SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
112. Ujian Meramu Obat


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


Para murid tabib Cheng mulai berkumpul di balai pengobatan. Mereka semua sudah mempersiapkan diri mereka untuk mengikuti ujian meramu obat untuk 15 macam penyakit yang mematikan.


Satu persatu mereka diuji keterampilannya dalam meramu obat, saat tabib cheng menyebutkan jenis penyakitnya. Ketika muridnya itu melakukan kesalahan, tabib Cheng langsung membenahinya. Agar kelak muridnya tidak lupa dan selalu mengingat apa yang dia ajarkan.


Ujian meramu obat berlangsung memakan waktu yang cukup lama, hingga ujian itu berlangsung selama 1 pekan lamanya. Tabib Cheng tidak ingin buru-buru menyelesaikan ujian tersebut, sementara para muridnya banyak yang melakukan kesalahan. Tabib Cheng ingin semua muridnya berhasil menjadi seorang tabib yang handal.


Setelah melewati ujiannya yang panjang, akhirnya mereka sampai juga ketahap pengumuman. Tabib Cheng mengumumkan lagi-lagi Mehru yang menjadi juara di ujian meramu obat kali ini. Dari 15 macam ramuan penyakit yang mematikan, Mehru hanya salah satu mencampurkan bahan obatnya. Mehru hanya keliru mencampurkan satu jenis tanaman obat karena kebetulan tanaman itu sangat mirip dengan tanaman obat untuk jenis penyakit lain.


Tabib Cheng juga membenahi letak kesalahan Mehru itu, dengan cara mengenali warna, bau dan rasa dari tanaman obat itu. Agar kelak Mehru tidak salah lagi membedakan diantara keduanya.


"Kamu hebat sekali Mehru, lagi-lagi kamu juara diujian kedua ini," ucap Seo.


"Aku hanya beruntung. Kamu juga hebat, diujian kedua ini kamu sudah berhasil mengalahkan Galeo, itu merupakan kemajuan yang bagus. Itu artinya kamu sudah berlatih dengan sangat keras."


"Tapi tetap saja kamu sudah membuatku bangga."


"Aku juga bangga padamu. Nanti setelah kita menikah, aku ingin membangun balai pengobatan didesaku. Kita bisa mengobati seluruh pasien didesa bersama-sama."


"Emm. Itu pasti sangat menyenangkan. Sepasang suami istri menjadi tabib hebat."


"Aku sangat berharap bisa merubah desaku, dan menambah warga disana. Dengan adanya tabib terkenal, orang-orang pasti akan banyak yang datang kedesa kita."


"Kamu benar. Dulu, sebelum tabib Cheng datang, desa kami juga sepi penduduk. Orang-orang menyembuhkan penyakit hanya mengandalkan perintah dari dukun saja. Tapi sejak tabib Cheng datang, semuanya berubah. Orang-Orang lebih percaya pengobatan tradisional milik tabib Cheng, daripada pengobatan dukun."


"Perlahan desa jadi ramai penduduk, orang-orang dari desa luar banyak berdatangan kemari. Para pedangan juga mulai berdiskusi tentang pembangunan pasar rakyat, sehingga menarik pedagang lain untuk berjualan menetap kemari. Jadi desa kami menarik perhatian semua orang untuk berkunjung kesini."


"Aku juga ingin memajukan desaku seperti itu. Dengan begitu, pasti tidak akan sepi lagi."


"Tunggu sampai kita lulus ujian dan menikah. Kita akan memajukan desamu secara bersama-sama."


"Emm. Aku sangat senang membayangkan semua itu Seo."


"Aku juga."


"Tapi kamu bisa meneruskan anganmu dialam mimpi saja. Karena hanya aku sendiri yang boleh menguasai seluruh negeri ini," batin Seo.


"Seo. Aku jadi kefikiran tentang kejadian Galeo dan Mesa waktu itu. Menurutmu sendiri bagaimana?"

__ADS_1


"Maaf Mehru. Sebenarnya aku tidak mau mengatakan ini padamu. Karena aku takut kamu akan salah faham dan mengira aku menjelek-jelekkan sahabatmu."


"Ada apa?"


"Sebenarnya waktu itu aku perna melihat Galeo menarik tangan Mesa kedalam gudang obat. Kemudian aku mengikuti mereka berdua. Aku juga mendengar saat Mesa menolak diajak berhubungan badan oleh Galeo. Tapi Gale memaksakan kehendaknya"


"Kenapa kau tidak menolong Mesa?"


"Aku sudah berusaha. Tapi Gale mengunci pintu itu dengan rapat. Dan kejadian selanjutnya Gale berhasil melakukan itu pada Mesa."


"Mana mungkin. Mesa sendiri yang bilang padaku, kalau Gale belum menyentuhnya ketahap itu."


"Itu karena setelah kejadian, Gale mengancam mesa agar tidak memberitahu siapapun. Saat kejadian aku sempat masuk setelah Gale pergi. Kasihan Mesa, waktu itu dia benar-benar berantakan dan memintaku merahasiakan ini pada siapapun."


"Kenapa Mesa harus takut berterus terang?"


"Bukannya dia takut, tapi lebih ke rasa malu, kalau kejadian itu sampai menyebar."


"Aku tidak percaya Gale bisa melakukan itu."


"Awalnya aku juga berfikir demikian, tapi aku melihatnya sendiri kejadian itu. Itulah sebabnya Gale selalu mengajakku berkelahi karena aku mengancam akan membongkar semua kebusukkannya."


"Aku harus bertanya langsung pada Mesa setelah ini. Aku harus memberikan keadilan untuk dia. Aku ingin Gale mempertanggung Jawabkan perbuatannya itu."


"Aku akan membunuhnya, kalau sampai dia berani melakukan hal itu padaku."


"Calon istriku pemarah sekali," ucap Seo sembari terkekeh.


"Bukan begitu, aku hanya tidak suka dengan jenis pria seperti itu."


"Ya baiklah. Sebaiknya kamu beristirahat saja. Besok adalah hari libur, aku akan mengajakmu pergi ke pasar untuk merayakan kemenangan kita."


"Benarkah?"


"Emm."


"Kalau begitu aku ingin makan enak sepuasnya besok. Aku juga ingin membeli berbagai kain dan pernak pernik untuk ibuku."


"Ya. Kamu bisa membeli apapun sepuasnya besok."


"Ya sudah. Kamu juga istirahat ya?"

__ADS_1


"Ya."


Mehru keluar dari gubuk Seo dengan perasaan gembira. Sementara itu, Seo kembali memasang wajah dinginnya saat Mehru sudah pergi dari hadapannya.


"Mesa. Aku perlu bicara padamu," ucap Mehru.


"Ada apa?"


"Mesa, kenapa kamu tidak jujur mengatakan padaku kalau sebenarnya Galeo sudah menodaimu?"


"Siapa yang mengatakan ini padamu?"


"Maaf Seo yang mengatakannya. Kamu jangan marah padanya, dia hanya ingin keadilan untukmu. Dia tidak tahan menyimpan rahasia ini sendiri dan terpaksa menceritakan ini padaku."


"Hikz...sebenarnya apa yang Seo katakan memang benar, tapi aku bingung mengadukan ini pada siapa, terlebih aku takut karena Gale mengancam akan membunuhku. Aku takut Mehru," air mata Mesa sudah mengalir deras dipipinya.


"Mehru ada apa?" tanya Kheiren yang baru tiba.


"Gale sudah menodai Mesa dan mengancamnya."


"Apa? mana mungkin Gale seperti itu?"


"Apa maksudmu tidak mungkin? apa hal seperti ini kamu anggap aku hanya membual dan bermain-main?" tanya Mesa


"Bu-Bukan begitu, hanya saja rasanya aku tidak percaya saja Gale berbuat yang tidak-tidak begitu."


"Mehru, itulah sebabnya aku tidak ingin bercerita pada sipapun tentang ini. Aku takut orang-orang hanya mengira aku membual, dan ingin menjatuhkan harga diri temanmu itu."


"Tidak Mesa. Tidak ada hal yang tidak mungkin, Gale hanya manusia biasa, jadi dia pasti bisa melakukan hal itu. Aku akan bicara padanya, dan membuatnya bertanggung jawab atas dirimu."


"Jangan Mehru, aku tidak mau kalian bertengkar lagi gara-gara aku. Biarlah aku menanggung semuanya sendiri."


"Kamu tenang saja, aku pastikan dia akan bertanggung jawab atas perbuatannya."


"Aku hanya takut dia kembali akan kembali mengancamku."


"Aku pastikan itu tidak akan terjadi lagi padamu. Apa setelah kejadian itu dia sering melakukan hal itu padamu?"


"Ya. Dia selalu melakukan hal itu, aku benar-benar tidak berdaya dan terpaksa menuruti semua keinginanya."


Mehru menghela nafas panjangnya, dia benar-benar tidak menyangka Galeo bisa berbuat serendah itu.

__ADS_1


Jangan Lupa Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2