
Tinggalkan Like, Komen dan Vote🤗🙏
*****
"Apa sebaiknya kita melakukan pengintaian juga pada Qie?" tanya Regent.
"Untuk apa?"
"Agar kita tahu, apa tujuan sebenarnya dari pria itu,"
"Apalagi tujuannya kalau bukan ingin aset perusahaan Hadinata. Pria itu terlalu tamak, untuk urusan harta," ucap Sarlince.
"Aku hanya takut dia gelap mata, atau dia bekerja untuk orang lain."
"Tidak perlu khawatir, kita hanya perlu waspada saja. Sekarang dia tidak memiliki apapun untuk menunjang segala bentuk usahanya itu."
"Ya betul. Ini mungkin karena aku terlalu khawatir."
"Tidurlah, kamu pasti terlalu lelah, hingga sedikit jadi paranoid."
"Emm." Regent mengangguk.
Sarlince dan Regentpun tidur sembari berpelukkan satu sama lain.
Sementara di tempat berbeda, Qiel sedang berada disalah satu Bar yang direkomendasikan oleh temannya. Tempat itu banyak sekali terdapat wanita-wanita parubaya yang mencari kesenangan. Dengan bermodalkan uang, mereka bisa membeli berondong-brondong yang bisa membuat mereka terpuaskan.
"Bisa bertemu dengan bos kalian? aku kesini atas rekomendasi dari temannya," tanya Qiel pada seorang petugas disana.
"Akan saya sampaikan dulu,"
Setelah menunggu beberapa saat, seorang pria berkumis tebal datang menemuinya.
"Kamu teman Rizwan?"
"Ya."
"Emm. Ikut aku."
Qiel mengikuti pria berkumis itu untuk memasuki ruang kerjanya.
"Disini ada aturan sendiri kalau ingin mengajukan diri sebagai gigolo profesional."
"Aturan seperti apa itu?"
"Peraturan pertama yang harus dimiliki gigolo ini masalah ukuran barang, kami tidak menerima jika barang tersebut kurang dari 15cm."
"Kalau begitu saya lulus disyarat itu, karena saya memiliki ukuran barang 18cm."
"Itu bagus. Yang kedua ketahanan,"
"Saya bisa bermain hingga 1 jam di round pertama."
"Semua ucapanmu itu harus kita buktikan dulu, kebetulan ada nyonya sonya yang baru datang. Dia menginginkan service lebih, yang benar-benar bisa melupakan suaminya yang payah dirumah. Jika kamu berhasil memuaskan dia, kamu langsung diterima jadi pekerja tetap disini. dengan keuntungan 50:50. Apa kamu bersedia?"
"Tidak ada pilihan lain, aku terpaksa mengambil pekerjaan hina ini, ini demi mama dan juga masa depanku," batin Qiel.
"Apa ini ada semacam keterikatan?"
__ADS_1
"Tidak. Saat pelanggan butuh jasamu diluar dari sini, itu merupakan penghasilanmu sendiri. Jadi pintar-pintarlah mengambil hati pelanggan, agar kamu direkomendasikan kelebih bayak pelanggan lagi."
"Baiklah, aku setuju."
"Satu lagi, karena malam ini cuma tahap tes, jadi kamu hanya mendapatkan keuntungan 30% nya saja."
"Tidak masalah."
"Kalau begitu selamat berjuang, yang kudengar nyonya sonya seorang hiper, kamu harus bekerja lebih ekstra."
"Baiklah."
Qiel kemudian dibawa kekamar khusus, karena seseorang sudah menunggu jasanya.
"Nyonya. Ada barang fresh untuk anda. Semoga saja dia selera anda dan bisa membuat anda terpuaskan."
"Semoga dia tidak mengecewakanku."
Tok
Tok
Tok
"Sepertinya dia sudah datang, aku tutup dulu telponnya."
"Kalau begitu selamat bersenang-senang nyonya."
Kriekkk
Sonya membuka pintu kamar itu, dan menatap Qiel yang berada didepannya.
Qiel memasuki kamar itu, dan menatap wanita yang ada didepannya. Wanita yang katanya sudah berusia 47 tahun, namun masih terlihat awet muda, seperti berusia 30 tahunan.
Wanita itu memberikan segelas minuman pada Qiel, dan langsung diteguk habis Qiel sembari menatap wanita cantik dan seksi didepannya.
"Sepertinya kamu peminum yang handal,"
Wanita yang hanya mengenakan gaun lingerie itu duduk dipangkuan Qiel yang tengah duduk di sofa.
"Aku tidak ingin mengecewakan pemberian wanita cantik dan sexy sepertimu,"
"Mulutmu sangat manis baby, apa punyamu sama manisnya?" Sonya mulai membuka sabuk yang Qiel kenakan.
"Kamu akan tahu setelah merasakan hujamannya."
Qiel mengangkat tubuh sexy itu dan membawanya keatas tempat tidur. Dengan tergesa-gesa Qiel melucuti kain yang ada padanya.
Breeettttt
Qiel dengan ganas merobek lingerie tipis itu hingga membuat wanita itu terkekeh.
"Sepertinya kamu sangat tidak sabaran sayang,"
"Ya. Aku memang tidak sabar lagi untuk memasukimu segera. Aku ingin membuatmu melayang bersamaku,"
"Oh, sungguh kata-kata yang indah,"
__ADS_1
Dada wanita itu memang tidak lagi sekencang gadis belia, tapi Qiel akui perawatan wanita itu cukup baik, karena meski diusianya yang ke 47 tahun, dada wanita itu masih terlihat besar dan kencang dan membuat Qiel bergairah melahapnya.
"Oh sayang..."
Suara decap Qiel didada wanita itu memecah kesunyian kamar itu. Qiel dengan lihainya bermain disana, dengan tangan nakal ya yang sudah bermain didaerah terlarang wanita itu. Tubuh wanita itu bergelinjang hebat saat jari-jari Qiel sudah membuat basah liangnya.
Sonya segera meraih wajah Qiel untuk mengajaknya bercum*u panas, karena jari-jari dibawah sana sudah hampir membuatnya mencapai puncak pertama.
"Owwwhhh....aahh sayangg..." Sonya menge**ng saat jari-jari itu berhasil membuatnya klim**s.
"Itu baru permulaan sayang, aku akan memberikanmu yang lebih nik**t lagi," bisik Qiel.
Sonya tersenyum senang, terlebih saat Qiel memperlihatkan benda besar kebanggaannya yang sudah mengacung sempurna.
Perlahan tapi pasti Qiel menekankan miliknya, dan membuat satu sentakan keras.
"Owww...beb..."
Sonya merasakan sesak penuh dibawah sana. Terlebih Qiel langsung memompa miliknya dengan gencar, hingga tubuh wanita itu berguncang hebat. Sungguh Sonya menyukai apa yang Qiel lakukan padanya, Qiel benar-benar bisa memberikan dirinya kepuasan. Tidak hanya sekali, malam itu Qiel membuatnya tepar dengan 5 kali permainan dengan durasi yang cukup lama di setiap roundnya.
"Lagi?" bisik Qiel.
"No beb, enough. You are so hot" ujar Sonya disela-sela nafasnya yang memburu.
"Apa aku sudah memenuhi ekspektasimu?"
"Bahkan kamu lebih dari itu, baru kali ini aku bermain dengan sangat puas. Biasanya pria yang akan menyerah terhadapku."
"Baguslah,"
"Siapa namamu beb?"
"Qiel."
"Maukah kamu menjadi pria simpananku? aku tidak mau bermain dengan pria lain lagi. Cukup kamu saja yang memasukiku."
"Lalu bagaimana dengan bos ku?"
"Aku akan mengatakan servicemu tidak memuaskan, jadi dia tidak akan menerimamu bekerja disini."
"Itu artinya kamu ingin merusak reputasiku."
"Kamu tenang saja, aku akan membayar mahal untuk itu. Tidak akan rugi jika menjadi pria simpananku, bagaimana?"
"Sepertinya menarik. Aku hanya perlu melayani satu wanita saja. Jadi aku juga tidak kotor-kotor amat. Lagipula sepertinya wanita ini bisa memberikanku segalanya," batin Qiel.
"Baiklah aku setuju. Lalu apa kita harus setiap hari bertemu?"
"Kebetulan aku butuh supir pribadi. jadi kita bisa bermain tanpa ada yang merasa curiga."
"Suamimu?"
"Dia sedang sakit-sakitan, dia tidak akan tahu,"
"Baiklah, aku setuju."
Setelah sudah membuat kesepakatan, akhirnya Qiel pulang dengan perasaan puas. Sonya juga memberikan tips lumayan besar untuknya. Qiel segera menebus obat untuk Mira, agar wanita itu bisa bertahan hidup lebih lama lagi. Sementara itu Sonya pulang kerumah dengan mendapatkan kepuasan yang sama.
__ADS_1
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏