SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
38. Kecewa


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


"Ini maksudnya apa?" tanya Celine dengan air mata yang sudah menetes dipipinya.


"Sayang. Aku bisa jelasin semuanya ya?" ujar Qiel yang berusaha menyentuh tangan Celine.


Celine menepis tangan Qiel dengan kasar.


"Jadi beberapa hari sulit dihubungi, itu karena kamu sedang asyik berselingkuh dengan ja**ng itu? kamu kenapa jahat sama aku? apa hubungan kita selama 3 tahun tidak ada apa-apanya?" tanya Celine.


"Kamu bosan sama aku?" tanya Celine lagi sembari terisak.


Grepppp


Qiel memeluk tubuh ramping Celine dan mengusap punggung gadis itu agar tenang.


"Sayang maaf aku hilaf. Dia selalu menggodaku, kamu juga tahu kan aku sangat mencintaimu. Jadi mana mungkin aku bisa berpaling darimu." Jawab Qiel sembari menyeringai dibalik punggung Celine.


"Apa saja yang sudah kamu lakukan dengannya? apa kalian sudah...."


"Tidak Honey. Tadi pertama kalinya aku menyentuh dia, aku sangat sibuk akhir-akhir ini jadi jarang bertemu denganmu. Karena sudah lama tidak menyentuhmu, aku jadi khilaf saat dia dengan sengaja membuka kancing bajunya." Jawab Qiel.


"Ja***g itu harus kuberi pelajaran. Beraninya dia menggodamu,"


Celine berusaha melepaskan diri, tapi Qiel dengan sigap menahan gadis yang sedang dalam mode cemburu itu.


"Jangan sayang. Apa kamu ingin seisi kantor tahu? aku tidak ingin wibawaku jatuh dan dipermalukan. Minimal kamu melakukannya demi aku,"


"Terus ada hal yang lebih penting dari itu," sambung Qiel.


"Apa?" tanya Celine.


Qiel menuntun tangan Celine untuk mengusap benda kebanggaanya. Wajah Celine merona, Karena dia juga sangat merindukan benda itu.


"Untung saja kamu cepat datang, kalau tidak aku tidak bisa membayangkannya," ucap Qiel.


"Awas saja kalau kamu berani melakukan hal itu. Satu hal lagi, aku mau kamu memecat dia dari kantor ini," ujar Celine.


"Siap,"


Qiel kemudian langsung menyerang Celine dengan cukup ganas. Begitu juga dengan Celine.


Klik


Qiel menekan sebuah tombol yang membuat tirai dan pintu tertutup dan terkunci secara otomatis. Untuk selanjutnya hanya terdengar suara-suara merdu dari dua insan yang memecah kesunyian ruangan itu.


Setelah hampir satu jam, akhirnya Celine dan Qiel sama-sama terkulai lemas dia atas sofa.


"Sayang, kapan kamu akan bercerai dari Sarlince. Aku sudah tidak sabar ingin menikah denganmu," tanya Celine sembari jarinya bermain didada pria itu.


"Bersabarlah. Nanti setelah kita berhasil mengalihkan perusahaannya atas namaku, aku akan langsung menceraikannya." Jawab Qiel.

__ADS_1


"Lalu langkah apa yang saat ini sudah diambil?" tanya Celine.


"Saat ini aku sedang berusaha membuat dia tergila-gila padaku agar dia menuruti semua keinginanku." Jawab Qiel.


"Aku tidak ingin kamu membuatku kecewa. Aku tidak mau kamu sampai jatuh hati padanya," ujar Celine.


"Tidak akan sayang." Jawab Qiel.


"Kalau kamu sampai ada niat berpaling padanya, ingatlah selalu tujuan utamamu. Qiel, aku sangat berharap banyak pada hubungan kita. Bukan hanya sekedar saling melampiaskan hasrat semata," ujar Celine.


"Ya aku tahu," ucap Qiel.


"Sekarang lebih baik kamu pulang saja, aku akan segera membereskan Inara untukmu," sambung Qiel.


"Sungguh? ah...makasih sayang. Aku tahu kamu hanya mencintaiku," ujar Celine sembari masuk kedalam pelukkan Qiel.


"Sekarang berpakaianlah! jangan berfikir yang tidak-tidak lagi," ucap Qiel.


Celine segera beranjak dari sofa dak memungut pakaiannya yang berserakan. Tanpa canggung lagi gadis itu berpakaian didepan Qiel, begitu juga dengan Qiel. Pria itu mengantar Celine hingga didepan pintu.


Kriekkkk


Inara membuka pintu ruangan Qiel setelah yakin Celine sudah pergi jauh.


"Apa kalian baru saja usai bercinta?" tanya Inara santai.


"Ya. Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk membujuk dia agar tidak marah lagi padaku." Jawab Qiel sembari meneguk air mineral diatas meja kerjanya hingga tandas.


"Apa kamu yakin dia mencintaimu?" tanya Inara.


"Sebab wanita yang begitu besar mencinta tidak akan mudah luluh saat melihat kekasihnya berselingkuh." Jawab Inara.


"Inara. sepertinya kamu tidak bisa lagi berada dikantor ini. Aku sudah berjanji padanya akan memecatmu," ujar Qiel.


"Apa maksudmu? apa kamu ingin mencampakkanku setelah berhasil mendapatkan apa yang kamu inginkan?" tanya Inara geram.


"Tidak. Aku masih menginginkanmu, kamu akan aku sewakan sebuah apartement khusus untuk kita berdua." Jawab Qiel.


"Jadi kamu ingin mengatakan secara tidak langsung bahwa aku menjadi simpananmu begitu?" tanya Inara.


"Anggap saja begitu, aku tidak mau menutupinya. Bukankah tidak masalah bagimu? yang terpenting kamu akan mendapatkan uang tiap bulannya. Tugasmu hanya memuaskanku saja." Jawab Qiel.


"Baiklah aku setuju," ujar Inara tanpa berfikir panjang.


"Sekarang lebih baik kamu pergi untuk mencari apartement itu. Setelah dapat, aku akan membayarnya untukmu," ucap Qiel.


"Oke."


Inara melenggang pergi dan mengemasi semua barang-barangnya. Dari kejauhan, Celine yang mengintai di area parkir menyeringai puas saat melihat Inara yang membawa barang-barang kantornya. Gadis itu mengira Inara benar-benar sudah dilenyapkan dari hubungan antara Qiel dan dirinya.


*****


"Apa kamu memiliki waktu luang?" chat Regent.

__ADS_1


"Tidak ada, aku sangat sibuk." Balas Sarlince.


"Makan sianglah bersamaku sebentar saja. Aku ingin membahas tentang peninjauan lokasi proyek yang akan kita bangun bersama,"


"Tidak perlu dibahas. Kita bertemu saja nanti saat di lokasi proyek," balas Sarlince.


"Ckk...apa dia tidak mengerti maksud dari ajakanku? apa suara laki-laki itu benar kekasihnya, sehingga dia menolakku mentah-mentah?" ucap Regent lirih.


"Kenapa kamu menolakku? apa kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Regent.


"Aku sudah memilki suami." Jawab Sarlince.


"Jangan membual,"


"Itu urusanmu kalau tidak percaya padaku." Jawab Sarlince.


"Apa dia benar-benar punya suami? itu tidak mungkin kan? sangat keterlaluan dia bilang begitu hanya ingin menolak habis diriku," ujar Regent lirih.


"Besok kita harus datang ke lokasi proyek. Aku tunggu disana pukul 9 pagi,"


"Oke."


"Usaha pria ini sangat keras. Apa dia menyukaiku? tapi ini tidak benar, walau bagaimanapun aku sudah bersuami. Jika mau memulai hubungan baru, aku harus bercerai dulu dengan lelaki mesum itu," ucap Sarlince lirih.


"Tapi bukan berarti harus dia yang mengisi kekosongan hatiku. Pria itu selalu mengambil keuntungan dariku, aku tidak bisa membayangkan seperti apa dia kedepannya."


Sarlince mengecek sebuah email yang masuk kedalam ponselnya. Email itu merupakan pemberitahuan dari RB group, bahwa dirinya akan mengikuti kompetisi peretas pekan depan.


*****


"Apa kamu tidak pergi kekantor hari ini?" tanya Qiel sembari memeluk erat Sarlince dari arah belakang.


Sarlince melepaskan tangan Qiel perlahan, karena tangan itu mulai bergerai nakal naik keatas dadanya.


"Aku akan meninju lokasi proyek bersama rekan bisnisku." Jawab Sarlince.


"Rekan bisnis yang mana?" tanya Qiel.


"Dari RB Group." Jawab Sarlince.


"RB group? Regent? kamu bekerjasama dengan dia?" tanya Qiel.


"Kamu mengenalnya?"


Entah mengapa Sarlince begitu penasaran karena Qiel mengenal sosok Regent, lelaki yang selalu mengusik perasaannya akhir-akhir ini.


"Siapa yang tidak mengenal lelaki aneh itu. Sejak kemunculannya didunia bisnis, dia sudah santer dikabarkan memiliki hubungan sesama jenis." Jawab Qiel.


"Benarkah? darimana rumor itu bisa beredar? apa ada yang melihatnya langsung dia berkencan dengan seorang laki-laki?" tanya Sarlince tak percaya.


"Itu sudah jadi rahasia umum. Bisa dibilang dia penganut biseksual, suka wanita tapi suka juga dengan pria. Hanya beberapa bulan terakhir ini saja rumor itu mulai mereda, entah apa sebabnya santer terdengar kalau sikapnya kini mulai berubah. Perusahaan yang dia pimpin juga berkembang pesat, apa mungkin dia mendapat wangsit?" ujar Qiel.


"Apa benar yang dikatakan oleh pria mesum ini? tapi kenapa aku merasa itu tidak benar? saat dia menyentuhku, dia terlihat begitu jantan Ckkk....apa yang sedang aku fikirkan. Bisa-Bisanya aku teringat adegan tidak senonoh itu," batin Sarlince.

__ADS_1


Qiel kembali melancarkan aksinya membelai wajah cantik Sarlince yang terlihat sedang melamunkan sesuatu.


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2