
Tinggalkan Like, Koment dan Vote gratis loh๐๐
*****
Sarlince mengalihkan pandangan matanya kembali, ketika sang pengacara melanjutkan kata-katanya.
"Tapi Sarlince. Semua itu bisa kamu dapatkan, setelah kamu menikah diusiamu yang ke 22 tahun. Sebelum itu terwujud, paman yang akan mengurus semua aset-aset Papa kamu."
"Andai Sarlince gadis yang normal, tentu harta Hadinata tidak akan terombang ambing dan bisa dimanfaatkan oleh siapapun," batin Igo.
"Kadang aku merasa, semua harta dan aset ini, jauh lebih baik disumbangkan daripada jatuh pada orang yang tidak tepat. Tapi kalau itu dilakukan, bagaimana kelanjutan hidup gadis ini?" batin Igo.
"Itulah sebabnya sebagai sahabat Papa kamu, Paman mengajukan anak paman sebagai jodohmu. Agar semua aset dan harta Papa kamu tetap aman dan bisa dikelolah dengan baik oleh Qiel," timpal Alex.
Igo mengepalkan tangannya. Dia sangat berharap Sarlince menolak tawaran itu, tapi sayangnya dia tahu gadis itu sangat menyukai sosok Qiel. Dia tidak mungkin memaksa atau mempengaruhi Gadis polos yang tidak mengerti apa-apa itu.
"Oh...jadi pria ini sudah berbohong? dia mengatakan perjodohan ini adalah wasiat. Tapi ternyata dia sendiri yang mengajukannya setelah Papa meninggal. Rasanya aku ingin memecahkan kepala pria tua ini, hingga otaknya berceceran," batin Sarlince.
"Terima kasih Paman. Paman sangat baik sekali dengan keluargaku," ucap Sarlince.
"Oh Sarlince...bagaimana caranya paman membuatmu mengerti," batin Igo.
"Tuan Igo. Kami sudah memutuskan, besok adalah hari pernikahan Sarlince dan Qiel," ujar Alex.
"Secepat itu?" tanya Igo.
"Ya. Lebih cepat, lebih bagus bukan? agar Sarlince ada yang menjaga." Jawab Alex.
"Ya Benar," ucap Igo.
"Sarlince. Apa kamu sudah menyetujui perjodohan ini? kalau kamu belum siap, kamu bisa mengatakannya pada paman. Tidak ada seorangpun boleh memaksamu tentang hal ini," tanya Igo sembari menatap dalam mata Sarlince.
"Apa Pengacara ini berusaha menyampaikan sesuatu dengan matanya? aku seperti merasa tatapan matanya sebuah peringatan untukku," batin Sarlince.
"Apa-apaan pengacara sialan ini. Kenapa dia harus mengatakan itu?" batin Alex.
"Sebenarnya Aline tidak terlalu mengerti apa itu perjodohan, atau pernikahan seperti yang kalian maksudkan. Tapi kalau memang itu demi kebaikan Sarlince, Aline menurut saja." Jawab Sarlince.
Igo memasang wajah sedih dan kecewa saat mendengar jawaban Sarlince. Sementara Alex bersorak gembira didalam hati. Namun tiba-tiba saja Sarlince menyambung kata-katanya yang membuat wajah Alex berubah jadi masam.
"Tapi Paman Alex. Bisakah pernikahannya jangan besok?" tanya Sarlince.
__ADS_1
"Kenapa? bukankah kamu sangat menyukai kakak Qiel?" tanya Alex.
"Aline memang menyukai kakak Qiel. Tapi Aline belum bertemu dengan Papa dan Mamaku. Aline ingin mengatakan banyak hal pada mereka. Bisakah minggu depan saja?" tanya Sarlince.
Alex terdiam. Namun sesaat kemudian dia mengembangkan senyumnya, baginya besok dan minggu depan sama saja. Gadis bodoh itu masih dalam genggamannya. Sementara Igo sangat senang, paling tidak dia mempunyai waktu seminggu untuk meyakinkan Sarlince untuk menolak perjodohan ini.
"Sayang. Cepat akhiri percakapan membosankan ini. Apa kamu tidak merindukanku? aku ada kejutan untukmu," bisik Sarah.
"Baiklah Tuan Igo. Sepertinya pembicaraan kita sudah cukup jelas. Sarlince, paman sama sekali tidak keberatan. Mau besok atau seminggu lagi, bagi paman sama saja. Kamu tetep calon menantu yang paman inginkan," ujar Alex.
"Terima kasih paman." Jawab Sarlince.
"Apa anda masih ingin disini? saya dan Sarah ada keperluan bisnis," tanya Alex.
"Ya. Paman Pengacara akan tetap disini, kami akan memulai pertemanan kami dari awal kembali. Bukan begitu paman?" tanya Sarlince.
"Ya." Jawab Igo.
"Ada apa dengan Sarlince? gadis ini benar-benar mengejutkanku," batin Igo.
Alex dan Sarah segera pergi dari situ. Bukan untuk mengatur sebuah bisnis yang seperti Alex katakan, melainkan membuka sebuah kamar hotel untuk mereka berdua.
"Sayang. Apa kamu yakin kita bisa menangani gadis bodoh itu? kenapa aku merasa dia seperti orang yang berbeda setelah bangun dari koma," ujar Sarah.
"Sayang. Kapan istrimu itu mati? aku sudah tidak sabar ingin menjadi nyonya Alexander. Kenapa tidak kita lenyapkan saja wanita tidak berguna itu?" tanya Sarah sembari duduk dipangkuan Alex.
"Kita tunggu saja. Kita tidak bisa berbuat lebih pada wanita itu kecuali meracuninya perlahan. Qiel anak yang pintar, dia akan tahu kalau kita yang membunuh ibunya karena kematian ibunya yang tidak wajar." Jawab Alex.
"Bersabarlah sayang. Penyakitnya itu akan semakin menggerogoti tubuhnya, karena racun yang kita berikan akan cepat larut dalam darahnya, sehingga memperburuk keadaan penyakitnya," sambung Alex.
"Oh ya. Kamu bilang ingin memberikan kejutan untukku, apa itu?" tanya Alex.
"Kamu akan tahu setelah merasakannya." Jawab Sarah dengan mata nakalnya.
Alex yang tergoda, tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dua insan beda usia 17 tahun itu kemudian saling mengecap satu sama lain. Mereka membuka tiap helai kain dengan tergesa-gesa dan melemparkannya kesembarang arah. Mereka seolah sedang kelaparan akibat tidak makan selama 3 hari.
"Emmmmpptttt..."
Sarah melengguh, saat benda perkasa milik Alex melesak masuk. Alex memejamkan matanya sembari menikmati sesuatu yang terasa mencengkram kuat pada kepemilikkannya.
"Sayang. Apa ini kejutan untukku?" tanya Alex sembari menggerakkan pinggulnya perlahan.
__ADS_1
Sarah tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.
"Apa kau menyukainya?" tanya Sarah.
"Sangat. Aku semakin tergila-gila denganmu." Jawab Alex.
"Oh...Sarah...ini benar-benar luar biasa..."
Alex semakin mempercepat gerakkannya. Sarah berusaha mengimbangi Alex, memberikan gerakkan-gerakkan yang membuat Alex semakin menggila.
Udara dingin akibat paparan ac, sama sekali tidak mereka rasakan. Karena mereka berdua menciptakan udara hangat untuk mereka sendiri.
Sarah kali ini meliuk-liuk diatas tubuh pria itu. Suara derit ranjang menimbulkan getaran yang dahsyat, ketika dua insan itu sama-sama ingin melepaskan apa yang ingin mereka rasakan.
"Ah....Sarah..."
"Emmmmpptt...ahh... Alex..."
Kedua insan itu akhirnya menge**ng panjang dan menumpahkan semuanya secara bersamaan.
Sementara ditempat berbeda...
Igo sudah mengikuti Sarlince keruang kerja milik Hadinata, setelah Sarlince memerintahkan dirinya dengan cara aneh. Igo merasa Sarlince benar-benar menjadi gadis berbeda setelah Sarah dan Alex pergi dari rumah itu.
"Aku belum bisa memastikan paman berpihak pada siapa saat ini. Tapi aku merasa dibawah tadi, paman seolah memberikanku tanda-tanda agar aku mengundur hari pernikah itu. Apa itu benar paman?" tanya Sarlince.
Igo lagi-lagi dibuat terkesima. Sarlince yang dihadapannya ini, sangat berbeda dengan Sarlince yang ia kenal. Sarlince yang dihadapannya ini sangat berkarakter dan penuh wibawa. Sementara Sarlince yang dia kenal sangat manja dan kekanakan.
"Siapa kamu sebenarnya?" Igo langsung memberikan pertanyaan lugas. Karena dia merasa Sarlince yang dihadapannya ini sangat mencurigakan.
"Jawab dulu pertanyaanku. Dan ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Papaku. Aku berharap tidak ada rahasia diantara kita, Setelah itu aku akan menjawab semua keraguanmu padaku." Jawab Sarlince.
Igo menatap Sarlince tanpa berkedip. Dia seolah menimbang sesuatu, sejujurnya dia sangat takut kalau-kalau salah mengenali kawan. Tapi mengingat kebaikkan Hadinata padanya, Igo mempertaruhkan semuanya. Dia hanya ingin melindungi Sarlince apapun yang terjadi.
"Papamu tidak mati karena sakit, melainkan dibunuh. Alex dan Sarah sudah berkonspirasi melakukan itu sejak lama. Entah jenis racun apa yang mereka berikan pada Tuan Hadinata, racun itu memang terdeteksi, tapi anehnya orang bagian laboratorium tidak bisa mengenali jenis racun itu," ucap Igo.
"Teruskan!" ujar Sarlince.
"Tuan Hadinata merasakan ada yang tidak beres dengan penyakitnya, itulah sebabnya dia memeriksakan diri secara diam-diam. Ternyata selama ini dokter yang biasa menangani penyakit beliau, adalah orang yang diatur oleh Alex atas nama persahabatan. Puncaknya, Tuan Hadinata mengetahui perselingkuhan antara wanita itu dengan sahabatnya. Itulah sebabnya, didalam wasiat Tuan Hadinata tidak mencantumkan nama Sarah sedikitpun sebagai penerima harta warisan,"
"Lalu apa tujuan paman menghalangiku menikahi anak pria itu?" tanya Sarlince.
__ADS_1
"A-aku..."
Tinggalkan Like, Koment dan Vote๐ค๐