SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
56. Ulang Tahun Perusahaan


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


Sarlince telah selesai melakukan rangkaian pemeriksaan. Dan hasilnya pun sudah bisa diketahui.


"Patut disyukuri semua hasilnya sangat normal ya Bu. Hanya saja tekanan darah ibu sedikit rendah, mungkin itu dikarenakan pola tidur ibu tidak teratur. Saya sarankan ibu harus lebih banyak beristirahat terutama dimalam hari."


"Baik terima kasih. Kalian tunggu disini, barangkali ada staf lain yang bersedia melakukan pemeriksaan."


"Baik Bu."


Sarlince melangkah keluar dari ruangan itu untuk kembali keruangannya sendiri.


"Apa kalian sudah menyimpan bekas darahnya? awas jangan sampai tertukar dengan para staf itu."


"Sudah Bos."


"Bagus. Letakkan ditempat khusus! kalau itu memang dia, darahnya akan cepat terkontaminasi dan tidak bisa dideteksi lagi."


"Sudah kulakukan sejak tadi bos."


"Kerja bagus."


Sesaat kemudian para staf yang bersedia memeriksakan diri langsung memasuki ruangan. Agar tidak menimbulkan kecurigaan, ketiga orang itu tetap melakukan pemeriksaan seperti yang mereka lakukan pada Sarlince. Setelah selesai, merekapun bergegas pulang agar segera memeriksa sample darah milik Sarlince.


*****


"Kenapa kamu ada disini?" tanya Celine pada Inara.


Inara melangkah mendekati Celine hingga gaun menjuntai yang ia kenakan sedkit menyapu lantai. Inara terlihat sangat sexy dengan gaun berwarna hitam yang memiliki belahan dada rendah. Payu**ranya yang berukuran besar menambah saya tarik tersendiri untuk wanita yang mengenakan lipstik berwarna merah terang itu.


"Aku disini kerena mendapatkan undangan."


"Qiel mengundangmu? tidak mungkin!" ujar Celine.


"Kenapa? kamu cemburu? kekasihmu itu jelas lebih terpikat padaku. Lihatlah dirimu, semua aset yang ada ditubuhmu tentu tidak sebanding denganku. Bagaimana mungkin dia bisa melupakan begitu saja saat wajahnya sudah pernah bersarang didadaku," ucap Inara dengan seringai liciknya.


Celine mengepal erat tangannya dengan gigi yang bergemeratuk.


"Meskipun begitu dia hanya mencintaiku, tidak perduli seberapa besar asetmu tapi kami sudah bersama selama 3 tahun lebih. Jadi jangan coba-coba untuk menggodanya."


Inara terkekeh mendengar ucapan naif Celine.


"Kamu itu lucu sekali. Melarangku menggodanya, padahal statusmu sama denganku. Kita ini cuma wanita simpanannya, istri Sahnya ada disampingnya saat ini," Inara melirik kearah Sarlince dan Qiel yang terlihat sedang berbicara dengan beberapa kolega.


Celine mengikuti arah pandang Inara dan menatap nanar kearah pasangan itu.


"Kamu sudah mengertikan?kalau yang kamu butuhkan hanya cinta, kamu tidak mungkin membiarkan wanita lain mengikat tali pernikahan dengan kekasihmu itu. Tapi karena yang kamu butuhkan adalah uang, itu lain lagi ceritanya. Jadi kita nikmati saja peran kita masing-masing. Tidak usah saling mengusik, saat dia tidur bersamamu aku tidak pernah mengusikmu. Begitu juga sebaliknya, saat dia datang keranjangku, kamu jangan pernah mengusikku. Karena tujuan kita sama, uang!"


"Kamu pernah tidur bersamanya?" tanya Celine terkejut.

__ADS_1


"Jangan terlalu naif. Kamu tentu tahu kebutuhan se*s Qiel sangat besar. Sehari dia bisa melakukan sebanyak 7 kali denganku."


Mata Celine benar-benar terbelalak mendengar penuturan Inara. Celine akui apa yang inara katakan memang benar. Tapi tetap saja hatinya tidak bisa menerima kalau Qiel sudah menghianatinya berkali-kali.


"Saranku jangan katakan apapun pada Qiel tentang apa yang aku katakan. Takutnya dia malah berterus terang dan langsung mencampakkanmu kalau kamu terlalu posesif. Aku mengatakan ini karena kasihan padamu, aku tidak mau Qiel membuangmu begitu saja."


"Aku tidak butuh rasa kasihanmu."


Celine pergi dari hadapan Inara dengan perasaan kesal. Celine ingin mencari cara agar bisa bicara dengan Qiel dan membahas maslah itu.


Tiba-Tiba mata semua orang tertuju pada sosok tampan yang baru saja memasuki aula dengan menggandeng seorang wanita. Regent dengan stelan jas berwarna hitam terlihat tampan dan gagah dengan tinggi yang hampir mencapai 190 cm.


Disebelah kanannya sudah bertaut sebuah tangan putih milik staf barunya yang baru saja memenangkan kompetisi meretas, siapa lagi kalau bukan Lucia. Wajah gadis itu tampak semringah, karena sudah menjadi pusat perhatian orang-orang. Sarlince yang melihat itu langsung meneguk habis wine yang ada ditangannya yang tak sengaja tertangkap oleh mata Regent.


Senyum ramah tidak pernah lepas dari wajah Regent saat bertemu dengan kolega dan rekan bisnisnya. Dia seolah bersikap tidak mengenal Sarlince sama sekali saat itu.


"Oh..hai...ini dia tuan rumah kita, selamat untuk anda tuan Qiel. semoga QL Group semakin jaya kedepannya," ujar Regent berbasa basi.


"Terima kasih Tuan Regent atas ucapan dan waktu anda karena sempat hadir di acaraku yang sederhana ini."


"Tidak masalah. Nyonya Sarlince sangat beruntung mendapatkan suami sesukses anda. Bukan begitu Nyonya?" tanya Regent.


Regent menatap Sarlince yang terlihat cantik dengan gaun merahnya, yang memperlihatkan pundak dan punggung mulusnya.


"Tentu." Jawab Sarlince singkat.


"Siapa Nona disebelah anda? apa dia kekasih anda?" tanya Qiel.


"Senang bertemu dengan tuan dan Nyonya Qiel." ucap Lucia.


Lucia menatap lekat kearah Qiel, karena dia sangat mengenal sosok umpan dihadapannya itu. Namun Qiel yang penggila wanita, telah salah mengartikan tatapan itu dan mengira Lucia juga menyukainya.


"Lihatlah pesonaku ini Regent putra binara. Bahkan wanita yang jelas-jelas disampingmu saja juga terpesona dengan ketampananku. Jadi kamu itu sama sekali bukan sainganku," batin Qiel.


"Kalau begitu nikmatilah pestanya. Makan apapun yang kalian suka. Aku harap Tuan Regent bisa menginap disini malam ini sebagai tamu kehormatan dari rekan bisnis istri saya."


"Tentu. Niat baik tidak boleh ditolak. Aku dengan senang hati menerima jamuan anda tuan Qiel."


"Bersenang-Senanglah. Sebentar lagi akan diadakan pesta dansa,"


"Emm." Regent mengangguk.


Lucia kembali menautkan tangannya dilengan Regent dan pergi dari hadapan Qiel dan Sarlince.


Srettt


Saat melintasi Sarlince, tangan nakal Regent menyentuh bokong wanita itu tanpa seorang pun tahu. Ada desiran tak menentu yang Sarlince rasakan, namun Sarlince tetap bersikap senormal mungkin.


"Sayang, aku kesana dulu ya. Ada rekan bisnis yang ingin aku temui," ujar Qiel.


"Silahkan. Aku juga ingin ke toilet," ujar Sarlince.

__ADS_1


"Kita akan bertemu saat pesta dansanya dimulai,"


"Emm." Sarlince mengangguk.


Sarlince melangkah pergi menuju toilet, saat melintasi area meja hidangan, wanita itu sempat melihat Regent yang bicara sembari tertawa bersama Lucia. Tanpa Sarlince tahu, Regent melihat dia dari ekor matanya.


"Lucia, nikmatikah hidangannya. Aku ketoilet sebentar,"


"Baik Pak." Jawab Lucia.


Regent bergegas menyusul Sarlince dari belakang. Saat wanita itu sudah selesai dengan urusannya, Regent menunggu Sarlince diujung koridor yang berdekatan dengan gudang penyimpanan.


greppp


Regent mencekal tangan Sarlince dan menarik wanitanya itu masuk kedalam gudang.


"Re...apa yang kau lakukan? bagaimana kalau ada orang yang melihat kita?" bisik Sarlince.


"Kenapa kamu berpakaian seperti ini? aku tidak suka para pria menatapmu dengan mata keranjang mereka."


"Kamu cemburu pada pakaianku?"


"Asalkan itu kamu, aku bahkan bisa cemburu hanya dengan seekor nyamuk."


Cup


"Aku merindukanmu sayang," Regent mengecup sekilas b***r manis Sarlince


"Re...aku harus keluar, aku tidak mau Qiel mencariku dan menemukanku sedang bersamamu."


"Apa kamu akan tidur satu kamar dengannya disini?"


"Memangnya kenapa? bukankah memang harus begitu."


"Jangan pernah mau saat dia menyentuhmu. Sungguh aku tidak akan rela,"


"Re...sudah resikomu mencintai isti orang. Kamu harus menerima kalau memang hal itu akan terjadi. Sekarang ayo kita keluar dari sini,"


"Aku menginginkanmu," bisik Rengent sembari memberikan kec***n-kec***n mesra dileher jenjang Sarlince hingga bulu halus wanita itu meremang.


"Ini terlalu gila Re..."


"Sebentar saja,"


Regent menyerbu b***r Sarlince dengan penuh gai**h. Sarlince yang ingin segera menuntaskan hasrat Regent membalasnya penuh gai**h yang sama. Dengan cekatan Regent menarik sabuk celananya dan meloloskan kain itu hingga berakhir diujung kakinya. Regent menarik tinggi gaun yang Sarlince kenakan dan menarik kain segitiga wanita itu hingga berakhir kebawah.


"Emmmmpptttt...ah..." nafas Sarlince tertahan saat benda besar itu telah menyeruak kedalam goa hangat miliknya melalui arah belakang.


Regent perlahan memompa milik Sarlince dengan tempo yang semakin lama semakin dipercepat. Sarlince menutup mulutnya rapat-rapat agar suara merdunya tidak sampai tembus kearah luar gudang. Setelah memakan waktu hampir 20 menit, Regent akhirnya menyudahi percintaan itu setelah mereka sama-sama mendapatkan pelepasan. Regent tersenyum puas dan mengecup kening kekasihnya itu sebelum keluar dari gudang.


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2