
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏
*****
Sarlince berjalan penuh wibawa saat memasuki ruangan rapat bersama Igo. Semua orang yang berkumpul diruangan itu berbisik-bisik karena mempertanyakan siapa dirinya. Wajar saja, selama ini memang dirinya tidak pernah dibawa Hadinata ke kantor. Yang pernah melihat dirinya hanya Faris sang asisten Hadinata, dan serketaris Hadinata.
Sarlince menduduki kursi utama yang biasa diduduki sang pemimpin rapat.
"Perkenalkan, nama saya Sarlince. Putri tunggal dari Hadinata, pewaris dari HS Group berikutnya," ujar Sarlince memperkenalkan diri.
"Bukankah putri Hadinata seorang gadis yang mengalami keterbelakangan mental? apa maksudnya dia ingin menggantikan Tuan Hadinata?" bisik salah seorang pemegang saham.
"Iya. Kalau orang yang tidak waras memimpin, apa jadinya perusahaan ini? aku tidak mau mengalami kerugian besar," bisik seseorang lagi.
Melihat semua orang berbisik-bisik membicarakan dirinya, Sarlince kembali membuka suaranya dengan santai.
"Saya tahu, tuan-tuan sekalian pasti sedang meragukan saya, mengingat dulu saya pernah mengalami kemunduran otak. Tapi itu tidak apa-apa, saya bisa memakluminya, itulah sebabnya saya berada didepan anda semua karena ingin memberikan pernyataan bahwa saya sudah sehat dan bisa berfikir normal seperti kalian semua," ucap Sarlince.
"Maaf Nona Sarlince, bukannya saya meragukan kemampuan anda, tapi apa mungkin orang yang mengalami hal tersebut sejak lahir, bisa sembuh? mohon jangan tersinggung, terus terang saya sangat mengkhawatirkan kemajuan perusahaan ini," ujar Salah satu pemegang saham.
"Bisa, sayalah buktinya. Saya sudah mengikuti terapi khusus dan saya sudah dinyatakan sembuh." Jawab Sarlince.
"Maaf Nona, tapi kami tidak semudah itu menerima anda sebagai pemimpin perusahaan yang baru. Ini terlalu beresiko, sebagai pemegang saham kami sangat memperhatikan untung dan rugi," timpal pemegang saham yang lain.
"Besok, kalian bisa datang keruang rapat lagi. satu orang saya persilahkan untuk membuat 5 pertanyaan apa saja. Saya akan menjawab soal-soal dari kalian secara langsung. Kalian juga bisa menyiapkan soal-soal yang berbentuk umum. Saya tidak keberatan kalau saya seperti sedang menjalankan ujian sekolah atau tes semacamnya." Jawab Sarlince.
Semua orang kembali berbisik-bisik sepertinya mereka sedang berdikusi. Setelah berdiskusi cukup lama, akhirnya semua orang setuju dengan apa yang Sarlince usulkan
"Saya minta kalian semua tidak ada yang menahan diri, karena merasa kasihan denganku. Buatlah soal sesulit mungkin, meskipun akhirnya saya harus gagal, tapi saya. ingin gagal dengan penuh rasa bangga," ucap Sarlince.
"Baiklah, sesuai keinginanmu kalau begitu kami tidak akan sungkan lagi." Jawab Salah seorang pemegang saham.
"Oke. Rapat kita cukupkan sampai disini, kita bisa bertemu lagi besok. Terima kasih," ujar Sarlince.
Sarlince melenggang pergi di ikuti Igo dan Faris yang mengekor dibelakangnya.
"Nona, apa ini sungguh benar-benar anda? terus terang saya sangat takjub melihat perubahan besar pada diri anda," tanya Faris.
Sarlince menghentikan langkahnya menatap pria berkacamata yang sedang mengajaknya berbicara. Pasalnya Sarlince sama sekali tidak mengenal Faris, Sarlince kemudian melirik kearah Igo untuk meminta pertolongan. Igo yang mengerti langsung membisikkan sesuatu pada telinga gadis itu.
"Maaf kakak Faris, karena mengikuti bermacam terapi, saya jadi banyak melupakan banyak hal. Tapi itu bukan sesuatu hal yang mengkhawatirkan, saya minta bimbingan dari kakak Faris kedepannya nanti." Jawab Sarkince.
__ADS_1
"Saya yakin Nona bisa memimpin perusahaan ini. Saya bisa melihat aura kepemimpinan dalam diri anda," ujar Faris.
"Terima kasih kakak sudah memberikan dukungan untukku," ucap Sarlince.
"Emm," Faris mengangguk sembari membingkai senyuman.
"Kalau begitu saya pulang dulu kak, sampai jumpa kembali besok," ujar Sarlince.
"Ya. Berhati-hatilah," ucap Faris.
Sarlince pulang bersama Igo, disepanjang jalan mereka kembali berbincang.
"Aline. Ayah sedikit khawatir, karena kamu menyarankan orang-orang itu untuk memberikan soal yang sulit. Bagaimana kalau kamu...."
"Ayah tidak perlu khawatir, percayakan saja semuanya padaku." Jawab Sarlince.
"Ayah berharap kamu bisa melalui hari esok dengan mudah. Ayah tidak ingin Alex merasa menang," ujar Igo menghela nafas.
Sementara ditempat yang berbeda, Vino tampak sibuk mengotak atik laptopnya karena ingin melihat jumlah peserta yang akan mengikuti kompetisi.
Vino membuat panggilan untuk Regent dengan menggunakan telpon kantor.
"Re. Peserta yang mengikuti kompetisi disign sangat membeludak. Apa kita perlu membatasinya? takutnya kamu akan pusing saat memilihnya kalau sebanyak itu," ujar Vino diseberang telpon.
"Sudah 1500 orang yang mendaftar." Jawab Vino.
"Oke tutup saja," ujar Regent.
"Untuk jumlah peserta peretas, baru 50 orang yang mendaftar," ucap Vino.
"Apa itu sudah termasuk dengan peserta dari luar negeri?" tanya Regent.
"Ya."
"Kalau begitu, kita buka saja untuk pencarian peserta kompetisi peretas sampai satu bulan penuh. Dengan begitu mungkin ada peserta berbakat dari berbagai penjuru dunia yang akan tertarik mengikuti kompetisi itu," ucap Regent.
"Baiklah." Jawab Vino.
"Oh ya apa sudah ada kabar dari orang suruhanmu tentang gadis itu?" tanya Regeny.
"Belum. Nanti akan kuhubungi lagi kalau sudah ada kabar terbaru." Jawab Vino.
__ADS_1
"Oke." Regent mengakhiri panggilan itu.
Pria itu menyandarkan kepalanya dikursi kebesarannya.
"Mehru, kamu dimana?" ujar Regent lirih.
*****
Keesokkan harinya...
Sarlince berjalan anggun penuh wibawa saat melewati koridor kantor, diiringi Qiel, Alex, Igo dan Faris. Setelah memasuki ruangan rapat, semua orang menatap Sarlince yang terlihat santai tanpa rasa gugup sedikitpun.
"Jadi tes seperti apa yang ingin kalian berikan padaku?" tanya Sarlince.
"Saya harap kalian tidak mempersulit menantuku, walau bagaimanapun dia adalah putri dari Hadinata orang yang berjasa pada kalian semua," ucap Alex.
"Papa tidak perlu berkata seperti itu, karena Aline yang meminta mereka untuk tidak mengasihaniku. Aku ingin membuktikan pada mereka yang ada disini, kalau aku mampu untuk menjadi leader buat mereka semua." Jawab Sarlince.
"Rasa percaya diri gadis ini sangat tinggi sekali. Aku berharap melihatmu menangis meraung-raung setelah ini," batin Alex.
"Nona Sarlince, kami sudah mengumpulkan berbagai soal dari semua dosen yang mengajar pada perguruan terkenal dari dalam dan luar negeri. Maaf bukannya kami tidak ingin memberikan anda muka, karena ini menyangkut soal masa depan perusahaan dan juga masalah uang yang jumlahnya tidak sedikit. Jadi kami akan mengetes IQ anda dengan 200 soal," ucap salah seorang pemegang saham.
"Ya. Anda juga tidak bisa melakukan kecurangan, karena didepan kami sudah memiliki laptop masing-masing, dan akan langsung terhubung dengan laptop didepan anda. Jadi apapun jawaban, dan apa yang anda lakukan akan langsung terhubung dengan kami semua," timpal seorang pria bertubuh tambun.
"Rasakan kau gadis bodoh. Makan saja kesombonganmu itu," batin Alex.
"Sarlince semakin hari semakin cantik dan anggun. Apa aku masih bisa membodohinya untuk kutiduri? aku benar-benar penasaran ingin medengar suara merdunya saat berada dibawah kungkunganku," batin Qiel.
"Baiklah tidak masalah. Aku berharap kalian tidak mengedipkan mata kalian walau hanya sedetik saja. Aku tidak ingin kalian menganggapku curang, hanya karena kalian berkedip walau hanya sejenak saja." Jawab Sarlince.
"Baiklah. Nona bisa memulainya dari sekarang, dan untuk menilai kesungguhan dan sikap profesionalitas, kami juga memberikan batasan waktu. Jadi 200 soal hanya diberikan waktu sebanyak 180 menit," ujar salah seorang pemegang saham.
"Baiklah waktu dimulai dari sekarang," timpal seorang pria berambut keriting.
Sarlince menatap para pria dan wanita yang berada didepannya satu persatu, Sarlince masih sempat membingkai senyumnya dan kemudian mulai meletakkan jari jemarinya diatas laptop. Jari-Jari itu terlihat lincah, bahkan Alex yang berada disampingnya sampai mengerutkan dahinya. Menit demi menit kian berlalu, hingga sampai dimenit ke 105, Sarlince menyudahi gerakan tangannya dan membuat beberapa bunyi dibuku-buku jarinya.
"Kenapa anda berhenti? gunakan waktu sebaik mungkin karena itu sangat berharga," ujar Pria betubuh tambun.
"Sudah selesai." Jawab Sarlince.
"Apa???" semua orang menjawab serempak.
__ADS_1
Bahkan Igo, Faris, Qiel dan Alex pun dibuat tercengang oleh ucapan Sarlince yang begitu tidak masuk akal.
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🤮