Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Sesal


__ADS_3

°°°~Happy reading~°°°


Tak tega menatap wajah penuh permohonan bu Nurma, Hanna kemudian menepi, menyempatkan diri berbincang dengan sosok dari masa lalunya itu.


Dilihatnya bu Nurma dengan seksama, penampilannya tak seperti dulu, keangkuhan itu terganti oleh wajahnya yang setia menunduk, tampilannya yang dulu selalu glamor kini bahkan terlihat begitu sederhana. Bu Nurma benar-benar jauh berbeda dari yang dulu.


"Bu Nurma apa kabar?" sapa Hanna ramah dengan senyum manis yang setia menyungging di bibirnya. Meski telah banyak dilukai bahkan di caci maki, namun perempuan itu bahkan masih bersikap baik, alih-alih membalas apa yang dulu pernah terjadi.


"Saya-- baik Han," wajahnya menunduk, sikap ramah Hanna membuat bu Nurma benar-benar malu dengan sikapnya dulu yang begitu angkuh dan tak segan merendahkan orang lain.


"Bu Nurma ada yang ingin dibicarakan apa dengan saya?" tanya Hanna to the point. Ia tak bisa mengulur waktu, suami dan putri kecilnya sudah menunggu.


"Saya-- saya menyesal dulu pernah nyakitin kamu Han. Saya sadar saya salah, saya mohon kamu maafin saya, saya sungguh menyesal." lirih bu Nurma penuh penyesalan.


Hanna menyunggingkan senyumnya tulus, tak ada raut mengejek atau bahkan dendam sekalipun.


"Saya sudah memaafkan bu Nurma jauh sebelum ibu meminta maaf pada saya. Karena saya yakin, mungkin dengan cara itulah Allah memberikan ujian untuk saya."


"Kamu sungguh perempuan baik Han, tapi sayangnya saya tidak bisa melihat itu dulu. Saya telah dibutakan oleh harta, membuat saya bersikap angkuh dan tak segan merendahkan orang lain, termasuk kamu."


"Sekarang saya sudah kehilangan segalanya, suami saya di penjara karena korupsi, semua aset di sita, saya sudah tidak punya apa-apa Han. Saya sudah mendapatkan balasan yang setimpal, saya benar-benar menyesal atas semua perlakuan saya pada kamu dulu." Bu Nurma mulai terisak, derita hidup yang tak pernah ia lalui, kini akhirnya ia rasakan, hidup serba kekurangan ternyata tidak mudah, ia bahkan sempat depresi saat pertama menjalani kehidupan barunya yang hidup serba pas-pasan.

__ADS_1


"Mungkin dengan cara ini Allah memberikan ujian pada bu Nurma. Bu Nurma harus yakin, jika suatu saat, Allah akan memberikan nikmat kebahagiaan pada bu Nurma, Allah pasti memiliki rencana terbaik untuk ibu."


Bu Nurma semakin terisak, dosanya terlalu banyak. Apa Tuhan akan dengan mudah memaafkannya? Atau akan terus mengujinya, seumur hidupnya?


"Jadi ibu sekarang tinggal dimana?" tanya Hanna saat tangis bu Nurma berangsur mereda.


"Saya ngontrak di sekitar sini, Han. Rumah saya yang dulu sudah di gusur."


Membuat Hanna seketika tersentak. "Di gusur?"


Angguk bu Nurma, " iya, semua rumah warga di gusur esok hari setelah kami mengusir kamu dari kampung, Han. Sepertinya ini karma untuk kami karena telah berlaku buruk pada perempuan baik seperti kamu."


"Lalu Bobby nya dimana bu, kok tidak sama ibu?"


"Astaghfirullah, sakit apa bu?"


"Demam berdarah, Han."


"Semoga bobby cepat sembuh ya bu."


Hanna kemudian merogoh tasnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu. Ada lebih dari 10 lembar ia keluarkan dari sana. " Ini saya ada sedikit rejeki, semoga ini bisa membantu ibu ya."

__ADS_1


Sejenak bu Nurma mematung, mengapa perempuan yang dulu pernah di cacinya itu bersikap begitu baik kepadanya bahkan tak segan mengulurkan tangan membantu finansial nya tanpa ia minta?


"Hanna, tidak. Saya tidak pantas Han, saya sudah banyak nyakitin kamu," tolak bu Nurma.


"Tidak bu, ambil saja. Setidaknya pikirkan anak ibu, Bobby butuh pengobatan,"


Sejenak bu Nurma terdiam, ia memang sedang membutuhkan uang, gajinya sudah habis untuk membayar pengobatan anaknya, hanya tersisa selembar uang merah untuk biaya hidup kedepannya.


"Terimakasih Han..." ucap bu Nurma pada akhirnya, meski sungkan namun ia memilih menerima uang itu demi bisa menyambung hidup bersama anak lelakinya.


"Iya bu, sama-sama... ."


"Kalau gitu saya pamit dulu ya bu, suami saya sudah menunggu."


"Sekali lagi terimakasih Han."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Part ini dedek Molla nya libur dulu ya, capek katanya, hehehe

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja


__ADS_2