
°°°~Happy Reading~°°°
Tak terasa, sudah dua minggu lamanya Maura belajar di sekolah barunya. Canda, tawa, tak pernah gadis kecil itu lewatkan, apalagi saat sahabat barunya itu selalu saja berceloteh tentang hal-hal yang random sekalipun.
" Yes yes yes... Akhil na puyang duga, Ashi udah eundak shaball mau puyang ke llumah, hihihi... " Girang Arshi tak sabar ingin kembali ke kediaman.
" Ashi shepeulti na sheunang sheukalli... " Timpal Maura.
" Iya Molla... Ashi sheunang shekali kallna mau keutemu shama dedek bayi oek oek... Dedek bayi oek oek na shangat lutu Molla, geullak-geullak gini... " Sembari mempraktekkan tingkah seorang bayi yang tengah menendang-nendang.
" Dedek bayi na geullak-geullak shepeulti itu? " Heran Maura menatap tingkah konyol Arshi.
" Iya Molla... Ashi keumallin poto dedek bayi oek oek na loh... Molla mahu lihat? " Tawar Arshi yang langsung di angguki si kecil Maura.
Arshi membalik tas yang tengah di gendong nya, di taruhnya tas itu di depan perut buncitnya, tangan mungil itupun tampak sibuk mencari sesuatu di dalam tas miliknya.
" Ini dia dedek bayi oek oek na Ashi... Kata mommy, dedek bayi na kelluall 2 bulan ladi Molla... Ashi udah eundak shaball mau keutemu shama dedek bayi oek oek... "
Maura memperhatikan dengan seksama gambar yang di tunjuk oleh Maura, alisnya mengernyit, gambar hitam putih itu terlihat memburam, membuat ia bingung akan maksud sahabat barunya itu.
__ADS_1
" Dedek bayi na yang mana Ashi... " Tanya Maura polos.
Arshi mengikuti arah pandang Maura, gadis kecil itu tiba-tiba terdiam sembari menatap kosong pada gambar di tangannya. Arshi jadi bingung sendiri dengan gambar yang ia ambil tempo hari.
" Eundak tahu molla, tapi keumallin tente dotell na bilang ini dedek bayi oek oek na Ashi... "
krik krik krik
Hanya terdengar suara jangkrik yang mengerik.
" Emmm... Molla puna dedek bayi oek oek tidak? " Sahut Arshi beralih ke topik lain.
Maura menggeleng lemah, wajahnya yang tadi berbinar bahagia, kini berubah sendu.
" Tapi Molla takut tidull sheundilli Ashi... " Keluh si kecil Maura.
" Kalau Molla mashih tidull shama daddy shama mommy na Molla, nanti melleka eundak bisha buat dedek bayi oek oek na Molla... Kata glanny kalau buat dedek bayi oek oek, hallus beuldua aja, eundak boleh lame-lame, nanti dedek bayi oek oek na jadi bantet... "
" Itu Maura sudah di jemput... " Seru Arsha memutus obrolan itu, bocah laki-laki itu sudah cukup jengah dengan obrolan un-faedah itu.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Detik demi detik berlalu dengan lambatnya, gadis kecil itu terlihat sudah tak berselera memainkan mainan-mainannya.
Maura di landa penat yang teramat, di mansion mewah itu, ia bahkan tak memiliki teman untuk diajak bercanda, atau bahkan adik untuk di ajak bermain bersama, membuat gadis kecil itu kembali teringat akan obrolannya bersama Arshi siang tadi.
Jujur, gadis kecil itu menginginkan seorang adik hadir dalam hidupnya, bermain bersama, mengukir canda dan tawa.
Akan tetapi, ia tak seberani yang terlihat, bahkan tidur sendiripun tak pernah ia lalui di mansion besar itu, lalu bagaimana caranya mommy dan daddy nya itu bisa membuatkan adik untuknya sedang ia masih tidur bersama mommy dan daddy nya?
"Molla mau adek bayi oek oek shepeulti Ashi, tapi Molla tatut tidull sheundilli..." Keluh gadis kecil itu pada boneka berbie di tangannya.
Lama menimbang, gadis kecil itu akhirnya membulatkan tekat, mau tidak mau, suka atau tidak suka, malam ini, mommy dan daddy nya itu harus membuatkan adik bayi untuknya.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Sebagian percakapan di atas sudah di up di novel Baby Twins CEO
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja💕💕💕