
°°°~Happy Reading~°°°
" Mommy sayang sama Maura... " Lirihnya, tatapannya begitu sendu, Hanna benar-benar tak sanggup untuk melewati malam ini.
Jika bisa, ingin rasanya waktu terhenti di saat ini, membuatnya tak harus meninggalkan putri kecilnya itu sendiri disini, membuatnya tak harus terbelenggu oleh rasa sakit akan kehilangan sang buah hati.
" Molla duga shayang mommy, shayang sheukalli, shayang banak-banak, shayang na eundak habish-habish... " Sahut Maura dengan wajah polosnya, kedua tangannya membentuk lingkaran besar seolah memperlihatkan rasa sayangnya pada sang mommy yang tiada terhingga.
Hanna menyunggingkan senyum indahnya.
" Sudah malam, Maura harus bobok... " Suaranya lirih setengah tersendat.
" Huum... Molla udah nantuk, mau bobok sheukallang aja. Beshok mau banun padi-padi tullush main-main shama mommy ladih, ehehehe... "
Hati ibu mana yang tak bergetar mendengar penuturan itu. Di saat sang putri tak sabar untuk bermain bersama, bercanda gurau bersama, menciptakan kenangan indah bersama, di saat itu pula ia harus pergi meninggalkan sang putri seorang diri.
Tidakkah ia begitu kejam pada putri kecilnya itu? Bagaimana jika gadis kecil itu menangisi kepergiannya, mencari dirinya disaat ia telah pergi jauh dari sisinya.
Hentikan Hanna... Ini untuk Maura... Percayalah semua akan baik-baik saja...
" Sini... Maura bobok di pangku mommy... " Di tuntun nya sang putri agar segera merebahkan tubuhnya di atas pangkuannya.
__ADS_1
" Mommy eundak bobok duga? "
Hanna hanya menggeleng, tangannya kini bergerak mengusap surai rambut Maura yang dibiarkan tergerai indah.
" Mau puk-puk mommyh... " Pinta gadis kecil itu, membuat Hanna sontak bergerak memenuhi keinginan sang putri kecilnya, untuk yang terakhir kalinya.
Bola mata itu perlahan mulai memejam, kantuk yang teramat mendera, membuat si kecil Maura langsung terlelap dalam tidur nyenyak.
Setetes air mata itu akhirnya jatuh perlahan membasahi wajah cantiknya, hingga akhirnya mulai menderas, menciptakan isakan pilu yang begitu menyayat hati.
Di kecupnya kening itu dalam-dalam, sesak seketika itu kembali mendera, rasa sakit akan kehilangan itu kemudian menjalar melumpuhkan hatinya yang telah hancur akan keadaan.
Mengapa Tuhan begitu kejam membuatnya berada dalam penderitaan yang tak berkesudahan, membuatnya terpenjara dalam luka masa lalu yang kian perih dan bernanah.
Tidak cukupkah Engkau mengambil semuanya dari sisiku ya Allah...
Hanna merintih dalam keheningan malam, air mata itu bahkan tak henti mengalir membasahi wajahnya yang sudah tampak memucat, di rengkuhnya tubuh itu erat, sungguh ia masih tak rela jika harus meninggalkan putri kecilnya itu sendiri disini, masih tak sanggup jika harus hidup tanpa keberadaan sang putri, sungguh Hanna tak sanggup.
Cup...
" Baik-baik ya putri mommy... Mommy sayang Maura... Maura harus jadi anak yang baik, tidak boleh sakit-sakit lagi ya sayang... Setelah ini, Maura tidak akan diejek lagi, Maura sudah punya daddy... "
__ADS_1
Hanna memindahkan kepala Maura di atas bantal, menyelimutinya dengan selimut tebal, di kecupnya kening itu lamat-lamat, meresapi setiap hangat sentuhan sang putri untuk terakhir kalinya.
" Mommy pergi sayang... Maafkan mommy karena meninggalkan Maura sendiri di sini, mommy berharap, Maura bisa sembuh, bisa melakukan apapun yang Maura inginkan... Mommy berharap, kita bisa bertemu lagi sayang... Mommy sayang Maura... "
Hanna mengusap lembut wajah tenang sang putri, menatapnya lekat-lekat, perempuan itu menyunggingkan senyum indahnya, setidaknya ia tak ingin ada tangis saat perpisahan itu tercipta.
" Mommy pergi sayang... "
" I love you... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Hehehe, maap maap
Kemarin fokus namatin Baby Twins CEO, ehehehe
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1