SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
125. Datang


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


"Hancur...semuanya sudah hancur sekarang, kita bangkrut," Alex terduduk lemas dilantai.


"Sebenarnya orang brengsek dari mana yang ingin menghancurkan keluarga kita. Seingatku kita tidak pernah membuat masalah dengan perusahaan manapun," ucap Qiel lesu.


"Bahkan aset kita tidak mencukupi untuk menutupi kerugian yang ditimbulkan akibat masalah ini, semua investor ingin menarik uangnya kembali dan seluruh aset kita tidak akan cukup menutupi semuanya," Alex tampak frustasi.


"Cuma ada satu jalan yang bisa kita lakukan saat ini," timpal Sarah.


Alex dan Qiel menoleh bersamaan kearah Sarah.


"Sayang. Apa kamu ada ide atau solusi yang bisa menyelamatkan perusahaan kita?" tanya Alex.


"Aku rasa perusahaan kalian memang sudah tidak bisa diselamatkan lagi, kalaupun bisa besar kemungkinan orang-orang tidak mau bekerjasama dengan perusahaan itu. Mereka takut mengalami kerugian, setelah mendengar insiden mengerikan ini."


"Lalu apa solusi yang kamu miliki?" tanya Alex.


"Bukankah kita masih punya satu pion lagi? Sarlince."


"Sarlince?"


"Sarlince sangat mencintai Qiel bukan? kenapa tidak kita manfaatkan saja. Setelah berhasil menguasai seluruh aset hadinata, kalian bisa membangun perusahaan baru secara perlahan."


"Lalu bagaimana cara kita mengambil alih itu?"


"Sayang. Manfaatkan perasaan Sarlince terhadap Qiel, dia pasti akan menuruti semua kemauan orang yang dicintainya."


Qiel tiba-tiba menyeringai, seolah mengerti apa yang di ucapkan oleh Sarah.


"Tente Sarah benar. Sarlince sangat tergila-gila padaku. Aku akan mengajaknya untuk program hamil, sehingga terpaksa dia harus berdiam diri dirumah dan seluruh urusan perusahaan diserahkan atas namaku."


Alex tertawa keras membayangkan keberhasilan mereka mengelabuhi Sarlince.


"Ternyata ada untungnya juga kamu menikahi wanita bodoh itu. Beruntung aku memiliki putra setampan kamu, jadi bisa kamu gunakan untuk menjerat para gadis,"


"Papa tenang saja. Aku akan total saat merayu Sarlince untuk menyerahkan perusahaannya padaku."


"Papa serahkan semuanya padamu Qiel. Hanya ini satu-satunya jalan, agar kita tidak menjadi gembel dijalanan."


"Oke kalau begitu aku akan mulai dramaku sekarang saja,"


"Ya. Kamu harus menemui dia di kantor sekarang. Pagi-Pagi sekali dia sudah pergi, mungkin ada rapat penting," ujar Sarah.


"Baiklah. Aku bersih-bersih dulu sekarang,"


Qiel beranjak dari tempat duduknya, penampilannya terlalu berantakan karena sudah sejak kemarin dia tidak tidur, makan, maupun membersihkan diri.


"Sayang. Seandainya kita benar-benar jatuh miskin, apa kamu masih mau meneruskan hidup bersamaku?" tanya Alex.


"Itu tidak akan terjadi, kamu jangan khawatir. Kita masih punya Sarlince yang bisa kita jadikan tameng," ucap Sarah.


"Aku takut kamu akan meninggalkan aku setelah aku jatuh miskin."

__ADS_1


"Yang jadi pertanyaanku, kalau kita hidup miskin berdua dan tiggal dirumah yang sederhana, lalu bagaimana dengan istri tuamu? aku tentu tidak mau mengurus dia,"


"Dia akan kita lenyapkan saja agar tidak menjadi beban,"


"Bisa dipertimbangkan kalau begitu, lagipula aku sekarang," Sarah mengelus perutnya yang tampak rata sehingga Alex mengerutkan dahinya.


"Kamu kenapa? jangan bilang kamu..."


"Ya. Aku sedang mengandung anak kita."


"Su-Sungguh?"


"Emm. Apa kau senang?"


"Tentu saja. Ini sangat luar biasa, aku tidak menyangka diusiaku yang sekarang masih diberi kesempatan untuk memiliki anak lagi."


"Maka dari itu, jangan patah semangat. Kamu harus perjuangkan perusahaan Hadinata, ini demi nasib anak kita kedepannya nanti."


"Ya pasti. Aku akan berusaha keras, apapun yang terjadi dan pekerjaanku nantinya, aku akan berusaha memenuhi semua kebutuhanmu dan anak kita."


"Terima kasih sayang."


Tidak berapa lama kemudian, Qiel tampak menuruni anak tangga. Penampilan pria itu terlihat sudah rapi dengan kemeja birunya.


"Pa. Aku pergi ke kantor Sarlince dulu,"


"Ya. Semoga berhasil, bujuk dia sekeras mungkin. Bila perlu lakukan pemanasan dulu,"


"Pemanasan apa?" tanya Qiel.


"Papa benar, aku hampir melupakan trik itu."


"Pergilah, buat dia tergila-gila padamu. Bawa sebuket bunga untuknya,"


"Siap Pa, terima kasih sudah mengingatkanku."


Qiel beranjak pergi, karena dia tidak ingin membuang banyak waktu lagi. Saat melihat sebuah toko bunga Qielpun berhenti, untuk membeli sebuket bunga mawar merah.


Sementara itu ditempat berbeda, Sarlince baru saja tiba di kantornya sembari menerima telpon dari Regent.


"Kamu udah nyampe? bagaimana? apa surat dari pengadilan sudah ditanganmu?"


"Ya. Dia tinggal menandatanganinya saja, tadi aku dibantu Ayah Igo, jadi semuanya cepat kelar."


"Aku sudah tidak sabar melihatmu bercerai dengannya,"


"Aku juga sudah tidak sabar menikah denganmu,"


"Sayang. Aku merindukanmu lagi,"


"Datanglah kekantorku,"


"Sungguh?"


"Ya. Kita bisa makan siang bersama,"

__ADS_1


"Baiklah. Aku akan kesana sekarang,"


"Bawakan aku sosis jumbo seperti kemarin ya?"


"Kamu sangat menyukai sosis jumbo yang ada di kantin kantorku, bagaimana dengan sosis jumbo milikku hem?"


"Ap-Apa yang kamu bicarakan?" tanya Sarlince yang wajahnya sudah merah merona.


"Ya baiklah, aku tahu kamu sedang tersipu malu saat ini. Saat disana nanti akan aku berikan kamu keduanya,"


Sarlince tersenyum malu saat membayangkan apa yang Regent maksudkan.


"Ya sudah aku tutup telponnya ya?"


"Emm." Jawab Sarlince.


Regent tersenyum bahagia, karena merasa keinginannya segera terwujud untuk segera menikahi sang pujaan hati. Regent melenggang pergi menuju kantin untuk membeli apa yang Sarlince inginkan.


Baru saja Sarlince mengakhiri panggilannya, wanita itu dikejutkan dengan kedatangan Qiel yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Surprise...."


Qiel masuk dengan senyum terbaiknya sembari menenteng sebuket bunga ditangannya.


"Kak Qiel? kenapa kamu datang kekantorku?"


"Mau kasih kejutan untuk istriku tercinta. Apa kamu senang?"


Sarlince hanya menyunggingkan senyum tipisnya.


"Ini untukmu, anggap ini untuk menebus kesalahanku karena semalam tidak jadi mengajakmu makan malan bersama. Jadi aku akan menebus semuanya hari ini."


Qiel perlahan mendekat kearah Sarlince dan memeluk erat tubuh wanita itu.


"Ada yang ingin aku bicarakan penting denganmu," ujar Sarlince sembari berusaha melepaskan diri dari pelukkan Qiel.


"Aku juga ada yang ingin aku bicarakan denganmu, tapi itu bisa kita bicarakan nanti. Saat ini aku ingin menghabiskan waktu berdua dulu denganmu,"


"Maksud kakak apa?"


"Aku menginginkanmu sayang," bisik Qiel yang membuat mata Sarlince melotot seketika.


"Sebaiknya kita bicarakan dulu urusan kita, setelah itu baru kita melihat situasi."


"Tidak perlu melihat situasi dan membicarakan hal itu dulu, sekarang yang terpenting kita harus saling memenuhi hasrat terlebih dahulu."


"Maaf kak, yang akan aku bicarakan ini jauh lebih penting. Sebaiknya kita bicara dengan normal dulu,"


"Hah...kamu ini sangat kaku,"


Qiel melepaskan Sarlince dan duduk disebuah sofa panjang.


"Kemarilah," Qiel menyuruh Sarlince duduk dipangkuannya.


Sarlince menatap Ke arah Qiel dengan tatapan yang tidak bisa Qiel jabarkan. Qiel yang tidak sabar karena Sarlince berjalan begitu lambat, menarik tangan wanita itu hingga dia jatuh diatas pangkuan pria itu dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2