Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Hanna-- Hamil?


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Hanna mulai mengerjapkan kelopak matanya yang sebelumnya tertutup rapat, pusing yang tadi mendera perlahan mulai mereda, lemas di tubuhnya pun tak lagi terasa, Hanna merasakan tubuhnya tak lagi seberat sebelumnya, sebelum ia benar-benar kehilangan kesadarannya.


Seketika perempuan itu tersadar, bukankah ia tengah berada di tengah hiruk pikuk kemeriahan pesta?


Lalu mengapa kini ia bisa berada di ruangan mewah ini, seorang diri, bergelung di bawah selimut tebal?


Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa gerangan yang telah membawanya ke ruangan mewah ini?


Apa itu... Suaminya?


"Mas..."


"Syukurlah nona Hanna sudah siuman..."


Ditengah tanda tanya besar itu, tiba-tiba seorang dokter dengan pakaian serba putihnya kini berangsur mendekat ke arahnya, memeriksanya beberapa kali hingga akhirnya memilih undur diri.


Hingga tak lama kemudian, suara bariton itu mulai memenuhi seisi ruangan, David bahkan tak segan berlari mendekat ke arahnya dan merengkuhnya erat.


"Sayang..." Laki-laki itu langsung menghamburkan ciuman di wajahnya, membuat Hanna tak mampu lagi menolak, perempuan itu terlalu terkejut akan aksi impulsif sang suami posesifnya.


"Mas, Euhmmm..." Lenguhnya berusaha menghentikan kegilaan sang suami.


Namun suaminya itu tak sedikitpun mengindahkan intrupsinya, laki-laki itu masih saja sibuk menghamburkan ciumannya di wajahnya.

__ADS_1


"Mas... Mas kenapa..." Suaranya bahkan masih terdengar lemah, tenaganya tak cukup kuat untuk menjauhkan sang suami dari wajah pucatnya.


"Sayang..." Puas menghamburkan puluhan kecupan, akhirnya laki-laki itu berhenti juga dari kegilaannya.


"Iya, mas kenapa?"


Bukannya menjawab, laki-laki itu kembali merengkuh erat tubuh lemah istrinya. Dengan bibir bergetar, David akhirnya membuka suara, "terimakasih sayang..." .


Dirasakannya pipi sebelah kanannya terasa basah, dalam hati mulai bertanya-tanya, mungkinkah suaminya kini tengah-- terisak?


Diusapnya punggung kekar itu dengan usapan lembutnya. Hanna tak lagi banyak berkata, perempuan itu memilih diam memberikan waktu sang suami untuk menyelesaikan isak tangisnya.


Hingga akhirnya laki-laki itu kembali melepaskan rengkuhannya.


"Mas sebenarnya kenapa?" Mengusap sudut mata sang suami yang kini berair. Hanna benar-benar khawatir, apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat sosok tangguh itu sampai terisak seperti ini?


Laki-laki itu kembali mengecup kening sang istri, begitu dalam, hingga kecupan itupun beralih pada perut sang istri, membuat Hanna sontak membelalakkan bola matanya.


"Mas--" Kalimatnya terbata, Hanna tak mampu lagi mengucap kata, hatinya begitu terkejut akan kabar yang baru saja diterimanya.


Dengan senyum mengembang, laki-laki itupun mengangguk pasti, wajahnya terlihat berseri meski sudut matanya kembali berair.


"Mas-- Mas tidak bercanda kan? Hanna-- Hanna hamil? Ada-- ada bayi kita di dalam sini?" Dengan tangan bergetar, perempuan itu menyentuh perutnya yang masih rata.


Benarkah kini ia tengah mengandung? Apakah di dalam perutnya kini ada buah cintanya bersama suaminya? Ini bukan sekedar mimpi 'kan?

__ADS_1


David kembali mengangguk mempertegas jawabannya, "iya sayang, di sini..." Laki-laki itu menangkup tangan sang istri yang masih bertengger di atas perutnya sendiri


"Di sini ada buah hati kita, calon anak kita, terimakasih sayang..." Lanjutnya kembali mengecup kening sang istri.


"Alhamdulillah, Alhamdulillah yaa Allah..."


Keduanya kembali saling merengkuh dalam isak haru yang tak lagi dapat di jabarkan lagi. Hanna benar-benar terkejut akan kabar yang baru saja diterimanya. Begitu pula dengan David, laki-laki itu bahkan tak mengira jika apa yang selama ini diusahakannya, akhirnya membuahkan hasil juga.


Hingga akhirnya pintu itu kembali terbuka, memaksa keduanya untuk saling melepas rengkuhannya.


"Mommyh..." Gadis kecil itu langsung menghambur ke rengkuhan sang mommy, melepas rengkuhannya, Maura tampak begitu bahagia akan kedatangan sang dedek bayi tercinta.


"Iya sayang..." Tangannya mengulur mengusap lembut rambut sang putri, Hanna yakin, suaminya itu pastilah sudah memberitahu sang putri perihal kehamilannya.


"Mommyh, Molla mau lihat dedek bayi oek oek na, tullush mau tium dedek bayi oek-oek na banak-banak, hihihi..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Jangan lupakan othor ya


Harap bersabar, ini ujian 😂


Happy Reading

__ADS_1


Saranghaja💕💕💕


__ADS_2