SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
158. Mencengangkan


__ADS_3

Suara kursi roda yang bergesekkan dengan lantai terdengar oleh gendang telinga Sarlince. Tidak hanya suara itu saja, Sarlince juga mendengar beberapa derap langkah kaki mendekat kearahnya.


"Apa yang membuatnya pingsan begitu lama? apa kalian sudah mendapatkan hasil laboratoriumnya?" tanya Asmodeus.


"Maafkan kami tuanku. Karena yang diperiksa seluruh tubuh, tim medis memerlukan sedikit waktu lagi. Meskipun ada beberapa yang sudah keluar hasilnya." Jawab Marcus.


"Aku sudah tidak sabar ingin segera menyatu dengannya, setelah transfer gen darah berhasil dilakukan. Aku akan menghabiskan malam yang panjang dengannya, agar keturunanku cepat lahir," ujar Asmodeus dengan mata yang dipenuhi kilatan nasfsu.


Baju yang dikenakan Sarlince saat ini memang berbahan Sutra dan cukup terbuka. Pria itu bahkan bisa melihat hampir sebagian dada Sarlince yang menjulang.


"Katakan! berapa lama lagi aku harus menunggu hasil test itu?" tanya Asmodeus.


"Sekitar satu jam lagi tuanku. Setelah satu jam semua pemeriksaan selesai." Jawab Marcus.


Asmodeus meninggalkan ruangan itu bersama Marcus dan yang lain. Setelah yakin orang-orang itu sudah meninggalkan ruangan itu, Sarlince perlahan membuka matanya.


"Orang itu ingin aku menjadi istrinya? itu artinya ucapan Inara waktu itu memang benar. Aku tidak menyangka pertempuran itu secepat ini akan terjadi. Saat ini Regent pasti sedang mencemaskan aku. Apakah kehidupanku dan Regent hanya berakhir disini saja?"


Sarlince terlihat sedih saat mengingat tentang suaminya itu. Wanita itu bahkan meneteskan air matanya.


"Saat ini dia pasti sedang kebingungan. Dia pasti mengajak Megumi dan Vino berdiskusi. Tapi percuma saja, mereka tidak akan pernah bisa menemukanku. Kalau ucapan Inara benar, mereka pasti sudah meretas cctv jalanan. Dan aku sudah bisa membayangkan wajah putus asa Regent saat ini,"


"Re. Bagaimanapun situasi kita saat ini, aku harap kamu bisa sabar, dan jangan bersedih. Dan jika waktu pertemuan kita sudah tidak memungkinkan lagi, carilah penggantiku yang bisa membuat hidupmu bahagia. Bersama wanita lain kamu pasti bisa mendapatkan keturunan. Sedangkan denganku, selamanya kamu tidak akan pernah menggendong keturunanmu sendiri," gumam Sarlince.


"Hah...belum genap satu hari, aku sudah merindukanmu sayang. Bahkan pelukkan terakhirmu masih bisa aku rasakan. Maaf sudah membuatmu khawatir dan sedih,"


"Tapi daripada berpasrah diri, lebih baik aku berjuang daripada tidak sama sekali. Aku harus tahu, tempat apa ini," gumam Sarlince.


Sarlince kemudian menempelkan telinganya ke dinding yang terlihat terbuat dari kristal itu. Sarlince juga mengetuk-ngetuk dinding itu, untuk mengetahui sesuatu.


"Tidak ada pantulan suara seperti saat memukul dinding rumah biasa. Apa ruangan ini dilengkapi dengan peredam suara?" gumam Sarlince.


"Lalu apa fungsi ke 15 benda yang menempel di dinding ini? ruangan ini tidak ada apapun selain pendingin ruangan dan ke 15 benda bulat panjang yang terbuat dari kristal. Bahkan disini tidak memiliki saklar untuk menghidupkan atau mematikan lampu. Seperti nya tempat ini diatur oleh satu ruangan," gumam Sarlince.

__ADS_1


"Lalu pintunya..."


Sarlince perlahan berjalan mendekati pintu itu dan meraba pintu yanng terbuat dari logam itu.


"Bagaimana cara membuka pintu ini? tidak ada handle pintu atau semacam tempat untuk meletakkan kartu akses. Apa pintu ini hanya bisa di buka dari arah luar? cukup baik arsitek yang membangun tempat aneh ini. Dan sangat menguntungkan bagi orang jahat yang ingin menculik seseorang,"


Drap


Drap


Drap


Terdengar kembali suara derap langkah kali beberapa orang dari luar. Sarlince bergegas berbaring dan seolah baru sadar dari pingsannya.


Dddrrrttt


Pintu itu tampak terbuka menyamping, seolah ada sesuatu yang menariknya. Sarlince tidak melihat orang yang datang, melainkan melihat jauh kebelakang. Dia ingin melihat ruangan diluar yang ternyata tampak begitu gelap.


"Aku tidak bisa melihat apapun dibalik pintu itu selain kegelapan. Sebenarnya tempat apa ini?" batin Sarlince


"Inara benar. Pria cacat ini memang dia. Meski usianya sudah tua dan kulitnya mengeriput, tapi aku bisa merasakan aura negatif yang sangat besar dalam diri pria tua ini," batin Sarlince.


"Siapa kamu? apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Sarlince.


"Aku adalah suami masa depanmu. Setelah kita menyatu nanti, maka kita akan menguasai dunia. Marcus, berapa lama lagi hasil testnya keluar?" tanya Asmodeus.


"Sebentar lagi akan diantar kesini tuanku." Jawab Marcus.


Tidak berapa lama kemudian tiga orang berkepala plontos tiba dengan seragam putihnya. Salah satu mereka menyerahkan beberapa lembar hasil uji darah yang mereka lakukam di laboratorium.


"Bacakan hasilnya!" ujar Asmodeus.


"Dari hasil pemeriksaan kesehatan, tidak ada penyakit serius pada calon ratu. Bisa dibilang calon ratu sangat sehat." Jawab Marcus.

__ADS_1


"Lalu bagaimana darahnya?" tanya Asmodeus.


Marcus tampak mengecek lembaran yang menjelaskan tentang kondisi darah Sarlince.


"Dari hasilnya menyatakan bahwa darah calon ratu bersih dari drugs atau senyawa adiktif lainnya. Tapi...."


"Tapi kenapa?" tanya Asmodeus.


"Calon ratu tengah hamil saat ini." Jawab Marcus.


"Tidak mungkin!" hardik Asmodeus murka.


"Ini pasti ada kesalahan. Tidak mungkin dia sedang hamil saat ini. Raja iblis sudah menyegel rahimnya," terlihat sekali Asmodeus sangat emosi saat mendengarnya.


"Kami awalmya juga terkejut, dan kami melakukan pemeriksaan ulang pada darah calon ratu sebanyak 3 kali. Tapi hasilnya tetap sama, calon ratu memang tengah hamil saat ini," jawab salah seorang tim medis.


"Tidak mungkin! yang hanya bisa membuka segel itu hanya seorang pria yang memiliki tanda khusus berwarna hijau dipunggungnya. Dan pemuda itu dipastikan sudah lenyap bahkan sebelum dia dilahirkan. Karena raja iblis sudah melenyapkan wanita yang mengandung benih pria bertanda khusus itu. Kecuali...."


"Kecuali suaminya juga memiliki tanda khusus itu. Tapi itu tidak mungkin, karena pemilik tanda khusus itu hanya satu-satunya di dunia. Dan kalau dia bisa hamil, itu artinya raja Iiblis melenyapkan orang yang salah," gumam Asmodeus.


"A-Aku hamil? aku sungguh-sungguh hamil?" batin Sarlince. Mata wanita itu berkaca-kaca karena terharu.


"Mereka membicarakan tentang tanda khusus di punggung Regent. Aku memang melihatnya saat...."


Sarlince malu sendiri saat mengingat dirinya dan Regent ketika melakukan hubungan pertama kali di kantor suaminya itu. Sarlince memang melihat tanda khusus di punggung Regent melalui pantulan cermin. Saat itu Sarlince berpikir kalau itu hanyalah tato.


"Tapi kalau Regent pemilik tanda khusus itu, kenapa selama ini kita tidak bisa melihatnya ditiap kehidupan?" tanya Marcus.


"Karena tanda itu hanya untuk keturunan spesial. Jadi tanda itu hanya bisa dilihat ketika dia sedang melakukan hubungan badan." Jawab Asmodeus yang membuat semua orang tercengang.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang tuanku?" tanya Marcus.


"Aku tidak bisa melakukan transfer gen darah, karena dia sedang hamil saat ini. Dan aku harus menunggu anak itu lahir, agar aku bisa mentrasfer gen lewat darah tali pusat bayi itu. Setelah selesai, bayi itu harus di lenyapkan. Karena kalau tidak, dialah yang akan membawa terang dunia ini nantinya." Jawab Asmodeus.

__ADS_1


Mendengar ucapan Asmodeus, Sarlince refleks mengelus perutnya dengan tangis bahagia.


__ADS_2