Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Tolong Jaga Dia Baik-baik...


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Langkah kaki itu mulai mengalun meninggalkan kediaman mewah itu, langkahnya terasa berat, manik matanya tak henti menatap kamar sang putri dengan wajah sendu penuh gurat kesedihan.


Mengapa ini begitu berat ya Allah... Berkali-kali hamba mencoba menguatkan hati, namun mengapa hati ini masih saja tak rela...


Jika bahagia putri hamba bersama dengan ayahnya, hamba ikhlas ya Allah... Namun, setidaknya, berikanlah hamba kekuatan untuk bisa melepaskannya dari sisi hamba...


Ku mohon, kuatkan lah hati hamba yang rapuh ini ya Allah...


Kaki itu kembali melangkah perlahan, mau tak mau, suka atau tidak suka, inilah jalan takdir yang harus di lalui nya. Berkali-kali ia menguatkan hatinya, menguatkan perasaannya yang telah hancur luluh lantak, ini semua untuk Maura, ini semua untuk putri kecilnya yang tengah sakit dan butuh penanganan.


" Nona... "


Suara itu berhasil menghentikan langkahnya, Hanna membalik badan menatap pada sosok laki-laki paruh baya yang masih terlihat bugar di usianya yang telah menginjak angka tujuh puluh.


" Nona... Apa anda pergi malam ini? " Tanya pak Yi Xuan sembari menatap perempuan itu penuh iba.


Hanna mengangguk.


" Saya titip Maura ya pak... Tolong jaga dia baik-baik selagi saya tidak ada di sini, tolong temani dia saat tidak ada yang menemaninya bermain, Maura takut sendirian... " Meski kediaman itu begitu mewah lengkap dengan fasilitas kelas atasnya, pelayan pun tersebar dimana saja berada, namun mengapa hati ini masih saja khawatir untuk meninggalkannya?

__ADS_1


" Apa tidak sebaiknya anda pergi esok hari saja nona? Waktu sudah larut, di luar sana tidak aman untuk anda... "


Hanna hanya menggeleng lemah. Pak Yi adalah sosok laki-laki yang begitu di hormati nya, beliau adalah sosok pengayom dan perduli pada sesama, hatinya benar-benar tulus tanpa sedikitpun kemunafikan.


" Tuan ada di ruang kerjanya, jika anda mau, anda bisa menemuinya... " Saran pak Yi, namun lagi-lagi Hanna hanya menggeleng pasrah, sudah cukup laki-laki itu menyematkan luka yang begitu dalam menusuk dalam lubuk hatinya, mengacuhkannya seolah dirinya yang paling kotor dan penuh akan dosa, ia tak ingin kembali tersakiti dan menjadi perempuan rapuh yang tak bisa bangkit dari keterpurukan.


" Saya pamit pak... Tolong anda jaga putri saya ya pak... "


Hanna kembali melangkahkan kakinya, inilah akhir dari cerita indahnya bersama sang putri tercinta, meski raga tak lagi bersama, namun kenangan indah itu akan selalu tersimpan dalam lubuk hatinya yang paling dalam.


Mommy pergi sayang...


🍁🍁🍁


Pagi mulai menyingsing, bola mata itu mulai mengerjap menatap ke sekeliling, hingga akhirnya manik mata indah itu tertahan pada sosok laki-laki yang sudah beberapa hari ini tak bisa ditemuinya tanpa permisi.


" Daddyh... " Lirih Maura ragu-ragu, apa benar itu adalah daddy nya?


Di tusuk-tusuk nya wajah itu dengan jemari mungil miliknya, membuat sosok itupun sontak merasa terusik, amarah yang selama ini telah berkubang dalam hatinya sontak semakin meluap tanpa bisa di kompromi.


" Apa kau ingin ku pecat hah... " Pekik David dengan lantangnya, laki-laki itu rupanya belum menyadari keberadaan sang putri, otaknya pun seolah amnesia jika semalam dirinya memilih tidur di samping putri kecilnya.

__ADS_1


Membuat Maura sontak tersentak, nyalinya seketika menciut, ini adalah kali pertama daddy nya itu membentak dirinya, apa ia telah berbuat nakal hingga akhirnya daddy nya itu membenci dirinya seperti yang selama ini orang-orang gosip kan.


" Daddy, hiks... " Rintih Maura dengan tangis yang menggantung di wajahnya, gadis kecil itu begitu rapuh, hatinya pun begitu lembut hingga sedikit saja seseorang menggores nya, maka perasaannya akan hancur lebur tak tersisa.


Seketika itu David tersadar, itu bukan suara pak Yi yang hobi menasehatinya, juga bukan suara Erick sang asisten yang hobi mengganggu tidur nyenyak nya, melainkan suara putri kecilnya.


Bola mata yang masih di dera kantuk itu sontak mengerjap, menatap pada sosok kecil yang sudah meluruhkan tangis dengan tubuh gemetarnya.


" Girl... "


" Hiks... Daddy dangan mallah... Molla anak baik, eundak nakall-nakall... "


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Yok yang mau omelin kang David, dipersilahkan...


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2