SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
147. Kesedihan Sarlince


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


"Kamu kenapa. Hem?" tanya Regent sembari membelai rambut istrinya.


"Tidak apa-apa," Sarlince membenamkan dirinya kedalam dekapan Regent.


"Aku tahu ada sesuatu yang mengganjal pikiranmu saat ini,"


"Re. Aku hanya merasa jadi manusia gagal dalam hidup,"


"Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu?"


"Orang-Orang selalu memujiku cerdas, Genius, apapun bisa aku ciptakan dengan tanganku. Tapi kenapa? tapi kenapa aku tidak bisa memiliki anak?" Tubuh Sarlince sudah bergetar karena terisak.


"Husssttt kenapa kamu memikirkan hal itu? anak adalah pemberian Tuhan, setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. Aku sama sekali tidak pernah mempermasalahkan kita punya anak atau tidak nantinya. Bagiku, asalkan kamu ada disisiku itu sudah lebih dari cukup."


"Saat ini bisa saja kamu bicara seperti itu. Tapi disaat kamu sudah bosan padaku, dan kita sudah dimakan usia, kamu pasti kepikiran juga hal ini."


"Sayang. Sudah berapa kali kita melewati kehidupan? apa aku pernah punya anak? bahkan mendapatkanmu saja tidak. Sekarang, aku sudah bahagia bisa mendapatkan orang yang aku cintai sejak dulu, aku tidak butuh yang lainnya lagi. masalah anak akan aku anggap sebagai bonus untuk kita, jika Tuhan ingin memberikannya, pasti akan dipermudahkan jalannya untuk kita. Tapi kalau memang tidak, aku juga tidak keberatan."


"Semoga kata-katamu itu bukan hanya ingin menghiburku. Pasalnya saat ini aku sedikit kepikiran."


"Kenapa?"


"Megumi saat ini sedang hamil 4 minggu, jujur saja ada perasaan iri di hatiku. Kenapa bukan aku saja yang hamil?"


"Hey...kamu tidak boleh berpikiran begitu. emm...bagaimana kalau kita konsultasi saja kedokter."


"Tidak ada gunanya. Aku sudah pernah memeriksakan diri sebelum kita bertemu, dokter bilang rahimku bagus dan tidak memiliki masalah apapun."


"Berarti kita hanya perlu berusaha terus bukan?" Regent menaik turunkan alisnya.


"Ihh...kita lagi sedang membahas masalah serius, kamu malah berpikiran mesum," Sarlince memanyunkan bibirnya."


"Ya kan demi berkembang biak jadi harus rajin-rajin bekerja."


"Modus."


"Tapi beneran lagi pengen ini,"


Regent mulai tidak bisa lagi mengendalikan tangan dan bibirnya. Sarlince yang semula moodnya buruk, tiba-tiba membaik seketika saat Regent mulai mencu**unya.


Yayoi yang kebetulan lewat didepan pintu kamar Sarlince, wajahnya mendadak merah saat mendengar suara-suara aneh dari dalam sana. Yayoipun bergegas masuk kedalam kamar dan menutup pintu kamarnya rapat-rapat.


"Ada apa?" tanya Hideo.


"Tidak apa-apa."Jawab Yayoi sembari menggelengkan kepalanya.


"Kemarilah,"


Yayoi perlahan mendekati Hideo dan duduk ditepi ranjang.

__ADS_1


"Melihat dari rona wajahmu, sepertinya kamu baru saja mendengar atau melihat sesuatu."


"Tidak."


"Apa kamu mendengar Sarlince dan Regent bercinta?"


"Da-Darimana kamu tahu?"


"Aku cuma menebaknya. Aku hanya tidak menyangka, kalau istriku punya kebiasaan mengitip."


"Siapa yang mengintip? suara mereka yang terlalu besar dan bersemangat."


"Jangan mengatakan orang lain seperti itu, seingatku kamu juga begitu."


Wajah Yayoi bertambah merah, Hideo meraih wajah Yayoi dan mencium istri kecilnya itu.


"Aku menginginkanmu," bisik Hideo.


Yayoi menganggukkan kepalanya, karena sejujurnya dia juga menginginkan hal itu. Tidak menunggu lama, mereka sudah sama-sama tenggelam dalam kubangan gairah yang sangat sulit dipadamkan.


"Ckk...sepertinya malam ini semua orang sedang bergairah," tutur Martin yang tidak sengaja mendengar suara-suara aneh baik dari kamar Sarlince maupun kamar Yayoi.


Martin memutuskan untuk kembali turun kebawah berkumpul bersama temannya yang lain.


"Kemana mereka? bukankah kamu ingin memanggil mereka buat makan malam?" tanya Chio.


"Mereka tidak perlu makan lagi, saat ini pasti mereka sudah kenyang." Jawab Martin.


"Sudah."


"Kapan? aku tidak melihatnya." tanya Chio.


"Sebaiknya kita makan duluan saja," ujar Martin.


"Ya sudah kalau begitu," ujar Akira.


Mereka bertigapun menyantap makanan yang sudah Yayoi dan Sarlince masak. Sementara itu kedua pasang suami istri yang bergairah itu sudah tidak perduli dengan makan malam mereka. Sepertinya mereka akan melewatkannya.


*****


"Hideo. Bagaimana dengan pesanan senjataku? apa kamu sudah mengurus pemesanannya?" tanya Sarlince.


"Sudah. Sedang diproses, pesananmu terlampau banyak, jadi mereka butuh waktu untuk memasok barangnya."


"Tidak masalah. Bunkerku juga belum selesai sempurna."


"Bunker?" tanya Hideo.


"Ya. Tempat untuk menyimpan senjata itu nanti,"


"Bukankah Bunker digunakan untuk pertahanan militer? untuk apa kamu membangun itu?" tanya Hideo.


"Tentu saja untuk pertahanan kami nanti. Untuk berajaga-jaga saja,"

__ADS_1


"Kamu ini terlalu ajaib, sebenarnya apa yang sedang kamu rencanakan? mulai dari membeli senjata lengkap dalam jumlah banyak, Membangun laboratorium raksasa, dan sekarang membangun bunker. Seperti mau perang besar saja," ujar Yayoi.


"Mungkin sebentar lagi akan terjadi peperangan yang tak terduga," tutur Sarlince.


"Kamu ini menakut-nakuti kami saja lin," ujar Martin.


"Sekarang lebih baik kalian habiskan makanan kalian, suamiku sudah membeli tiket liburan untuk kita."


"Liburan?" tanya Chio.


"Ya. Aku akan mengajak kalian ke kota B. Ada banyak pantai yang indah disana."


"Benarkah?" Yayoi antusias.


"Emm. Kalian pasti menyukainya, disana banyak sekali para turis yang berjemur. Kalian bisa membuat kulit kalian eksotis kalau kalian suka," Sarlince terkekeh


"Wah...pasti menyenangkan,"


"Makanya cepat habiskan makanan kalian, dan persiapkan baju kalian. Kita akan berada disana selama tiga hari."


Teman-Teman Sarlince begitu senang, karena mereka akan diajak pergi berlibur. Sesuai janjinya dengan Yayoi, Sarlince membawa pasangan pengantin baru itu untuk berbulan madu di kota B. Kota yang terkanal dengan pulaunya, yang menyajikan berbagai keindahan surga dunia.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mereka tiba di Kota B. Hal pertama yang mereka lakukan saat tiba di pulau itu adalah mencari penginapan yang dekat dengan pantai.


Setelah menemukannya mereka beristirahat sejenak, kemudian mereka pergi kepantai K untuk mencari udara segar.


"Woahhh...benar-benar banyak turis, yang pasti banyak wanita sexy disini," ujar Martin sembari mengenakan kaca mata hitamnya.


"Aline, terima kasih sudah membawa kami kesini. Ini benar-benar kejutan buat kami. Selain mendapat tangan baru, kami seperti sedang berbulan madu ke luar negeri," ujar Hideo.


"Ini memang hadiah buat kalian. Semoga ini akan menjadi kenangan yang indah buat kalian sebelun pergi meninggalkan negaraku."


"Sungguh ini liburan paling berkesan buat kami," timpal Yayoi.


"Kalau begitu nikmatilah. Besok aku akan membawa kalian kepantai yang lainnya."


"Pantai yang lain?"


"Ya. Pulau B ini sangat memiliki banyak pantai yang indah. Kalian pasti akan merasa senang."


"Luar biasa sekali negaramu Aline,"


"Negaramu juga luar biasa. Kapan-Kapan aku akan liburan lagi ke negaramu."


"Harus. Nanti giliran kami yang akan membawamu ketempat paling indah di negara kami."


"Baiklah."


"Lihatlah si Martin, Akira dan Chio, mereka sepertinya sedang tebar pesona," ujar Regent.


"Biarkan saja, biar hidup para jomblo itu lebih berwarna." Jawab Sarlince.


Merekapun terkekeh bersama, melihat tingkah Martin dan teman-temannya yang mengajak turis asing untuk berkenalan.

__ADS_1


__ADS_2