembari jarinya bergerak lincah menyerang balik pertahanan mereka.


"Aku tidak akan langsung membuat kalian tamat hanya dengan satu kali permainan, itu tidak akan seru," ucap Sarlince.


Sementara diponsel yang lainnya, Sarlince membuat kekacauan diperusahaan milik Qiel. Tidak ada yang bisa tahu kondisi seperti apa yang sedang terjadi dikedua perusahaan itu saat ini. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah, semua ahli IT dan ahli peretas kedua perusahaan itu cukup kelabakan untuk mempertahankan perangkat mereka agar tidak bisa ditembus oleh penyerang.


"Kalian tenang saja. Aku hanya ingin bermain-main. Mencuri data kalian itu sangatlah mudah bagiku," ucap Sarlince lirih.


Sementara ditempat berbeda...


Alex yang masih asyik menghabiskan waktu bersama dengan Sarah diatas ranjang, dikejutkan oleh panggilan diponselnya.


"Apa? cepat lacak Ip peretas sialan itu. Beraninya dia membuat kekacauan diperusahaanku," perintah Alex.


Alex mengakhiri panggilan telpon itu secara sepihak.


"Ada apa?" tanya Sarah.


"Ada seorang peretas yang ingin membobol data perusahaanku." Jawab Alex yang segera berpakaian.


"Kamu ingin pulang sekarang?" tanya Sarah.


"Aku tidak bisa berdiam diri saja. Ini perusahaan yang susah payah aku bangun dengan kerja kerasku. Aku tidak ingin ada serangga yang mengusik ketenanganku." Jawab Alex.


"Baiklah, tenangkan dirimu sayang. Agar kamu bisa berfikir dengan jernih," ujar Sarah sembari memeluk pria itu dari belakang dengan tubuh polosnya.


"Emmm...terima kasih, untung ada kamu yang selalu bisa membuat hatiku tenang," ucap Alex sembari mengelus lengan wanita itu.


"Cari peretas handal untuk menangani masalahmu. Kamu bisa mencari orang seperti itu disebuah klub khusus peretas. Setiap tahun biasanya Klub itu akan mengadakan pertandingan antar peretas, untuk mencari peretas terbaik," ujar Sarah.


"Apa kamu memiliki kenalan dengan pengurus Klub itu?" tanya Alex.


"Ada. Pergilah kekantor, lihatlah dulu situasi disana. Jika memang tidak bisa diatasi, kita bisa pergi bersama untuk mencari peretas terbaik itu." Jawab Sarah.


Cup


"Terima kasih sayang. Kamu memang calon istri idaman. Sangat cerdas seperti yang aku inginkan," ujar Alex setelah memberikan kec***n di b***r tipis wanita itu.


Alex keluar dari kamar hotel itu, dan pergi menuju perusahaannya.


"Ah...aku rasa sudah cukup bermainnya. Mataku sudah mengatuk. Anggap saja itu sebuah syok terapi buat kalian," ujar Sarlince sembari merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa pegal.


Sarlince langsung keluar begitu saja dari sistem peretas yang baru saja dia lancarkan untuk mengganggu ketenangan dua perusahaan itu. Orang-orang yang menangani kegawatdaruratan itu bisa bernafas lega. Paling tidak mereka tidak akan mendengar teriakkan bodoh dari sang majikan.


"Bagaimana? apa semuanya sudah bisa dikendalikan?" tanya Alex.


"Sudah Tuan." Jawab seorang ahli peretas perusahaan Alex.


"Apa ada data perusahaan yang sudah dicuri?";

__ADS_1


"Tidak. Semuanya aman."


"Apa kalian sudah menemukan alamat Ip orang tersebut?" tanya Alex.


"Alamatnya tidak bisa dilacak Tuan. Orang ini sepertinya mempunyai keahlian meretas cukup baik."


"Jadi apa sebenarnya tujuan orang ini? kalau bukan mencuri data, lalu apalagi?" batin Alex.


"Menurutmu apa tujuan orang ini?" tanya Alex.


"Menurutku hanya orang iseng tuan. Bisa saja orang ini baru bisa meretas. Atau ingin mengetes kemampuan meretasnya."


Alex mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju.


"Kalau begitu buatlah perangkat lunak yang lebih baik lagi. Buat agar siapapun sulit untuk menembusnya. Buat agar siapapun yang berusaha membobolnya maka langsung terkena virus dan sistem peretas menjadi eror."


"Baik Tuan."


Alex berbalik badan meninggalkan ruang keamanan sistem.


"Ya El?"


Alex menerima panggilan telpon dari Qiel.


"Pa ada Peretas yang berusaha membobol sistem diperusahaanku. Untungnya semua data aman. Anehnya alamat Ip orang tersebut tidak bisa dilacak,"


"Sama. Kejadian itu juga menimpa perusahaan Papa. Apa mungkin yang melakukannya orang yang sama? Qiel, apa kamu punya musuh?" tanya Alex.


"Tidak ada. Semua kerjasama dengan rekan bisnisku berjalan dengan normal. Lalu bagaimana dengan Papa sendiri?" tanya Qiel.


"Masuk akal. Pasalnya orang ini tidak mencuri data apapun dari perusahaan,"


"Qiel. Suruh peretasmu untuk membuat perangkat lunak yang lebih canggih lagi. Kita harus tetap berjaga-jaga. Bila perlu ciptakan virus komputer yang lebih bagus lagi, agar saat diserang sistem yang meretas akan eror dan tidak bisa mengakses data kita lagi," ujar Alex.


"Baik Pa." Jawab Qiel.


Alex dan Qiel mengakhiri percakapan itu. Disaat Alex dan Qiel sibuk dengan kekacauan diperusahaannya, Sarlince tengah mendengkur halus dikamarnya.


Ceklekkk


Ceklekkk


Seseorang berusaha menekan handle pintu kamar Sarlince. Namun tidak terbuka, karena Sarlince sudah menguncinya. Tingkat kewaspadaan Sarlince yang pernah bergabung didunia militer, membuat mata dan telinganya sangat waspada.


"Sarlince buka!"


Sarlince berusaha mempertajam pendengarannya, berusaha mengenali pemilik suara.


"Sepertinya itu suara milik nenek sihir," ujar Sarlince.


Sarlince mengamankan semua ponselnya yang berada diatas tempat tidur, dia hanya menyisakan sebuah laptop karena tidak akan menimbulkan kecurigaan karena itu memang milik gadis malang itu.


Ceklekkk

__ADS_1


"Ada apa Ibu?" tanya Sarlince setelah membuka pintu.


Sarlince mengusap-usap matanya dengan punggung tangan, agar Sarah tahu bahwa dirinya baru saja bangun tidur.


"Sarlince. Apa kamu melihat seseorang masuk kekamar Ibu?" tanya Sarah.


"Tidak. Emang ada apa Bu?" tanya Sarlince polos.


"Cincin pemberian Paman Alex hilang." Jawab Sarah sembari menyelidik kearah Sarlince.


"Apa Ibu lupa mengunci pintu saat pergi?" tanya Sarlince.


"Tidak. Bahkan saat pulangpun pintu masih dalam keadaan terkunci." Jawab Sarah.


"Apa menurut ibu super hero semacam spiderman memang ada keluar dari tv?" tanya Sarlince.


"Apa maksudmu? mengapa jadi membahas spiderman?" tanya Sarah kesal.


"Soalnya kalau pintu kamar ibu terkunci, kemungkinan pencurinya adalah super hero yang bisa menaiki dinding setinggi tiga lantai ini." Jawab Sarlince.


Gigi Sarah bergemeratuk, sebab merasa kesal karena telah berdiskusi dengan Sarlince sang anak idiot menurut pandangan matanya.


"Dasar bodoh. Mengapa aku bisa mengajak anak bodoh sepertimu bicara. Hu...buang-buang waktu saja," ujar Sarah pergi sembari menggerutu.


"Kamulah yang bodoh. Seluruh keluargamu orang bodoh," hardik Sarlince dalam hati.


Sarlince menutup pintu kamarnya kembali, dan melanjutkan acara tidurnya yang sudah sempat diganggu.


Sementara dikamar, Sarah mondar mandir seperti sedang mengingat-ingat sesuatu.


"Aku ingat betul. Aku tidak membawa cincin itu dan meletakkannya kedalam brankas. Yang tahu sandi barankas ini hanya aku dan Hadinata. Brankasnya juga masih dalam keadaan terkunci, kalau ada pencuri yang masuk kenapa cuma mengambil cincin itu? bukankah semua perhiasanku ada disitu?" ujar Sarah lirih.


"Atau aku memang lupa ya meletakkannya dimana?" ucap Sarah.


Sarah ingin membuat panggilan pada Alex, namun segera membatalkannya. Karena panggilan itu sudah terlanjur masuk, membuat Alex menelpon balik.


"Ada apa?" tanya Alex.


"Sayang apa kamu sedang sibuk sekarang? kalau sibuk nanti saja kita bicara," ujar Sarah


"Tidak. Semua urusanku sudah kelar. Ada apa? apa kamu mau melanjutkan yang tadi?" tanya Alex sembari terkekeh.


"Mesum! aku sedang kebingungan saat ini, cincin yang pernah kamu hadiahkan padaku entah dimana aku meletakkannya. Aku benar-benar lupa." Jawab Sarah.


"Kenapa kamu merisaukan itu sayang. Nanti akan aku belikan yang lebih bagus dan lebih mahal dari itu. Istirahatlah, tubuhmu harus cukup istirahat agar disaat aku menginginkanmu, agar kamu bisa memberikan service memuaskan seperti tadi siang," ujar Alex.


"Ih mesum," ucap Sarah dengan nada manja.


"Sungguh. Kejutan yang kamu berikan padaku hari ini membuatku ketagihan. Rawatlah milikmu baik-baik, jangan khawatirkan masalah uang perawatan. Asal kamu selalu membuatku senang, maka itu akan setimpal," ujar Alex.


"Iya. Makasih sayang," ucap Sarah.


Alex dan Sarah mengakhiri percakapan itu. Wanita itu kemudian membersihkn diri dari sisa-sisa percintaannya dengan Alex agar tubuhnya kembali bugar.

__ADS_1


Tinggalkan Like, Koment dan Vote gratis loh😘😘😘


__ADS_2