Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Hanna Malu...


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Jemari itu mulai menelusuri wajah cantik yang kini masih terlelap nyenyak, mengusiknya dengan sentuhan-sentuhan yang tak ada habisnya, laki-laki itu tampak menyunggingkan senyum sumringah, saat perempuan di sampingnya kini tampak terusik akibat ulahnya.


"Bangun sayang..." Disibaknya helaian anak rambut yang kini menutupi wajah sang istri dengan sentuhan hangatnya.


Hanna tak merespon lebih, perempuan itu hanya melenguh sembari bergerak kecil, kantuk begitu mendera, membuatnya kembali terlelap, hanyut akan tidur nyenyak yang baru di dapatkannya beberapa jam lalu.


"Sayang, kita harus sholat subuh dulu, hmmm..." Lirih nya, David sang tuan arogan itu tampak begitu berbeda, tutur katanya lembut, sikapnya begitu hangat, berbanding terbalik ketika berada di luar sana yang hanya menampilkan kesan dingin tak tersentuh.


Hanna sedikit menggeliat, bukannya membuka mata, perempuan itu malah mengeratkan rengkuhannya, menyusupkan wajahnya pada dada bidang sang suami yang terasa begitu menghangatkan.


"Hanna masih mengantuk mas..." Lirihnya dengan suara parau, perempuan itu benar-benar tak sanggup jika harus membuka mata lebih, kantuk itu benar-benar telah mengambil alih kesadarannya.


Membuat David semakin gemas saja dengan tingkah istrinya itu, dikecupnya bibir piech yang masih mengatup itu.


Cup...


"Bangunlah, atau aku akan membangunkanmu dengan cara lain..." Smirk nya.


Memaksa Hanna untuk segera membuat mata, dan pemandangan pertama yang ia dapati adalah wajah rupawan sang suami yang terlihat tengah berbunga-bunga.

__ADS_1


"Bangunlah, kita harus mandi dulu sebelum sholat subuh..."


Membuat Hanna seketika itu merona, wajahnya yang sudah mirip kepiting rebus itupun sontak ia tenggelamkan dalam dekapan sang suami yang masih setia merengkuhnya.


"Mas jangan katakan seperti itu..." Cicit Hanna, tak tahu lagi bagaimana perasaannya saat itu, yang ada di kepalanya hanya ada hal-hal yang memalukan saja, membuat perempuan itupun tak kuasa meski sekedar menatap wajah sang suami yang tengah berbalut asmara.


"Memangnya aku mengatakan apa?" Goda David menyunggingkan senyum lebarnya.


"Itu..." Rengek Hanna masih dalam posisi ternyaman nya.


Membuat David terkekeh, ternyata istrinya itu begitu menggemaskan saat tengah malu-malu seperti ini.


Kalimatnya terhenti saat tiba-tiba Hanna membungkam mulutnya dengan kedua tangannya. Perempuan itu terlihat semakin merona.


"Ihhh, mas jangan katakan itu, Hanna malu..." Rengek Hanna tak mampu lagi menutupi rasa malunya, membuat laki-laki itu malah semakin terkekeh, istrinya itu benar-benar menggemaskan.


"Ahahaha, kenapa harus malu, bukankah kita sudah..."


"Mas..." Rengek Hanna semakin menjadi, suaminya itu benar-benar keterlaluan, ia tidak tahu saja bagaimana malunya ia saat ini, mengangkat wajahnya saja ia sudah tak sanggup, apalagi mendengarkan kata-kata absurd yang malah menambah rasa malunya.


"Baiklah baiklah. Hari akan terang, sebaiknya kita cepat mandi lalu sholat berjamaah..." Sahut David sembari mengusap kepala sang istri dengan lembutnya.

__ADS_1


"Mas dulu apa Hanna dulu?" Sahut Hanna tak ingin berebut, toh mereka akan sholat berjamaah, jadi meskipun mandi terakhir, sholatnya tetap akan sama-sama.


"Sekalian saja..."


"Mas..." Tak tahu lagi bagaimana perasaannya saat itu, mengapa suaminya itu berubah seperti ini setelah menghabiskan malam bersamanya, apa ada yang salah dengan apa yang mereka lakukan semalam?


"Baiklah sayang, maafkan mas..." Dikecupnya kening itu sebagai ungkapan permintaan maaf.


"Lebih baik kamu dulu, mas akan menunggu..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Jantung aman kan semuanya?😂


Bagi yang belum menikah, harap bersabar🤣


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2