
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏
*****
Uhukkk
Uhukkk
Galeo terbatuk dan menyemburkan banyak darah, beruntung saat terjatuh tubuh pria itu berada diatas tubuh Seo yang sudah tidak bernyawa lagi karena tertekan beban berat dan juga kerasnya bebatuan di dasar jurang.
"Ga-Gale," suara Mehru terdengar lirih.
Galeo menoleh keasal suara, dan mendapati Mehru sedang terbaring lemah diatas tubuh Mesa.
"Meh-Mehru, kau masih hidup?" tanya Galeo dengan suara lirih.
"Mungkin hanya mampu bertahan beberapa waktu saja," ucap Mehru dengan suara lemah.
Galeo menyeret tubuhnya dengan susah payah, agar bisa mendekat kearah Mehru. Galeo menggenggam erat tangan Mehru dan menatap wajah wanita yang kian lama kian memucat itu.
"Gale, aku senang bisa mati didekatmu, didekat pria yang mencintaiku dengan tulus."
"Husssttt kumohon jangan katakan itu lagi, aku juga bahagia bisa mati bersamamu. Kita memang tidak mungkin bisa keluar dari sini hidup-hidup, tapi waktu yang singkat ini sudah bisa membuatku bahagia karena aku menghabiskannya berada disisimu."
"Gale, maukah kau menciumku untuk terakhir kalinya?" tanya Mehru dengan air mata yang meleleh dipipinya.
"Apa aku boleh menciummu sepuasnya?" tanya Galeo dengan air mata yang mengalir tak terkira.
Mehru menganggukkan kepalanya, Galeo perlahan mendekatkan wajahnya dan mencium Mehru dengan ciuman yang sangat lembut. Mehru mengangkat tangannya yang lemah dan mengalungkan kedua tangannya dileher pria itu.
Suara decap keduanya memecah kesunyian dasar jurang, hingga lambat laun suara decap itu perlahan menghilang seiring tangan Mehru yang terkulai.
Karena tidak ada lagi respon dari Mehru, Galeo menghentikan ciumannya dan melihat kearah wanita yang dicintainya.
"Meh-Mehru," ucap Galeo lirih.
Galeo mengguncang-guncang tubuh Mehru dan menyadari kalau Mehru sudah pergi untuk selamanya. Galeo menangis tanpa suara, rasa sesak didadanya kian bertambah parah karena menahan rasa sakit kehilangan orang yang dicintainya.
"Mehru, dikehidupan ini aku kembali melihatmu mati dihadapanku. Tapi dikehidupan selanjutnya aku tidak menginginkan hal ini lagi. Kita harus bersama dikehidupan selanjutnya,"
Galeo memeluk erat tubuh Mehru, Galeo yang lemah hanya tinggal menunggu giliran kematiannya. Setelah matanya terpejam untuk selamanya, Kheiren dan Mawe memutuskan untuk bunuh diri bersama dengan cara melompat bersama-sama kejurang.
Kheiren dan Mawe sudah sama-sama bercerita bahwa mereka berada dari dimensi berbeda dengan manusia pada umumnya. Mereka yakin akan selalu bertemu meskipun berada dikehidupan selanjutnya.
Flashback off
Sarlince menangis terisak saat mendengar semua kisah itu, sementara Megumi malah tertawa cukup keras.
"Aku bisa menebak, dikehidupan waktu itu kamu adalah Mesa, si pelacur yang suka merebut suami orang lain."
"Ya mau bagaimana lagi, tugasku memang menggoda suaminya ditiap kehidupan. Dan sayangnya suamimu itu selalu tergoda sampai saat ini,"
"Pergilah dari hadapanku sekarang juga!" hardik Sarlince.
__ADS_1
"Jangan galak-galak, sebentar lagi oraganisasi kami akan meringkusmu,"
"Aku tidak perduli dengan organisasi apa yang kamu bicarakan. Saat ini aku tidak ingin memukul wajahmu, karena aku sedang tidak mood untuk berkelahi."
Inara tersenyum sinis dan melenggang pergi dari hadapan Sarlince dan Megumi.
"Gumi, apa itu artinya Galeo dan Mawe yang Inara maksud adalah Regent dan Vino dikehidupan itu?"
"Sepertinya begitu. Ternyata kita selalu terhubung dengan mereka, tapi karena ramuan iblis itu, kita jadi melupakan mereka di tiap kehidupan selanjutnya."
"Gumi, aku ingin menemui Regent sekarang juga."
"Aku juga, aku ingin memeluk suamiku dimasa lalu itu. Kini aku tidak meragukan lagi cintanya padaku meskipun dia tidak menyatakan perasaannya sekalipun."
Sarlince dan Megumi memutuskan untuk pergi ke kantor Regent secara bersama-sama.
"Masuk!"
"Tuan. Ada direktur dari HS group ingin menemui anda,"
Regent menghentikan gerakan tangannya dari atas tombol laptopnya.
"Suruh dia menemuiku,"
" Baik Tuan."
Tap
Tap
Tap
Sarlince mengetuk pintu dan kemudian dibukai oleh Regent. Setelah pintu tertutup kembali dan terkunci, Sarlince tidak bisa lagi membendung perasaannya dan langsung berhambur kepelukkan Regent sembari terisak.
"Hey, ada apa? apa pria bajingan itu menyakitimu? Hem?"
Sarlince menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Jadi kenapa kamu menangis?"
"Aku merindukanmu."
Mendengar itu Regent jadi terkekeh. Pria itu memeluk erat wanitanya, dia tahu tangisan Sarlince tidak sesederhana ucapannya. Regent berusaha menenangkan wanitanya itu dan mengajaknya berbincang di kamar pribadinya.
Regent berbaring dengan Sarlince yang berada dalam pelukkannya.
"Maafkan aku, jika ditiap kehidupan aku selalu mengecewakanmu."
"Mengapa kamu tiba-tiba membahas itu?"
"Inara sudah menceritakan semuanya saat kita berada dikehidupan kedua setelah meminum ramuan itu. Apakah dikehidupan itu namamu Galeo?"
"Ya. Tapi kenapa si Inara itu bisa tahu?"
__ADS_1
"Karena dia adalah Mesa dikehidupan itu."
"Kamu harus berhati-hati dengan Inara."
"Itu sudah pasti. Ada banyak hal yang sudah kita lewatkan hingga kita tidak pernah tahu bagaimana cara lepas dari kutukkan ini,"
"Apa maksudmu? apa kamu mengetahui sesuatu tentang cara melenyapkan kutukkan ini?"
"Aku tidak tahu dengan pasti, tapi mendengar cerita Inara sepertinya kita sudah melewatkan banyak hal, sepertinya hidup kita memang dipermainkan sejak awal. Itulah sebabnya kita tidak pernah tahu cara melepaskan kutukkan ini."
"Tunggu, aku jadi sedikit bingung, apa maksudmu ada orang yang mengendalikan kita selama ini?"
"Bukankah sudah jelas? kita memang dikendalikan oleh kutukan iblis itu? tapi ini berbeda, sesuatu yang nyata dan hidup, Inara mengatakan mereka mempunyai sebuah organisasi besar yang terselubung."
"Bagaimana bisa kita percaya begitu saja dengan ucapan wanita seperti dia. Di tiap kehidupan wanita itu selalu pandai memanipulasi berbagai hal. Jadi bagaimana kita bisa mempercayainya kali ini ."
"Entah mengapa ucapannya kali ini terdengar masuk akal. Kalau tidak, bagaimana kita selalu dibuat kebingungan dan selalu berujung dengan kematian yang sia-sia. Re, aku tidak ingin percaya dengan Inara, tapi tidak ada salahnya kita waspada dan menyiapkan segala sesuatu untuk kemungkinan yang terjadi kedepannya."
"Apa maksudmu?"
"Dengan pengalaman yang aku miliki dikehidupan sebelum-sebelumnya, aku ingin membangun sebuah laboratorium raksasa dan juga bunker raksasa. Aku juga ingin mempunyai persenjataan yang lengkap, jika memang harus terjadi peperangan dimasa depan, paling tidak kita sudah memiliki persiapan yang matang.
"Kamu benar, kita perlu membangun semua itu minimal untuk masa depan kita."
"Inara juga bilang, ada seseorang yang mereka sebut sebagai ketua sedang ingin mengincarku. Dia ingin menikahiku dan ingin memiliki keturunan denganku. Aku tidak tahu itu benar atau tidak, tapi sejujurnya aku sangat takut saat ini. Aku takut dipisahkan lagi denganmu,"
"Jangan takut, kita akan menghadapinya secara bersama-sama."
"Re, apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkan aku. Aku sangat mencintaimu,"
"Tidak akan sayang. Tidak akan pernah."
Regent melu**t habis bibir Sarlince, mereka kembali akan tenggelam dalam kubangan gairah. Namun gairah Regent tiba-tiba padam, saat melihat dua tanda didada Sarlince. Sarlince yang lupa akan hal itu mendadak panik saat melihat amarah dimata pria itu.
"Sayang. Aku bisa jelasin semuanya," Sarlince meraih wajah Regent yang kemudian ditepis oleh pria itu.
"Apa dia sudah berhasil menidurimu?"
"Tidak."
"Tidak? lalu ini apa? apa kamu mengira aku ini bocah yang tidak mengerti arti tanda merah itu?"
"Re, dia tidak sampai melakukan hal jauh padaku, dia memang berhasil membuat tanda ini. tapi aku berhasil mengelabuhinya, dan dia tidak jadi melakukan hal itu padaku."
"Apa dia menghisapnya?"
"I-Iya." Sarlince tertunduk.
Bugghh
Regent yang cemburu langsung meninju tempat tidur dengan cukup keras.
"Aku sudah bilang ceraikan pria itu. Dia sangat berbahaya, kenapa kamu tidak mengerti juga ketakutanku?" hardik Regent yang membuat Sarlince kembali menangis.
__ADS_1
Melihat Sarlince menangis, Regent hanya bisa menghela nafas panjang, dan memasuki kamar mandi untuk meredakan hasratnya yang terlanjur melambung tinggi.
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏